Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Pengalaman Menjadi Relawan Pemantau (Quick Count) Pilpres 2009

11 Juli 2009 11.13 By Tembalang Online

Logo Lembaga Riset Informasi (LRI)
Pemilu Presiden kali ini membawa rejeki bagi diriku. Aku menjadi relawan pemantau kegiatan pilpres. Yaitu sebagai orang yang melaporkan hasil perhitungan suara guna masuk data perhitungan quick count. Sebenarnya bagiku tanpa dibayarpun aku bersedia. Sebab memang niat utama aku adalah memang mencari ilmu dan pengalaman dari pekerjaan tersebut.

Tugas utama aku adalah yang disebut Quick Count dan Exit Poll. Tugasku dalam quick count yaitu melaporkan hasil perhitungan suara dari TPS yang dipilih secara acak dari suatu daerah/desa. Sedangkan tugas dalam Exit Poll adalah melakukan wawancara terhadap 4 orang responden yang dipilih secara acak by waktu yang mana telah menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. Hasilnya tersebut dilaporkan kepada server pusat melalui pesan singkat (sms).

Adalah LRI, kependekan dari Lembaga Riset Informasi, sebuah lembaga survei yang menaungiku ini. Untuk daerah Jawa tengah sepertinya diserahkan pada mahasiswa-mahasiswa UNDIP. Sedangkan aku sendiri, yaitu memilih Dapil 2 Jateng, koordinatornya adalah Divo merupakan mahasiswa Statistika UNDIP angkatan 2005. Kemudian aku dipilihkan untuk menangani di desa Bandungrejo yaitu di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Honor awal yang kuterima adalah berupa uang transportasi dan akomodasi sebesar (100+50)rb. Sebenarnya jarak antara tempat kosku yaitu daerah tembalang dengan daerah tempatku ditugaskan tidaklah jauh. Ternyata dengan menggunakan motor hanya sekitar 20menit. Jadinya aku tidak perlu menginap di daerah tersebut. Cukup dengan ngelaju Tembalang-Demak. ^_^

Selasa siang (07/07/2009) alias H-1 aku kroscek ke lokasi. Ketika itu aku dibantu seorang temanku, dia tinggal di daerah sana. Tiba di desa Bandungrejo tersebut langsung menuju ke kantor kelurahannya. Diluar dugaan disana aku disambut baik sekali. Bu lurah dan Bu carik (sekretaris desa) nya legowo sekali. Awal yang baik. Sehingga data TPS yang kuminta berhasil kudapat beserta tanda tangan dari bu lurahnya.

Melalui suatu metode acak, dari 14 di desa tersebut TPS 05 yang terpilih menjadi sampel. Langsung malam itu juga aku menuju ke lokasi TPS tersebut. Sampai disana aku bertemu dengan ketua KPPS. Alhamdulillah juga disambut ramah. Berhasil atas lobian tersebut aku balik ke Tembalang. Dan bersiap diri untuk hari esok.

Pagi Rabu itu (08/07/2009) meskipun masih dalam keadaan kurang enak badan aku tetap melaksanakan tugas/tanggung jawab tersebut. Jam 7 benar aku tiba di lokasi. Ternyata masih sepi dan baru dimulai pukul 8.

Disana kebanyakan mempertanyakan tujuan keberadaanku disitu. Dari muka yang kulihat dari meraka kutangkap bahwa ternyata mereka masih tabu yang namanya lembaga survei khususnya mengenai quick count ini. Namun itu tidaklah menjadi kendala bagiku. Sehingga membuat pekerjaan yang kulakukan nantinya benar-benar natural (?).

Disana aku diramah tamah baik sekali oleh bapak-bapak para petugas TPS tersebut. Diajak ngobrol dan disuguhi makanan juga. Saat makan siang pun aku diajak makan bareng. Dibantu sekali lah. Sehingga dikemudian pekerjaan yang kulakukan berjalan lancar.


HASIL PERHITUNGAN CEPAT QUICK COUNT BISA DILIHAT DISINI


Tulisan Lain yang berhubungan



Share
Add my Facebook here!

Reaksi: 

3 Response to "Pengalaman Menjadi Relawan Pemantau (Quick Count) Pilpres 2009"

  1. Blog Watcher Says:

    PROPA GANDA POLITIK HASIL QUICK COUNT





    8 juli 2009, beberapa saat setelah gelaran pemilu baru saja dilaksanakan, sejumlah setasiun televisi menayangkan hasil quick count sementara di wilayah Indonesia Timur sebelum gelaran pilplres usai. Sekitar pukul 10.30 WIB atau pukul 12.30 WIT (30 menit sebelum pilpres usai). Apakah maksud dari penayangan hasil quick count tersebut? Benarkah ini upayah propaganda politik untuk mempengaruhi psikologis pemilih agar mencontreng capres tertentu?


    ....................................................................


    Seiring tumbuhnya demokrasi, sedikit banyak mengubah wajah dunia perpolitikan di Indonesia. Bukan sja pada kontestasinya yang berubah, namun juga pada metodologi cara berpolitik. Hal ini diindikasikan dengan menjamurnya lembaga survey sekaligus konsultan politik capres dan cawapres.


    Fungsi sesungguhnya survey/jajak pendapat adalah memantau opini publik, mengintip persepsi, harapan, pendapat apa yang dipikirkan masyarakat. Fungsi normatif survei, menjembatani kepentingan publik (rakyat) dengan penentu kebijakan publik/ pemerintah. Hasil survei yang muncul dipandang sebagai barometer aspirasi masyarakat secara keseluruhan. Bahkan dalam era demokrasi sekarang ini hasil dari lembaga survei dianggap sebagai kekuatan kelima, selain media massa dan trias politica(eksekutif-legislatif-yudikatif). Oleh karena itu lembaga survei kini dianggap sebagai algojo penentu kebijakan publik.


    Seiring bermunculan lembaga survei, Lembaga surveipun berperan ganda: peneliti sekaligus tim konsultan atau tim sukses. lembaga survei menjelma menjadi lembaga komersial yang berafiliasi pada partai politik, tokoh ataupun kelompok tertentu. Lembaga survei beralih fungsi sebagai event organizer, menawarkan jasa, menerima pesanan hasil survei costomer dengan atasnamakan ilmu pengetahuan/kedok metode ilmiah. hasil survei jelas hanya menguntungkan sumber penyandang dana.


    Dengan dasar hasil survei pesanan tadi, sipenyandang dana mempublikasikan penelitian. Tujuannya propaganda politik. Pengumumam hasil survei dinilai sebagian kalangan akan menimbulkan efek bandwagon atau efek yang membuat orang mengikuti apa yang dilakukan orang banyak.


    .........................................................


    Menjawab pertanyaan diatas, jelas Quick count saat gelaran pilpres berlangsung adalah upaya sistematis mempengaruhi jalannya pemungutan dan perhitungan suara. Propaganda opini publik, teror untuk mempengaruhi psikologi pemilih agar mencontreng capres tertentu.


    "Akankah Bawaslu memproses kejadian tidak sportif ini??? kita tunggu saja kelanjutannya....."

  2. -=Pradzt=- Says:

    nice, experience then,,,,, tapi sayang aku kemarin golput gara2 ga terdaftar,,,,

  3. Arsyil Says:

    @Pradzt
    Saya juga golput sih... hehe

Posting Komentar

CARA BERKOMENTAR:
Beri komentar sebagai, pilih: Nama/URL
Isi nama anda, kosongkan "URL" jika tidak punya website/blog. Kalau ngisi alamat Web jangan lupa "http://", contoh: http://arsyil.blogspot.com

Ctt: Identitas anda sangat saya perlukan. Jgn lupa nama ya!

Daftar Isi