Maaf sebelumnya kepada anda-anda yang membaca tulisan ini. Sebab, posting ini benar-benar cuma sekedar uji coba. Arsyil lagi menguji optimasi mesin pencari blog ini alias pengen tau tulisan ini bisa jadi yang pertama di halaman pertama mesin pencari Google gak ya..
Sedangkan untuk pernyataan: "Jurusan Terbaik di UNDIP : STATISTIKA" adalah tanpa data yang valid. Sebenarnya jurusan yang terbaik cuma relatif. Pokoknya kalau jurusan berakreditasi A ya baik. Bukan begitu? Pun kalau di UNDIP sudah banyak jurusan yang terakreditasi A. Bisa dicek langsung di websitenya undip.ac.id. Waduh kok jadi promosi neh. Terang aja, aku kan emang kuliah di UNDIP, ya kudu mengedepankan almamater sendiri donk.
Sekalian juga Arsyil mau promosi jurusan alias program studi diriku di UNDIP, tak lain dan tak bukan adalah... 'tadaa..' STATISTIKA. hahaha. Dah tau belum...?? Apa, belum tau? Kok bisa YAH! Oke deh, kuberitau, kasih dah..
Statistika itu salah satu dari 7 jurusan/program studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Diponegoro. Usianya sendiri masih tergolong muda, yaitu baru dibuka 2003 silam, dan sekarang sebenarnya masih program studi alias masih di ngikut jurusan matematika.
Selain masih "muda", akreditasi dari Statistika UNDIP adalah masih B. Biarpun masih tapi keistimewaan jurusan Statistika adalah karena kelangkaannya. Lihat aja di perguruan-tinggi2x di Indonesia, masih jarang yang ada jurusan Statistika-nya. Seingatku sih malah cuma 7 perguruan tinggi di Indonesia yang ada jurusan Statistika. Jadi masih jarang statistikawan seperti kami.
Tampaknya teman2 tak asing ya dengan STIS, yup emang sama bidang sama kami. Bedanya kalau mereka Diploma sedang kami adalah Sarjana. Nah lo, pilih mana? Enak Sarjana lah..? Lebih tinggi geto. Oke kalau mereka diimingi lulus langsung kerja. Ups! Kalimat tadi tidak sepenuhnya benar, karena saya dapat informasi dari dosen saya bahwa sekarang STIS tidaklah lagi ikatan kerja dengan BPS. Tapi kalau mengenai dibayari oleh pemerintah, saya sih mengiyakannya. Jadi tak bisa disangkal bahwa banyak yang berambisius masuk STIS.
Yah itu sedikit banyak tentang Statistika, khususnya Statistika UNDIP. Gimana, masih meremehkan jurusanku itu? Jangan salah, lihat aja postingan ini, muncul pertama di pencarian google kan?
by ARSYIL for STATISTIKA UNDIP
Statistik jaya, is the best dah!
Baca Selengkapnya...
Welcome to Arsyil blog!
Semua konten di Blog ini boleh disebarluaskan. Kecuali jika untuk kejahatan.
Dan rekomendasi saya agar sekiranya mencantumkan sumbernya (optional).
28 Desember 2009
Puisi Lagi Beol - Puisi Lucu/Ngeres/Jorok?
Tepat rasanya yg kulakukan ini
Mengisi waktu daripada tak ada yg kulakukan
Sambil menunggu sesuatu itu turun ke bawah
Mending aku sambil facebookan aja
Sepi senyap di dalam ruang sempit ini
Yang ada hanyalah suara tetesan air turun ke ember
Serta hembusan napas dari hidungku
Meskipun sebenarnya hembusan itu sedikit ragu-ragu
Karena eh karena bau yg sesekali datang dari bawah tubuhku
Aku tak ingin lama berdiri disini
Kakiku pun sepertinya sudah penat
Aku ingin menyudahi ini
Ayo tangan kiriku saatnya kau bekerja
Yang semangat ya!
sumber:
note facebook Arsyil_keren@telkom.net
Baca Selengkapnya...
Mengisi waktu daripada tak ada yg kulakukan
Sambil menunggu sesuatu itu turun ke bawah
Mending aku sambil facebookan aja
Sepi senyap di dalam ruang sempit ini
Yang ada hanyalah suara tetesan air turun ke ember
Serta hembusan napas dari hidungku
Meskipun sebenarnya hembusan itu sedikit ragu-ragu
Karena eh karena bau yg sesekali datang dari bawah tubuhku
Aku tak ingin lama berdiri disini
Kakiku pun sepertinya sudah penat
Aku ingin menyudahi ini
Ayo tangan kiriku saatnya kau bekerja
Yang semangat ya!
sumber:
note facebook Arsyil_keren@telkom.net
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Sastraku
25 Desember 2009
Salam Kenal Untuk Kota PATI

24 Desember 2009, satu lagi kota di Jawa Tengah yang sudah kupijak. Setelah sebelumnya selain Semarang aku telah berhasil memijakkan kakiku di Demak, Jogja, Magelang, Salatiga, Solo, dan Kudus. Berbagai pengalaman telah kuperoleh. Itu baru sedikit jika dibandingkan jumlah kota di Jawa Tengah. Aku punya planning untuk menjelajahi kota-kota di Jawa Tengah, kalau perlu malah di Jawa bagian lainnya (Jawa Barat/Timur). Wah luar biasa sekali ya kalau aku sudah pernah ke semua kota di Jawa.
Aku ke Pati bersama 7 orang temanku lainnya. Ke sana dalam rangka menjenguk salah satu saudara kami yang sedang sakit, alias abis dioperasi. Letak rumah temanku itu di kecamatan apa gitu, kalau gak salah namanya Kayen.
Namanya adalah Heri, dia adalah mas`ul liqoku (mentoring). Jadi emang yang ke Pati adalah teman-teman satu mentoringku. Juga tak lupa murobbi kami juga turut ikut, yaitu mas Feri. 6 orang lainnya adalah, Fahmi, Kelik, Amar, Aribat, Tito, dan mas Agus.
Rencana awalnya berangkat pagi jam 7.30. Kalau aku sama Kelik sih datang kumpul tepat waktu, tapi yang lainnya molor. Belum lagi karena kurang satu motor, harus mencari pinjaman. Dan Alhamdulillah mas Agus mau, dan dia juga mau ikut ke Pati. Motor lengkap, eh kurang satu helm, syukur di AlAnfal ada mas Ahmad yang mau meminjamkan helmnya. Akhirnya kami pun berangkat pukul 10.
Rintangan dan cobaan ternyata tak sampai di situ saja. Di perjalanan, ban motor Kelik kebanan (kempes pes). Kami pun singgah di sebuah bengkel. Si Kelik lalu mengambil keputusan untuk langsung mengganti ban dalam motornya. Sekitar setengah jam di sana kami manfaatkan untuk melakukan hal lain, seperti mas Agus yang memanfaatkannya dengan mengisi perutnya di sebuah warung tegal. Kemudian si Aribat dan Amar membeli durian yang kebetulan ada di sekitar situ. Tak mau ketinggalan aku juga ikut mencicipinya.
Semua persiapan sudah matang kami langsung go melanjutkan perjalanan. Eh ada hal lucu di jalan, si Aribat helmnya tiba-tiba lepas dari kepalanya, melacung kena angin. Untung gak kelindas ban mobil. Ayaya wae nih Aribat.
Alhamdulillah perjalanan dari Semarang ke Pati, kami gak ada kesasar. Dan tepat sampai ke rumah tujuan. Buah dari ingatan kuat si mas`ul perjalanan kami yaitu Fahmi. Kami tiba sekitar jam setengah satu-an. Huff pejalanan yang bikin lelah dan tentunya sudah pada lapar. Eiits sebelum itu sholat Dhuhur dulu. Waktu Dhuhur sudah tiba.
Selesai sholat Dhuhur di masjid dekat situ, kami kembali ke rumah Heri. Ngobrol-ngobrol sama dia, eh gak lama kemudian kami di Jamu alias makan bareng. Duh yang paling ditunggu-tunggu ma si Fahmi neh. Subhanallah, sate ma gulainya enak banget, belum lagi minumannya es jeruk. Plus ada buah Rambutan lagi. Kenyang deh pokoknya. Satenya abis bis. Duh duh nih niatnya jenguk apa mau ngabisin makanan seh. Syukron untuk akh Heri.
Kami memutuskan untuk sholat Ashar di sana dulu, baru kemudian balik ke Semarang. Sekitar pukul 4 kami memulai perjalanan pulang. Di awal-awal eh hujan rintik-rintik turun. Sampai di Kudus tu hujan baru berhenti. Meskipun udah gak hujan tapi jalan macet, dari Kudus ke Demak macet deh pokoknya.
Lolos dari kemacetan kami melewati Demak, eh tau-tau hujan deres banget. Beuh, subhanallah gelap banget awannya. Kemudian sampai di Genuk Semarang, dan hujan sudah lewat. Tapi macetnya bukan main, macet cet. Butuh waktu lama kami bisa berhasil melewati kemacetan itu. Bahkan sampai sudah lewat sholat Magrib.
Sambil mengisi bensin di Pom Bensin terdekat, kami sekalian sholat Magrib di mushola pom bensin itu. Yaitu aku, mas Feri, Kelik, Amar, Tito, dan mas Agus. Kalau Fahmi ma Aribat gak tau dah sampai mana, mereka tadi dah duluan, dah sampai Tembalang kali.
Selesai sholat hal yang tak diharapkan, kembali terjadi, hal itu tak lain bernama hujan. Tapi kali ini lebih lebat dari sebelumnya. Apalagi pas naik tanjakan saat di Meteseh, dah mau dekat Tembalang tuch. Beuh, hujan badai pokoknya. Subhanallah banget. Dah curah hujannya segede-gede batu, banjir lagi jalannya. Lucu banget deh ekspresiku waktu melawan tanjakan dalam keadaan itu. Syahadat, tasbih, istigfar, kubaca semua. Emang ujannya ngeri banget, kilatnya beuh, nyambar-nyambar seenaknya deh. Untung kami gak dikepret ma tuh kilat.
Rintangan, jalan berliku, cobaan, dsb, akhirnya pun selesai sudah dengan sesampainya diriku dan Kelik di kosku, oh wisma AlAnfal, aku nyampe juga. Alhamdulillah… Karena basah kuyup banget, si Kelik langsung balik ke kosnya, dia takut malah masuk angin.
Sedang aku sampai kamar langsung buka baju, kamar mandi i`am coming, I want mandi. Eh tau-tau malah mati lampu. Jiah. Untung ada lilin. Sambil mandi sekalian hangatin air di kompor ah, mau bikin mie ma energen.
Selesai mandi n makan, tak bisa ditahan lagi mata yang kepengen tidur, dan plek akupun tidur. Selamat tidur, dan selamat atas pengalaman hari ini ke Pati. Terima kasih teman-teman.
=aRSYIL=
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
pengalaman
01 Desember 2009
Mengulas Demonstrasi Mahasiswa di Indonesia (Esai/Essay)
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demonstrasi adalah pernyataan protes yg dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Dan menurut wikipedia, demonstrasi atau unjuk rasa adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Sedangkan arti dari Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Jadi berdasarkan arti kata, demonstrasi mahasiswa adalah sebuah pernyataan atau gerakan protes yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa atau orang yang belajar di perguruan tinggi.
Kemudian jika kita jabarkan lagi subkata dari kata mahasiswa, yaitu kata maha dan siswa. Maha berarti besar/tinggi dan siswa adalah pelajar/ orang yang mempelajari sesuatu. Maka artinya bahwa mahasiswa adalah orang terpelajar yang derajatnya lebih tinggi dari lainnya. Yang mana idealnya merupakan seseorang yang telah matang akal dan pikirannya, dan tau benar baik dan buruk. Sehingga jika kita kembali kepada arti demonstrasi mahasiswa, berarti merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang mana tentu apa yang dilakukannya adalah untuk sesuatu yang baik.
Namun selama ini, justru sebaliknya. Demonstrasi mahasiswa terdengar sesuatu yang negatif, lekat sekali dengan anarkis, brutal, merugikan, bikin macet jalan, dan lain sebagainya. Yang pasti di mata orang tua demonstrasi mahasiswa membuat jantungnya berdegub deg-degan keras apabila tau anaknya adalah salah seorang diantaranya. Takut hal buruk terjadi pada anaknya yang sedang belajar di bangku perguruan tinggi itu. Bagi pemakai kendaraan, demonstrasi menjadi momok yang mengesalkan, karena sering kali membuat lalu lintas terganggu dan atau macet. Dan tentu pula bagi masyarakat sekitar tempat dilakukannya demo, khawatir aksi yang dilakukan ricuh dan berakhir dengan rusaknya beberapa fasilitas umum bahkan mungkin fasilitas milik pribadi masyarakat. Dan mungkin masih banyak lagi pihak yang menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai momok yang tak ingin terjadi.
Baca Selengkapnya...
Kemudian jika kita jabarkan lagi subkata dari kata mahasiswa, yaitu kata maha dan siswa. Maha berarti besar/tinggi dan siswa adalah pelajar/ orang yang mempelajari sesuatu. Maka artinya bahwa mahasiswa adalah orang terpelajar yang derajatnya lebih tinggi dari lainnya. Yang mana idealnya merupakan seseorang yang telah matang akal dan pikirannya, dan tau benar baik dan buruk. Sehingga jika kita kembali kepada arti demonstrasi mahasiswa, berarti merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang mana tentu apa yang dilakukannya adalah untuk sesuatu yang baik.
Namun selama ini, justru sebaliknya. Demonstrasi mahasiswa terdengar sesuatu yang negatif, lekat sekali dengan anarkis, brutal, merugikan, bikin macet jalan, dan lain sebagainya. Yang pasti di mata orang tua demonstrasi mahasiswa membuat jantungnya berdegub deg-degan keras apabila tau anaknya adalah salah seorang diantaranya. Takut hal buruk terjadi pada anaknya yang sedang belajar di bangku perguruan tinggi itu. Bagi pemakai kendaraan, demonstrasi menjadi momok yang mengesalkan, karena sering kali membuat lalu lintas terganggu dan atau macet. Dan tentu pula bagi masyarakat sekitar tempat dilakukannya demo, khawatir aksi yang dilakukan ricuh dan berakhir dengan rusaknya beberapa fasilitas umum bahkan mungkin fasilitas milik pribadi masyarakat. Dan mungkin masih banyak lagi pihak yang menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai momok yang tak ingin terjadi.
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
artikel
30 November 2009
Pasar Rakyat Grebek Besar Demak 2009
Ini yang kedua kalinya aku ikut berselancar ria di Pasar Rakyat Grebek Besar Demak. Sebelumnya adalah tahun 2008 lalu. Pasar Rakyat Grebek Besar kali ini kurang lebih sama dengan kali sebelumnya. Cuma yang membedakan adalah aku kali ini “Besaran” bersama-sama dengan satu keluarga dari Pakde (baca: paman) aku, yaitu dengan istri, tiga anak, dan satu menantu beliau juga dengan sepasang suami istri tetangga beliau beserta satu anaknya. Wah wah dah kayak satu RT aja nich.
Yup, “Besaran”. Orang Demak biasa bilang seperti itu untuk kegiatan mengunjungi Pasar Rakyat Gerebek Besar itu. Sebutan yang aneh memang. Tapi dah gak masalah buat yang biasa dengar istilah itu. Sebenarnya waktu kecil dulu ibuku pernah ngomong mengenai satu istilah itu. Waktu itu di pikiranku Besaran ya adalah Idul Adha, dan diiringi kebiasaan untuk berbelanja di pasar.
Aku akhirnya baru tau arti sebenarnya setelah sekarang di Demak. Pasar Rakyat Grebek Besar adalah sebuah Pasar yang hanya dilaksanakan waktu bulan idul adha. Dengar-dengar sih buka sampai 24 jam. Semua masyarakat Demak dan bisa jadi luar Demak pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi di malam idhul adha, hampir semua orang tumpah ruah di pasar tersebut. Kayak lautan manusia waktu perayaan tahun baru.
Tadi malam yang merupakan malam lebaran idhul adha, benar-benar banyak banget. Yang aku tahu ada dua titik yang menjadi pusat “Besaran” orang-orang, yaitu pasar rakyatnya sendiri dan alun-alun kota Demak.
Pertama aku dan rombongan (baca: keluarga pakdeku) berkunjung ke Pasar Rakyat. Tau gak, titik yang paling pertama mereka datangi? Yaitu tontonan dangdut. Walah.. oh my God! Cz i am not like dangdut. Jadinya, diriku menunggu di luar aja, untungnya pamanku gak ikut nonton alias temani aku di luar. Lama banget kami menunggu di luar.
Waktu itu, aku lagi gak bawa hp, jadinya sambil menunggu itu tak ada apapun yang kulakukan. Ada sih, yaitu mempelajari kondisi lingkungan sekitar. Baru kali ini aku merasa beda dari orang-orang lainnya di sekitarku. Di saat semua orang di situ bersenang-senang, joget-joget, bermesraan dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Aku malah pikiranku di saat itu menganalisis mereka, mempelajari, dan merenungi kondisi dan keadaan sekitarku. Duh bahasaku muter-muter ya.
Begini, intinya aku merasa bersyukur dengan diriku saat ini. Aku bersyukur tidak seperti mereka-mereka yang joget-joget, merokok, hura-hura deh, menurutku kurang bermanfaat gitu yang dilakukannya. Gak ada rasa malu sedikitpun.
Waktu itu aku hanya berdiri diam sambil melihat di sekitarku. Yah itu para remaja joget-joget, dan juga ada yang merokok bareng-bareng dengan teman-temannya. Bahkan aku juga liat anak kecil sekitar baru 6 tahun lah dah joget2 dan merokok. Huft ngeri pokoknya aku melihat. Belum lagi orang yang berpacaran, mungkin hampir semuanya. Bahkan aku juga kayaknya ada liat yang berpacaran dengan sesama cowok (baca: bencong). Hiiiii. Huweekk! Wakaka.
Apa karena satu tahun ini aku anak wisma yach n gak lagi mengenal cewek, aku jadi seorang pemikir intelek gini. (ow ow) Selama ini kerjaanku adalah kuliah dan organisasi. Oh atau karena aku dah gede. Hehe. Beneran loh, di kaca kulihat badanku dah semakin gede. Yuk deh syil.
Lanjut ah, sampai dimana tadi? Sampai mereka nonton dangdut yach. Iya lama banget aku dan Pakdeku nunggu, sekitar satu jam. Setelah mereka keluar, kami pun melanjutkan berselancar ria di pasar itu.
Memang gak seru kalau jalan bareng para orang tua. Gak bebas. Padahal aku di pasar itu mau nyempatin beli kaos kaki dan celana dalam. Tapi di akhir perjalanan gak ada barang apapun yang ku beli. Huft, kecewa nich. Yah gpp lah besok-besok aja kalau ke pasar Demak. Di Demak, barang-barang murah-murah banget.
Satu lagi hal yang bikin greget aku (kritis nih aku ceritanya), yaitu lalu lintas yang sangat tidak teratur dan kacau sekali ditambah lagi para pengendara motor yang mayoritas anak muda yang naik motor ugal-ugalan. Kulihat emang pengatur lalu lintasnya dikit bannget.
Baca Selengkapnya...
Yup, “Besaran”. Orang Demak biasa bilang seperti itu untuk kegiatan mengunjungi Pasar Rakyat Gerebek Besar itu. Sebutan yang aneh memang. Tapi dah gak masalah buat yang biasa dengar istilah itu. Sebenarnya waktu kecil dulu ibuku pernah ngomong mengenai satu istilah itu. Waktu itu di pikiranku Besaran ya adalah Idul Adha, dan diiringi kebiasaan untuk berbelanja di pasar.
Aku akhirnya baru tau arti sebenarnya setelah sekarang di Demak. Pasar Rakyat Grebek Besar adalah sebuah Pasar yang hanya dilaksanakan waktu bulan idul adha. Dengar-dengar sih buka sampai 24 jam. Semua masyarakat Demak dan bisa jadi luar Demak pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi di malam idhul adha, hampir semua orang tumpah ruah di pasar tersebut. Kayak lautan manusia waktu perayaan tahun baru.
Tadi malam yang merupakan malam lebaran idhul adha, benar-benar banyak banget. Yang aku tahu ada dua titik yang menjadi pusat “Besaran” orang-orang, yaitu pasar rakyatnya sendiri dan alun-alun kota Demak.
Pertama aku dan rombongan (baca: keluarga pakdeku) berkunjung ke Pasar Rakyat. Tau gak, titik yang paling pertama mereka datangi? Yaitu tontonan dangdut. Walah.. oh my God! Cz i am not like dangdut. Jadinya, diriku menunggu di luar aja, untungnya pamanku gak ikut nonton alias temani aku di luar. Lama banget kami menunggu di luar.
Waktu itu, aku lagi gak bawa hp, jadinya sambil menunggu itu tak ada apapun yang kulakukan. Ada sih, yaitu mempelajari kondisi lingkungan sekitar. Baru kali ini aku merasa beda dari orang-orang lainnya di sekitarku. Di saat semua orang di situ bersenang-senang, joget-joget, bermesraan dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Aku malah pikiranku di saat itu menganalisis mereka, mempelajari, dan merenungi kondisi dan keadaan sekitarku. Duh bahasaku muter-muter ya.
Begini, intinya aku merasa bersyukur dengan diriku saat ini. Aku bersyukur tidak seperti mereka-mereka yang joget-joget, merokok, hura-hura deh, menurutku kurang bermanfaat gitu yang dilakukannya. Gak ada rasa malu sedikitpun.
Waktu itu aku hanya berdiri diam sambil melihat di sekitarku. Yah itu para remaja joget-joget, dan juga ada yang merokok bareng-bareng dengan teman-temannya. Bahkan aku juga liat anak kecil sekitar baru 6 tahun lah dah joget2 dan merokok. Huft ngeri pokoknya aku melihat. Belum lagi orang yang berpacaran, mungkin hampir semuanya. Bahkan aku juga kayaknya ada liat yang berpacaran dengan sesama cowok (baca: bencong). Hiiiii. Huweekk! Wakaka.
Apa karena satu tahun ini aku anak wisma yach n gak lagi mengenal cewek, aku jadi seorang pemikir intelek gini. (ow ow) Selama ini kerjaanku adalah kuliah dan organisasi. Oh atau karena aku dah gede. Hehe. Beneran loh, di kaca kulihat badanku dah semakin gede. Yuk deh syil.
Lanjut ah, sampai dimana tadi? Sampai mereka nonton dangdut yach. Iya lama banget aku dan Pakdeku nunggu, sekitar satu jam. Setelah mereka keluar, kami pun melanjutkan berselancar ria di pasar itu.
Memang gak seru kalau jalan bareng para orang tua. Gak bebas. Padahal aku di pasar itu mau nyempatin beli kaos kaki dan celana dalam. Tapi di akhir perjalanan gak ada barang apapun yang ku beli. Huft, kecewa nich. Yah gpp lah besok-besok aja kalau ke pasar Demak. Di Demak, barang-barang murah-murah banget.
Satu lagi hal yang bikin greget aku (kritis nih aku ceritanya), yaitu lalu lintas yang sangat tidak teratur dan kacau sekali ditambah lagi para pengendara motor yang mayoritas anak muda yang naik motor ugal-ugalan. Kulihat emang pengatur lalu lintasnya dikit bannget.
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Ceritaku
22 November 2009
Kelompok 1 LKMM DASAR BEM FMIPA 2009 UNDIP Sukses Sukses Sukses!

Wah tak terasa dua minggu serangkaian acara LKMM (Latihan Kepemimpinan dan Manegerial Mahasiswa) Dasar BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas MIPA Universitas Diponegoro, telah berakhir hari ini (22/11/09). Dan Alhamdulillah semua anggota kelompokku lulus. Selain itu Alhamdulillah pula kelompokku, yaitu kelompok 1, menjadi kelompok terbaik dari 10 kelompok yang ada. Cie.. Juga Alhamdulillah lagi, aku, Arsyil Hendra Saputra merupakan peserta terbaik kelima. Cie lagi.. ^^
Yang pertama terima kasih kepada Allah, Tuhanku yang Maha Segalanya. Kemudian kepada teman-teman satu kelompokku, kelompok 1, yaitu Rizal, Fajar, Deri, Reza, Syatori, Ika, Indraz, Dyah, Ayu, Shinta, dan Devi. Juga tak lupa kepada fasilitatorku mas Barri.
Rizal terima kasih, wakilku yang melakukan kerja dengan sangat baik sekali, ada untuk menggantikan aku di saat aku tak ada, memberikan ide-ide yang cemerlang, berani, dan tentunya atas usaha mencari sponsorship yang keren sekali, tanpamu kita gak mungkin lulus fun-rising, terma kaasih meski rumah jauh di Ungaran tapi tetap semangat senantiasa.
Ika, sekretarisku yang patuh sekali, terima kasih atas tanggung jawabnya membuat proposal, membuat absensi kehadiran rapat, notulensi, pokoknya semua bagian tulis menulis, serta telah merumuskan laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Ayu, bendaharaku yang selalu tampil cemerlang dan senantiasa bersemangat, terima kasih atas kesediaannya mengurus dan mencatat uang yang masuk dan keluar. Wah uang kita masih sisa kan? Makan-makan yuk…? ^^
Reza, walaupun waktu hari-H kamu berhalangan datang, saya berterima kasih banyak pula atas kerjamu yang lumayan baik sekali. Fajar juga terima kasih, kulihat semangatmu salah satu yang paling besar di kelompok kita, semangat! Deri pula begitu, walaupun kampus dan kosanmu jauh, tapi tetap dapat aktif pada even kita.
Makasih Indraz dan Dyah salah satu yang paling banyak memberikan konsep acara kita, dan bersedia shoppin bahan-bahan even kita. Tapi lain kali beli sikat giginya yang kecl ya jeng…!? Hehe becanda pasti kalian gak mengira anak-anaknya sekecil-kecil itu, terima kasih ya.
Kalau Devi dan Shinta, kayaknya kalian kompak banget. Nanya rapat atau enggak berbarengan terus.. terima ksih ya… terutama atas kerja kerasnya dalam pembuatan mading kelompok kita..
Dan juga tak lupa hal yang paling unik dan kan kuingat dari kelompok 1, yaitu yel-yel sukses. Kapan-kapan kita yel-yel lagi ya…? Membentuk lingkaran dan tangan kanan disatukan di tengah.. lalu teriak.. “KELOMPOK SATU..??? SUKSES, SUKSES, SUKSES!!!”
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Organisasiku
10 November 2009
Mengubah File Dokumen Word ke Gambar Jpeg
Cara Mengubah/mengkonversi file dokumen MS WORD menjadi file gambar JPEG dengan menggunakan fasilitas Microsoft Office:
Gimana gampang sekali bukan..?? Selamat mencoba..
By Arsyil
Baca Selengkapnya...
Buka program Microsoft Ofice Publisher
Start – All programs – Microsoft Office – Microsoft Office Publisher
Import file dokumen Ms Word yang telah disiapkan
Klik File (pada menu bar atas pada jendela Ms Publisher) – Klik import Word Document… - Cari file MsWord-nya – Open
Save File menjadi bentuk JPEG
Klik file – Save as… - Save as type diisi dengan Jpeg File Interchange Format – Tentukan letak – Klik save
Gimana gampang sekali bukan..?? Selamat mencoba..
By Arsyil
Baca Selengkapnya...
09 November 2009
Gambar Foto Pamflet Kegiatan Kurban
Ini adalah pamflet untuk kegiatan kurban Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotawaringin Barat (IPMK). Pamfletnya dalam bahasa daerah (Kobar). Terima kasih kepada saudara Anif Rahman yang telazh mendesainnya. Bagus banget! Silakan Klik ini
Kalau mau download file mentah dalam bentuk MS WORD KLIK disini. Atau dalam bentuk MS PUBLISHER KLIK disini.

Baca Selengkapnya...
Kalau mau download file mentah dalam bentuk MS WORD KLIK disini. Atau dalam bentuk MS PUBLISHER KLIK disini.

Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
download
05 November 2009
Bangkitnya Tembalang Online Group

Kemarin diriku dan tiga orang temanku lain membentuk sebuah perusahaan. Rapat perdana itu membahas mengenai kapan dan dimana akan diadakan launching dari perusahaan kami itu. Insyaallah kami akan melaunching Tembalang Online pada hari senin sore. Perusahaan kami bernama Tembalang Online Group. Tiga orang temanku lainnya adalah Hanif sebagai general manager, Faqih sebagai Marketing Manager, Handi sebagai Operational Manager, dan aku sendiri sebagai Networking Manager. Itu foto narzism kami..
Tembalang Online Group adalah perusahaan bentukan pada sektor marketing dan internet. Menggabungkan keduanya berupa bisnis jasa info kos. Bahasa pendeknya kami adalah makelar info kos-kosan. Alamat blognya adalah tembalangonline.blogspot.com

Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Tembalang
04 November 2009
Aku Ingin Bidadari – Puisi Pendek

Benarkah bidadari ada?
Aku yakin ada.
Dimanakah bidadari ada?
Suatu tempat seindah sosok dan pesonanya.
Surga namanya.
Adakah bidadari di dunia?
Aku yakin bidadariku ada.
Seorang wanita yang cantiknya bagiku tiada tara di dunia ini.
Manisnya tiada banding di bumi ini.
Lembutnya kan mendamaikan hati diriku yang kesepian ini.
Meresapi seluruh rindu di kalbu ini.
Oh bidadariku
Tunggulah aku menjemputmu.
Dan tutuplah hatimu untuk selain diriku.
Bukalah hanya jika kepada diriku.
Karena aku pasti akan mengetuk pintu hatimu.
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Sastraku
Ya Allah Aku Ingin Bidadari – Cerpen Pendek
Lelaki itu sepertinya sedang berpikir dalam. Merasa kecewa terhadap pujaan hatinya. Entah gerangan apa yang yang membuatnya kecewa. Tapi di akhir lamunannya itu dia berdoa “Ya Allah aku ingin bidadari”.
Malam yang sudah cukup larut itu pun tak terasa lagi membuatnya kantuk. Sejenak matanya menengadah ke atas dan sesekali bantal yang ada di kepalanya ditaruh di depan dada sambil dipeluknya. Meski mata masih terbuka, pandangan lantas seperti tak sedang melihat apa-apa, dikarenakan sebuah hal sedang banget dipikirkannya. Hal yang kala dulu selalu mengganggunya dari awal bangun tidur hingga akhir mata tertutup. Bahkan terkadang masih hingga saat ini.
Oh wanita, sungguhkah aku menginginkanmu. Kalimat puitis itu yang mungkin sedang bertengger di kepalanya. Acap kali pula mukanya berubah muram. Tiap kali dia memikirkan tentang wanita selalu saja teringat seorang wanita saja. Tak lain tentu pujaan hatinya. Yang dulu sungguh diinginkannya. Lantas kenapa jadi muram? Oh aku tau, mungkin kalimat “aku benci kamu..! tapi aku rindu kamu”, yang terkadang dilampiaskan kepada sosok wanita di pikirannya itu.
Sungguh dia khilaf, salah terlalu menginginkan pujaan hatinya. Karena sangat punya kemungkinan , wanitanya nanti bukanlah ia. Jodoh di tangan Tuhan, ungkapan yang sangat diyakininya. Dia pun teringat sebuah kalimat yang selalu dipegangnya, “Wanita-wanita baik hanya untuk laki-laki baik, dan laki-laki baik hanya untuk wanita-wanita baik”. Merupakan kalimat yang memberikan motivasi agar ia menjadi sebaik-baiknya laki-laki. Dengan harapan kelak wanita yang ia dapatkan adalah sebaik-baiknya wanita, atau mungkin laksana bidadari? Semoga.
Baca Selengkapnya...
Malam yang sudah cukup larut itu pun tak terasa lagi membuatnya kantuk. Sejenak matanya menengadah ke atas dan sesekali bantal yang ada di kepalanya ditaruh di depan dada sambil dipeluknya. Meski mata masih terbuka, pandangan lantas seperti tak sedang melihat apa-apa, dikarenakan sebuah hal sedang banget dipikirkannya. Hal yang kala dulu selalu mengganggunya dari awal bangun tidur hingga akhir mata tertutup. Bahkan terkadang masih hingga saat ini.
Oh wanita, sungguhkah aku menginginkanmu. Kalimat puitis itu yang mungkin sedang bertengger di kepalanya. Acap kali pula mukanya berubah muram. Tiap kali dia memikirkan tentang wanita selalu saja teringat seorang wanita saja. Tak lain tentu pujaan hatinya. Yang dulu sungguh diinginkannya. Lantas kenapa jadi muram? Oh aku tau, mungkin kalimat “aku benci kamu..! tapi aku rindu kamu”, yang terkadang dilampiaskan kepada sosok wanita di pikirannya itu.
Sungguh dia khilaf, salah terlalu menginginkan pujaan hatinya. Karena sangat punya kemungkinan , wanitanya nanti bukanlah ia. Jodoh di tangan Tuhan, ungkapan yang sangat diyakininya. Dia pun teringat sebuah kalimat yang selalu dipegangnya, “Wanita-wanita baik hanya untuk laki-laki baik, dan laki-laki baik hanya untuk wanita-wanita baik”. Merupakan kalimat yang memberikan motivasi agar ia menjadi sebaik-baiknya laki-laki. Dengan harapan kelak wanita yang ia dapatkan adalah sebaik-baiknya wanita, atau mungkin laksana bidadari? Semoga.
Baca Selengkapnya...
Celoteh tentang :
Cerita Lucu
Langgan:
Entri (Atom)
Daftar Isi
-
▼
2009
(116)
-
►
November
(8)
- Pasar Rakyat Grebek Besar Demak 2009
- Kelompok 1 LKMM DASAR BEM FMIPA 2009 UNDIP Sukses ...
- Mengubah File Dokumen Word ke Gambar Jpeg
- Gambar Foto Pamflet Kegiatan Kurban
- Bangkitnya Tembalang Online Group
- Aku Ingin Bidadari – Puisi Pendek
- Ya Allah Aku Ingin Bidadari – Cerpen Pendek
- 9 Alasan Cowok Melarang Ceweknya Punya Facebook
-
►
Oktober
(10)
- Biar Cepat Dapat Kerja Setelah Lulus Kuliah – Tips...
- Tips dan Trik Membeli Mie Instan di Alfamart, Indo...
- Mesin Pompa Air Rusak – Sebuah Kisah Sedih Anak Ko...
- Soal Linier Ria
- Pilih Nge Laundri atau Nyuci Sendiri? - Catatan An...
- Solusi Menyelesaikan Rubik Dengan Rumus (Bagian 3)...
- Solusi Menyelesaikan Rubik Dengan Rumus (Bagian 2)...
- Solusi Menyelesaikan Rubik Dengan Rumus (Bagian 1)...
- Ragnarok Online, Game Online Favorit Indonesia
- Silaturahmi Mahasiswa Kobar ke Rumah Kediaman Bupa...
-
►
Agustus
(9)
- Cara Setting GPRS Internet dan MMS Kartu As Telkom...
- Resep Masakan Sederhana Menggunakan Bihun Ala Anak...
- Nasi Goreng Maut Ala Arsyil
- Cokelat Bikin Jerawat Tambah Menjadi Gak Sih?
- Resep Soto Manggala (Masakan Khas Pbun?)
- Penampilan GEMPITA SMANSA Pada SMANSA CUP 2009
- Sambil Mengisi Liburan Jadi Agen Fashion & Bag Lum...
- Oh Penyesalan - My Diary on 6 Agustus 2009
- Rumah Bagus atau Keluarga Harmonis?
-
►
Juli
(18)
- Situs/Blog Noor Din M Top (Pelaku Teror Bom) Denga...
- Mengurus / Membuat KTP (Hilang) di P Bun, Persyara...
- Lihat Bulan Yang Sama Agar Kita Merasa Dekat
- Kambing Jantan, Film Bagus Buat Para Mahasiswa + B...
- Dari Semarang Ke Pangkalan Bun Naik Kapal
- Cewek Pangkalan Bun Memang Cantik - Cantik!
- CARA MENGETAHUI JADWAL KAPAL PELNI
- CARA MENGETAHUI BILLKEY PEMBAYARAN UANG SEMESTER M...
- Cara Buat Blog di Dagdigdug dan Blogdetik, Lalu Me...
- Dagdigdug dan Blogdetik, Dua Penyedia Blog Lokal A...
- JADWAL PERTANDINGAN MU LAWAN TIMNAS INDONESIA
- Quick Count Alias Perhitungan Cepat Pemilu
- Pengalaman Menjadi Relawan Pemantau (Quick Count) ...
- Sakit Perut, Muntah-Muntah, Minum Jamu, Minum Obat...
-
►
November
(8)






