Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Tentang Desa Bandengan, Wedung, Demak, Jawa Tengah

30 Desember 2009 07.58 By Tembalang Online 4 Komentar

Keluarga Wedung Demak

Kali ini di blogku aku mau menilik singkat sebuah desa kecil di Demak, Jawa Tengah. Yaitu desa Bandengan, Kelurahan Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Tulisan ini kubuat bukan tanpa alasan, sebab diriku saat ini detik ini sedang berada disana, yah lagi menulis postingan ini tentunya.

Di desa inilah dulu aku melewati masa bayiku, sebelum akhirnya umur 4,5 tahun aku dibawa ibuku merantau ke Kalimantan Tengah. Desa yang berjarak sekitar 20menit dengan mengendarai motor dari kota Demak ini adalah kampungnya nenek-kakekku (baca: mbah). Sedangkan rumah orangtuaku saat kecil dulu itu adalah di desa Buko.

Oh 14 tahun tahun tlah berlalu sejak saat itu dan aku sekarang ada disana lagi. Mungkin beberapa hal sudah lupa, tapi kalau untuk kondisi fisik desa, seperti rumah, jalan, sungai, dan pasar, aku masih agak ingat. Sebelumnya maaf nih kepada masyarakat sana, kalau boleh menilai, desa Wedung itu tidak ada perubahan yang signifikan alias belum ada kemajuan yang berarti. Bahkan malah ada beberapa yang memprihatinkan, contoh nyatanya adalah kali alias sungai disana. Seingatku dulu kali disitu banyak orang menggunakan untuk mandi, eh sekarang maaf sangat kumuh dan menjijikkan, bukan dipenuhi oleh air tapi malah oleh sampah.

Ohya, ada satu hal yang menurutku aneh, di tempat yang tak bisa kusangkal kalau benar-benar desa ini pun ternyata ada pengamen juga loh. Terus terang di kota tempat tinggalku di Kalimantan, pengamen belum ada, baru gak tabu setelah melihat di Semarang. Kalau kota mah bisa dimaklumi karena mungkin susahnya memperoleh pekerjaan dan tinggi tingkat pengangguran. Sedangkan di Wedung kalau ada pengamen, apakah berarti di wedung yang notabene desa juga sulit dapat pekerjaan? Menurutku pejabat setempat harus memikirkan hal ini.

Mungkin tak banyak yang bisa kuceritakan, karena aku juga baru melihat sekilas. Tapi kulihat ada juga yang sudah berubah, beberapa waktu lalu pasar wedung telah berubah wajah yakni sudah dan sedang direhab. Yah kudoakan semoga ke depan Wedung, tempat kelahiranku ini menjadi maju. (setidaknya ada warnet..hehe).

Ohya, jangan lupa bagi sampean orang Wedung yang gak sengaja baca tulisanku ini untuk main-main ya ke rumah nenekku, di Bandengan RT 05 RW 03, tanya aja rumah mbah Kayaton dan Rokoyah, tepatnya aku anaknya Muhim. Terkenal lho disana. bye.

by ARSYIL
Selengkapnya...

Reaksi: 

Jurusan Terbaik di UNDIP : STATISTIKA (versi Arsyil Blog)

28 Desember 2009 16.37 By Tembalang Online 10 Komentar

Maaf sebelumnya kepada anda-anda yang membaca tulisan ini. Sebab, posting ini benar-benar cuma sekedar uji coba. Arsyil lagi menguji optimasi mesin pencari blog ini alias pengen tau tulisan ini bisa jadi yang pertama di halaman pertama mesin pencari Google gak ya..

Sedangkan untuk pernyataan: "Jurusan Terbaik di UNDIP : STATISTIKA" adalah tanpa data yang valid. Sebenarnya jurusan yang terbaik cuma relatif. Pokoknya kalau jurusan berakreditasi A ya baik. Bukan begitu? Pun kalau di UNDIP sudah banyak jurusan yang terakreditasi A. Bisa dicek langsung di websitenya undip.ac.id. Waduh kok jadi promosi neh. Terang aja, aku kan emang kuliah di UNDIP, ya kudu mengedepankan almamater sendiri donk.

Sekalian juga Arsyil mau promosi jurusan alias program studi diriku di UNDIP, tak lain dan tak bukan adalah... 'tadaa..' STATISTIKA. hahaha. Dah tau belum...?? Apa, belum tau? Kok bisa YAH! Oke deh, kuberitau, kasih dah..

Statistika itu salah satu dari 7 jurusan/program studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Diponegoro. Usianya sendiri masih tergolong muda, yaitu baru dibuka 2003 silam, dan sekarang sebenarnya masih program studi alias masih di ngikut jurusan matematika.

Selain masih "muda", akreditasi dari Statistika UNDIP adalah masih B. Biarpun masih tapi keistimewaan jurusan Statistika adalah karena kelangkaannya. Lihat aja di perguruan-tinggi2x di Indonesia, masih jarang yang ada jurusan Statistika-nya. Seingatku sih malah cuma 7 perguruan tinggi di Indonesia yang ada jurusan Statistika. Jadi masih jarang statistikawan seperti kami.

Yah itu sedikit cerita tentang Statistika, khususnya Statistika UNDIP. Gimana, masih meremehkan jurusanku itu? Jangan salah, lihat aja postingan ini, muncul pertama di pencarian google kan?

by ARSYIL for STATISTIKA UNDIP

Statistik jaya, is the best dah!
Selengkapnya...

Reaksi: 

Puisi Lagi Beol - Puisi Lucu/Ngeres/Jorok?

12.34 By Tembalang Online 1 Komentar

Tepat rasanya yg kulakukan ini
Mengisi waktu daripada tak ada yg kulakukan
Sambil menunggu sesuatu itu turun ke bawah
Mending aku sambil facebookan aja

Sepi senyap di dalam ruang sempit ini
Yang ada hanyalah suara tetesan air turun ke ember
Serta hembusan napas dari hidungku
Meskipun sebenarnya hembusan itu sedikit ragu-ragu
Karena eh karena bau yg sesekali datang dari bawah tubuhku

Aku tak ingin lama berdiri disini
Kakiku pun sepertinya sudah penat
Aku ingin menyudahi ini
Ayo tangan kiriku saatnya kau bekerja
Yang semangat ya!

sumber:
note facebook Arsyil_keren@telkom.net
Selengkapnya...

Reaksi: 

Salam Kenal Untuk Kota PATI

25 Desember 2009 19.20 By Tembalang Online 4 Komentar



24 Desember 2009, satu lagi kota di Jawa Tengah yang sudah kupijak. Setelah sebelumnya selain Semarang aku telah berhasil memijakkan kakiku di Demak, Jogja, Magelang, Salatiga, Solo, dan Kudus. Berbagai pengalaman telah kuperoleh. Itu baru sedikit jika dibandingkan jumlah kota di Jawa Tengah. Aku punya planning untuk menjelajahi kota-kota di Jawa Tengah, kalau perlu malah di Jawa bagian lainnya (Jawa Barat/Timur). Wah luar biasa sekali ya kalau aku sudah pernah ke semua kota di Jawa.

Aku ke Pati bersama 7 orang temanku lainnya. Ke sana dalam rangka menjenguk salah satu saudara kami yang sedang sakit, alias abis dioperasi. Letak rumah temanku itu di kecamatan apa gitu, kalau gak salah namanya Kayen.

Namanya adalah Heri, dia adalah mas`ul liqoku (mentoring). Jadi emang yang ke Pati adalah teman-teman satu mentoringku. Juga tak lupa murobbi kami juga turut ikut, yaitu mas Feri. 6 orang lainnya adalah, Fahmi, Kelik, Amar, Aribat, Tito, dan mas Agus.

Rencana awalnya berangkat pagi jam 7.30. Kalau aku sama Kelik sih datang kumpul tepat waktu, tapi yang lainnya molor. Belum lagi karena kurang satu motor, harus mencari pinjaman. Dan Alhamdulillah mas Agus mau, dan dia juga mau ikut ke Pati. Motor lengkap, eh kurang satu helm, syukur di AlAnfal ada mas Ahmad yang mau meminjamkan helmnya. Akhirnya kami pun berangkat pukul 10.

Rintangan dan cobaan ternyata tak sampai di situ saja. Di perjalanan, ban motor Kelik kebanan (kempes pes). Kami pun singgah di sebuah bengkel. Si Kelik lalu mengambil keputusan untuk langsung mengganti ban dalam motornya. Sekitar setengah jam di sana kami manfaatkan untuk melakukan hal lain, seperti mas Agus yang memanfaatkannya dengan mengisi perutnya di sebuah warung tegal. Kemudian si Aribat dan Amar membeli durian yang kebetulan ada di sekitar situ. Tak mau ketinggalan aku juga ikut mencicipinya.

Semua persiapan sudah matang kami langsung go melanjutkan perjalanan. Eh ada hal lucu di jalan, si Aribat helmnya tiba-tiba lepas dari kepalanya, melacung kena angin. Untung gak kelindas ban mobil. Ayaya wae nih Aribat.

Alhamdulillah perjalanan dari Semarang ke Pati, kami gak ada kesasar. Dan tepat sampai ke rumah tujuan. Buah dari ingatan kuat si mas`ul perjalanan kami yaitu Fahmi. Kami tiba sekitar jam setengah satu-an. Huff pejalanan yang bikin lelah dan tentunya sudah pada lapar. Eiits sebelum itu sholat Dhuhur dulu. Waktu Dhuhur sudah tiba.

Selesai sholat Dhuhur di masjid dekat situ, kami kembali ke rumah Heri. Ngobrol-ngobrol sama dia, eh gak lama kemudian kami di Jamu alias makan bareng. Duh yang paling ditunggu-tunggu ma si Fahmi neh. Subhanallah, sate ma gulainya enak banget, belum lagi minumannya es jeruk. Plus ada buah Rambutan lagi. Kenyang deh pokoknya. Satenya abis bis. Duh duh nih niatnya jenguk apa mau ngabisin makanan seh. Syukron untuk akh Heri.

Kami memutuskan untuk sholat Ashar di sana dulu, baru kemudian balik ke Semarang. Sekitar pukul 4 kami memulai perjalanan pulang. Di awal-awal eh hujan rintik-rintik turun. Sampai di Kudus tu hujan baru berhenti. Meskipun udah gak hujan tapi jalan macet, dari Kudus ke Demak macet deh pokoknya.

Lolos dari kemacetan kami melewati Demak, eh tau-tau hujan deres banget. Beuh, subhanallah gelap banget awannya. Kemudian sampai di Genuk Semarang, dan hujan sudah lewat. Tapi macetnya bukan main, macet cet. Butuh waktu lama kami bisa berhasil melewati kemacetan itu. Bahkan sampai sudah lewat sholat Magrib.

Sambil mengisi bensin di Pom Bensin terdekat, kami sekalian sholat Magrib di mushola pom bensin itu. Yaitu aku, mas Feri, Kelik, Amar, Tito, dan mas Agus. Kalau Fahmi ma Aribat gak tau dah sampai mana, mereka tadi dah duluan, dah sampai Tembalang kali.

Selesai sholat hal yang tak diharapkan, kembali terjadi, hal itu tak lain bernama hujan. Tapi kali ini lebih lebat dari sebelumnya. Apalagi pas naik tanjakan saat di Meteseh, dah mau dekat Tembalang tuch. Beuh, hujan badai pokoknya. Subhanallah banget. Dah curah hujannya segede-gede batu, banjir lagi jalannya. Lucu banget deh ekspresiku waktu melawan tanjakan dalam keadaan itu. Syahadat, tasbih, istigfar, kubaca semua. Emang ujannya ngeri banget, kilatnya beuh, nyambar-nyambar seenaknya deh. Untung kami gak dikepret ma tuh kilat.

Rintangan, jalan berliku, cobaan, dsb, akhirnya pun selesai sudah dengan sesampainya diriku dan Kelik di kosku, oh wisma AlAnfal, aku nyampe juga. Alhamdulillah… Karena basah kuyup banget, si Kelik langsung balik ke kosnya, dia takut malah masuk angin.

Sedang aku sampai kamar langsung buka baju, kamar mandi i`am coming, I want mandi. Eh tau-tau malah mati lampu. Jiah. Untung ada lilin. Sambil mandi sekalian hangatin air di kompor ah, mau bikin mie ma energen.

Selesai mandi n makan, tak bisa ditahan lagi mata yang kepengen tidur, dan plek akupun tidur. Selamat tidur, dan selamat atas pengalaman hari ini ke Pati. Terima kasih teman-teman.

=aRSYIL=
Selengkapnya...

Reaksi: 

Mengulas Demonstrasi Mahasiswa di Indonesia (Esai/Essay)

01 Desember 2009 09.24 By Tembalang Online 3 Komentar

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demonstrasi adalah pernyataan protes yg dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Dan menurut wikipedia, demonstrasi atau unjuk rasa adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Sedangkan arti dari Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Jadi berdasarkan arti kata, demonstrasi mahasiswa adalah sebuah pernyataan atau gerakan protes yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa atau orang yang belajar di perguruan tinggi.

Kemudian jika kita jabarkan lagi subkata dari kata mahasiswa, yaitu kata maha dan siswa. Maha berarti besar/tinggi dan siswa adalah pelajar/ orang yang mempelajari sesuatu. Maka artinya bahwa mahasiswa adalah orang terpelajar yang derajatnya lebih tinggi dari lainnya. Yang mana idealnya merupakan seseorang yang telah matang akal dan pikirannya, dan tau benar baik dan buruk. Sehingga jika kita kembali kepada arti demonstrasi mahasiswa, berarti merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang mana tentu apa yang dilakukannya adalah untuk sesuatu yang baik.

Namun selama ini, justru sebaliknya. Demonstrasi mahasiswa terdengar sesuatu yang negatif, lekat sekali dengan anarkis, brutal, merugikan, bikin macet jalan, dan lain sebagainya. Yang pasti di mata orang tua demonstrasi mahasiswa membuat jantungnya berdegub deg-degan keras apabila tau anaknya adalah salah seorang diantaranya. Takut hal buruk terjadi pada anaknya yang sedang belajar di bangku perguruan tinggi itu. Bagi pemakai kendaraan, demonstrasi menjadi momok yang mengesalkan, karena sering kali membuat lalu lintas terganggu dan atau macet. Dan tentu pula bagi masyarakat sekitar tempat dilakukannya demo, khawatir aksi yang dilakukan ricuh dan berakhir dengan rusaknya beberapa fasilitas umum bahkan mungkin fasilitas milik pribadi masyarakat. Dan mungkin masih banyak lagi pihak yang menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai momok yang tak ingin terjadi.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi