Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Analisis TREND pada Peramalan dengan Software MINITAB

30 November 2010 11.42 By Arsyil Statistikawan 6 Komentar


Ini adalah kali praktikum aku untuk mata kuliah metode pramalan. Praktikum pertama membahas tentang Trend Analysis. Nih ane share aja ke kawan-kawan mengenai salah satu permasalahan (contoh soal) dari analisis trend ini. Semoga bisa dimengerti. Ohya, dalam praktikumku ini menggunakan software MINITAB. Selamat Mencoba. Dan cuma mau promosi, bagi kawan-kawan yang butuh tenaga untuk olah data statistik seperti skripsi, bisa menghubungi arsyil. Terima kasih

Diberikan data sebagai berikut:
Trade Food Metals
322    53.5    44.2
317    53.0    44.3
319    53.2    44.4
323    52.5    43.4
327    53.4    42.8
328    56.5    44.3
325    65.3    44.4
326    70.7    44.8
330    66.9    44.4
334    58.2    43.1
337    55.3    42.6
341    53.4    42.4
322    52.1    42.2
318    51.5    41.8
320    51.5    40.1
326    52.4    42.0
332    53.3    42.4
334    55.5    43.1
335    64.2    42.4
336    69.6    43.1
335    69.3    43.2
338    58.5    42.8
342    55.3    43.0
348    53.6    42.8
330    52.3    42.5
326    51.5    42.6
329    51.7    42.3
337    51.5    42.9
345    52.2    43.6
350    57.1    44.7
351    63.6    44.5
354    68.8    45.0
355    68.9    44.8
357    60.1    44.9
362    55.6    45.2
368    53.9    45.2
348    53.3    45.0
345    53.1    45.5
349    53.5    46.2
355    53.5    46.8
362    53.9    47.5
367    57.1    48.3
366    64.7    48.3
370    69.4    49.1
371    70.3    48.9
375    62.6    49.4
380    57.9    50.0
385    55.8    50.0
361    54.8    49.6
354    54.2    49.9
357    54.6    49.6
367    54.3    50.7
376    54.8    50.7
381    58.1    50.9
381    68.1    50.5
383    73.3    51.2
384    75.5    50.7
387    66.4    50.3
392    60.5    49.2
396    57.7    48.1

Langkah-Langkah membuat grafik plot:
1. Pilih STat -> Time Series -> Time Series Plot
2. Series Diisi dengan Trade
3. OK
Lakukan langkah tersebut untuk series Food dan Metals
Sehingga diperoleh 3 grafik plot






Jika kita lihat, grafik yang menunjukkan terjadinya TREND adalah grafik dari Metals. Kalau pada trade terjadi musiman sehingga tidak bisa dianalisis dengan trend.

Kemudian data FOOD kita lakukan analisis trend, langkah-langkahnya:
1. Pilih Stat > Time Series > Trend Analysis
2. Pada kolom Variable masukkan Metals
3. Pada kolom Model Type, pilih Linier
4. Klik Generate Forecasts dan masukkan angka 12 pada Number of Forecast
5. Klik Storage
6. Pilih Fits (Trend Line), Residuals (detrended data), and Forecasts.
7. OK
Lakukan langkah tersebut untuk tupe Model Quadratic, Exponential Growth, dan S-Curve
Sehingga diperoleh 4 grafik dengan pendekatan model yang berbeda:





Untuk menentukan model terbaik kita melihat dari nilai MAPE:
Linier: 3,23143
Quadratic: 2,01120
Exponential: 3,15026
SCurve: 3,02577
Bisa terlihat bahwa nilai MAPE Quadratic terkecil, sehingga diambil kesimpulan bahwa model terbaik untuk Analisis Trend dari Food adalah Model Quadratic


Oleh: Arsyil Hendra Saputra
for Statistics Undip
Selengkapnya...

Reaksi: 

Please, Say No to Marah-Marah and Bentak-Bentak!

26 November 2010 05.40 By Arsyil Statistikawan 4 Komentar


Jadi inget sebuah hadis, "Orang yang kuat bukanlah orang yang hebat dalam bertengkar, sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika harus marah". Kata bijak itu dulu ketika jaman PMB (a.k.a ospek) juga pernah kulontarkan ke teman-temanku seangkatan. Aku masih ingat itu. Sebab itu dulu kugunakan sebagai penyejuk ketika teman-teman angkatanku mulai emosi terhadap senior. Dan alhamdulillah bisa terkontrol. Tapi itu dulu. Dulu yang sudah lama sekali terjadi. 2 tahun yang lalu coy. DUh malah jadi ingat masa-masa itu.

Ohya, ini bukan tulisan untuk seseorang ataupun sebuah kelompok ini merupakan tulisan untuk semua orang. Bukan maksud menggurui. Aku tahu bahwa kawan-kawan semua sudah gede. Mungkin hanya untuk mengingatkan atau saling bernasehat saja. Karena bisa jadi kawan-kawan masih masih seperti itu (marah-marah dan bentak-bentak). Maka diini kuingatkan, tolong, katakan tidak untuk marah-marah dan bentak bentak!

Ketika lihat orang marah-marah dan bentak-bentak aku jadi ingat waktu sekolah dulu. Sesuatu yang alhamdulillah sekarang bisa dewasa merenunginya (amin). Kalau mengenai marah-marah tidak usah kemana-mana, sebab di rumahku sendiri sudah ada pengalaman kena marah-marah itu. Hampir setiap hari aku mendapat marah orangtua aku, yaitu ibu tersayangku. Benar banget, bahwa marah itu karena ada kesalahan yang telah kita perbuat. Ibuku marah tentu karena ada kesalahan yang telah kuperbuat. Namun apakah jika seseorang salah harus selalu dengan marah-marah? Insyaallah tidak! Marah jangan sebagai alternatif satu. Sebab kalau bisa dengan secara halus kenapa tidak. Tapi kalau kurang berfek memang perlu sedikit tegas. Namun belum sampai marah-marah sekali. Marah baru terjadi kalau alternatif paling akhir. Alias kesabaran sudah habis. Tapi itupun harus dikontrol emosinya. Gimana ya jelasinnya, intinya sebaiknya marah-marah tidak diupayakan terjadi.

Kemudian pengalaman bentak-bentak, itu bahkan terjadi pada diriku sendiri. Aku sebagai pelaku bentak bentak. Yaitu dulu ketika di SMA, di dalam organisasi, OSIS dan Drum Band. Ketika masa penerimaan siswa baru (MOS). Aku sebagai orang yang cukup punya posisi di kedua organisasi itu. Ketika MOS, kerjaanku adalah melakukan bentak-bentak kepada siswa baru (baca:junior). Lalu, ada yang masih kuingat sampai sekarang, nasehat kecil dari seorang teman, yang mana dulu masuk telinga kananku tapi keluar lagi dari telinga kiriku, eh sekarang nasehat itu malah mengena di aku. Terima kasih Haris, salah satu temanku.

Di sela-sela kegiatan MOS, dia sempat berbisik ke aku "Syil, gak usah marah-marah". Sangat singkat dan lirih suaranya. Karena dia juga berhati-hati bernasehat seperti itu. Karena tidak mau nasehat itu malah menyakiti hatiku. Yah, menasehatinya secara kawan dan sahabat. Si Haris sekarang adalah ketua UKMI (rohis sebuah perguruan tinggi di jogjakarta).

Dulu tujuanku saat MOS marah-marah itu adalah adalah untuk tegas dan melatih mental mereka. Untuk mengenai mental ketika SMA itu aku sudah dapat solusinya. Ada suatu cara dimana tanpa bentak-bentak, mental mereka terlatih. Namun untuk yang adalah tegas, sekarang kuyakini bahwa untuk tegas tidak harus dengan marah-marah atau bentak-bentak. Selama tegas itu bisa didengar, maka tak perlu mengeraskan suara lisan berlebihan (bentak). Intinya TETAP TEGAS TAPI TIDAK BENTAK.

Inilah tulisan yang berisi nasehat dan pengalaman pribadiku. Semoga bisa bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Mohon maaf jika tidak ada yang berkenan dengan tulisan ini. Tapi aku mohon tidak perlu ditanggapi, keluarkan aja lewat telinga kiri kalau anda tidak menyukai tulisan ini. Terima kasih atas perhatiannya.

Oleh: Arsyil Hendra Saputra



Selengkapnya...

Reaksi: 

Menulis Dengan Hati, Edit Dengan Rasio!

14 November 2010 16.12 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


Terima kasih dan maaf buat saudaraku Kelik yang sudah mengingatkan aku. Atas khilaf aku yang telah membuat tulisan yang berefek tak baik. Juga kepada mbak dwi atas nasehat-nasehat dalam adab membuat tulisan. Dan maaf kepada yang tidak bersedia atas kehadiran tulisanku itu. Yang sudah terjadi semoga menjadikan hikmah yang baik. Dan dengan nasehat-menasehati dalam kebenaran sesungguhnya kita termasuk golongan orang yang tak merugi. Sesuai surah Al`Ashr: "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

Berkenaan dengan itu aku mengutip sebuah paragraf dari tulisan mbak Dwi:
Menulis dengan hati, edit dengan rasio. Harus berhati-hati ketika menulis karena kalau salah menulis sedikit saja akan berakibat fatal bagi peradaban. Jika orang yang membaca tulisan justru menangkap hal yang negatif, bisa jadi kita turut memikul dosa pengikutnya sebagaimana pembunuhan pertama yang dilakukan oleh Qobil ketika zaman nabi Adam dulu, maka perlu hati-hati agar tulisan tidak membawa kemadhorotan. [http://murdadwie.blogspot.com/2010/11/lima-menit-pertama.html]

Nasehat yang luar biasa. Mengingatkan kepada orang seperti aku. Ketika menulis sesuatu jangan berlebihan alias seenaknya aja. Tulislah dengan hati dan diikuti rasio. Dan sungguh, hati-hati dengan tulisan. Karena mungkin saja ada orang yang memandang negatif atas tulisan kita. Meskipun sebenarnya menurut kita itu hanya sekedar "curhatan", atau "tulisan abal-abal". Tapi tetap yang membaca tulisan itu akan berpikir itu benar-adanya.

Duh, jadi teringat kisah tentang mbak Pritha dengan RS OMNI Internasional. Padahal dia cuma membuat tulisan curhatan atau gak serius, tapi ternyata tulisan itu membawa efek besar pengaruh kepada orang lain. Sehingga OMNI menganggap namanya sudah tercemar. Memang dalam hal ini mbak Prita, gak sepenuhnya salah, juga ditanggapi yang lebih oleh OMNI. Tapi tetap aja mbak Prita ini membuat tulisan yang sangat berefek besar kepada orang-orang terhadap OMNI.

Mari, saling memaafkan, dan saling mengingatkan. Begitu pun diriku, kalau ada tulisanku yang sekiranya kurang baik dibaca, atau ada yang merasa tersinggung, mari dibicarakan baik-baik. Yang jelas arsyil akan menerima masukannya. Namun aku memohon maaf, karena sejujurnya blogku ini tak bermaksud kutujukan untuk konsumsi publik. Sebab aku hanya ingin menulis untuk mengeluarkan yang ada di pikiranku aja,.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang baik mohon sekali lagi sekiranya bisa disampaikan secara baik dengan arsyil. ^_^

Selengkapnya...

Reaksi: 

9 Mahasiswa Untuk Mipa Undip Peduli Merapi

08 November 2010 13.42 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


[6 November 2010]
Berrrrgetar hape dari kantong, padahal jiwa dan raga ini sudah siap menuju ke Merapi.
Barri Pratama: “Syil, ente dimana??? Buruan bisnya mau berangkat, di gsg ya...” Wah belum ada jam 7 udah mau berangkat. Oke deh siap bergegas kesana.

Dan benar, memang di depan gsg sudah bersiap sebuah bis yang isinya anak-anak kimia 07 untuk berangkat. Diriku langsung disambut penuh semangat dari atasan, Presiden BEM, Barri Pratama. Di bagian belakang bis nongol anak-anak BEM; Hanif, Dana, dan ada ketua HM Insel, Syabil. Juga ternyata ada dua orang BEMerswati; Lala Ida, dan Oci. Dan kemudian setelah bis berangkat singgah sebentar di banyumanik untuk menjemput mba Dwi, sang Ibu-nya BEM (kata mas Barri loh).

Di boyolali susana jalan agak mencekam, langit menurunkan hujan abu, yang tentunya disembur dari Merapi. Sehingga masker pada dipakai. Namun tujuan kita adalah di Klaten. Sebuah posko pengungsian evakuasi Merapi, tepatnya di GOR Kota, Klaten Utara. Alhamdulillah di sini tidak ada hujan abu, sebab memang benar-benar insyaallah masih aman.

Disana kami langsung menurunkan barang bawaan dari sumbangan para mahasiswa MIPA UNDIP. Kerdus-kerdus yang berisi bahan makanan dan sandang dikeluarkan dari bis. Dan disana disambut oleh sebuah tim seukarelawan dari Kaskus Regional Klaten. Juga ikut bergabung kawan-kawan dari KMK (keluarga mahasiswa Klaten) Undip. Baru setelah siang datang relawan lain yaitu dari OPS (Organisasi Peduli Sesama) Undip, dan Mahasiswa Univ Ahmad Dahlan.



Disana sunggung seru sekali yang dilakukan. Kami bergabung dan membantu kawan-kawan yang sudah disana untuk mengkondisikan posko pengungsian ini. Sebab ternyata posko ini merupakan pindahan yang ketiga. Intinya dari posko pengungsian yang pertama pindah ke posko yang kedua karena penambahawan jarak rawan Merapi oleh pemerintah, lalu pun di pindahkan lagi ke posko yang ketiga yaitu disini. Karena juga jarak rawan Merapi diperpanjang.


Posko ini baru ditempati sore Jumat lalu. Bahkan dapur umum baru dibangun pagi ini, Serta tempat penumpukan dan pembagian logistik juga baru dibuat. Saling bergotongroyong kami melakukannya. Apalagi ketika bantuan berdatangan, kami bahu-membahu menyusun logistik. Sedangkan yang putri dikerahkan di dapur, untuk menyiapkan makan.


Selain me-loading bantuan yang datang, juga kami bagika pakaian-pakain bekas yang telah terkumpul untuk dibagikan kepada pengungsi. Juga membagikan snack-snack kepada keluarga dan anak-anak kecil. Namun ada yang paling digemari ibu-ibu, adalah susu kaleng.

Yang mungkin hal yang tak diinginkan para relawan saat itu adalah pembagian barang yang terkadang tidak merata. Karena anak segelintir pengungsi yang mencoba dan berhasil mendapatkan bahan bakanan double. Barang terbatas namun tetap aja mereka hanya memikirkan diri sendiri. Juga beruntungnya para pengungsi yang aktif untuk mencari bantuan. Sedangkan yang tidak aktif kurang memperoleh bantuan.

Waktu dhuhur tiba, di masjid sebuah kampus STAIM kami sholat dhuhur dijama` dengan ashar. Setelah itu kembali ke posko dan delanjutkan dengan makan bareng (nasi bungkus). Alhamdulillah kenyang perut terisi, eh setelah itu tak beberapa lama muncul gagasan pulang yukkk.,..



Hahaha, lagipula karena selain ada acara di Semrang juga sepertinya disini sudah lumayan banyak relawannya. Dan sudah cukup terkondisikan. Insyaallah akan baik-baik saja untuk hari ini. Dan diputuskan siang itu juga kami kembali ke Semarang. Namun sebelum itu sempat berfoto-foto dengan anak-anak kecil yang ada disana...asyiKKKK


Dalam perjalanan pulang dukanya adalah kami terpaksa di bis yang kedua harus berdiri sejam lebih banyak. Karenma di bis susah tidak ada lagi kursi kosong. Bis kedua ini berangkat dari Kertasura ke Semrang, bis AC bertarif 20ribu. Bis yang pertama merupakan dari pengungsian klaten tadi ke Kertasura, 5ribu.

Sekitar 3jam akhirnya kami aru sampai di Semrang. Jam 5 sore lewat kami turun di Sukun. Alhamdulillah tiba dengan selamat.,...


Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi