Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Banyak Bersyukur ... Banyak Bersyukur ... Banyak Bersyukur ...

26 Mei 2012 14.31 By Arsyil Statistikawan 10 Komentar

IPK = 3,72
Tabungan Pribadi = 4juta lebih
Mandiri Sehari-hari = Ya, tak dikirimi orangtua lagi
Wajah = lumayan lah, ^^
Kurang apa lagi buat bersyukur?


Akhir-akhir ini aku sering stres di kepalaku, atau bahasa simpelnya GALAU. Iya pastinya galau karena skripsiku. Sampai sekarang belum selesai. Padahal sudah banyak teman-teman aku yang akan sidang (lulus). Sedangkan aku masih jauh. Wah betul-betul membuat aku galau. Pernah suatu hari dan berhari-hari aku teriak-teriak sendiri di kamar mandi, kamar, kos, bahkan di jalan. Teriak "semangaaaaat". Emang bersemangat tapi kusadari, ternyata itu aku lagi stres. Ditambah lagi beberapa kegagalan yang sempat terjadi padaku.

Lalu aku sekarang alhamdulillah sudah tenang sejenak. Akhirnya aku menyadari bahwa selain rumus : MAN JADDA WA JADDA (siapa yang berusaha pasti akan berhasil) juga ada rumus kedua. Yaitu : MAN SHOBARO ZAFIRO (Siapa yang bersabar pasti akan beruntung). Betul, selain berusaha dengan sungguh-sungguh juga diperlukan kesabaran. Aku sebagai hamba Allah yang lemah cuma bisa berusaha tapi hasilnya ditentukan oleh-Nya.

Juga setelah kirenungkan kahir-akhir ini aku merasa jarang bersyukur. Ya Tuhan, maafkan aku yang kadang lupa bersyukur. Padahal dalam Alquran "Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan?". Menyentik manusia yang lupa akan bersyukur.

Alhamdulillah aku bisa bersyukur saat ini. Seperti yang ada di paling depan kutulis bahwa ada beberapa hal yang sudah diberikan Allah pada aku. Mungkinkah aku masih lupa bersyukur? TIDAK. Aku harus bersyukurrrr... bersyukurrrr... bersykurrrr...

Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando’s First Giveaway


Selengkapnya...

Reaksi: 

Renang dan Terapi Kaki di Kolam Renang Kodam Banyumanik

13.29 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Aku tahu bahwa sekarang ada yang lagi jalan-jalan ke Dieng, yaitu sebagian anak-anak statistik 2008. Tapi tak masalah, kami yang masih di Semarang bikin acara sendiri. Yaitu Renang di Kolam Renang Kodam Banyumanik. Seru... malah mau dirutinkan tiap minggu. Tapi kalau pikir-pikir, soalnya abis renang jadi hitem.. he he. Tapi seruu abis tadi.

Alhamdulillah skill renang temen-temen tambah. Si diar yang katanya gak bisa renang, eh ternyata kalau diberanikan ke tempat yang lebih dalam bisa juga. Trus ali, denug, n fandi, masih belajar mengayuh kaki.. tapi tadi peningkatan.. gak tahu ya kalau fandi, gemuk gitu perutnya.. hihi.. trus begitu juga kelik n faliq, diem-diem langsung bisa tuh mereka. Trus kalau aku alhamdulillah tadi dah mulai belajar gaya dada. Biasanya gaya bebas,,,he he.

Trus abis selesai renang di tempat tersebut ternyata ada kolam ikan kecil-kecil. Ternyata itu buat terapi kaki. Asikkkk , ikannya unyu-unyu.. kaki dicemplungkan ke kolam tersebut langsung dikerubungi ikan banyak banget. Geli-geli gitu. Pas baru pertama pasti deh terasa aneh..geli banget, tapi lama-kelamaan enak kok. Yups terapi dengan ikan. Nih fotonya:


Selengkapnya...

Reaksi: 

Mbah-Mbah Peenggendong Jamu Yang Berangkat di Subuh Hari

13.00 By Arsyil Statistikawan 5 Komentar

Terkadang aku malu terhadap diri sendiri. Masa kalah sama seorang tua mbah-mbah. Setiap pagi saat aku selesai sholat subuh dari masjid, di perjalanan aku selalu berpapasan dengan mbah-mbah tua yang menggendong jamu. Subhanallah luar biasa. Sudah tua banget masih tetap semangat bekerja. Umur beliau mungkin kira-kira 60-70 tahun, atau lebih. Kurang tahu juga tapi memang tua banget. Aku sampai kasihan kalau melihatnya.

Sejenak aku merenung. Aku masih muda begini, masa kadang-kadang malas-malasan. Aku harus selalu bersemangat dan bekerja keras. Mbah-mbah aja masih semangat!

AYOOOOO ARSYILLL JANGAN BERHENTI BEKERJA KERASSSSSSSSSSSSSSSS
Selengkapnya...

Reaksi: 

Download Program R (Software Statistik Gratis) + Paket R-Commander (Rcmdr)

23 Mei 2012 10.18 By Arsyil Statistikawan 4 Komentar


Di Statistika Universitas Diponegoro (Undip) sekarang mpraktikum mata kuliah Komputasi Statistika menggunakan software R. Sebelumnya kami menggunakan program S-Plus. R sangat mirip dengan S-Plus. Digunakan R karena R adalah program yang lumayan baik yang pastinya karena gratis atau FREE. Berbeda dengan program lain (SPSS, Eviews, dll) yang berbayar, kalau software R adalah gratis/free.

Kali ini arsyil mau berbagi software R. Memang sebenarnya program ini dapat didownload gratis di situsnya. Tetapi supaya teman-teman mudah nih arsyil uploadkan filenya beserta paket-paket. Terutama paket R-Commander, sering digunakan maka arsyil sertakan beserta paket turunannya.

Silakan download software R beserta paket-paket disini:
http://www.ziddu.com/download/19447098/R14byLabStatUndip.rar.html

Trus beberapa waktu lalu, alhamdulillah dapat buku tutorial penggunaan R karangan pak Suhartono (ITS). Silakan kalau mau pinter R dibaca buku ini.

Silakan download buku AAnalisis Statistik dengan R disini:
http://www.scribd.com/doc/51632759/Analisa-data-statistik-dengan-R

Selengkapnya...

Reaksi: 

Kimmy Bun oh Kimmy Bun

05 Mei 2012 07.29 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar

Aku tak tahu Kimmy Bun itu berasal dari kata apa, artinya apa? Yang kutahu Kimmy Bun adalah roti bundar rasa kopi. Hari-hariku disuguhi oleh aroma kopi toko Kimmy Bun ini. Karena kos aku dekat sama toko Kimmy Bun. Lokasinya di pojok jalan masuk gang aku. Biarpun begitu jarang banget aku membelinya. Malah baru sekali aja itu pun karena rasa penasaran. Nah tadi aku kembali beli, gak tanggung-tanggung beli langsung 6! Eiitss, pastinya sebanyak itu bukan buat aku, ini untuk orang lain.

30 – 4 – 2012
Entah kenapa alhamdulillah hari ini aku bersemangat banget. Kurasa alasan kubersemangat karena abis dapat materi luar biasa kemarin dari pak Heppy Trenggono, tentang “jadi orang kaya”. Aku bersemangat banget hari ini. Sebelum tidur bahkan sudah kuniatkan untuk bangun malam “qiyamul lail” dan sahur puasa “senin”, eh malah gak bangun, pas adzan subuh baru bangun. Tapi gak lantas menyurutkan semangatku. Baru bangun aku langsung mandi dan ke masjid, walaupun ternyata jamaah sholat sudah selesai.

Sebelum berangkat ke kampus aku pastikan tak lupa sholat dhuha. Dan sangat kuniatkan untuk datang tepat waktu “ontime 08.00” (sesuai jam kerjaku). Kutanamkan pada diri bahwa aku harus disiplin, semangat! Nahlo aku baru inget, kemarin sore ban motorku bocor, jadinya aku ke kampus dengan berjalan kaki, pokokkknya semangat!

Alhamdulillah semangat masih mengalir sampai malam. Sorenya aku mendapat ide yang gak biasanya. Seperti kata pak Heppy, bahwa kalau mau kaya maka harus banyak MEMBERI. Betul, aku juga sangat yakin bahwa semakin banyak memberi maka Tuhan akan semakin banyak pula memberikan rezeki ke kita. Amin.

Selama ini, sejak pertama mengelesi muridku, aku selalu disuguhi makan oleh ibu muridku. Selalu kuteringat kebaikan ibu itu. Beliau tak lupa menawari makan dan seringnya langsung dikasih makan atau paling tidak jajanan.

Kali ini aku mau memberi sesuatu gitu, gantian maksudku. Aku tahu aku tak punya apa-apa yang berkelas seperti keluarga mereka. Mereka adalah keluarga yang kaya, sangat mudah deh, kalau membeli sendiri barang yang aku mau berikan ke mereka.

Tapi aku tak urung. Aku teringat bahwa memberi itu karena Allah, bukan karena manusia. Pokoknya niatnya baik insyallah hasil baik. Dengan tegas kuputusnya untuk membeli KIMMY BUN!

Selesai sholat magrib, aku beli Kimmy Bun sebanyak 6. Yang 5 untuk mereka, dan yang satu lagi aku simpan dalam tas. 1 buah ini aku rencanakan untuk memberikan ke seseorang, yang kemarin2 sempat bilang pengin Kimmy Bun, alias kalau mau main ke kosnya bawa Kimmy Bun.

Dengan dagdigdug, di perjalanan hingga sampai ke rumah muridku. Eh ini pertama kalinya pas banget lagi ada Tamu. Jiaah, aku kan jadi gak enak. Dan tak ada tanda-tanda ada Ibunya di rumah. Beliau kayaknya lagi keluar, padahal aku dekatnya dengan beliau. Jadi Kimmy Bun ini penginnya kuserahkan ke tangan beliau, malah lagi gak ada.

Akhirnya Kimmy Bun, ku tinggal di motor. Di dalam aku ketemu muridku. Betul, ibunya lagi gak ada. Tapi beberapa saat kemudian beliau tiba di rumah. Tamunya tetap disitu, belum pulang. Aku juga masih mengajar. Jadi Kimmy Bun tetap di motor.

Satu jam kemudian tamu pulang. Tapi aku tetap aja melanjutkan mengajar. Alias Kimmy Bun tetap di motor. Nah ini dia kejadian yang tak bisa kulupakan..

Ibu Adek muridku : “Mas Arsyil, di motor bawa makanan ya? Tadi gigiti tikus atau kucing gitu mas”.

Jleeeppp

Aku bingung..
Kukasih tau yang sebenarnya tidak ya…

Lalu aku turun ke lantai 1 dan langsung ke luar rumah melihat kondisi Kimmy Bun. Betul banget… plastik kereseknya robek robek. Dan ada 1 Kimmy Bun yang sudah dimakan sama tikus/kucing itu.

Ya Allah… sungguh niat tulus memberi diuji seperti ini. Masih layakkah barang ini untuk kuberikan… Aku galau sejenak.

Oke, lalu kujelaskan aja kepada ibu, bahwa ini untuk ibu tapi tadi ada tamu jadi gak enak untuk bawa ke dalam.

Alhamdulillah beliau mau, ada beberapa yang masih utuh bisa dimakan. Lalu beliau mencicipi. Di akhir les, bahkan beliau tanya itu beli dimana, mungkin bisa nitip aku lagi.

Niat aku memberi memang lagi diuji. Sepulang les, aku mau memberi Kimmi Bun yang satu lagi buat seseorang sekalian ngambil flashdisk. Di jalan udah kuyakinkan, syukur kalau ia ada di kos, kalau memang gak ada di kos ya udah tak apa-apa, biar kumakan aja di kos bareng teman-teman. Eh alhamdulillah, memang dia tidak lagi di kos. Oke dengan hati tegar aku pulang dan berbagi satu buah Kimmi Bun sama teman-teman kos. :)
Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi