Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Tolong Jangan Ucapkan Kepadaku Kata KEPO

25 Agustus 2015 14.27 By Arsyil Statistikawan 6 Komentar

Pernah gak ketika berbicara dengan seseorang, dan saat menanyakan sesuatu eh si lawan bicara malah menjawab dengan kata Kepo? Yupz, kalau aku di kantor sering banget tuh..contohnya:
“Q : Kamu darimana?
A : Kepoo..”
atau
“Q : Kamu lagi mengerjakan apa?
A : Kepoo..”
Huhh.. buat aku nyebelin banget tuh orang ketika menjawab kayak gitu. Kan jadi malesin banget deh buat ngobrol kalau dia suka jawab begitu.

Aku tak tahu sejak kapan kata “Kepo” lahir. Tapi yang jelas sebelum aku di Jakarta, ketika berbicara dengan orang lain aku gak pernah dapat tanggapan berupa kata Kepo. Bisa jadi karena perbedaan budaya kali ya. Aku gak mau menyalahkan salah satu wilayah atau masyarakat. Tapi ketika dulu aku di Kalimantan, Jawa, dan Turki. Ketika aku menanyakan sesuatu pasti mendapat sebuah jawaban, bukan malah dikatain “kepo”. Okay fine, mungkin di Jawa gak segaul di Jakarta, atau di Turki gak ada kata sejenis dengan Kepo. Dan bisa jadi aku yang belum beradaptasi dengan gaulnya percakapan di Jakarta, tapi yang jelas aku sungguh tak menyukai kata Kepo.

Ketika di Turki, aku bahkan melihat fenomena sapaan yang sungguh berbeda dengan di Indonesia. DI Turki, menanyakan “Nasilsin” (Apa Kabar) atau “Ne yapiyorsun” (Kamu lagi ngapaian) menjadi lumrah dilakukan berkali-kali dalam satu hari. Kalau di Indonesia, kata Apa Kabar kan baru digunakan ketika lama tak jumpa, nah kalau di Turki bisa diucapkan pagi-siang-malam. Aku pernah menyampaikan hal ini kepada salah satu orang Turki yang kukenal waktu itu. Dia menjawab bahwa pertanyaan tersebut diucapkan berkali-kali sebagai wujud perhatian kepada orang yang kita kenal, bahkan statement dia kepadaku, “bukannya malah baik budaya seperti itu?”. Wow, aku terenyuh sekali, betapa hangatnya bentuk salam mereka yang penuh perhatian.

Perngalaman pertamaku mendengar kata Kepo adalah dulu saat menjadi Guru di sebuah sekolah modern di Tangerang Selatan, tak lama setelah kepulanganku dari Turki. Seorang muridku yang mengucapkan kata itu. Padahal pertanyaanku kepada dia merupakan bentuk perhatian seorang guru kepada murid,seputar pelajaran, eh sering dijawab dengan kata Kepo. Haduhh benar-benar apa yah, bisa kubilang sebuah penurunan rasa santun yang terjadi pada anak zaman sekarang.

Harapan aku buat teman-teman sekalian tolong deh jangan keluarkan kata “Kepo”, karena gak semua orang menerima itu termasuk aku. Apalagi jika diucapkan kepada orang terdekat, maka dapat menimbulkan salah paham dan merenggangkan hubungan yang ada.

Jika memang suatu hal tidak mau diketahui oleh lawan bicara maka jawablah dengan jawaban lain yang santun, misal “maaf aku ada urusan pribadi tadi” atau dengan cara DIAM bukan dengan kata “Kepo”. Seperti kata pepatah “Berkatalah yang baik atau diam”.

Bahkan di ajarannya orang Islam, Nabi mengajarkan melalui hadisnya:
“Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)”.

Jakarta, 25 Agustus 2015
Arsyil Hendra Saputra



Selengkapnya...

Reaksi: