Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Membuat Transkrip Nilai Ke Dosen Wali Bagi Mahasiswa Statistika Undip

22 Juni 2011 11.31 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Tatik Widiharih (Dosen Waliku)

Ini adalah pertama kalinya aku membuat transkrip nilai ke dosen wali, Bu Tatik Widiharih (Lihat gambar). Sebenarnya biasa aja sih, tapi gak tau ya, pengen aja share ke blog. Membuat transkrip nilai sebenarnya sudah pernah kuinginkan sejak dulu yaitu untuk keperluan mengurus beasiswa. Tapi entah kenapa gak jadi, dan baru kali ini yang pertama. Yaitu untuk mengurus persyaratan lowongan kerja menjadi webmaster Mipa. Dan salah satunya mensyaratkan transkrip nilai.


Format transkrip kuperoleh filenya di laptopku, entah dulu itu dari siapa. Tapi kucontoh aja. Eh ternyata pas sampai ke dosen wali, Bu Tatik, beliau bilang salah. yaitu di Nilai akhir, disitu kutulis dalam angka, beliau bilang harusnya dalam huruf. Oke akan kurevisi. Dan setelah kurevisi akhirnya ditandatangani. Silakan kalau mau lihat: download transkrip nilai

Selengkapnya...

Reaksi: 

Tugas-Tugas Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN

10.47 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Setelah aku dipilih menjadi Korcam (baca: Pengalaman Pemilihan Koordinator Kecamatan (Korcam) Kaloran Temanggung KKN Undip 2011). Aku langsung segera memikirkan apa saja tugas-tugasku sebagai korcam. tentunya dengan menanyakan langsung kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) aku, yaitu DPL Kaloran, Pak Surono, dosen fakultas Peternakan. Sip, aku langsung buat janjian dan ketemu denagn beliau di kampus peternakan Undip.

Di waktu berdiskusi itu beberapa tugas dari Korcam beliau sampaikan beberapanya yaitu:
1. Berkoordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kecamatan Kaloran dan juga dengan Koordinator DPL Kabupaten Temanggung.
2. Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan di kecamatan Kaloran.
3. Membuat laporan kegiatan kecamatan (menyatukan laporan dari tiap desa).
4. berkoordinasi dengan pengurus kecamatan dan kordes-kordes.
5. Berkoordinasi dengan kecamatan (camat) Kaloran.
6. Mengatur perencanaan survey pra pemberangkatan ke kecamatan Kaloran dalam rangka membuat LRK tiap mahasiwa.
7. Mengatur pembuatan atribut jaket (dan topi) KKN.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Pengalaman Pemilihan Koordinator Kecamatan (Korcam) Kaloran Temanggung KKN Undip 2011

10.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Sabtu, tanggal 18 Juni 2011 menjadi hari dimana pengalaman luar biasa terjadi. Yaitu pengalaman ketika aku dipilih menjadi koordinator kecamatan (Korcam). Sungguh sesaat setelah sampai di kos, masih ada rasa tak percaya apa yang terjadi pada hari itu. Aku belum menyadari seberapa beratnya dan sesibuk apa menjadi korcam nantinya. Aku hanya merasa menjadi pemimpin yang biasa, memimpin KKN kecamatan Kaloran.

Hari itu memang terlihat aku cukup aktif dengan melontarkan berbagai pertanyaan ketika ada materi yang disampaikan pada saat pembekalan KKN tersebut. Sebenarnya itu yang biasanya kulakukan ketika kuliah juga seperti itu. Bisa jadi itu poin plus yang membuat aku dipilih menjadi korcam.

Kemudian ketika siang hari setelah penyampaian materi dari Bapak Camat Kaloran, tibalah waktunya Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kami yaitu Pak Surono melakukan proses pemilihan Korcam. Dengan mempersilakan tiap fakultas mengusung satu orang untuk menjadi calon.

Dan saat fakultas Mipa, ditunjuklah aku untuk menjadi calon korcam. Di depan sekitar 10 orang putra dan putri unjuk gigi dengan menyampaikan visi dan misi masing-masing calon. Inilah saat yang paling menentukan dalam meyakinkan mahasiswa di kecamatan Kaloran untuk memilih si Calon.

Sebenarnya tak ada dari kami yang sudah mempersiapkan visi dan misi. Tapi mau gimana lagi harus bisa mengeluarkan kata-kata pada waktu itu. Kalau aku sendiri sejujurnya sedikit banyak sudah mempersiapkannya. Karena dari temen-teman ihwah sebelumnya memang mengusung aku.

“Visi: Tim KKN Kaloran berkesan bagi masyarakat!” Begitulah visi yang kulontarkan. Kulanjutkan dengan misi-misiku yang sebenarnya merupakan keinginanku atau pendapatku yang kusampaikan kepada yang lain.

Setelah semua calon menyampaikan vsisi-misi tibalah saatnya voting untuk memilih siapa yang mendapat suara terbanyak. Memang aku lihat tidak ada calon lain yang berat. Salah satu calon adalah temanku waktu LKMM Madya dulu. Awalnya aku kira dia yang punya kemungkinan besar terpilih. Tapi sayang, ketika menyampaikan visi misi dia kurang meyakinkan. Dan malah ketika dihitung suaranya, tidak banyak yang memilih.

Suara terbanyak akhirnya ada padaku. Dari 56 mahasiswa, sebanyak 22 suara memilih aku, sisanya yang terbanyak (belasan) memilih Fe (fpsi) dan Paulus (fisip). Otomatis posisi Koordinator Kecamatan (Korcam) Kaloran diamanahkan kepada aku.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Wawancara Asisten Lab dan Wawancara Webmaster, Dua Hal Yang Sangat Berbeda!

10.04 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Alhamdulillah untungnya aku tidak jadi mendaftar lowongan webmaster mipa saja. Beberapa waktu yang lalu aku juga mndaftar lowongan menjadi asisten laboratorium Statististika. Dan dua-duanya sudah kulewati wawancaranya. Benar-benar terasa berbeda, sungguh!

Pak Budi
Seketika setelah wawancara asisten lab bersama Pak Budi (dosen statistika), aku langsung membuat status seperti ini, “Hari ini dapat nasehat Pak Budi (dosen stat): Kemampuan adalah nomor 2, komitmen adalah yang pertama.”

Mas Amry
Seketika setelah wawancara webmaster bersamamas amry (staff up2ti mipa), aku langsung membuat status seperti ini, “Wawancara Asisten Lab dan Wawancara Webmaster, Dua Hal Yang Sangat Berbeda! Yang satu diwawancarai "orangtua" lebih mempertanyakan komitmen dan yang sutunya diwawancarai "anak muda" lebih mempertanyakan kemampuan.”

Yupz, bergitulah perbedaan nyata kedua lowongan pekerjaan di kampus itu. Ketika wawancara aslab, aku lebih ditanyakan mengenai komitmenku dan kemampuanku hanya sekilas ditanyakan. Sedangkan pada saat wawancara webmaster, aku lebih ditanyakan mengenai apa saja kemampuanku dan sama sekali tak ada ditanyakan mengenai komitmenku.

Entah yang baik wawancara seperti apa. Tapi kalau aku lebih memilih aku lebih suka wawancara dengan Pak Budi. Sangat asyik, beliau memberi berbagai nasehat yang jauh lebih penting daripada kemampuanku. Dan aku juga setuju seperti itu. Sebab kalau hanya melihat kemampuan, dan bisa jadi komitmen tidak ada maka belum tentu kerjaannya bagus.

Tetapi kalau sudah punya komitmen, sekalipun tidak memiliki kemampuan banyak, tak lah jadi masalah. Karena kemampuan bisa diasah, bisa erjalan seiring waktu.

Wallahualam, aku diterima yang mana. Aku hanya bisa berserah diri kepada Allah saja. Selain mengenai wawancara, juga saingannya berbeda sekali. Kalau yang asisten lab dibutuhkan satu orang dan sainganku sama sekali tidak ada, alias cuma aku yang daftar. Sedangkan kalau webmaster yang diterima dua orang, tetapi yang daftar ada 5 orang, dan juga selain aku ternyata adalah anak teknik informatika semua. Intinya yang asisten lab aku optimis, dan yang webmaster aku optimis.

Yah, yang jelas aku bersyukur, punya pengalaman mendaftar lowongan kerja. Dan bersyukur diberi petunjuk untuk mendaftar kedua-duanya. Padahal sebelumnya aku cukup “PD” daftar lowongan webmaster. Dan hampir mengacuhkan lowongan asisten lab. Ya Allah, aku berserah diri padaMUUUUUUU.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi