Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Man Jadda Wajadda, Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Jerman!

28 April 2011 13.35 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
- Syair Imam Syafi’i -

Di kala jiwa ini menurun semangat. Di kala stres pikiran di saat ada sms dari seberang sana, “Syil, kapan buletin launching??” DI kala belajar lebih membawa nikmat ketimbang organisasi yang sekarang sedang membuatku jenuh. Yang membuatku kembali ke titik terendah semangat seperti beberapa waktu lalu. Yang membuatku kembali ke aktivitas menyukai menulis di blog. Maka muncullah inisiatif untuk memunculkan semangat itu kembali. Yah, luar biasa, buku kedua dari trilogi “Negeri 5 Menara’-nya Ahmad Fuadi yaitu berjudul “Ranah 3 Warna” memberikan secercah semangat baru di pagi ini.

Apalagi salah seorang teman dari Alif (tokoh utama novel tersebut), yaitu Baso’ sungguh menggetarkan jiwa saya. Dalam novel itu si Baso memiliki cita-cita besar dan cara luar biasa untuk mewujudkan cita cita itu. bahkan saya sampai ikut membayangkan, dan langsung darah di kakiku mengalir ke otak. Aku ingin seperti itu! Kata batinku.

Baso bercita-cita ingin ke Mekkah, Arab Saudi! Meskipun dengan cara apapun, katanya. Jadi dia kemudian membeli peta dunia. Lalu di peta tersebut ia gambarkan jalur dari Sulawesi ke Mekkah. “Alif, aku sangat inin ke Mekkah! Meskipun dengan berjalan kaki. Oleh itu aku sudah membuat jalur jalan kaki dari Sulawesi ke Mekkah,” kira-kira begitu yang disampaikan Baso ke Alif mengenai cita-citanya ke Mekkah itu. Wew, membuatku merinding membaca semangat luar biasa Baso di novel itu.

Lantas di kepalaku muncul gagasan yang serupa dengan baso itu. Kalau si Baso sangat ingin ke Mekkah, diriku jujur sejak akhir-akhir ini sangat ingin sekali bisa ke sebuah negara kaya ilmu pengetahuan di Eropa, yaitu Jerman! Arrrggggg.... Tiap pikiran ini membayangkan kata “Jerman” hasrat besar langsung memuncak. Bahkan tak segan-segan nafsu Arsyil sepintas berkata, “Pokoknya sebelum sampai ke liang lahat, setidaknya aku pernah ke Jerman.”

“Man jadda wajadda,” itulah salah satu mantra Alif dalam novel terbut, yang kemudian membuatku semakin bergairah dan bersemangat. Artinya siapa yang berusaha/ bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya! Oke, kesimpulannya aku pokoknya harus berusaha dulu kalau emang benar-benar ingin meraih cita-citaku.

Laptop kuhidpkan, printer kunyalakan, kertas kupasangkan di printer itu. Lalu sebuah peta dunia kugambar di photoshop laptop, dan di atasnya tertulis “Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Jerman.” Peta itu melukiskan garis dari Pangkalan Bun – Semarang – Jerman.Yups, Jerman adalah tujuanku menuntut ilmu selanjutnya. Amin Ya Allah. Aku mohon petunjukmu..

Semangat! Semangat! Semangat!




Selengkapnya...

Reaksi: 

24 Poin Service Motor AHASS Yang Dicek Saat di Bengkel Honda

12.29 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


“Kartu notanya mana mas?” tanya mbak customer sercive yang ada di bengkel tersebut. “Gak bawa mbak,” jawabku pasrah. “STNK?” tanya mas mekanik yang didekat mbak itu. “Gak bawa juga,” jawabku memelas sambil merogoh-rogoh kantung celana. “Maaf mas gak bisa kalo gak bawa nota atau STNK,” lanjut mas dan mbak itu lagi. Pasrah deh diriku. Emang ini salahku karena lupa membawa nota service. Tapi kucoba membujuk mbak itu supaya bisa, dan benar-benar tidak bisa.

Aku ke bengkel AHASS Honda yang ada di dekat pom bensin Undip tersebut adalah dengan menebeng motor. Eh masa ini harus kembali ke kos dengan jalan kaki? Ogah ah, langit panas lagi. Untungnya mbak itu baik dan mas yang disitu kemudian menawari aku untuk mengambil nota service ke kos dengan mengendarai motor mas itu. Wah baik banget ni bengkel ucap batinku.

Setelah mengambil nota service akhirnya aku bisa memeluk motorku lagi. Eitss, sebuah kalimat ditanyakan mbak itu, “Bensinnya habis ya mas?” He he, aku malu banget, masa bensin juga diisikan oleh bengkel ini, gratis lagi. “Tapi sedikit mas, nanti bensinya diisikan ya.” Kata mas mekanik yang disitu juga, sepertinya ia yang menyervice motorku.

Parah lah pokoknya, di kertas nota laporan hasil service yang berisi poin-poin service motor dan catatan-catatan terhadap motorku. Hampir bisa disimpulkan oleh mas mekanik itu, “Ini motornya dah lama gak dipake ya mas?” Hau hau, aku kembali malu, aku sangat kurang sekali merawat motorku. Sampai bentuk motorku seperti apa aku lebih banyak tak peduli.

Catatan terhadap motorku ada beberapa hal:
1. laker depan aus,
2. rantai gear aus,
3. cop busi rusak
4. busi aus
Tuh kan, parah? Mbak yang disitu bilang, “Ini mas beberapa kerusakan, terserah mau diganti kapan, diganti waktu service depan juga gakapaapa.” Dan aku mengangguk saja. Insyaalah bulan depan kalau service disini lagi aku kan memperbaikinya.

24 Poin Service Motor:
1. Oli Mesin
2. Saringan Oli
3. Kopling
4. Klep
5. Karburator
6. Sistem kelistrikan
7. Busi
8. Saringan udara
9. Rantai roda
10. Rem depan & belakang
11. Tekanan angin & kondisi ban
12. Angin shock
13. Lampu dan klakson
14. Air Aki
15. Kekencangan mur & baut
16. Lengan ayun shock / shock depan
17. Kebebasan stang kemudi
18. Saluran bahan bakar
19. Minyak rem depan
20. Switch rem
21. gas tangan
22. Rantai mesin (kecuali type WIN/CUB)
23. pelek & jari-jari roda
24. Arah sinar lampu depan

Terima kasih kepada bengkel motor Honda AHASS. Saya puas dengan pelayanan disana.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Proyeksi Penduduk Kotawaringin Barat (Kobar) Tahun 2010, 2015, 2020 (Tugas Kuliah)

26 April 2011 21.48 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar


Dah lama nih gak menulis sesuatu tentang Kotawaringin Barat dan kota tercintaku Pangkalan Bun. Kangen juga. Bahkan Saat mimpi di kala tidur kadang muncul teman-temanku SMA dulu di mimpiku itu. Yah, meskipun jauh, yang penting jangan sampai melupakan deh. Masa sudah dibesarkan disana dan sekarang hidup di Semarang, eh malah melupakannya.

Nih waktu ada tugas mata kuliah disuruh buat proyeksi penduduk. Lantas muncul ide untuk memproyeksikan penduduk kotaku itu. Yupz, oleh dosenku bu Yusi para mahasiswa disuruh membuat proyeksi 3 kali 5 tahun. Yaitu tahun 2010, 2015, dan 2020. Data awal yang digunakan adalah Jumlah Penduduk menurut jenis kelamin dan umur tahun 2005. Sumber data dari http://datastatistik-indonesia.com.

Sebenarnya langkah-langkah memproyeksikan penduduk gak begitu sulit. Namun tetap aja, kemarin waktu disuruh menghitung proyeksi ada aja yang kurang teliti. Beuh, kecermatan dalam memakai kalkulator emang sangat penting. Ohya, pelajaran utama: saat ujian jangan lupa bawa kalkulator atau anda akan KO!

Bagi teman-teman yang mau download dapat di sini:
Proyeksi Penduduk Kotawaringin Barat kalimantan Tengah 2010, 2015, dan 2020 - Via Ziddu

Atau langsung menuju ke bacaan yang online langsung di Scribe.com:
Proyeksi Penduduk Kotawaringin Barat kalimantan Tengah 2010, 2015, dan 2020 - Via Scribe


Selengkapnya...

Reaksi: 

[Fenomena] Toko Fotokopi di Tembalang Tutup Semua Pada Malam Minggu

17 April 2011 10.17 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Bukan fenomena ini yang membuatku sangat aneh. Aku menjadi bingung sendiri karena, kok baru hari ini aku menyadari fenomena ini? Padahal sudah 2,5 tahun tahun aku di Tembalang. Malam tadi, yaitu Sabtu malam alias malam Minggu, aku mau memfotokopi buku tapi ternyata toko yang biasanya tempat aku melanggan, tutup. Bukan hanya satu, di berbagai titik di Tembalang, kumenemukan toko fotokopi pada tutup.

Memang ada yang buka, yaitu warung fotokopi kecil. Ah, aku agak malas kalau di warung fotokopi kecil. Biasanya harga fotokopi disitu tidak murah. Kalau di toko fotokopi yang besar alias ramai kan harganya murah.

Tembalang adalah salah satu kecamatan di Semarang. Di kelurahan Tembalang merupakan pusat dari kehidupan anak kos, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dan perguruan tinggi sekitarnya. Cukup ramai disini, malahan jalannya setiap sore selalu macet. Perkembangan toko dan bangunan di pinggir jalan sangat pesat. Namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan. Jalan disini masih sempit padahal jumlah mahasiswa di Tembalang semakin bertambah semenjak pusat Undip dipindahkan ke sini.

Untuk toko fotokopi yang masih buka, kulihat banyak sekali yang sedang memfotokopi. Mungkin menurutku banyak toko fotokopi yang tutup sehingga menjadi penyebab tersebut. Dan salah satunya diriku yang akhirnya menemukan sebuah toko fotokopi yang masih buka. Namun sayang, ketika aku mau memfotokopi, “Mas, mau memfotokopi..” Dijawab oleh mas yang disitu, “Ditinggal aja ya mas, mau tutup.”

Sedikit kecewa memang aku waktu itu. Tapi ya mau gimana, lalu kutanyakan alasannya kenapa pada tutup. “Iya mas kalau malam minggu memang tutup,” jawab mas itu.

Kemudian terpaksa kumencari toko fotokopi yang lain. Dan aku menemukan, alhamdulillah. Iseng-iseng kutanyakan mas yang disitu tentang fenomena toko fotokopi yang pada tutup ini. Dan kusimpulkan bahwa setiap malam minggu toko fotokopi di Tembalang memang biasanya sudah pada tutup jam 6 sore. Kata mas yang di toko fotokopi itu.

Dan salah satu pengunjung yang disitu juga berkata demikian saat iseng kutanyakan fenomena ini. Ia sudah mencoba mencari toko fotokopi kemana-mana, dan sama seperti aku, toko-toko pada tutup.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian II: PRESTASI dan PENGABDIAN)

15 April 2011 19.40 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar


Baca sebelumnya: Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian I : Pak Satpam Itu Punya Pacar)

Memang jujur, ketika melihat di sekelilingku banyak muda-mudi berpadu kasih dalam bingkai “pacaran”. Juga banyak cewek-cewek cantik yang aduhai di setiap tempat, dan menggairahkan setiap pria yang memandang. Tapi satu hal yang jelas, aku akan mencoba memalingkan pandanganku, dan menundukkan hatiku. Bahwasannya “Syil, itu hanya kebahagiaan sesaat...”, ucapku untuk diriku sendiri.

Sesungguhnya benar sekali, bahwa pacaran hanya nikmat sebenar, memang sih nikmat terasa, bahkan ibaratnya dunia milik berdua. Tapi banyak juga sengsaranya. Sakit hati, adalah hal terbesar yang sering terjadi. Lebih dari itu, mereka yang menikmati pacaran sangat tidak sadar bahwa waktu senantiasa berjalan. Waktu terbuang untuk pacaran. Padahal masa tua menanti di depan. Bahkan siapa yang tau ajal kapan datang, ibadah adalah yang utama.

Kembali ke kisah pak satpam. Beliau bilang, “Kamu itu masih muda, nimati to.” Sayangnya itu tidak sempat kujawab. Namun dalam hati, aku sangat menyangkal pernyataan itu. Nikmat itu datangnya dari Tuhan. Hanya ia yang bisa memberi kenikmatan. Nyatanya ketika pacaran malah sering tidak nikmat. Juga masa muda itu dinikmati bukan melakukan hal-hal yang tidak berguna. PRESTASI dan PENGABDIAN adalah kunci dari keberhasilan masa muda (pak)!

Sungguh aku akan merasa sangat menyesaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal sekali! Jika aku tak bisa mengukir prestasi, tidak mempersembahkan kepada orang-orang sekitar sebuah keberhasilan yang bisa kucapai. Dan aku juga sungguh merasa sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat tidak berguna, jika aku tidak bisa mengabdi dan tidak bermanfaat bagi Agama, Negara, Keluarga, dan sekitarku.

Aku, Arsyil Hendra Saputra. Dengan ini menyatakan bahwa sejak DETIK INI dan seterusnya aku harus senantiasa berusaha mengukir PRESTASI dan senatiasa MENGABDI, MENGABDI, dan MENGABDI, bagi Agama, Negara, Keluarga, dan sekitar aku!


Selengkapnya...

Reaksi: 

Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian I : Pak Satpam Itu Punya Pacar)

19.39 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar

Sore tadi aku sempat ngobrol-ngobrol santai dengan salah satu bapak satpam di kampusku. Beliau belum terlalu tua, masih cukup muda. Bahkan secara tidak sengaja pacar beliau lewat, dan kemudian mereka berdua mengobrol. Nah, di sela-sela ngobrol, dia menyuruh kenalan sama pacarnya. Hmm, lemayan sih pacarnya, serasi aja sama si pak satpam ini. Tapi yang jadi pertanyaan aku ya, kenapa belum kawin-kawin ya (nikah-red). Padahal secara fisik sangat lebih dari cukup untuk membangun rumah tangga. Lagipula, sudah punya penghasilan menjadi petugas keamanan di kampus ternama seperti Undip ini.

Aku hanya nyengar-nyengir aja ketika itu. dan langsung ditanya oleh bapak satpam itu, “Kamu sudah punya pacar blom?”. He he, nih pertanyaan sering banget sih ditanya sama orang. Enggak teman lama, teman baru, bahkan dari keluarga jauh, kadang nanyain gitu. Eitss, jangan salah, arsyil sudah nyiapin jawabannya gitu.

“Be,lom`,” jawabku. Membuat pak satpam itu nanya alasannya, dan bla bla bla. Dengan tegas kujawab, “Mau fokus kuliah! belajar...” Maka kulanjutkan dengan santainya aku, bahkan di depan pacarnya, lanjutku, “Pacaran itu ngabisin duit.. Buang waktu..” Haha ngeles ni. Tapi dengan jelas kujawab lagi, “Sibuk organisasi pak.. “ Jawaban itu cukup logis sekali, karena selama ini yang beliau tahu tentang aku memang aku aktivis Bem.

Itu adalah beberapa jawaban yang memang menjadi alasan aku kenapa mengatakan TIDAK untuk pacaran. Masih ada alasan lain yang seabrik yang kupunya. Tapi tergantung situasi dan kondisi jawaban akan dikeluarkan.

Bahkan larangan pacaran juga muncul dari ibuku. Di salah satu kesempatan saat menelepon beliau, ibu memberiku saran, (lebih tepatnya sih wanti-wanti). Singkat padat dan jelas: “Ora usah pacar-pacaran!!” Arti ora (jawa) = tidak.

Baca lanjutannya: Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian II: PRESTASI dan PENGABDIAN)
Selengkapnya...

Reaksi: 

Arsyil di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) 2011 Tingkat Fakultas Mipa Undip

05 April 2011 20.13 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


Mawapres, merupakan agenda yang paling membuatku stres kemarin. Berawal dari pertemuan ku dengan Pak Seno yang sudah direncanakan oleh Allah, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti serangkaian pembinaan untuk Pemilihan Mahasiswa Berprestasi alias Mawapres. Atas rekomendasi itu aku dari tanggal 9-23 Maret disibukkan dengan pembinaan dari Pak Seno hampir tiap sore dan pembuatan karya tulis untuk Mawapres tersebut.

Suatu kebanggaan bisa bergabung dalam pembinaan itu. Sebelumnya dari 3 orang mahasiswa Statistika yang didaftarkan acara tersebut, aku tidaklah masuk dalam daftar. Alias aku tak mendapat rekomendasi dari Program Studiku. Tapi itu tak lantas membuatku minder, aku putuskan tetap mencobanya.

Tapi sungguh tak kusangka betapa beratnya diriku waktu itu melaksanakan kewajiban membuat karya tulis. Aku mencapai titik klimaks stresku pada saat batas akhir pengumpulan berkas-berkas itu yaitu tanggal 17 Maret. Hari itu aku belum selesai menyelesaikan karya tulisku. Aku sudah mencoba semampuku, namun pada jam 16 sore aku patah arang. karya tulis sudah selesai ku print. Tapi... aku belum membuat abstraknya. Padahal sore itu juga ada jadwal pembinaan dari Pak Seno buat mahasiswa-mahasiswa calon mawapres yang jumlahnya sebanyak 15 orang. Akhirnya dengan pasrah dan keyakinan bahwa “Semua yang telah terjadi karena Allah,” aku mengikhlaskan diriku menyerah waktu itu.

Judul awalnya karya tulis yang kubuat adalah, “Peramalan Jumlah Pengangguran di Jawa Tengah Tahun 2011-2013 Sebagai Pijakan Penetapan Target Pengurangan Kemiskinan.” Kemudian pada hari minggunya (19 Maret) aku membuat karya tulis tentang pendidikan berjudul, “Program Kita Berbagi Ilmu Bersama Bagi Anak Sekolah Dasar (SD) di Daerah Gombel Lama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.”

Sungguh menjadi kuasa-Nya apa yang terjadi hari ini ataupun besok. Pada Senin (20 Maret), tak sengaja aku berpapasan dengan ibu-ibu staff Kemahasiswaan Mipa. Aku lantas ditanya “Loh Syil, kamu jadi ikut mawapres ndak? Kok saya lihat gak ada berkas-berkas kamu,” kira-kira begitu bunyi pertanyaan beliau. Lalu kulanjutkan dengan alasan kenapa aku belum mengumpulkan berkas. Dan akhirnya wallahualam, ketika ditanya, “Kamu jadi mau ikut gak.” Dengan nada agak ragu lalu kujawab, “Iya bu...”

Begitulah awal alasan aku tak jadi mengundurkan diri. Konsekuensi dari perkataan tadi berarti aku harus mengumpulkan berkas saat itu juga. Sungguh sangat sibuk waktu itu. Hingga baru kukumpul setelah mengikuti acara pembinaan yang terakhir kali dari Pak Seno sore itu. Sekaligus pada saat itu aku menampilkan presentasiku di hadapan Pak Seno dan teman-teman calon mawapres lain.

Namun satu hal yang membuatku lega di sore itu. Luar biasa ternyata aku bisa melewati tahap ini padahal sebelumnya aku telah menyerah. Aku mampu membuatku bisa dengan rekan lainnya, mempresentasikan karyanya, meski buatanku itu sangat seadanya. Dan akupun mengumpulkan karya tulis dengan judul “Program Kita Berbagi Ilmu Bersama Bagi Anak Sekolah Dasar (SD) di Daerah Gombel Lama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.”

Bagiku melewati Senin sore tanggal 20 Maret itu membuatku teramat lega. Aku tak memikirkan bagaimana hasilku tanggal 23 Maret lusa, yaitu waktu seleksinya. terima kasih ya Allah.

Rabu, tanggal 23 Maret, pemilihan Mawapres melalui 4 bidang seleksi, yaitu Co-Kurikuler, Bahasa Inggris, Kepribadian, dan Karya Tulis, mengukirkan namaku pada urutan ke-11 pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi untuk S1.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi