Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Apa Arti Angka Taraf/Tingkat Signifikansi 1%, 5%, atau 10% dalam Statistika

23 Februari 2013 22.55 By Arsyil Statistikawan 9 Komentar

Ilustrasi
Saya buka lagi mahasiswa nih sekarang. Tapi alhamdulillah masih ada paling tidak ilmu kuliah yang dasar di kepala saya. Nah salah satunya angka taraf signifikansi. Dalam statistika, wajib deh ada angka taraf/tingkat signifikansi untuk pengujian. Angka ini biasanya berupa 1%, 5%, atau 10%. Kalau arsyil biasanya pakai 5%. Nah karena ada teman yang bertanya tentang ini, kali ini saya mau menjelaskan.

Dulu waktu kuliah ada sih pengertian angka ini, pengertian dengan bahasa statistika. Tapi sekarang aku lupa pengertian persisnya gimana. Kira-kira begini pengertiannya. Angka taraf signifikansi ini adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tingkat kepercayaan penelitian kita alias angka batas hasil nilai uji kita diperbolehkan seberapa besar. Dalam pengujian, angka ini menentukan apakah pengujian kita diterima atau tidak.

Gimana ngerti gak? Kalau begitu saya mau menganalogikan sebuah kelas aja deh semoga ngerti:
Ada seorang guru dan murid-murid di kelas. Lalu guru mengadakan ujian dengan ketentuan yang memperoleh nilai sama dengan atau di atas 6 lulus dan yang dibawah 6 tidak lulus. Kemudian guru ini berkata kepa murid-murid, "Jika sebanyak 5% atau kurang di antara kalian yang tidak lulus maka kita akan jalan-jalan ke Kalimantan, tetapi kalau yang tidak lulus lebih dari 5% maka kita tidak jalan-jalan ke Kalimantan." Begitulah analoginya menurut saya. Artinya misalnya di kelas tersebut yang tidak lulus hanya 3% maka mereka akan ke Kalimantan (karena kurang dari 5%. Tetapi jika misalnya yang tidak lulus sebanyak 8% (lebih dari 5%) maka mereka tidak jadi ke Kalimantan. Berbeda halnya jika guru tersebut menggunakan angka 10% artinya walau sebanyak 8% yang tidak lulus maka mereka akan tetap ke Kalimantan. Dengan kata lain semakin besar angka tersebut maka semakin besar peluang untuk pergi ke Kalimantan. Namun perlu dipahami bahwa semakin banyak yang tidak lulus maka semakin tidak baik kelas tersebut, makin sedikit yang tidak lulus semakin baik kelas tersebut.

Begitu juga angka taraf signifikasi, semakin kecil angka taraf signifikansi maka semakin baik untuk penelitian, tetapi semakin kecil peluang untuk menerima pengujian. Yang jelas besar angka signifikansi ini ditentukan oleh peneliti. Biasanya digunakan angka 5%. Namun untuk bidang kesehatan (karena menyangkut nyawa manusia) digunakan angka 1%. Tidak pula menutup kemungkinan angka lain misalnya 10%. Tetapi semakin besar angka ini semakin kecil tingkat kepercayaannya. Jika digunakan 1% maka tingkat kepercayaan 99%. Jika 5% tingkat kepercayaan 95%. Jika digunakan 10% maka tingkat kepercayaan 90%.

Begitulah penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti. Penjelasan saya memang agak panjang, itulah dengan harapan bisa dimengerti. Kalau tetap tidak mengerti silakan tanyakan hubungi saya, atau lewat komentar ini.
Selengkapnya...

Reaksi: 

Cerita Pengalaman Pertamaku Bermain Ski di Turki

10 Februari 2013 19.19 By Arsyil Statistikawan 5 Komentar


Hampir semua orang Indonesia penasaran dengan salju. Tentu saja, di Indonesia tidak pernah turun salju kecuali di puncak gunung Jayawijaya Papua. Pastinya hampir setiap orang Indonesia pengin bisa melihat salju, atau malah bermain ski. Aku pun dulu hanya bisa bermimpi dan mengetahui ski dari layar televisi, alias belum pernah terbayang suatu hari bisa bermain ski. Alhamdulillah di Turki ini, aku berkesempatan untuk bermain ski. Jujur, pengalaman pertama yang luar biasa seru. Aku mau cerita, jangan pada ngiri ya... :)

Sebelumnya aku mau berterima kasih sama Allah, alhamdulillah aku punya kesempatan untuk ke Turki dan bermain ski. Kalau mau kubilang, biarpun di Turki setiap tahun turun salju, tapi orang-orang Turki berlum tentu semuanya sudah pernah bermain ski. Beberapa menjawab karena alasan biaya. Makanya aku sekali lagi bersyukur atas ini.

Hari itu bersama guru-guru Fetih Koleji aku berangkat ke Kartepe naik sebuah bis. Kartepe adalah sebuah daerah resort untuk bermain ski, bayangkan saja sebuah gunung yang di atasnya salju. Untuk kesana dari Istanbul tidak terlalu jauh, dibanding ke Uludag (tempat main ski termashur di Turki) harus ke Bursa dulu. Kartepe tak jauh mungkin sekitar 2 jam saja dari Istanbul.


Sebelum ke resort bermain ski, kami mampir ke sebuah toko yang menjual dan menyewakan alat-alat bermain ski. Disini bagi yang mau bermain ski menyewa alat ski, termasuk aku, biayanya adalah 20 Lira (sekitar Rp100.000).


Kemudian kami menuju ke sebuah rumah makan, untuk sarapan. Aku sarapan banyak nih, karena sampai sore nanti enggak makan. Dimana-mana orang Turki sarapannya sama, makan roti pakai keju, cokelat, tomat, timun, telur, ada madu juga dan pastinya tak lupa minum teh. Kali ini lumayan nih sarapannya, enak.


Oke menuju ke lokasi. Di sana setelah turun bis kami langsung pada memakai peralatan ski. Waduh, super sulit banget memakainya. Tapi tetap semangat. Beuh, berat banget yakin sepatu skinya. Bikin keram kaki..


Permainan skinya seru banget. Pertama aku bingung nih alat-alatnya gimana pakainya. Gak ada yang ngajarin aku. Jadinya aku belajar sendiri melihat dulu orang main ski. Alhamdulillah dalam beberapa menit aku dah mulai ngerti saatnya mempraktekkan langsung. Awalnya berkali-kali jatuh, sulit banget. Bahkan sampai nabrak orang di depan. Untungnya orang Turki baik, kalau ku nabrak katanya “onemli degil”, artinya: gak apa-apa.


Yang paling berkesan waktu aku menaiki puncak tertinggi gunung dengan semacam kereta gantung. Di atas sana aku memberanikan diri untuk berselancar. Mengguling-guling, mengguling-guling, begitulah aku belajar. Karena menurut aku kalau aku bisa melakukan hal sulit berarti aku bisa melakukan hal yang mudah. Dalam pikiranku kutanam, “I CAN DO IT”. Sip benar setelah sejam lebih aku menaklukkan puncak itu, di bawah sudah terasa mudah bermain skinya. Sebenarnya aku kesel tuh sama puncak itu ngeriii. Eh tapi malah aku ketagihan, jadi aku ke puncka itu sebanyak dua kali. Menyusurinya yang kedua kali ini alhamdulillah dah terasa agak mudah.


Itulah pengalamanku bermain ski pertama kali. Ohya biasa memasuki area resort ski adalah 40 TL (sekitar Rp200.000). Menurutku gak mahal untuk pengalaman luar biasa ini. Bagi kalian kalau ke luar ngeri ke negara yang ada saljunya benar deh kusarankan buat jangan lupa main ski. Karena dengan bermain ski selain gak ada di Indonesia, juga melatih mental kita untuk menghadapi hal yang sulit.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Cara Mengetahui Bagaimana Jalur / Nomor Bis (Otobus) Transportasi Istanbul

19.16 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


Salah satu transportasi yang penting di Istanbul adalah dengan bis yaitu Otobus. Otobus Istanbul sepertinya menjangkau hampir semua daerah di Istanbul. Jadi mau ke sebuah tempat di Istanbul kalau ada durak (halte/perberhentian otobus) pasti bisa dijangkau. Yang penting kita tahu nomor otobus yang melewati durak ituh. Sebab kalau tidak, misal kita naik otobus dengan nomor yang salah bisa-bisa kita nyasar tak tahu kemana. Nah gimana tuh cara tahu nomor otobusnya, tanya saja sama orang lokal. Tapi kan kita belum lancar bahasa Turki.. Oke deh kukasih tahu caranya, bisa dilihat di situs IETT.

Aku salut deh sama trasnportasi Istanbul, rapi banget dan sistem informasi melalui websitenya juga bagus. Jalur yang dilalui otobus-otobus sesuai informasi yang ada di websitenya. IETT, kepanjangannya aku lupa, intinya ini yang punya otobus-otobus bertuliskan IETT, katakanlah ini yang punya pemerintah daerah Istanbul. Di situsnya iett.gov.tr lengkap informasi jalur-jalur otobus. Oke begini caranya:

Misal saya mau pergi dari sekolah tempatku (Fetih Koleji Gaziosmanpasa) ke Eminonu. Di dekat sini nama duraknya (halte otobus) adalah Spor Tesisi.
1. Buka situs http://iett.gov.tr (bahasa turki) atau http://iett.gov.tr/en/ (bahasa inggris) sebaiknya yang berbahasa inggris saja supaya kita paham.
2. Di sisi kiri halaman, klik “Oraya nasıl giderim” atau “How do i get there” akan muncul peta dari Istanbul.
3. Dari kotak isian “Search Bus Stop” isikan nama durak kita. Untuk contoh saya ini adalah “spor tesisi”. Akan muncul durak-durak yang memiliki nama spor tesisi. Karena durak saya ini berada di Gaziosmanpasa maka saya pilih “SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa)”


4. Klik ikon kaca pembesar yang artinya “lines passing this bus stop”
5. Oke maka keluar daftar otobus-otobus yang melewati durak SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa). Karena saya mau ke eminonu maka otobus yang saya naiki bernomor 399C.


Itulah cara dari satu durak ke durak lainnya. Nah kalau mau ke daerah yang lumayan jauh dari tempat kita, misal bisa 2 atau 3 kali naik otobus karena saking jauhnya. Maka perlu dipelajari baik-baik situs ini. Artinya menggunakan situs ini kita harus tahu dengan otobus pertama kita akan turun di durak mana supaya otobus kedua turun di durak itu, dengan otobus kedua ini kita akan turun di durak mana yang otobus ketiga melewati durak itu, dan seterusnya, hingga kita berhenti di durak yang menjadi tujuan kita. Bingung ya? Ha ha aku juga bingung jelasinnya gimana. Pokoknya jalur otobus semua ada di situs itu. Selamat mencoba.


Selengkapnya...

Reaksi: 

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah dan Termahal di Dunia (Survey 2013)

06 Februari 2013 15.23 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Bagi yang suka travel, atau yang mau studi, menurut saya perlu diperhatikan juga bagaimana biaya hidup negara yang akan kita tuju. Buan lantas menyudutkan negara yang berbiaya hidup mahal, tapi sebagai saran saja. Karena kalau kita berkunjung ke negara berbiaya hidup mahal akalan kempes deh kantong. Berbeda kalau ke negara yang berbiaya hidup murah, dengan jumlah uang yang sama bisa dapat membeli banyak barang. Simpelnya gini, misal punya duit Rp 5000-10000 di Semarang bisa makan kenyang, kalau di Jakarta mah susah, paling gak 10.000-20000. Itu di Indonesia... kalau data yang dirilis ini adalah 10 negara di Dunia dengan biaya hidup termurah dan termahal.

Economist Intelligence Unit (EIU) kembali melansir daftar kota-kota termahal di dunia pada awal 2013. Dalam laporan Worldwide Cost of Living 2013, sebagai berikut:

10 kota termurah di dunia:
=1. Karachi, Pakistan
=1. Mumbai, India
3. New Delhi, India
4. Kathmandu, Nepal
=5. Algiers, Algeria
=5. Bucharest, Romania
7. Colombo, Sri Lanka
8. Panama City, Panama
9. Jeddah, Saudi Arabia
10. Teheran, Iran

Berikut 10 kota termahal di dunia:
1. Tokyo, Jepang (naik 1 peringkat)
2. Osaka, Jepang (+1)
3. Sydney, Australia (+4)
=4. Oslo, Norwegia (+1)
=4. Melbourne, Australia (+4)
6. Singapura (+3)
7. Zurich, Switzerland (-6)
8. Paris, Prancis (-2)
9. Caracas, Venezuela (+25)
10. Geneva, Switzerland (-7)

Sumber: http://us.bisnis.news.viva.co.id/news/read/387949-10-kota-berbiaya-hidup-termahal-di-dunia
Selengkapnya...

Reaksi: 

Kelebihan Pangkalan Bun, Kota Cocok Menjadi Ibukota Indonesia

03.08 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Diriku memang tidak sedang berada di Pangkalan Bun, malah sedang jauh dari Indonesia, tapi tak pula membuatku lupa dengan Indonesia tak membuatku lupa dengan kotaku tercinta, Pangkalan Bun. Kota kecil di Kalimantan Tengah ini tak banyak yang tau memang. Tapi ini adalah kota dimana keluargaku berada. Kota tempat aku dibesarkan. Jelas aja aku kangen, karena ibu, bapak, adik-adik aku di sana. Namun, selain itu aku juga mengangeni kecantikan koat Pangkalan Bun. Beberapa tahun belakangan ini aku hidup di kota-kota besar. Kangen juga dengan suasana kota kecil seperti Pangkalan Bun yang damai, tenteram, tak semrawut, tak ada macet, jauh dari keramaian, nyaman lah.


Oke langsung masuk ke tujuanku menulis judul tulisanku bahwa Pangkalan Bun cocok menjadi Ibukota Indonesia. Aku serius menurut pandanganku Pangkalan Bun cocok. Akhir-akhir ini sering muncul berita mengenai perpindahan ibukota. Malah muncul cerita lama bahwa Palangkaraya pernah Pak Soekarno ingin jadikan Ibukota negara Indonesia. Betul Palangka Raya berada di Kalimantan Tengah begitu pula Pangkalan Bun. Nah menurutku Pangkalan Bun lebih cocok daripada Palangkaraya.

Pertama, Pangkalan Bun berada dekat dengan laut. Sedangkan Palangka Raya berada di Tengah daratan (tengah Kalimantan). Sehingga dari dan ke Pangkalan Bun mudah sekali dilakukan menggunakan laut. Juga menggunakan udara mudah, karena telah memiliki Bandara Udara. Pangkalan Bun dekat dengan laut tetapi tidak benar-benar di samping laut. Ada kota pelabuhannya yang berada di samping laut yaitu Kumai sekitar setengah jam dari Pangkalan Bun. Artinya bahaya air laut tak sampai ke Pangkalan Bun.

Kedua, Pangkalan Bun posisinya strategis berada di tengah negara Indonesia. Silakan lihat gambar peta yang sudah saya upload di tulisan ini. Pangkalan Bun mudah sekali untuk menjangkau empat pulau besar secara langsung yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, juga Bali. Untuk ke pulau lainnya misal Maluku dan Papua, saya rasa Pangkalan Bun lebih menjangkaunya daripada letak Jakarta.

Ketiga, Pangkalan Bun belum menjadi kota besar. Pangkalan Bun adalah kota bukan desa. Memang Pangkalan Bun bukan kota besar tapi itulah yang menjadi nilai plus jika menjadi Ibukota Indonesia. Artinya Pangkalan Bun mudah untuk direncanakan dan dibangun. Sebab kalau kta besar sudah memiliki kondisi yang semrawut maka akan susah untuk membentuknya menjadi Ibukota.

Keempat, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya memiliki berbagai macam tujuan wisata alam, mulai dari Taman Nasional, banyak pantai, pulau, dan lainnya. Sehingga biasanya yang menjadi daya tarik orang luar untuk datang adalah wisata, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya sudah memiliki itu.

Oleh : Arsyil Hendra Saputra

Selengkapnya...

Reaksi: 

Sejarah Istana Kuning Kerajaan Kutaringin Pangkalan Bun

02.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Berada di kota kecil Pangkalan Bun belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Istana Kuning, sebuah situs peninggalan bersejarah di Kalimantan Tengah.

Adalah Pangeran Adipatih Anta Kusuma yang mendirikan satu-satunya Kerajaan di Kalteng ini, dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pangeran Adipatih merupakan anak ke empat dari Raja Banjar. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.

Sang pangeran pun memutuskan pergi untuk mendirikan kerajaan baru di daerah tengah Kalimantan. Ketika berkelana di hutan bersama dengan prajuritnya, sang Pangeran terkejut saat melihat puluhan pohon beringin besar yang tertata sangat rapih di pedalaman hutan, dan akhirnya menjadi inspirasi nama kesultanannya, yang berasal dari dua kata yaitu kuta (pagar) dan ringin (beringin).

Kesultanan Kutaringin merupakan Kerajaan Islam PERTAMA dan SATU-SATUnya di Kalimantan Tengah. Pada saat kekuasaan Pangeran Ratu Imannudin, raja ke sembilan kesultanan saat itu memutuskan memindahkan kerajaan ke daerah baru, dikarenakan daerah baru tersebut memiliki letak yang jauh strategis dan aman bagi sebuah kerajaan.

Istana Kerajaan baru Kesultanan Kutaringin diberi nama dengan Istana Kuning. Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), dan Pedahiran (ruang makan kerajaan).

Namun naas, pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 masih setia menunggu kembali di isi oleh Ditjen Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di setiap ruangannya.

Notes:
Bila anda hendak mengunjungi Istana Kuning anda diharuskan menggunakan jasa guide Istana yang merupakan kerabat Istana.

Sumber: http://travel.detik.com/aci/read/2011/11/23/221219/1774191/1274/kesultanan-islam-pertama-di-kalimantan-tengah/1
Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi