Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Momen Paling Berkesan Buatku di Hari Terkahir Aku di Turki

25 Mei 2013 21.53 By Arsyil Statistikawan 4 Komentar



Sekarang lagi pukul 22.52 eh jam di laptopku masih waktu Turki dengan kata lain di Indonesia udah pukul 02.52. Baru beberapa jam tadi aku tiba di Indonesia, sejujurnya badan agak capek tapi gak ngantuk sama seali aku belum bisa tidur. Memang jika di Turki jam segitu aku biasanya belum tidur tapi di saping itu aku juga sekarang masih terbayang-bayang wajah orang-orang terdekatku yang di Turki. Yeah, aku kangen mereka... padahal baru aja sampai di Indonesia. Tapi memang aku masih terbayang saat momen monen terakhir aku di sana. Kesan yang sangat mendalam hari terakhirku di Turki tanggal 23 Mei 2013 itu.





Ceritanya begini. Pagi tanggal 23 Mei 2013 belum banyak orang yang tahu bahwa malam ini aku akan pulang ke Indonesia. Di awal pagi hari itu aku masih seperti biasa seperti hari yang lain, aku sarapan, minum teh, lalu ke ruang guru. Kemudian pertama aku ke ruang wakil kepala sekolah yaitu Omer abi dan menceritakan bahwa hari ini aku pergi ke Indonesia lalu aku berpamitan dan beliau memberikan selamat perpisahan. Lalu aku ke ruang Ramazan abi, ke beliau aku juga menjelaskan akan kepergianku nanti malam di ruangan beliau bertemu Mehmet hoca dan Mucahid abi juga. Alhamdulillah mereka memberikan doa-doa kepadaku, subhanallah aku terharu.


Kemudian aku ke luar sekolah untuk membeli beberapa cokelat yaitu cokelat wafer. Sesampai di sekolah aku langsung membagikan cokelat ini tiap orang dua buah. Sambil memberikan cokelat aku juga memberitahu akan kepergianku ke Indonesia nanti malam. Ada Ahmet abi, Mehmet abi, Petugas kebersihan, dan seorang perempuan yang menjadi CS di meja informasi (sampai sekarang aku tidak tahu namanya padahal tiap hari aku melihatnya). Lalu aku ke ruang sibel abla di sana juga ada seorang perempuan yang juga kerja di sekolah ini dia masih baru. Sibel abla adalah orang penting bagiku dalam urusan keuangan, he he. Kami bertemu setiap bulan dalam rangka aku mengambil beasiswa aku ke dia.

Aku ke ruang guru, di sana sepi memang saat ini sekolah sedang ujian jadi sepi. Tapi di sana ada Erol hoca dan Gurhan Hoca. Erol hoca dalah guru matematika yang mana selama di sekolah ini selama di Turki aku ikut pelajaran matematikanya saat dia mengajar. Gurhan hoca guru yang paling aku acungi jempol di sini, beliau penting posisinya buat aku, aku banyak belajar dari beliau. Beliau orangnya tegas tapi tidak suka marah-marah saat di dalam kelas seperti guru-guru yang lain. Beliau orangnya juga bijak, dalam hal saat aku belajar bahasa Turki pertolongan beliau sangat membantu buat aku. Alhamdulillah dia ini juga menawarkan untuk mengantarkan aku nanti ke bandara. Beberapa cokelat aku tinggalkan di atas meja di ruang guru biar yang lain kebagian cokelat.

Aku lalu ke atas menuju lantai kamarku. Di sana pas ada abi dan abla-abla petugas kebersihan. Ada Faris abi, Fatma abla, dan dua orang lain. Aku membagikan cokelat ke mereka dan mengatakan aku akan pergi ke Indonesia malam ini. Fars abi ini orang yang paling lucu, dia sudah tua dan kalau engatakan sesuatu agak aneh. Tapi dia sangat menyukai aku, setiap ketemu aku memberikan salam dan mengomentari hal yang aneh kepadaku misal tentang dasiku, jaket, sweater, dan lainnya. Mereka yang membersihkan kamarku, menyapu kamarku dan mengganti sprei tempat tidurku secara berkala.

Aku membereskan semua barang-barang yang akan aku bawa mengoperkannya dan bersiap-siap. Di kamarku ada Emin abi dia ingin memberikan baju tapi kutolak aku gak pengen dikasih baju, aku pengennya dikasih benda-benda lain, lalu dia memberikan buku note ISIAD bagus dan aku memberikan baju koko ke dia. Datanglah Hayrettin abi dia menanyakan baju yang aku pengen gimana, semua guru dan karyawan-karyawan sekolah akan membelikan baju sebagai hadiah ke aku. Awalnya aku tolak gak pelu kubilang tapi katanya ini adat tetap kutolak tapi akhirnya aku pasrah terserah mereka.

Aku ke ruang makan di sana bertemu muridnya mehmet hoca mereka sedih aku akan pergi. Sepertinya ini adalah makan siang terkahr aku. Setelah makan siang aku ke Money Changer dan ke Bim lagi untuk membeli cokelat. Di sekolah kubagikan ke karyawan-karyawan dan tak lupa kepada petgas ruang akan dan koki sekolah. Pas siang ini mereka lagi kumpul di ruang makan lalu mereka memberikan doa dan selamat jalan kepadaku satu persatu, alhamdulillah semakin banyak orang yang mendoaka kepadaku. Ada Senturk abi dan Mehmet abi, mereka adalah orang yang dekat sama aku. Aku teringat Senturk abi pertama aku menginjakkan kaki di Istanbul dia yang menyajikan makanan tiap hari. Sampai sekarang dia sangat rajin dan ada hal yang kupelajari dari dia yaitu walau badan capek atas banyak pekerjaan dan tanpa henti tapi dalam melayani tetap harus tersenyum, itu yang kulihat pada dirinya. Mehmet abi dan aku sangat dekat, kami di facebook saling berkirim pesan dan setiap aku makan dia selalu baik kepadaku. Dia juga orangnya rajin dan senang mengobrol.

Saat berjalan di sekolah ada beberapa anak kelas 3 SD yang datang dan memberikan kertas berisi tulisan bahwa mereka menyukaiku ada gambar love-hati juga. Wah aku jadi terharu ternyata aku dicintai oleh murid-murid. Alu Gurhan hoca juga memberikan beberapa surat yang berisi tentang pesan-pesan dari guru-guru dan murid-muridnya. Mehmet Hoca juga memberikan hadiah dari guru-guru dan karyawan, wah lumayan banyak, luar biasa, subhanallah aku terharu banget. Di sore hari Sibel abla juga memanggilku supaya ke ruangannya. Dia dan dua orang Kiz/cewek lainnya bersamaa-sama mengucapkan selamat tinggal ke aku dan memberikan kado kepadaku. Kalau yang laki-laki berpelukan nah kalau kepada cewek gak ada yang namanya berpegang tangan. Jadi mereka dari kejauhan mengucapkan doa untuk perjalananku.

Sebelum aku berangkat ke bandara jam setengah-tujuhan, aku menyempatkan bertemu dengan murid-muurid Gurhan Hoca. Aku dulu kadang menggantikan Gurhan hoca untuk mengurus mereka saat ada program menginap di sekolah yaitu sholat bersama, main omputer, makan bersama, dan mengajak mereka tidur. Aku berfoto dengan mereka dan memberikan doaku bahwa aku berdoa mereka akan sukses saat ujian. Setelah itu aku ke ruang lobi, di sana ada Hayrettin abi, Muhammet hoca, Emin abi, dan lain-lain. Kami berfoto untuk momen terakhir. Sayang aku belum melihat satpam sekolah Ekrem abi. Saat aku telpn dia, katanya lagi di jalan tapi lama belum sampai dia ke sekolah. Padahal Ekrem abi adalah orang yang baik, dulu aku dua kali menginap di rumahnya, bertemu dengan istri dan anaknya bernama Zehra. Waaaaaahhhh aku teringat Zehra anaknya berumur dua tahun yang imut banget. Lalu aku ke bandara dengan di antar Gurhan Hoca.




Selengkapnya...

Reaksi: 

Budaya “Gila” Minum Teh Orang Turki “No Days Without Tea”

21.43 By Arsyil Statistikawan 7 Komentar


Orang Turki setiap hari minum teh dan tak mengenal waktu baik pagi, siang atau malam, musim dingin, semi, atau panas, bisa dibilang setiap waktu. Kita sebagai orang Indonesia juga minum teh tapi harus kukatakan mereka orang Turki lebih “gila” minum teh. Di pagi hari, saat sarapan pasti ditemani oleh teh. Bahkan ada orang Turki pernah bilang ke aku, “tidak ada teh maka tidak sarapan”. Aku juga selama di Turki hampir selalu setiap pagi sarapan ditemani minum teh.

Orang Turki minum teh di semua tempat baik rumah, perkantoran, jalan-jalan, dan ladang. Bisa dipastikan kalau kita ke rumah orang Turki atau sebuah ruang kantor bakal disuguhi teh, dan bukan hal lazim alias agak aneh bagi mereka kalau mereka menyuguhi minuman lain air sari buah ataupun kopi. Nah kalau ladang agak unik tapi benar, ada orang Turki pernah bercerita ke aku bahwa ayahnya dulu saat di ladang di musim panas (musim panas di Turki suhunya benar-benar panas), dia sedang berladang lalu memanggil istrinya “tolong bawakan teh panas”. Erlu digarisbawahi teh panas ini, bukan teh dingin / es teh loh seperti yang biasanya orang Indonesia minum.

Aku sudah di Turki berbulan-bulan dan sudah terbiasa minum teh, alhamdulillah. Tapi jujur di awal pertama datang ke Turki aku belum terbiasa. Pertama, kalau di Indonesia paling satu atau dua kali sehari minum teh dan itupun tidak setiap hari. Nah kalau di Turki selain setiap hari juga minumnya berkali kali, setiap disuguhi teh bisa dua atau tiga gelas, bisa dibilang sehari bisa lebih dari 10 gelas. Kedua, gula di Turki tidak manis dibanding gula di Indonesia. Gula di Turki kebanyakan berbentuk otak dadu kecil.

Orang Turki biasanya menambahkan sebanyak satu atau dua, maksimal tiga buahlah gula dadu itu. Tapi serius sebanyak 5-10 buah gula dadu itu tak adda apa-apanya dengan satu senduk gula Indonesia. Ketiga, orang Turki minum teh dalam keadaan panas. Juga ada hal yang menurut orang Turki tidak sopan yaitu meniup teh. Dan bukan hal yang baik meminum teh yang sudah dingin. Tapi ini ada benarnya juga.

Minum teh sudah menjadi budaya bagi orang Turki. Mereka sudah kecanduan minum teh, setelah makan orang Turi akan mencari-cari teh, kalau tidak minum teh bagi mereka seperti ada yang kurnag. Saat mengobrol dengan teman-teman mereka juga, mereka seperti harus minum teh sambil mengobrol itu, jika tidak maka ada yang kurang. Atau bisa dibilang bagi orang Turki “no days without tea”.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Kunjungan Sekolah Al Hikmah Surabaya ke Sekolah Fetih Koleji Istanbul Turki

21.38 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar



Pada hari Kamis dan Jumat, 9 dan 10 Mei 2013 ada kunjungan student exchange dari sekolah Al Hikmah Surabaya ke sekolah Fetih Koleji Topkapi. Mereka terdiri ada sekitar 50an orang siswa dan guru SMP/SMA Al Hikmah. Meskipun aku tinggalnya tidak di Fetih Koleji Topkapi tapi di Fetih Koleji Gaziosmanpasa aku bersemangat untuk bertemu dengan mereka. Aku mendapat dari Kadir abi, aku disuruh untuk membantu. Mereka selama satu minggu ada di Istanbul. Setelah mengunjungi Fetih Koleji, hari selanjutnya mereka jalan-jalan, aku tak lupa ikut dengan mereka. Alhamdulillah lumayan seru.



Sebenarnya mereka sudah tiba di Istanbul sejak hari Rabu. Mereka sudah ke Ayashopia dan masjid Fatih Sultan Mehmet. Aku baru bertemu mereka pada hari kamis di Fetih Koleji Topkapi. Hari itu ada sedikit upacara penyambutan dari pihak Fetih Koleji berupa tampilan tari dan pembacaan sair dari siswa. Lalu pemutaran video pengenalan Fetih Koleji. Setelah itu murid-murid dibagi menjadi grup-grup. Aku kebagian grup yang terdiri 3 murid SMA dan didampingi satu guru. Bersama aku, mereka ke gedung SMA berkunjung dan melihat-lihat sekitar. Di sana aku menjadi penerjemah, meskipun bahasa Turkiku pas-pasan. Kami juga sempat masuk ke kelas melihat guru disitu mengajar. Sore harinya kami main bola. Malam hari kami diajak ke rumah seorang pengusaha. Kami dijamu dengan makanan yang enak. Alhamdulillah aku bisa membantu menjadi penerjemah.



Hari kedua tak banyak perubahan dibanding hari pertama. Aku bertemu dengan grup yang kemarin ditambah sebuah grup SMA lainnya. Artinya aku memegang grup siswa SMA. Mereka diajak untuk melihat laboratorium kimia dan biologi. Disana mereka diajak untuk melihat mikroskop. Setelah itu kami makan siang dan pergi ke masjid untuk sholat jumat. Hingga jam 3 kami mutar-mutar di sekitar sekolah. Jam 3 saatnya ada penampilan dari pihak Turki dan Indonesia. Dari Indonesia sekolah Al Hikmah menampilkan tari Saman, Jaranan, dan tari Madura. Malam hari aku disuruh untuk mengantar beberapa murid SMP ke rumah seorang pengusaha. Sekali lagi untuk makan. Kali ini pengusahanya lebih kaya, makanan yang disajikan level tinggi. Untuk selera masakan Turki itu enak sekali. Alhamdulillah, juga sempat grogi waktu di rumah itu aku menjadi penerjemah.



Hari selanjutnya Sabtu hingga Selasa adaah jadwal mereka untuk jalan-jalan, aku juga ikut mereka kecuali hari minggu. Hari Sabtu kami ke Bursa berkunjung ke Ulu Cami dan Yesil Cami, sempat belanja ke mall dan toko jajanan di sana. Hari senin kami ke Universitas Fatih, Masjid Eyub Al ansori dan Istanbul Sapphire. Istanbul Sapphire adalah gedung tertinggi di Turki dan tertinggi ke-5 di Eropa. Di atas sana kami bisa memandang kota Istanbul yang sangat luas. Hari Selasa waktunya berbelanja ke Grand Bazaar, sebelumnya kami mengunjungi masjid Suleiman. Semua perjalanan seru. Alhamdulillah disamping ikut jalan-jalan aku juga mempraktekkan bahasa Turki yang sudah kupelajari. Misal waktu di pasar, kupakai bahasa Turkiku untuk tawar menawar harga barang.







Selengkapnya...

Reaksi: 

Mencintai Tak Hanya Terucap Di Bibir Tapi Perlu Tindakan!

21.06 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar


Hampir semua orang Indonesia bilang “Aku Cinta Indonesia”. Tapi buktinya apa? Memang, hanya Tuhan dan diri sendiri yang paling tahu seberapa besar cinta itu. Tapi seperti halnya hdalam beragama ketika bilang “Aku Cinta Allah” maka harus dibuktikan dengan melakukan ibadah sholat, puasa, zakat, dan sebagainya. Jika tidak melakukan hal-hal baik itu maka perlu dipertanyakan apakah benar mencintai-Nya? Begitu pula jika memang benar mencintai Indonesia maka perlu dibuktikan dengan hal-hal baik buat Indonesia.

1. Gunakanlah Produk Buatan Indonesia
Bingung cara tahu made in Indonesia atau bukan? Gampang lihat bungkusnya di bar code kala tulisan angka diawali dengan angka 899 maka itu buatan dalam negeri. Kenapa perlu beli buatan dalam negeri? Sebenarnya tak ada salahnya membeli produk luar negeri tapi yang saya dimaksud disini adalah memprioritaskan produk Indonesia. Begini, kalau produk Indonesia laku, maka pabrik-pabrik akan berjalan, karyawan-karyawannya kan orang Indonesia artinya mereka masih bisa bekerja. Nah kalau produk mereka tidak laku maka mereka akan kehilangan pekerjaan berdampak pada perekonomian negara juga ujungnya.

2. Belajar dan Bekerja
Sebenarnya aku mau bilang ayo kita perbaiki diri. Tapi biar lebih jelas langsung kutulis belajar dan bekerja. Banyak hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri tapi yang utama dua itu. Kenapa perlu belajar dan bekerja? Indonesia terdiri atas pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kan asalnya juga dari masyarakat. Masyarakat siapa? Ya kita! Maka dari itu mulai dari individu masing-masing untuk memperbaiki diri, konkritnya adalah belajar dan bekerja!

To be continue.., (kalau ingat :D)


Selengkapnya...

Reaksi: 

Endonezyalıyım Türkçe konuşmayı öğreniyorum | I am Learning to Speak TurkishTürkçe konuşmayı öğreniyorum | I am Learning to Speak Turkish

03 Mei 2013 21.49 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Tidak mudah belajar bahasa dengan cara belajar sendiri.. untungnya ada beberapa "teman" yang membantuku, termasuk kamera. Dengan membuat video terhadap cara bicaraku dalam bahasa Turki maka aku akan tahu bagian mana yang salah. Inilah video mengenai belajar bahasa Turki yang kubuat. Artinya ada di bawah ini:


Merhaba. Benim adım Arsyil. Ben Endonezyalıyım. Ben 22 (yirmi iki) yaşındayım. Endonezya’da, benim evim Kalimantan adasında olan Pangkalan Bun şehrindedir. Evimde annem, babam ve kardeşlerim oturuyor. Biz 5 (beş) kardeşiz. Kardeşlerim içerisinde en büyük olan benim. Kardeşlerimin hepsi kızdır. Ondan dolayı, ben onlara iyi bir örnek olmalıyım.

Ben 2012 (iki bin on iki) üniversiteyi bitirdim. Semarang şehrinde olan Diponegoro Üniversitesinden mezun oldum. Şu anda Türkiye’deyim. Hem Türk okulunda stajer yapmak hem de Türkçe öğrenmek için buraya geldim. Endonezya’da matematik öğretmeni olacağım. İnşaallah.

Türkiye’nin en büyük şehri olan İstanbul’da kalıyorum. İstanbul çok güzel bir şehir. İstanbul’u seviyorum. İstanbul, Asya ve Avrupa kıtaları üzerinde bulunmaktadır. Asya ve Avrupa kıtasının kesiştiği yerde İstanbul boğazıdır. İki kıta arasında iki tane köprü; Boğaziçi Köprüsü ve Fati Sultan Mehmet Köprüsü ile bağlanıyor.

Osmanlı’dan kalan tarihi yerleri ziyaret etmeyi çok seviyorum. Bu tarihi yerlerden Ayasofya, Fatih Sultan Mehmet Camii falan filan doğrudan görmekle eskiden İslam diniyi Avrupa’ya getiren Osmanlı’nın ne kadar büyür olduğunu anladım.

Birkaç ay sonra İstanbuldan ayrılacağım. Yani, benim ülkem Endonezya’ya döneceğim. Eminim, Endonezya’ya gittiğim zaman İstanbul’u özleyeceğim. Ümit ediyorum ki daha sonra Endonezya ve Türkiye ilişkileri daha yakın olacak. Endonezya Türkiye’nin kardeş ülkesidir. Türkiye Endonezya’nın kardeş ülkesidir.

Endonezalı olarak ben siz Türkiyelilerin Endonezya’ya ziyaret etmenizi istiyorum. Siz kardeşlerimizsiniz. Bizim başımızda yeriniz var. Benden anca bu kadar. Görüşürüz. Allah’a emanet olun.






Hai. Nama aku Arsyil. Aku orang Indonesia. Umurku 22 tahun. Di Indonesia rumahku di kota Pangkalan Bun terletak di pulau Kalimantan. Di rumahku tinggal ibu bapak dan saudara-saudaraku. Kami lima bersaudara. Di antara kami yang paling tua adalah aku. Semua saudara aku adalah perempuan. Oleh itu, aku harus menjadi contoh yang baik bagi mereka.

Aku menyelesaikan studi S1 tahun 2012. Aku lulusan Universitas Diponegoro, terletak di kota Semarang. Sekarang aku sedang di Turki. Aku kesini dalam rangka magang di sekolah Turki dan belajar bahasa Turki. Di Indonesia, aku akan menjadi guru matematik. Insyallah.

Aku tinggal di Istanbul, kota terbesar di Turki. Istanbul adalah kota yang sangat cantik. Aku menyukai Istanbul. Istanbul, terletak di antara benua Asia dan benua Eropa. Tempat perpotongan benua asia dan Eropa adalah selat (Bosporus) Istanbul. Antara kedua benua itu dihubungkan dengan dua buah jembatan; Jembatan Bosporus dan Jembatan Fatih Sultan Mehmet.

Aku sungguh suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah bekas kekaisaran Usmaniah (Ottoman Empire). Dengan melihat langsung tempat-tempat bersejarah ini; Ayasofia, Masjid Fatih Sultan Mehmet, dll, aku jadi paham betapa besar kekaisaran Usmaiah yang waktu dulu membawa agama Islam ke Eropa.

Beberapa bulan lagi aku akan berpisah dengan Istanbul. Yakni, aku akan pulang ke negaraku Indonesia. Aku yakin, setelah aku pergi ke Indonesia aku akan merindukan Istanbul. Aku berharap, hubungan-hubungan Indonesia dan Turki semakin dekat ke depannya. Indonesia adalah negara saudaranya Turki. Turki adalah negara saudaranya Indonesia.

Sebagai orang Indonesia aku ingin kalian orang-orang Turki mengunjungi Indonesia. Kalian adalah saudara kami. Silakan datang. Sampai sekian dari saya. Sampai jumpa.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Endonezya nasıl bir ülke | Apakah yang orang Turki ini ketahui tentang Indonesia

02 Mei 2013 20.33 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Kemarin sempat iseng menanyakan seseorang tentang Indonesia sekaligus bikin video. Dia adalah orang yang kerja di sekolah tempat aku tinggal di Istanbul, Turki.



Salam alaikum
Alaikum salam
Apa kabar anda?
Saya baik. Kalian apa kabar?
Saya juga baik
Semoga Allah memberi kebaikan
Nama anda siapa?
Mehmet
Pak Mehmet..
Disini apa pekerjaan yang Anda lakukan?
Disini apa pekerjaan yang kulakukan, apa yang kulakukan tidak begitu jelas, campur kerjaan.
Oke deh. Bisakah aku bicara sedikit dengan Anda?
Tentu. Silakan.
Tentang Indonesia.
Oke. Silakan.
Apa saja yang Anda ketahui tentang Indonesia?
Aku tau Indonesia bagus. Negara sahabat kami.
Indonesia seperti apa di pikiran situ?
Sebuah negara yang panas.
Negara panas. Lalu?
Sebuah negara yang berkembang.
Sebuah negara yang terbuka kepada hal-hal yang baru.
Indonesia negara sahabat Turki ya, ada kah, hmm, apa saja yang anda harapkan?
Sesuatu yang sangat Indah. Sesuatu hal yang Indah di masa depan. Itu yang kami harapkan. Insyallah.
Terima kasih.
Aku juga terima kasih.
--------------------------------------------------------------------------------
Salam alaikum
Alaikum salam
How are you?
I am fine. And you how are you?
I am fine too.
May God give a goodness.
What is your name?
Mehmet
Mr Mehmet..
Here what work you do?
Here what work I do, what I do is not so clear, mix work.
Okay. Can I talk a little with you?
Sure. Please.
About Indonesia.
Okay. Please.
What do you know about Indonesia?
I know Indonesia good. Our friendly countries.
Indonesia is like what? in your mind..
A hot country.
A hot country. Then?
A developing country.
A country that is open to new things.
Indonesia is Turkey’s friendly country, isn’t it?
What do you expect?
Something very beautiful. Something very beautiful in the future. That's what we expected. Insyallah.
Thank you.
Thank you too.
-------------------------------------------------------------------------------- 
Selam aleykum
Aleykum selam
Merhaba
Merhaba
Nasılsınız?
İyiyim. Sizler nasılsınız?
Ben de iyiyim.
Allah iyilik versin
Sizin adınız ne?
Mehmet
Mehmet bey..
Burada ne iş yapıyorsunuz?
Burada ne iş yapıyorum, ne iş yaptığım belli değil, karışık işler.
Tamam. Sizle biraz konuşabilir miyim?
Tabii ki. Buyurun efendim.
Endonezya hakkında.
Evet. Buyurun.
Endonezya, neler bilirsiniz?
Endonezya’yı iyi bilirim. Kardeş ülkemiz.
Endonezya nasıl bir ülke? aklında..
Endonezya, sıcak bir ülke.
Sıcak bir ülke. Ondan sonra?
Kendini geliştirmiş bir ülke.
Yenilikleri açık bir ülke.
Endoneya, Türkiye’nin kardeş ülkesi, değil mi?
Evet
Var mı hmmm,,, Neler ümit ediyorsunuz?
Çok güzel şeyler. Gelecekte çok güzel şeyler. Ümit ediyoruz.
İnşaallah.
Teşekkür ederim.
Ben teşekkür ederim.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Masyarakat Turki tuh Rapi! Rapi pakai banget ...

01 April 2013 01.04 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Suatu Hari Minggu, aku pergi ke masjid buat sholat, tepatnya sholat ashar. Bulan ini di Turki sudah cuaca sudah mulai panas, dah mau mirip kayak Indonesia. Aku keluar memang sengaja pakai kaos dan sweater. Sudah masuk ke masjid, aku kok rada krik-krik gitu ya. Yaitu aku merasa cuma aku yang pakai kaos. Serius, pada pakai kemeja, hem, atau paling gak pakai kaos berkerah. Terutama yang usianya sudah tua-tua pakaiannya rapi banget. Bayangin aja, pakaian yang biasa dipakai ke kantor oleh mereka tuh dipakai sehari-hari walaupun gak lagi kerja. Yaitu pakainya kemeja, celana dan jas satu stel, yah pakaian kantorlah.

Tak cuma orang dewasa, sampai anak-anak juga pada pakai hem. Wah, rapi deh pokoknya. Kagum aku. Wajarlah waktu pertama aku ke Turki musim dingin pada pakai pakaian berlapis. Tapi ini gak dingin sama sekali aja pakaiannya sama. Coba deh kalau di Indonesia, pakai rapi dikit pasti dibilang "wah rapi banget sih? cuma mau makan aja rapi banget". Kalau di Turki sepanjang waktu rapi.

Hal yang rapi lainnya yang membuatku kagum adalah sepatu dan kaos kaki. Tulisanku sebelumnya ada yang membahas tentang kaos kaki, bahwa setiap waktu kecuali di kamar mereka pakai kaos kaki, juga di Turki masuk masjid TIDAK BOLEH TIDAK PAKAI kaos kaki. Sekarang mengenai sepatu. Kalau di Indonesia, berjalan-jalan pakainya sandal. Sepatu biasanya kondisi tertentu, seperti untuk acara formal atau untuk perjalanan jauh. Kalau di Turki, setiap waktu! Mau cuma beli makan di warung dekat rumah kek, atau cuma ke masjid, apalagi buat ke mall, pakainya sepatu! bukan sandal. Di Turki, sandal digunakan untuk di dalam rumah/gedung, terutama untuk masuk toilet. he. Aku belum pernah menemukan toko yang menjual sandal untuk dipakai di jalanan. Beda banget kan sama di Indonesia.

Yang bikin takjub juga dalam semua sektor pekerjaan, pakaian mereka rapi. Kalau orang kantor rata-rata pakai pakaian kantor dan berdasi, termasuk guru selain pakai dasi juga pakai jas warna putih kayak dokter! Dan tahu gak kalian, bahkan petugas kebersihan, pelayan minuman, sampai tukang bangunan pun RAPI! Kalau gak pakai dasi, minimal bajunya berkerah dan gak ada pakaian yang kucel gitu. Beda sama Indonesia tukang bangunan sudah berkaos, kucel, kadang bolong juga.

Itu dulu mengenai rapinya masyarakat Turki. Yang perlu dicatat bahwa, rapi-nya pakaian mereka berefek ke rapinya pekerjaan, sikap, dan segi kehidupan mereka. Oleh itu jangan sepelekan hal yang kecil walau hanya pakaian! Mari biasakan hidup kita rapi mulai dari hal yang kecil mulai dari sekarang! Ingat! Disiplin adalah satu satu kunci kesuksesan!


Selengkapnya...

Reaksi: 

10 Universitas Terbaik di Turki dan 10 Universitas Terbaik di Indonesia

03 Maret 2013 17.01 By Arsyil Statistikawan 9 Komentar



Suatu ketika pernah ada seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki bilang ke aku begini, “ngapain kuliah sampai ke Turki mending kuliah di Indonesia aja, lebih bagus”. Saat dia berkata begitu aku tak berkata apa-apa, karena memang aku tak tahu bagaimana kondisi pendidikan universitas di Turki. Aku tidak kuliah di Turki dan sampai di Turki baru berapa minggu. Okay, tanpa memikirkan perkataan tadi dalam hati aku tetap berkata bahwa tak ada salahnya kuliah di sini. Tak banyak orang yang memiliki kesempatan ke luar negeri. Di luar ilmu yang dicari, pengalaman global dan wawasan internasional juga diperlukan. Apalagi dengan beasiswa, secara langsung mendorong untuk menguasai bahasa internasional. Juga memberitakukan kepada dunia, beginilah Indonesia, ujungnya ada manfaat pula untuk Indonesia.

Nah tadi katanya universitas Indonesia lebih bagus, loh yang boneng? Kok bisa, Indonesia yang kata orang Indonesianya sendiri buruk itu kok bisa ternyata bagus? Eiitss, bukan berarti sombong, cuma sekedar sedikit berbangga, kita juga gak kalah banget kali dengan negara-negara lain. Nah kali ini perbandingan dengan negara Turki. Ternyata eh ternyata, berdasarkan data dari lembaga Internasional pemeringkat universitas se-dunia yaitu Webometrics, inilah daftar peringkat se-dunia untuk 10 universitas terbaik di Turki dan 10 Universitas terbaik di Indonesia. Cekidot!

Peringkat di Dunia 10 Universitas terbaik Turki:


RankingWorld RankUniversity




1
396
(1) Middle East Technical University




2
620
Ankara University




3
628
Istanbul University




4
647
(1) Sabanci University




5
664
Istanbul Technical University / Istanbul Teknik Üniversitesi




6
714
(1) Hacettepe University




7
730
Bilkent University




8
761
University of Anatolia / Anadolu Üniversitesi




9
768
Bogaziçi University




10
810
Ege University




Peringkat di Dunia 10 Universitas terbaik Indonesia:

RankingWorld Ranksort descendingUniversity



1
440
Universitas Gadjah Mada




2
497
Institute of Technology Bandung




3
581
University of Indonesia




4
634
Gunadarma University



5
722
Brawijaya University




6
781
Diponegoro University




7
839
Bogor Agricultural University




8
848
Institut Teknologi Sepuluh Nopember




9
885
Universitas Padjadjaran




10
929
(3) Airlangga University





Sumber: http://www.webometrics.info/en/Asia/Turkey dan http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia

Analisis saya begini. Dari data di atas ternyata peringkat universitas di Turki dan di Indonesia tidak berbeda jauh. Malah UGM, ITB, dan UI, bedasarkan peringkat itu di atas hampir semua universitas di Turki kecuali Middle East Univ. Tapi, sekali lagi walau saya sekarang lagi di Turki tpi saya belum pernah kuliah di Turki. Jadi hanya menganalisis dari peringat universitas ini.

Sedangkan menurut saya, tak ada salahnya kuliah di Turki. Karena turki sekarang semakin maju. Orang-orang di Turki juga relatif baik. Dan biaya hidup di Turki sangat terjangkau (serius) beda dengan negara lain di asia (misal Jepang, biaya hidup 1 bulan sama dengan 1 tahun di Indonesia) dan eropa juga. Tapi kalau ada yang tetap memilih kuliah di Indonesia juga tak mengapa. Indonesia juga sekarang semakin berkembang. Intinya harus MENGEJAR PENDIDIKAN... karena saya percaya kemiskinan, kebodohan, dan penyakit negara lainnya, hanya bisa diatasi dengan pendidikan. Terima kasih.

Arsyil Hendra Saputra

Selengkapnya...

Reaksi: 

Apa Arti Angka Taraf/Tingkat Signifikansi 1%, 5%, atau 10% dalam Statistika

23 Februari 2013 22.55 By Arsyil Statistikawan 10 Komentar

Ilustrasi
Saya buka lagi mahasiswa nih sekarang. Tapi alhamdulillah masih ada paling tidak ilmu kuliah yang dasar di kepala saya. Nah salah satunya angka taraf signifikansi. Dalam statistika, wajib deh ada angka taraf/tingkat signifikansi untuk pengujian. Angka ini biasanya berupa 1%, 5%, atau 10%. Kalau arsyil biasanya pakai 5%. Nah karena ada teman yang bertanya tentang ini, kali ini saya mau menjelaskan.

Dulu waktu kuliah ada sih pengertian angka ini, pengertian dengan bahasa statistika. Tapi sekarang aku lupa pengertian persisnya gimana. Kira-kira begini pengertiannya. Angka taraf signifikansi ini adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tingkat kepercayaan penelitian kita alias angka batas hasil nilai uji kita diperbolehkan seberapa besar. Dalam pengujian, angka ini menentukan apakah pengujian kita diterima atau tidak.

Gimana ngerti gak? Kalau begitu saya mau menganalogikan sebuah kelas aja deh semoga ngerti:
Ada seorang guru dan murid-murid di kelas. Lalu guru mengadakan ujian dengan ketentuan yang memperoleh nilai sama dengan atau di atas 6 lulus dan yang dibawah 6 tidak lulus. Kemudian guru ini berkata kepa murid-murid, "Jika sebanyak 5% atau kurang di antara kalian yang tidak lulus maka kita akan jalan-jalan ke Kalimantan, tetapi kalau yang tidak lulus lebih dari 5% maka kita tidak jalan-jalan ke Kalimantan." Begitulah analoginya menurut saya. Artinya misalnya di kelas tersebut yang tidak lulus hanya 3% maka mereka akan ke Kalimantan (karena kurang dari 5%. Tetapi jika misalnya yang tidak lulus sebanyak 8% (lebih dari 5%) maka mereka tidak jadi ke Kalimantan. Berbeda halnya jika guru tersebut menggunakan angka 10% artinya walau sebanyak 8% yang tidak lulus maka mereka akan tetap ke Kalimantan. Dengan kata lain semakin besar angka tersebut maka semakin besar peluang untuk pergi ke Kalimantan. Namun perlu dipahami bahwa semakin banyak yang tidak lulus maka semakin tidak baik kelas tersebut, makin sedikit yang tidak lulus semakin baik kelas tersebut.

Begitu juga angka taraf signifikasi, semakin kecil angka taraf signifikansi maka semakin baik untuk penelitian, tetapi semakin kecil peluang untuk menerima pengujian. Yang jelas besar angka signifikansi ini ditentukan oleh peneliti. Biasanya digunakan angka 5%. Namun untuk bidang kesehatan (karena menyangkut nyawa manusia) digunakan angka 1%. Tidak pula menutup kemungkinan angka lain misalnya 10%. Tetapi semakin besar angka ini semakin kecil tingkat kepercayaannya. Jika digunakan 1% maka tingkat kepercayaan 99%. Jika 5% tingkat kepercayaan 95%. Jika digunakan 10% maka tingkat kepercayaan 90%.

Begitulah penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti. Penjelasan saya memang agak panjang, itulah dengan harapan bisa dimengerti. Kalau tetap tidak mengerti silakan tanyakan hubungi saya, atau lewat komentar ini.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Cerita Pengalaman Pertamaku Bermain Ski di Turki

10 Februari 2013 19.19 By Arsyil Statistikawan 9 Komentar


Hampir semua orang Indonesia penasaran dengan salju. Tentu saja, di Indonesia tidak pernah turun salju kecuali di puncak gunung Jayawijaya Papua. Pastinya hampir setiap orang Indonesia pengin bisa melihat salju, atau malah bermain ski. Aku pun dulu hanya bisa bermimpi dan mengetahui ski dari layar televisi, alias belum pernah terbayang suatu hari bisa bermain ski. Alhamdulillah di Turki ini, aku berkesempatan untuk bermain ski. Jujur, pengalaman pertama yang luar biasa seru. Aku mau cerita, jangan pada ngiri ya... :)

Sebelumnya aku mau berterima kasih sama Allah, alhamdulillah aku punya kesempatan untuk ke Turki dan bermain ski. Kalau mau kubilang, biarpun di Turki setiap tahun turun salju, tapi orang-orang Turki berlum tentu semuanya sudah pernah bermain ski. Beberapa menjawab karena alasan biaya. Makanya aku sekali lagi bersyukur atas ini.

Hari itu bersama guru-guru Fetih Koleji aku berangkat ke Kartepe naik sebuah bis. Kartepe adalah sebuah daerah resort untuk bermain ski, bayangkan saja sebuah gunung yang di atasnya salju. Untuk kesana dari Istanbul tidak terlalu jauh, dibanding ke Uludag (tempat main ski termashur di Turki) harus ke Bursa dulu. Kartepe tak jauh mungkin sekitar 2 jam saja dari Istanbul.


Sebelum ke resort bermain ski, kami mampir ke sebuah toko yang menjual dan menyewakan alat-alat bermain ski. Disini bagi yang mau bermain ski menyewa alat ski, termasuk aku, biayanya adalah 20 Lira (sekitar Rp100.000).


Kemudian kami menuju ke sebuah rumah makan, untuk sarapan. Aku sarapan banyak nih, karena sampai sore nanti enggak makan. Dimana-mana orang Turki sarapannya sama, makan roti pakai keju, cokelat, tomat, timun, telur, ada madu juga dan pastinya tak lupa minum teh. Kali ini lumayan nih sarapannya, enak.


Oke menuju ke lokasi. Di sana setelah turun bis kami langsung pada memakai peralatan ski. Waduh, super sulit banget memakainya. Tapi tetap semangat. Beuh, berat banget yakin sepatu skinya. Bikin keram kaki..


Permainan skinya seru banget. Pertama aku bingung nih alat-alatnya gimana pakainya. Gak ada yang ngajarin aku. Jadinya aku belajar sendiri melihat dulu orang main ski. Alhamdulillah dalam beberapa menit aku dah mulai ngerti saatnya mempraktekkan langsung. Awalnya berkali-kali jatuh, sulit banget. Bahkan sampai nabrak orang di depan. Untungnya orang Turki baik, kalau ku nabrak katanya “onemli degil”, artinya: gak apa-apa.


Yang paling berkesan waktu aku menaiki puncak tertinggi gunung dengan semacam kereta gantung. Di atas sana aku memberanikan diri untuk berselancar. Mengguling-guling, mengguling-guling, begitulah aku belajar. Karena menurut aku kalau aku bisa melakukan hal sulit berarti aku bisa melakukan hal yang mudah. Dalam pikiranku kutanam, “I CAN DO IT”. Sip benar setelah sejam lebih aku menaklukkan puncak itu, di bawah sudah terasa mudah bermain skinya. Sebenarnya aku kesel tuh sama puncak itu ngeriii. Eh tapi malah aku ketagihan, jadi aku ke puncka itu sebanyak dua kali. Menyusurinya yang kedua kali ini alhamdulillah dah terasa agak mudah.


Itulah pengalamanku bermain ski pertama kali. Ohya biasa memasuki area resort ski adalah 40 TL (sekitar Rp200.000). Menurutku gak mahal untuk pengalaman luar biasa ini. Bagi kalian kalau ke luar ngeri ke negara yang ada saljunya benar deh kusarankan buat jangan lupa main ski. Karena dengan bermain ski selain gak ada di Indonesia, juga melatih mental kita untuk menghadapi hal yang sulit.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Cara Mengetahui Bagaimana Jalur / Nomor Bis (Otobus) Transportasi Istanbul

19.16 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


Salah satu transportasi yang penting di Istanbul adalah dengan bis yaitu Otobus. Otobus Istanbul sepertinya menjangkau hampir semua daerah di Istanbul. Jadi mau ke sebuah tempat di Istanbul kalau ada durak (halte/perberhentian otobus) pasti bisa dijangkau. Yang penting kita tahu nomor otobus yang melewati durak ituh. Sebab kalau tidak, misal kita naik otobus dengan nomor yang salah bisa-bisa kita nyasar tak tahu kemana. Nah gimana tuh cara tahu nomor otobusnya, tanya saja sama orang lokal. Tapi kan kita belum lancar bahasa Turki.. Oke deh kukasih tahu caranya, bisa dilihat di situs IETT.

Aku salut deh sama trasnportasi Istanbul, rapi banget dan sistem informasi melalui websitenya juga bagus. Jalur yang dilalui otobus-otobus sesuai informasi yang ada di websitenya. IETT, kepanjangannya aku lupa, intinya ini yang punya otobus-otobus bertuliskan IETT, katakanlah ini yang punya pemerintah daerah Istanbul. Di situsnya iett.gov.tr lengkap informasi jalur-jalur otobus. Oke begini caranya:

Misal saya mau pergi dari sekolah tempatku (Fetih Koleji Gaziosmanpasa) ke Eminonu. Di dekat sini nama duraknya (halte otobus) adalah Spor Tesisi.
1. Buka situs http://iett.gov.tr (bahasa turki) atau http://iett.gov.tr/en/ (bahasa inggris) sebaiknya yang berbahasa inggris saja supaya kita paham.
2. Di sisi kiri halaman, klik “Oraya nasıl giderim” atau “How do i get there” akan muncul peta dari Istanbul.
3. Dari kotak isian “Search Bus Stop” isikan nama durak kita. Untuk contoh saya ini adalah “spor tesisi”. Akan muncul durak-durak yang memiliki nama spor tesisi. Karena durak saya ini berada di Gaziosmanpasa maka saya pilih “SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa)”


4. Klik ikon kaca pembesar yang artinya “lines passing this bus stop”
5. Oke maka keluar daftar otobus-otobus yang melewati durak SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa). Karena saya mau ke eminonu maka otobus yang saya naiki bernomor 399C.


Itulah cara dari satu durak ke durak lainnya. Nah kalau mau ke daerah yang lumayan jauh dari tempat kita, misal bisa 2 atau 3 kali naik otobus karena saking jauhnya. Maka perlu dipelajari baik-baik situs ini. Artinya menggunakan situs ini kita harus tahu dengan otobus pertama kita akan turun di durak mana supaya otobus kedua turun di durak itu, dengan otobus kedua ini kita akan turun di durak mana yang otobus ketiga melewati durak itu, dan seterusnya, hingga kita berhenti di durak yang menjadi tujuan kita. Bingung ya? Ha ha aku juga bingung jelasinnya gimana. Pokoknya jalur otobus semua ada di situs itu. Selamat mencoba.


Selengkapnya...

Reaksi: 

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah dan Termahal di Dunia (Survey 2013)

06 Februari 2013 15.23 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Bagi yang suka travel, atau yang mau studi, menurut saya perlu diperhatikan juga bagaimana biaya hidup negara yang akan kita tuju. Buan lantas menyudutkan negara yang berbiaya hidup mahal, tapi sebagai saran saja. Karena kalau kita berkunjung ke negara berbiaya hidup mahal akalan kempes deh kantong. Berbeda kalau ke negara yang berbiaya hidup murah, dengan jumlah uang yang sama bisa dapat membeli banyak barang. Simpelnya gini, misal punya duit Rp 5000-10000 di Semarang bisa makan kenyang, kalau di Jakarta mah susah, paling gak 10.000-20000. Itu di Indonesia... kalau data yang dirilis ini adalah 10 negara di Dunia dengan biaya hidup termurah dan termahal.

Economist Intelligence Unit (EIU) kembali melansir daftar kota-kota termahal di dunia pada awal 2013. Dalam laporan Worldwide Cost of Living 2013, sebagai berikut:

10 kota termurah di dunia:
=1. Karachi, Pakistan
=1. Mumbai, India
3. New Delhi, India
4. Kathmandu, Nepal
=5. Algiers, Algeria
=5. Bucharest, Romania
7. Colombo, Sri Lanka
8. Panama City, Panama
9. Jeddah, Saudi Arabia
10. Teheran, Iran

Berikut 10 kota termahal di dunia:
1. Tokyo, Jepang (naik 1 peringkat)
2. Osaka, Jepang (+1)
3. Sydney, Australia (+4)
=4. Oslo, Norwegia (+1)
=4. Melbourne, Australia (+4)
6. Singapura (+3)
7. Zurich, Switzerland (-6)
8. Paris, Prancis (-2)
9. Caracas, Venezuela (+25)
10. Geneva, Switzerland (-7)

Sumber: http://us.bisnis.news.viva.co.id/news/read/387949-10-kota-berbiaya-hidup-termahal-di-dunia
Selengkapnya...

Reaksi: 

Kelebihan Pangkalan Bun, Kota Cocok Menjadi Ibukota Indonesia

03.08 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Diriku memang tidak sedang berada di Pangkalan Bun, malah sedang jauh dari Indonesia, tapi tak pula membuatku lupa dengan Indonesia tak membuatku lupa dengan kotaku tercinta, Pangkalan Bun. Kota kecil di Kalimantan Tengah ini tak banyak yang tau memang. Tapi ini adalah kota dimana keluargaku berada. Kota tempat aku dibesarkan. Jelas aja aku kangen, karena ibu, bapak, adik-adik aku di sana. Namun, selain itu aku juga mengangeni kecantikan koat Pangkalan Bun. Beberapa tahun belakangan ini aku hidup di kota-kota besar. Kangen juga dengan suasana kota kecil seperti Pangkalan Bun yang damai, tenteram, tak semrawut, tak ada macet, jauh dari keramaian, nyaman lah.


Oke langsung masuk ke tujuanku menulis judul tulisanku bahwa Pangkalan Bun cocok menjadi Ibukota Indonesia. Aku serius menurut pandanganku Pangkalan Bun cocok. Akhir-akhir ini sering muncul berita mengenai perpindahan ibukota. Malah muncul cerita lama bahwa Palangkaraya pernah Pak Soekarno ingin jadikan Ibukota negara Indonesia. Betul Palangka Raya berada di Kalimantan Tengah begitu pula Pangkalan Bun. Nah menurutku Pangkalan Bun lebih cocok daripada Palangkaraya.

Pertama, Pangkalan Bun berada dekat dengan laut. Sedangkan Palangka Raya berada di Tengah daratan (tengah Kalimantan). Sehingga dari dan ke Pangkalan Bun mudah sekali dilakukan menggunakan laut. Juga menggunakan udara mudah, karena telah memiliki Bandara Udara. Pangkalan Bun dekat dengan laut tetapi tidak benar-benar di samping laut. Ada kota pelabuhannya yang berada di samping laut yaitu Kumai sekitar setengah jam dari Pangkalan Bun. Artinya bahaya air laut tak sampai ke Pangkalan Bun.

Kedua, Pangkalan Bun posisinya strategis berada di tengah negara Indonesia. Silakan lihat gambar peta yang sudah saya upload di tulisan ini. Pangkalan Bun mudah sekali untuk menjangkau empat pulau besar secara langsung yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, juga Bali. Untuk ke pulau lainnya misal Maluku dan Papua, saya rasa Pangkalan Bun lebih menjangkaunya daripada letak Jakarta.

Ketiga, Pangkalan Bun belum menjadi kota besar. Pangkalan Bun adalah kota bukan desa. Memang Pangkalan Bun bukan kota besar tapi itulah yang menjadi nilai plus jika menjadi Ibukota Indonesia. Artinya Pangkalan Bun mudah untuk direncanakan dan dibangun. Sebab kalau kta besar sudah memiliki kondisi yang semrawut maka akan susah untuk membentuknya menjadi Ibukota.

Keempat, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya memiliki berbagai macam tujuan wisata alam, mulai dari Taman Nasional, banyak pantai, pulau, dan lainnya. Sehingga biasanya yang menjadi daya tarik orang luar untuk datang adalah wisata, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya sudah memiliki itu.

Oleh : Arsyil Hendra Saputra

Selengkapnya...

Reaksi: 

Sejarah Istana Kuning Kerajaan Kutaringin Pangkalan Bun

02.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Berada di kota kecil Pangkalan Bun belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Istana Kuning, sebuah situs peninggalan bersejarah di Kalimantan Tengah.

Adalah Pangeran Adipatih Anta Kusuma yang mendirikan satu-satunya Kerajaan di Kalteng ini, dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pangeran Adipatih merupakan anak ke empat dari Raja Banjar. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.

Sang pangeran pun memutuskan pergi untuk mendirikan kerajaan baru di daerah tengah Kalimantan. Ketika berkelana di hutan bersama dengan prajuritnya, sang Pangeran terkejut saat melihat puluhan pohon beringin besar yang tertata sangat rapih di pedalaman hutan, dan akhirnya menjadi inspirasi nama kesultanannya, yang berasal dari dua kata yaitu kuta (pagar) dan ringin (beringin).

Kesultanan Kutaringin merupakan Kerajaan Islam PERTAMA dan SATU-SATUnya di Kalimantan Tengah. Pada saat kekuasaan Pangeran Ratu Imannudin, raja ke sembilan kesultanan saat itu memutuskan memindahkan kerajaan ke daerah baru, dikarenakan daerah baru tersebut memiliki letak yang jauh strategis dan aman bagi sebuah kerajaan.

Istana Kerajaan baru Kesultanan Kutaringin diberi nama dengan Istana Kuning. Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), dan Pedahiran (ruang makan kerajaan).

Namun naas, pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 masih setia menunggu kembali di isi oleh Ditjen Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di setiap ruangannya.

Notes:
Bila anda hendak mengunjungi Istana Kuning anda diharuskan menggunakan jasa guide Istana yang merupakan kerabat Istana.

Sumber: http://travel.detik.com/aci/read/2011/11/23/221219/1774191/1274/kesultanan-islam-pertama-di-kalimantan-tengah/1
Selengkapnya...

Reaksi: 

Kumelihat Langsung Jenggot Nabi Muhammad, Antara Percaya Gak Percaya

24 Januari 2013 02.08 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Hari ini 23 Januari 2013 awalnya kuterkejut bahwa di sekolah Fetih Koleji Gaziosmanpasa, Istanbul-Turki, tempat kuberada sekarang siang ini akan dibuka peti yang berisi jenggot ASLI Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Melihat Langsung Jenggot Nabi Muhammad
Jelas terkejut, jenggot ini punya Nabi Muhammad, seorang manusia luar biasa yang senantiasa kusebut di tiap hariku, kucintai lebih dari diriku sendiri. Pokoknya speechless banget saat kudiberitahui hal ini. Antara percaya gak percaya deh, akan kulihat langsung yang Nabi agungku ini. Entahlah, itu asli atau tidak tak masalah, yang jelas ini membangkitkan diriku untuk senantiasa mencintai Allah dan Rasulnya.

Lalu tibalah waktunya sebuah peti bermotif cantik ala timur tengah yang berukuran lumayan dibawa dihadapan para guru, murid, dan karyawan lain di sekolah ini, kami sangat penasaran.
Sebuah Kotak Berisi Jenggot Nabi Muhammad

Lalu peti dibuka, berisi berlapis-lapis kain, yang butuh lama untuk membukanya, hingga sebuah kapsul kecil terlihat. Di dalam kapsul itulah jenggot Rasulullah yang dimaksud.
Kapsul Kecil Berisi Jenggot Nabi Muhammad
Lalu semua satu demi satu menciumnya..sambil menyuarakan sholawat..
Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....
Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....
Semua Orang Menciuminya

Penasaran isinya seperti apa? Aku juga...
Inilah Jenggot Nabi Muhammad

Setelah kulihat-lihat ternyata ada sesuatu berbentuk kuning. Gak begitu jelas sih kulihatnya. Kukita jenggot yang dimaksud ini berupa rambut yang berwarna hitam gitu. Eh sepertinya bukan, intinya yang didalam kapsul itulah yang diyakini jenggot nabi Muhammad. Subhanallah.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Di Turki Waktu Sholat Jumat Pelajaran Sekolah Tetap Berlangsung

22 Januari 2013 04.43 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Hal ini membuka mataku akan betapa nikmatnya Tuhan melahirkan aku di bumi Indonesia. Alhamdulillah aku bisa beribadah dengan bebas di Indonesia, tak ada ketakutan dan orang terdekatku juga mengingatkan saat waktu ibadah tiba.

Sebuah Majid di Istanbul - Turki
Jangan berharap itu di bumi Turki, di sini tak ada orang yang mengingatkan untuk beribadah harus dari keinginan dalam diri sendiri. Selain itu tak sebebas di Indonesia, berbagai bentuk aturan menghalangi kebebasan itu. Seperti halnya sholat jumat, di Turki saat waktu sholat jumat tiba, pelajaran sekolah masih berlangsung. Lantas bagaimana? Alhasil mereka tak pergi ke masjid.

Kini berada di sebuah sekolah di Turki, pukul 12 hari jumat seperti biasa di Indonesia, aku pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat. Tapi tidak untuk murid-murid dan beberapa guru disini. Pelajaran masih berlangsung, mereka tak bisa sholat jumat ke masjid. Tapi sekolah ini memiliki guru-guru yang mengetahui agama alias melakukan sholat lima waktu di setiap harinya. Kutak tahu kalau di sekolah lain seperti sekolah negeri, kurasa sikap sekuler negara membuat sebagian mereka lupa akan agama.

Guru-guru yang masih mengajar waktu sholat jumat ini, melakukan sholat jumat bersama di sebuah ruangan di lantai atas gedung bersama beberapa murid-murid. Karena ini negara sekuler, bisa dianggap hal ini sembunyi-sembunyi. Hanya orang tertentu yang mengetahui hal ini. Orang tua murid tak tau hal ini. Murid yang menjalankan sholat lima waktulah yang dengan kesadarannya bersama sholat jumat dengan guru-guru.

Sekali lagi ini negara sekuler. Aku sempat terharu saat mendengarkan cerita salah seorang guru mengenai guru perempuan muslim disini. Kulihat memang sebagian besar guru perempuan di sekolah ini tak mengenakan jilbab hanya dua atau tiga orang yang mengenakan jilbab di sekolah. Namun ternyata mereka di luar hampir sebagian besar mengenakan jilbab. Oke kuulangi, intinya di luar secara normal mereka memakai jilbab tetapi saat di sekolah mereka melepas jilbabnya. Yah begitulah yang terjadi akibat “aturan” di Turki.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Perjalanan Hidupku Bisa Sampai ke Turki (Bagian 1)

04.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Sebelumnya mau berterima kasih dulu sama Tuhan yang telah memberikan nikmat ini yaitu aku bisa sampai ke negeri Konstantinopel, Turki. Alhamdulillah thanks to You, Allah.

Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque), Istanbul - Turki
Di tulisan ini aku mau memflash back tahun lalu khususnya perjalananku hingga ku bisa berada di Turki sekarang. Sungguh tak sedikitpun terlintas dahulu bahwa aku akan ada di Turki. Memang dulu ada sebuah negara yang menjadi impianku saat kuliah. Tapi yah, yang menjadi titik temu adalah doaku saat kusholat bahwa aku ingin bisa ke luar negeri tahun 2012, dan itu kutulis di dinding kamarku. Sukur luar biasa, impian itu telah terwujud. Meski dengan jalan cerita yang tak kuduga, inilah ceritaku..

Di awal tahun 2012 merupakan saat-saat dimana aku menjadi mahasiswa yang sibuk dengan skripsiku. Selain mengerjakan skripsi aku juga memiliki pekerjaan di laboratorium jurusan dan mengajar privat (tentor) untuk pelajaran matematika ke rumah murid. Di suatu hari pada bulan februari tiba-tiba ada informasi mengenai sebuah lowongan dari seorang temanku yaitu lowongan menjadi guru di SMP-SMA SEMESTA. Lalu beberapa pertanyaan kutanyakan kepada temanku itu dan intinya jika aku menjadi guru disitu aku akan bisa ke luar negeri yaitu Turki atau negara lain. Eww..dipikiranku langsung terlintas salah sau impianku bisa ke luar negeri. Dalam hati juga terbisik apakah ini jawaban atas doaku yang kupanjatkan di akhir sholat-sholatku.

Sempat aku berfikir, pantaskah aku setelah lulus menjadi guru, yaitu guru Matematika. Sejujurnya jati diri jurusanku adalah Statistik, walau sama-sama berhubungan dengan angka kini statistik tidaklah sama dengan matematik. Setelah kupertimbangkan dan konsultasi dengan beberapa temanku tak ada salahnya mencoba. Mereka bilang aku punya kemampuan mengajar. Lagipula dalam hal matematika aku punya kemampuan karena dulu aku sempat punya pengalaman kompetisi olimpiade matematika tingkat provinsi. Kupertimbangkan ini tak hanya sekali, benar-benar kupikirkan. Akhirnya di hari pengumpulan berkas kuputuskan untuk datang ke Semesta.

Sebelumnya aku mau cerita apa itu sekolah semesta? Jujur dulu kala aku jarang mendengar nama sekolah ini. Pernah sekali, salah satu temanku dulu waktu aku kecil melanjutkan sekolahnya ke Semarang yaitu disini. Selain itu, hanya nama harum Semesta yang terdengar dari beberapa temanku. Karena Semesta adalah sekolah bagus dalam arti di dalamnya anak-anak orang berada banyak duit dan punya jabatan. Juga dalam beberapa kesempatan Semesta menjuarai olimpiade, bisa dibilang sekolah olimpiade. Itulah hasil pencarian informasiku mengenai Semesta. Di waktu itu kutahu juga bahwa ini adalah Sekolah Indonesia-Turki. Di kemudian akhirnya kutahu bahwa sekolah semacam ini ada beberapa di Indonesia.

Memang tak bisa kusanggah bahwa aku mengambil keputusan ini salah satu alasannya adalah agar bisa meraih impianku bisa ke luar negeri. Aku bukanlah dari keluarga yang berada. Keluargaku adalah keluarga yang sederhana, bisa dibilang dulu kalau orangtuaku tak kuyakinkan aku hampir tidak kuliah. Dan alhamdulillah beberapa belakangan aku tak membebani mereka. Dari salah satu kota kecil di Kalimantan, benar-benar tak bisa terbayang cara supaya bisa ke luar negeri. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa.

Aku tahu kunci utama untuk ke luar negeri adalah bahasa inggris. Saat itu bahasa inggrisku benarbenar payah. Sejak sekolah sampai kuliahpun bahasa inggris menjadi sesuatu yang sulit bagiku. Awalnya aku tak tahu bahwa tahun ini juga aku akan dikirim ke luar negeri. Jadi pikirku aku akan bekerja di sekolah ini yang kudengar bahwa mengajarnya menggunakan bahasa inggris. Artinya jika aku menjadi guru disini secara otomatis maka kemampuan bahasa inggrisku akan bertambah. Ini pula salah satu alasanku mengambil keputusan ini.

Duh kok malah banyak curhatnya... ^^
Okay kulanjutkan cerita selanjutnya nanti..

Selengkapnya...

Reaksi: 

Menikmati Kebab di Negara Asalnya Turki

16 Januari 2013 01.42 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Makan KEBAB ASLI bersama teman-teman PPL PASIAD

Di Indonesia bisa jadi kita sering mendengar atau melihat outlet Kebab Turki di jalan. Betul kebab memang berasal dari Turki. Jadi kalau teman-teman pergi ke Turki jangan sampai lupa untuk mencicipi kebab dan rasakan bedanya. Paling tidak untuk mengetahui bagamana rasa kebab di negara asalnya ini. Kali ini saya sedang berada di kota terbesar di Turki dan salah satu yang tersohor di dunia yaitu Istanbul. Saya ingin berbagi cerita pengalamanku mencicipi kebab “asli” ini.
 
Sebelumnya saya mau memberikan sedikit info yang teman-teman mungkin belum tahu yaitu mengenai cara baca kata kebab. Coba deh kawan ucapkan kata “kebab” kemungkinan besar teman-teman mengucapkannya dengan huruf e yang dibaca seperti bunyi e dalam kata “besar”. Oke tak masalah karena mayoritas orang Indonesia lebih mudah mengucapkannya seperti itu. Tapi tahukah anda aslinya bunyi kata kebab tidak seperti itu, yaitu diucapkan dengan huruf e seperti bunyi e dalam kata “beda”. Kalau bagi orang batak saya rasa mudah untuk mengucapkannya.

Di Istanbul mudah sekali menemukan rumah makan yang di dalamnya menjual kebab. Tapi sayang tidak ada kata Kebab ditulis di depan rumah makan. Yang ada hanya nama makanan berbahan dasar roti lainnya seperti Doner. Doner adalah roti besar yang diiris di tengahnya diisi dengan salat dan daging. Sedangkan kebab menggunakan jenis roti lain. Kebab disini adalah nama dari daging yang diasap di perapian. Daging kebab ini dimasukkan ke dalam roti gulung bersama dengan beberapa sayuran salat.

Yang menjadi titik perbedaan di Turki dan Indonesia adalah sausnya. Di Indonesia mudah ditemui saus pedas sedangkan disini tidak ada saus pedas yang ada hanya kecap saus manis dan mayones. Kalau bagi saya yang sebenarnya bukan pecinta pedas saya belum puas akan rasa kebab ini. Sungguh tak ada rasa karena tak ada bumbu-bumbu yang diramu di dalam kebab ini. Maklum karena makanan orang-orang Turki minim sekali bumbunya tidak seperti di Indonesia yang sangat kaya akan jenis bumbu-bumbuan rempah-rempah. Selain itu orang Turki juga tak menyukai pedas. Jadi hampir tak bisa kita temui makanan pedas di Turki. Jikapun ada makanan yang dianggap orang Turki itu pedas, bagi kita sama sekali itu tak ada rasa pedas. :D

Selengkapnya...

Reaksi: 

Kalau Masuk Masjid di Turki Jangan Lupa Memakai Kaos Kaki, Kenapa?

10 Januari 2013 02.19 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Suasana Sholat Jumat di Sebuah Masjid

Di Indonesia, kalau masuk masjid pakai kaos kaki terasa aneh gitu, karena tidak biasa lagipula terasa kurang sopan karena bisa jadi kaos kaki bau :P Nah beda dengan di Indonesia, di Turki malah sebaliknya. Kalau masuk masjid kudu pakai kaos kaki. Kalau masuk tidak pakai kaos kaki malah dipandang buruk alias jorok. Sejauh yang kulihat memang semua orang disini kalau masuk masjid kaos kakinya masih dipakai.

Sebenarnya secara umum orang-orang Turki setiap harinya memakai kaos kaki. Meski berada di dalam rumah atau ruangan kaos kaki tetap dipasang. Kecuali jika kaos kaki bau, maka dilepas tuh kaos kaki sadar sendiri. Di Turki rumah, gedung, yang berupa ruangan biasanya di atas lantai berupa karpet. Jadi memang cocok menggunakan kaos kaki.

Untungnya aku mempunyai persediaan banyak kaos kaki dari Indonesia, : D

Selengkapnya...

Reaksi: 

Belajar Kata-Kata Sederhana Bahasa Turki : Huruf, Subjek, Salam, Angka, dan Kata Tanya

02.17 By Arsyil Statistikawan 5 Komentar

Bahasa Turki itu gampang-gampang susah dibandingkan bahasa asing lain misal Inggris. Gampang karena dalam bahasa Turki setiap kata dibaca dengan konsisten seperti dalam bahasa Indonesia misal A selalu dibaca A tidak seperti bahasa Inggris misal huruf A terkadang dibaca bisa A atau E dan sebagainya. Susah karena bahasa Turki bahasa yang jarang kita dengar tidak seperti bahasa Inggris sering sekali kita mendengarnya.

Oke langsung saja, saya mau berbagi sedikit ilmu mengenai bahasa Turki yang beberapa bulan ini sedang saya pelajari. Pertama yuk kita mengenal Huruf-huruf dalam bahasa Turki. Terdapat sebanyak 29 huruf terdiri atas 8 huruf vokal dan 21 huruf konsonan yaitu:
A = nama huruf: Aa dalam kata dibaca A seperti dalam bahasa Indonesia
B = nama huruf: Be dalam kata dibaca B seperti dalam bahasa Indonesia
C = nama huruf: Je dalam kata dibaca bukan C tapi J dalam bahasa Indonesia (misal Jeruk)
Ç = nama huruf: Ce dalam kata dibaca C dalam bahasa Indonesia (misal Cinta)
D = nama huruf: De dalam kata dibaca D seperti dalam bahasa Indonesia
E = nama huruf: Ee (bunyi e dalam Era) dalam kata dibaca E seperti dalam kata: Era, Bebek, Desa
F = nama huruf: Fe dalam kata dibaca F seperti dalam bahasa Indonesia
G = nama huruf: Ge dalam kata dibaca G seperti dalam bahasa Indonesia
Ğ = nama huruf: “Yumuşak Ge” dalam kata tidak dibaca alias tidak ada suara
H = nama huruf: He dalam kata dibaca H seperti dalam bahasa Indonesia
I = nama huruf: Ee (bunyi e dalam Elang) dalam kata dibaca E seperti dalam kata: Elang, Besar, Kera
İ = nama huruf: İi dalam kata dibaca İ seperti dalam bahasa Indonesia
J = nama huruf: Je (dibaca: she) dalam kata dibaca seperti S dalam kata: setan, sedan
K = nama huruf: Ke dalam kata dibaca K seperti dalam bahasa Indonesia
L = nama huruf: Le dalam kata dibaca L seperti dalam bahasa Indonesia
M = nama huruf: Me dalam kata dibaca M seperti dalam bahasa Indonesia
N = nama huruf: Ne dalam kata dibaca N seperti dalam bahasa Indonesia
O = nama huruf: Oo dalam kata dibaca O seperti dalam bahasa Indonesia
Ö = nama huruf: Öö dalam kata dibaca seperti O tipis dengan menggunakan mulut bagian depan
P = nama huruf: Pe dalam kata dibaca P seperti dalam bahasa Indonesia
R = nama huruf: Re dalam kata dibaca R seperti dalam bahasa Indonesia
S = nama huruf: Se dalam kata dibaca S seperti dalam bahasa Indonesia
Ş = nama huruf: Şe dalam kata dibaca S tebal seperti kata: Syair, Syaitan
T = nama huruf: Te dalam kata dibaca T seperti dalam bahasa Indonesia
U = nama huruf: Uu dalam kata dibaca U seperti dalam bahasa Indonesia
Ü = nama huruf: Üü dalam kata dibaca seperti U tipis dengan menggunakan mulut bagian depan
V = nama huruf: Ve (dibaca: we) dalam kata dibaca W dalam bahasa Indonesia
Y = nama huruf: Ye dalam kata dibaca Y seperti dalam bahasa Indonesia
Z = nama huruf: Ze dalam kata dibaca Z seperti dalam bahasa Indonesia tapi agak terdengar S

Itulah dia huruf-huruf dalam bahasa Turki. Gimana, paham kagak ? Ya kuanggap paham ya biar ke pelajaran selanjutnya. Kalau masih belum paham silakan cari referensi berupa video di Youtube. Jadi kalau lihat dan dengar kan bisa langsung tahu cara baca tiap-tiap huruf itu. Sekarang saya mau mengenalkan subjek dalam bahasa Turki. Ada sebanyak 6 subjek utama yaitu:
BEN = artinya SAYA; kalau ini jelas pasti sering dipakai subjek pertama tunggal tak ada masalah.
SEN = artinya KAMU; ini adalah subjek kedua tunggal tapi gunakan hanya kepada yang lebih muda dan orang yang lebih tua tapi sudah kenal dengan kita
O = artinya DIA; ini adalah subjek ketiga tunggal tapi tidak sering dipakai, karena sering diganti dengan kata pengganti misal Adam (Pria itu), Cocuk (anak itu), Bayan (perempuan itu), dsb.
BİZ = artinya KITA atau KAMI; ini juga jelas tak ada masalah penunjuk orang pertama jamak.
SİZ = artinya KALIAN/ANDA; selain bermakna orang kedua jamak juga gunakan kata ini untuk orang yang baru dikenal dan orang yang memiliki kedudukan terhormat sebagai bentuk penghormatan.
ONLAR = artinya MEREKA; ini adalah subjek ketiga jamak tidak begitu sering dipakai seperti halnya O biasanya sudah ditambahkan imbuhan –Lar/-Ler misal Adamlar (Pria-pria itu), Cocuklar (anak-anak itu), Bayanlar (perempuan-perempuan itu), dsb.

Sudah mengenal subjek sekarang mengenal salam sederhana dalam bahasa Turki:
Apa Kabar = NASILSIN atau NASILSINIZ (baru dikenal atau kepada orang yg dihormati) ini nih yang paling sering dipakai.
Selamat Pagi = GUNAYDIN [ingat “ı” (i tanpa titik) dibaca E seperti dalam kata Elang], gunakan salam ini saat pagi hari sampai menjelang siang tak ada masalah.
Selamat Siang = (tidak ada), biasa waktu siang digunakan İYİ GÜNLER (iyi= selamat, gün=hari, -ler=jamak) tapi tidak sering, atau sapaan lain.
Selamat Sore/Malam = İYİ AKŞAMLAR, digunakan saat matahari mulai lengser (setelah ashar) sampai malam sebelum tengah malam dalam arti di waktu masih melakukan aktifitas.
Selamat “Tengah Malam” = İYİ GECELER, digunakan saat sudah larut malam tak ada seperti mau tidur atau tengah malam, kalau yag ini jarang dipakai.

Intinya salam yang sering dipakai adalah NASILSIN, GUNAYDIN dan İYİ AKŞAMLAR. Untuk menanyakan kabar NASILSIN itu sangat sering, meskipun dalam sehari berkali-kali ketemu, pokoknya menanyakan kabar terus. Nah kalau GUNAYDIN biasanya pagi hari saat di awal bertemu di pagi itu. Sedangkan İYİ AKŞAMLAR biasanya waktu mau berpisah/pergi.

Duh capek juga nih bikin tulisan ini....dah hampir sejam lebih menulis ini.. okelah gpp tetap semangat kulanjutkan! Tapi buat pelajaran selanjutnya angka gak pakai kukasih keterangan ya...:D menurutku gak ada masalah.
1 = BİR
2 = İKİ
3 = ÜÇ
4 = DÖRT
5 = BEŞ
6 = ALTI
7 = YEDİ
8 = SEKİZ
9 = DOKUZ
10 = ON
11 = ON BİR
12 = ON İKİ
...
19 = ON DOKUZ
20 = YİRMİ
21 = YİRMİ BİR
22 = YİRMİ İKİ
...
29 = YİRMİ DOKUZ
30 = OTUZ
35 = OTUZ BEŞ
40 = KIRK
50 = ELLİ
60 = ALTMIŞ
70 = YETMİŞ
80 = SEKSEN
90 = DOKSAN
100 = YÜZ
148 = YÜZ KIRK SEKİZ
900 = DOKUZ YÜZ
1.000 = BİN
2.674 = İKİ BİN ALTI YÜZ YETMİŞ DÖRT
10.000 = ON BİN
530.850 = BEŞ YÜZ OTUZ BİN SEKİZ YÜZ ELLİ
1 Juta = BİR MİLLİON
1 Milliar = BİR MİLLİAR

Oke yang terakhir adalah kata tanya sebagai berikut:
Apa = Ne?
Dimana = Nerede?
Kemana = Nereye?
Kapan = Ne Zaman?
Siapa = Kim
Kenapa = Niye?
Mengapa = Neden / Niçin ?
Bagaimana = Nasıl?
Yang Mana = Hangi?


Selengkapnya...

Reaksi: 

Di Turki Apa Saja Permainan Salju Yang Biasa Dimainkan?

09 Januari 2013 03.08 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Hoooreee!!!
Itulah kata yang aku sorakkan kalau salju turun dari langit Istanbul. Selain itu dalam bahasa Turki "Kar Cok Güzel! Cok Seviyorum" artinya salju itu cantik sekali! Aku sangat suka. Iya lah di Indonesia kan kagak ada salju gitu, i love it!. Disini adalah pertama kali kumelihat salju. Lagipula kalau salju dah turun tuh maka "tatil" alias libur. Anak-anak sekolah pada suka deh kalau udah denger libur. Nah kalau dah libur karena turun salju mereka di depan rumah biasanya suka main-main salju gitu dengan teman atau keluarganya. Apakah permainan salju yang sering dilakukan di waktu salju turun? Secara garis besar menurut aku ada tiga cara memainkan salju disini yaitu Kartopu, Kardan Adam, dan Meluncur (gak tau namanya).

Anak-Anak di Turki lagi bermain seluncuran di atas salju
Perang Bola Salju (Kartopu)


1. Kartopu
Secara bahasa Kartopu adalah Bola Salju / Snowball (Kar=salju, Top=bola). Betul ini permainan paling gampang dilakukan. Tinggal ambil tuh salju dari jalan lalu bentuk menjadi sebuah bola dengan menggunakan tangan. Lalu tinggal lemparkan deh ke orag lain. Maka jadilah perang bola salju..... he he. Ini sangat seru banget. Aku pernah dibantai sama anak-anak belasan orang. Badanku dilempari sama Kartopu ini. Hadeuhhh..kalah gua 1 lawan belasan anak.

2. Kardan Adam
Secara bahasa Kardan Adam adalah boneka salju / snowman (Kar=salju, dan=dari, Adam=laki2). Kalau yang ini belum kulakuakan. Tapi mungkin nanti mau kubuat deh.. Tapi di alan-jalan sering aku melihat anak-anak atau malah orang dewasa saat salju turun mereka membuat boneka salju.

3. Meluncur di Atas salju
Ini nih permainan yang paling unik tapi beresiko lho. Permainannya begini cari jalan berupa turunan tanjakan. Nah bersiap-siap dari atas lalu dengan menggunakan kantong plastik duduk di atas plastik itu meluncurdeh kita ke bawah.. hoooooo...kalau yang belum kucoba, perlu keberanian! (heh anak2 aja kagak takut syil!) : D

Selengkapnya...

Reaksi: 

Siapakah Mustafa Kemal Ataturk, Bapak Republik Turki?

03 Januari 2013 02.51 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar


Hmm.. bapak republik turki itu panggilan kehormatan buat mustafa karena ialah yang telah mendirikan Republik Turki. Wah pertama kali dengar cerita ini aku agak gimana gitu. Terkesan berlebihan sebab bagimanapun semua terjadi karena Allah. Dan juga dalam pandanganku ia lebih tepatnya disebut bapak sekularisme Turki. Jujur aku agak kurang menyukainya dari cerita yang kudengar. Ialah yang mengubah Turki dari Islamis menajdi sekularis, contohnya melarang jilbab digunakan di Turki. Sungguh luar biasa ironis. TT



Suatu sore pada hari Jumat aku sengaja ikut upacara yang dilakukan oleh siswa dan guru (seperti upacara senin di sekolah Indonesia). Selain ada bendera Turki, disitu juga ada patung Ataturk. Melantunkan lagu kebangsaan saat bendera dikibarkan sambil menghadap patung ataturk itu. Kurasa semua sekolah di Turki sama seperti ini. Sebelumnya saat ku berkunjung ke beberapa sekolah lain, juga disana ada patung Ataturk.

Pokoknya Ataturk ini ada dimana-mana deh. Di sekolah2, baik di luar atau di dalam kelas ada patung atau setidaknya gambar wajah Ataturk. Juga di beberapa pusat wilayah (tengah kota/distrik) terdapat patung Ataturk.

Aku bukannya mau memprovokasi. Tapi kurasa secara Islam Turki perlu dibenahkan. Dengan warga 99 persen muslim tetapi lumayan banyak juga yang gak menjalankan sholat. Serta ada juga yang secara terang men de-islamisasi Islam padahal ia beragama Islam. Semoga semua kembali baik sesuai perintah Tuhan.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi