Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Oleh-Oleh Pangkalan Bun, ya Aksesoris dari Batu Kecubung

27 Januari 2014 10.52 By Arsyil Statistikawan 7 Komentar


Sedang mencari oleh-oleh dari Pangkalan Bun? Kini tak perlu bingung, karena jalan-jalan kota Pangkalan Bun telah ada banyak toko souvenir yang menjual berbagai kerajinan yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Pangkalan Bun. Yang paling terkenal adalah oleh-oleh aksesoris dari Batu Kecubung. Batu kecubung adalah batu yang unik dan cantik. Di pulau Jawa jarang ditemukan batu seperti ini membuatnya identik dengan Kalimantan.


Di jalan Pangeran Antasari ada beberapa toko souvenir yang sudah terkenal menjual aksesoris batu kecubung ini. Sayang, antar toko tidak ada variasi produk alias akan dijumpai produk aksesoris yang mirip antar toko tersebut, harganya juga tak berbeda jauh. Kalau anda mau membeli pastikan berada di toko yang banyak menyimpan stok, karena dengan begitu anda akan dapat memili produk yang motifnya sesuai dengan yang anda inginkan.


Salah satu souvenir yang disukai oleh kaum hawa adalah gelang. Di toko-toko souvenir tersebut selalu dijumpai gelang-gelang dari batu kecubung yang indah dan menarik. Saya sendiri belum pernah beli, karena harganya menurut saya lumayan mahal yaitu sekitar 40 ribu sampai ratusan ribu. Saya waktu itu lebih memilih untuk membeli beberapa kaos yang harga sebahnya 35 ribu dan membeli kerajinan berbentuk jam yang terbuat dari batu Kalimantan.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Apa itu Sekolah Mitra PASIAD atau Sekolah Indonesia-Turki

10.46 By Arsyil Statistikawan 6 Komentar


Di Indonesia semakin tahun semakin bertumbuh jumlah sekolah mitra PASIAD. Saat ini tahun 2013 ada sebanyak sembilan sekolah yaitu 1) Pribadi Depok, 2) Pribadi Bandung, 3) Kharisma Bangsa Tangerang Selatan, 4) Semesta Semarang, 5) Kesatuan Bangsa Yogjakarta, 6) SBBS Sragen, 7) Fatih Putra Aceh, 8) Fatih Putri Aceh, dan 9) Banoa Kalimantan Selatan.

Sekolah-sekolah tersebut dapat disebut sekolah Indonesia-Turki karena sekolah tersebut didirikan atas kerjasama antara yayasan Turki dan yayasan Indonesia. Yayasan Turki yang dimaksud disini adalah PASIAD. Ya, PASIAD merupakan sebuah yayayasan yang menaungi sekolah-sekolah di atas, diisi oleh orang-orang Turki yang tinggal Indonesia.

Hampir semua sekolah Indonesia-Turki tersebut berprestasi di masing-masing daerah (kota dan provinsi) tempat sekolah tersebut berdiri. Bahkan di tingkat nasional sekolah-sekolah mitra PASIAD patut diperhitungkan karena telah banyak menorehkan prestasi di olimpiade nasional dan Internasional. Sistem pengajaran dan pendidikan yang baik yang diterapkan di sekolah itu yang membuat sekolah-sekolah tersebut berprestasi.

Sekolah-sekolah PASIAD mempunyai asrama tinggal untuk siswa atau disebut Boarding School dan memiliki sistem pengajaran dengan Bilingual. Guru-guru pelajaran eksak di sekolah PASIAD menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengajaran. Guru-guru di sekolah PASIAD terdiri atas orang Indonesia dan orang Turki.

Fasilitas yang lengkap dan gedung yang modern membuat biaya bagi siswa baru untuk masuk sekolah-sekolah PASIAD tinggi selangit. Jangan khawatir biaya yang tinggi sebanding dengan output siswa kelak. Tapi bagi siswa yang memiliki prestasi nasional di bidang apa pun baik olimpiade mipa, olahraga, atau budaya bisa dipertimbangkan untuk belajar dengan memperoleh beasiswa di sekolah tersebut.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Wisata Pangkalan Bun Pantai Kubu Teluk Bogam Kotawaringin Barat

26 Januari 2014 15.58 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar


Di kabupaten Kotawaringin Barat ada beberapa lokasi wisata pantai yang bisa mengisi liburan salah satunya pantai Kubu. Pantai Kubu adalah sebuah pantai yang terletak di gugusan wisata Teluk Bogam. Pantai Kubu paling banyak dikunjungi wisatawan lokal (masyarakat Pangkalan Bun) karena letak pantai Kubu yang merupakan terdekat dengan pusat kota dibandingkan pantai-pantai lain.



Pantai Kubu dapat dijangkau dengan kendaraan sekitar 30 menit dari pusat kota Pangkalan Bun. Sayang tidak ada transportasi umum yang menjangkau lokasi ini. Jadi jika hendak ke lokasi ini maka perlu menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan. Menuju Pantai Kubu sangatlah mudah, dari pusat kota Pangkalan Bun berkendara ke arah Kumai. Saat tiba di bundaran Monyet maka berbelok ke kanan, lurus terus saja maka akan menjumpai Pantai Kubu.


Dibandingkan wisata lainnya di Kotawaringin Barat ini, Pantai Kubu telah memiliki sarana rekreasi keluarga seperti ayunan dan replika-replikasi binatang. So, you can take a picture with your family there. Jangan lupa untuk mencoba menyusuri jembatan yang mengarah ke tengah laut agar bisa menikmati suara desiran ombak pantai di sana.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Sekilas Mengenai Bandara Iskadar Pangkalan Bun

14.50 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Di kota Pangkalan Bun kabupaten Kotawaingin Barat (Kobar) terdapat sebuah bandara bernama Bandar Udara Iskandar. Bandara ini merupakan sarana transportasi udara vital di kabupaten Kobar bahkan di Kalimantan Tengah. Bandara ini terletak tak jauh dari pusat kota Pangkalan Bun yaitu sekitar 15 menit dengan kendaraan bermotor.



Operator penerbangan yang melayani rute ke dan dari Pangkalan Bun adalah Kalstar Aviation dan Trigana Air. Tarif pesawat bervariasi 600 ribu – 1 juta. Jika sedang promo anda bisa juga memperoleh tiket promo hingga 400 ribuan. Pemesanan dapat dilakukan melalui langsung ke kantor operator tersebut atau melalui online.



Di Bandara Iskandar kini telah ada sarana transportasi taksi bandara yang menghubungkan dari bandara menuju dalam dan luar kota Pangkalan Bun. Tarif taksi bandara ini untuk dalam kota dikenakan sebesar Rp75.000,- sekali jalan (bukan berupa tarif argo).


Selengkapnya...

Reaksi: 

Beberapa Pedagang di Pasar Istanbul Turki Bisa Berbahasa Indonesia

25 Januari 2014 20.17 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar



Istanbul adalah kota terbesar di Turki. Istanbul berada di dua benua, sebagian wilayahnya berada di benua Eropa dan merupakan wilayah yang terramai di Istanbul. Di tengah kota Isstanbul terdapat sebuah pasar bernama Kapalicarsi. Kapalicarsi sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Meskipun sudah berumur tua tetapi kemegahannya masih terlihat.

Kapalicarsi berukuran sangat luas dan sangat ramai. Para turis mancanegara konon selain mengunjungi Hagia Sophia dan Blue Mosque juga menyempatkan untuk mengunjungi pasar ini. Letak pasar Kapalicarsi memang tidak jauh dari kedua ikon wisata Istanbul tersebut.

Sewaktu saya di Istanbul, Turki dan mengunjungi Kapalicarsi ini bersama beberapa orang Indonesia lain saya bertemu dengan pedagang yang ada di video ini. Luar biasa, bahasa Indonesianya lumayan lancar. Saya anggap luar biasa karena katanya dia pernah di Indonesia selama 1 tahun tapi sudah bisa lancar seperti itu. Jika penasaran watch my above video. :)
Selengkapnya...

Reaksi: 

Menikmati Wisata Istanbul Turki Kepulauan Adalar dengan Bersepeda

19.03 By Arsyil Statistikawan 5 Komentar


Aku mau menceritakan pengalaman aku beberapa bulan lalu saat berada di Istanbul, Turki. Salah satu pengalaman jalan-jalan di sana yang lumayan berkesan buat aku adalah saat mengunjungi salah satu pulau di kepulauan Adalar Istanbul yaitu Buyuk Ada. Aku ke sana bersama teman-teman aku berangkat dari kota Istanbul yang bagian Asia menggunakan kapal. Di Buyuk Ada kami menikmati pemandangan dan berkeliling pulau dengan bersepeda.


Bahasa Turki untuk pulau adalah “ada”. “Adalar” artinya pulau-pulau atau diartikan kepulauan. “Buyuk” artinya besar, jadi Buyuk Ada artinya adalah pulau besar. Ya, kalau tidak salah Buyuk Ada merupakan pulau terbesar di Adalar dan yang paling ramai. Bisa terlihat ketika aku di kapal saat berangkat banyak kutemukan turis baik lokal atau mancanegara yang juga ke sana.


Sesampai di sana kami menyewa sepeda untuk satu jam, aku lupa berapa tapi yang jelas aku tak melihat penduduk sana menaikkan harga karena kami merupakan orang asing seperti yang sering terjadi di Indonesia. Kami juga sempat minum teh di sebuah kedai di situ dan kurasa harga makanan menumannya tidak berbeda dengan harga di kota. Tapi yang jelas harga barang di Istanbul katanya terbilang mahal dibandingkan harga barang di kota-kota lain di Turki. Secangkir teh panas di sini seharga 1 TL atau sekitar lima ribu rupiah.


Setelah menyewa sepeda kami mulai mengayuh dan berjalan-jalan menyusuri rumah-rumah dan pasar di sana. Oh ya, di sini tidak ada kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor, karena memang dilarang penggunaannya di Adalar. Ya, khusus Adalar, keren kan. Oleh itu kami melewati jalan di sini dengan nyaman tapi sempat ada polisi yang mengingatkan kami saat melewati pasar di sini. Kami tak boleh berepeda di pasar tersebut karena akan mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli pasar sepertinya.

Pastinya aku tak lupa untuk mengambil foto! Berfoto di sini menakjubkan kaena ada pemandangan kapal boat dan taman sederhana yang indah, dan lain sebagainya.


Selengkapnya...

Reaksi: 

Seorang Anak Kecil Penjual Balon yang Melintas di Depan Rumahku

17.07 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Sering sekali aku mendengar atau menonton cerita anak-anak manusia yang bernasib kurang beruntung dari televisi. Salah satu anak yang kurang beruntung itu ternyata ada di sekitar kami. Seorang anak kecil yang sepertinya tidak bersekolah itu menjual balon sering lewat di depan rumahku.

Aku memang belum melihat anak kecil itu. Aku mendengar cerita anak kecil penjual balon itu dari adik-adikku yang sering melihat anak kecil itu lewat depan rumah kami sambil membawa balon. Ahhh..kaki aku lagi patah jadi tdak bisa jalan cuma bisa di dalam rumah padahal aku ingin melihatnya langsung. Aku penasaran masa ada anak seperi itu,, kasihan sekali.,,,,TT

Dari cerita adikku anak kecil itu berumur sekitar 9 tahun. Badannya hitam sepertinya karena berjualan balon itu yang setiap hari kepanasan.Ya, setiap hari! Kata adikku sepertinya setiap hari dia berjualan balon. Lalu, saat adikku pergi ke pasar malam anak kecil itu juga terlihat di pasar malam itu sambil membawa balon. Haa!? Pagi, siang, malam, kah? Wahhh, tambah merintih hatiku mendengar cerita ini, kasihan sekali anak itu.

Aku sempat berpikir betapa teganya kah orang tuanya melalukan hal iu kepada anaknya sendiri? Ibu dan bapaknya dimana? Seharusnya anak seusia ia sedang sekolah dan menikmati masa bermain..bukan malah berjualan! Waallahualam, hanya Allah yang tahu. Kudoakan, semoga Allah mengasihi anak kecil itu dan segera mensejahterakan dia. Aminn..

Terlepas itu, anak kecil itu telah menyentil hati dan pikiran kami. Pantaskah dengan fasilitas yang kupunya sekarang, kenikmatan yang Allah berikan in, aku tidak bersyukur? Ya Allah, maafkan aku yang sering lupa untuk bersyukur ya Allah.

Pangkalan Bun, 20:34, 07-01-2014.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Pengalaman Naik Pesawat dengan Kaki DIGIPS

05 Januari 2014 13.46 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Hari jumat 29 November 2013 aku mengalami kejadian yang membuat kaki kiriku patah tulang, lalu ke rumah sakit UKI dan sehari setelahnya kakiku digips oleh dokter-dokter yang dipimpin oleh dr seorang dokter bernama Karuniawan. Pada hari selasa aku memutuskan untuk keluar dari rumah sakit dengan pertimbangan finansial tentunya, itu juga biaya yang harus kukeluarkan sebesar 9 juta an. Lalu hari jumat 6 Desember 2013 aku bersama ibuku pulang dari Pamulang, Tangerang Selatan ke rumahku di Pangkalan Bun, Kalteng naik pesawat.

Entah kenapa harga tiket lagi mahal mungkin akhir tahun kali biasanya 600 ribuan, sekarang bisa 1 juta an, dan aku pesan yang paling murah 800ribu pesawat KalStar berangkat jam 11 pagi. Aku beli tiket lewat lewat online di traveloka.com karena di situs itu bisa bayar pakai cimbclick. Malam sebelumnya aku juga sudah pesan taksi Express untuk mengantar aku ke bandara jam 7 pagi lewat call centernya di 500122. Oke persiapan OK!

Wow the taxi came so early. Jam 6 taksi udah datang padahal aku baru sarapan. Mau gimana lagi aku dan ibuku sebaiknya berangkat sekarang, takutnya argo sudah jalan. Sewaktu aku pesan taksi semam aku dah minta ke call center supaya dikirimkan taksi dengan sopir yang tau jalan dari pamulang ke bandara lewat jalan cepat gak lewat tol, ternyata sopirnya ini agak lupa jalan jadinya sempat sedikit salah jalan. Dan benar sekali dugaanku jam segini jalan sangat macet parah. Alhasil hampir 2 jam jam kayaknya kami akhirnya sampai di bandara terminal 1c. Agak pegal juga kaki karena selama di taksi duduk di jok belakang dengan kaki lurus tak bisa ditekuk. Argo taksi sesuai dugaanku 150ribuan.

Sambil menunggu ibuku ke kantor KalStar untuk meminta kursi roda , aku duduk di kursi dekat perberhentian taksi. Di Kantor Kalstar ibuku sepertinya bertemu dengan staf situ yang biasa mengurus pengajuan kursi roda. Beberapa saat kemudian ada seorang bapak yang membawa kursi roda mendatangiku dan membantuku duduk disitu. Kulihat dari id cardnya dia sepertinya petugas bandara. Bapak itu menolong kami untuk mengambil tiket lalu cek-in. Dia sempat meminta materai katanya untuk membut surat pernyataan. Aku gak tau isi surat itu gimana tapi alhamdulillah dia langsung mendapat materai lalu ibuku mengurusnya. Setelah cek-in kami menuju ke ruang tunggu, di jalan sempat aku takut untuk mengharuskanku naik tangga/eskalator. Ternyata ada lift untuk penyandang cacat dan lansia, kami menggunakannya. Setelah sampai di ruang tunggu bapak tadi pergi sepertinya tugas dia selesai mengantarkanku sampai di sini.

Jam 11 kurang pesawat datang dan ada petugas pesawat yang mendatangiku dan membawaku ke dalam pesawat. Aku adalah penumpang yang pertama masuk artinya aku diprioritaskan masuk ke kabin pesawat lebih dulu. Sempat aku sedikit ngotot minta ke pramugari agar aku bisa duduk di kursi paling depan karena kakiku digip tidak bisa ditekut. Ternyata tidak boleh karena katanya itu untuk emergency dia minta aku tetap duduk sesuai nomor kursi. Lalu aku mengikutinya ternyata aku memperoleh 3 kursi sekaligus sebagai tempat kakiku berselonjor. Kursi yang ketiga cukup untuk diduduki oleh ibuku. Alhamdulillah lega hingga mennggu 1 jam ke depan sampai di Pangkalan Bun.

Tiba di bandara Iskandar Pankalan Bun aku menjadi penumpang yang paling akhir turun dari pesawat. Turun dari pesawat melewati tangga aku ditolong oleh petugas disitu. Ini adalah pertama kali aku turun tangga dengan keadaan kaki patah digips. Aku turun dengan cara salah satu tanganku dibopong di pundak petuas itu lalu di bawah tangga sudah siap sebuah kursi roda. Dengan kursi roda aku masuk ke bandara.

Setelah ibuku ambil bagasi kami kami keluar bandara. Di luar sudah menunggu bapak dan adik-adikku. Lalu aku pulang dengan menggunakan taksi karena aku tidak memungkinkan untuk pulang dengan motor. Taksi di bandara Pangkalan Bun ini punya tarif yang sudah fix alias tidak pakai argo, jauh dekat mengantarkan di dalam kota tarifnya sama 75 ribu. Aku bersyukur sudah ada taksi disini karena beberapa tahun lalu belum ada taksi. Sungguh memudahkan dan menolong terutama di saat kondisi seperti yang terjadi padaku ini maklum kami tidak punya mobil. Sesampai di rumah langsung kuucap alhamdulillah....langsung aku tiduran lega atas berakhirnya perjalanan yang luar dari biasanya ini.

Selengkapnya...

Reaksi: 

Daftar Isi