Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Wow Pangkalanbun Kota Langka Uang Receh

22 Agustus 2010 04.05 By Tembalang Online 1 Komentar

Dua atau satu tahun yang lalu kita mungkin masih melihat keberadaan uang receh di Pangkalanbun. Itu pun sudah tidak dalam bentuk satuan untuk yang seratus dan dua ratus rupiah uang receh. Orang pangkalan bun sudah biasa melinting dengan isolasi 5 pecahan seratus rupiah atau 2 buah dua ratus rupiah dan satu seratus rupiah. Tak lain agar menjadikan jumlah pecahannya menjadi lima ratus rupiah. Dan sekarang jangankan yang pecahan di bawah lima ratus rupiah, masyarakat Pangkalanbun sepertinya susah sekali memberi kembalian uang logam Rp500.

Sejak kembali dari Semarang 3 minggu ini, aku belum pernah sekalipun menerima kembalian uang receh logam Rp500. Termasuk uang 500 yang terdiri dari beberapa uang 100 atau 200 seperti yang kujelaskan tadi. Wow, terkejut tentunya sebab baru 2 tahun aku tidak berada di Pangkalanbun sudah seperti ini. Bahkan di toko sekelas minimarket atau toserba sama sekali tidak ada pengembalian receh. Malah di suatu ketika aku menerima kembalian dengan berakhiran Rp700, itu diganti dengan satu atau dua buah permen dan sebuah chocolatos.

Untuk fenomena pengembalian Rp500 diganti dengan kembalian permen memang sudah terjadi sejak dulu. Tapi dulu masih cukup ada nampak uang Rp500 baik lintingan pecahan atau logam. Jadi begini seolah bahwa nominal terendah di Pangkalanbun yang masih diterima adalah Rp1000.

Pelajaran pertama kalau membeli barang-barang di toko market belilah dengan uang pas atau membeli berbagai barang yang kembaliannya tidak lebih dari Rp500. Sebagai contoh jika jumlah pembelian anda Rp23.200, bisa jadi anda akan menerima kembalian uang 23ribu rupiah dan 3 buah permen dan satu chocolatos. Hahahaha. Nikmati itu!

Oleh Arsyil Hendra Saputra
21 Agustus 2010
Selengkapnya...

Reaksi: 

Akses Ke Pangkalanbun Dari Jawa Tengah Semarang Lewat Laut atau Udara

08 Agustus 2010 17.22 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

ALHAMDULILLAH kembali blog sederhanaku ini bermanfaat untuk orang lain dalam mencari informasi tentang Pangkalan Bun. Ada salah seorang yang mengisi kotak komentar di salah satu tulisanku. Sebelumnya terima kasih atas kunjungan dan masukannya pula. Semoga blog ini senantiasa bermanfaat dalam mendengungkan kota Pangkalanbun di jagat maya ini.

Komentar itu berisi dua hal, yang pertama adalah menanyakan bagaimana akses dari Jateng ke Pangkalanbun. Sedang yang kedua dia memberikan masukan agar lebih banyak memasang foto/gambar sebagai bentuk lebih mempromosikan pangkalanbun.

Baik, yang pertama saja jawab bahwa untuk ke Pangkalanbun dari Jateng aksesnya sangat mudah. Dapat lewat jalur laut atau udara. Untuk laut yaitu dengan naik kapal laut baik kapal PELNI atau lainnya. Untuk mengetahui info jadwal kapal laut PELNI dapat langsung datang ke kantor Pelni di Semarang. Kapal akan bersandar di pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Tulisan saya mengenai perjalanan dari Semarang ke Pangkalanbun sudah pernah saya posting. Silakan saja dicari-cari.

Lewat udara cukup mudah pula. Anda tinggal mencari infonya di bandara Ahmad Yani Semarang. Alhamdulillah saat ini sudah banyak operator maskapai kapal terbang yang melayani penerbangan dari Semarang ke Pangkalan bun atau sebaliknya.

Untuk tarif kapal laut berkisar 160-280ribu. Sedangkan tarif pesawat berkisar 600-800ribu.

Bagaimana? Kalau ada yang kurang, saya arsyil siap menerima berbagai pertanyaan.

TErima kasih.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Cerita Pendek Gak Jelas Jangan Dibaca

16.30 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

TERANG saja dengan beraninya pria itu melewati sebuah rumah keramik dinding berwarna merah dan pintu dan jendela warna biru di salah satu gang sempit yang ada di Mendawai itu. Sebab sangat yakin bahwa tiada orang yang bakal melihat dan mengenalinya. Berbeda dengan 2 tahun silam, hampir benar-benar tidak berani sebab was-was bisa-bisa melihat seseorang disana.

Sebelumnya dia baru saja singgah di sebuah masjid di dekat situ sholat magrib. Di depannya tertulis Masjid Alkautsar. Baginya, masjid itu merupakan salah satu yang paling berpengaruh bagi dirinya. Kurang tau apakah itu. Namun dari itu membuat berbagai cerita masa lalu terputar kembali di otaknya. Bahkan membuatnya tak sadar bahwa dia sedang melintasi sebuah gang yang paling diingatnya lalu melewati rumah tadi.

Ooo.. dia baru sadar biarpun keberaniannya sudah seratus persen, tapi masih sedikit gelombang degdegan di dadanya. Ntah kenapa, bahkan dia sendiri kepada dirinya. Apa yang sudah kulakukan ini?

Tidakk..bukan, dia menyadari sesungguhnya yang sudah terjadi di masa lalu, apapun, sudah takdir, sudah diatur oleh Allah, yang maha kuasa.

PangkalanBun, 7 Agustus 2010.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Mewarnai Liburan di Rumah dengan Masak Pisang Goreng

04 Agustus 2010 11.51 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Pangkalanbun: ENTAH kenapa setiap liburan di rumah hobinya pengen bikin-bikin masakan. Mungkin karena emang di rumah banyak waktu luang. Kali ini arsyil berkreasi membuat pisang goreng. Salah satu makanan kesukaan diriku. Bahkan sejak SD dan SMP sering membuat pisang goreng sendiri.

Pokoknya bahan yang ada di dapur kuanalisa buat bahan-bahan seadanya. Seperti tepung terigu, telur, dan gula. Namun sempat pula ku-searching cara membuatnya di internet.

Sekitar seperempat kilo tepung terigu kucampur dengan satu buah telur dan setengah gelas air. Tak lupa kububuhi tiga sendok gula dan sedikit garam.

Satu kilo pisang kubeli dari pasar (bilang aja pisang buat bikin pisang goreng). Setelah kuhitung ada 17 buah pisang. Kemudian kukupas kulitnya. Beberapa ada yang tetap 1 buah di goreng dan beberapa ada yang kubuat jadi dua.

Sambil kupanaskan minyak setinggi 5cm dengan api gede. Kuaduk bahan tadi hingga merata dan kental.

Setelah minyak sudah panas kukecilkan sedikit. Karena dengan api sedang agar matangnya merata. Kucelupkan pisang satu persatu pisang ke adonan bahan tepung dan kugorengkan ke minyak.

Dengan sabar kulihat perubahan warna dan setelag cukup cokelat kubalik. Dan akhirnya sebanyak 24 pisang goreng,setengah gede, setengah kecil, siap dimakan.

Upps! Omg, kok rasanya asin. Haha, sebagai evaluasiku kapan-kapan kalau buat pisang goreng lagi kayaknya emang gak usah dikasih garam aja!

Alhamdulillah di pagi ini satu masakan udah kucoba. PISANG GORENG AGAK KEASINAN. (04/08/10)
Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi