Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


Perjalanan Hidupku Bisa Sampai ke Turki (Bagian 1)

22 Januari 2013 04.34 By Arsyil Statistikawan

Sebelumnya mau berterima kasih dulu sama Tuhan yang telah memberikan nikmat ini yaitu aku bisa sampai ke negeri Konstantinopel, Turki. Alhamdulillah thanks to You, Allah.

Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque), Istanbul - Turki
Di tulisan ini aku mau memflash back tahun lalu khususnya perjalananku hingga ku bisa berada di Turki sekarang. Sungguh tak sedikitpun terlintas dahulu bahwa aku akan ada di Turki. Memang dulu ada sebuah negara yang menjadi impianku saat kuliah. Tapi yah, yang menjadi titik temu adalah doaku saat kusholat bahwa aku ingin bisa ke luar negeri tahun 2012, dan itu kutulis di dinding kamarku. Sukur luar biasa, impian itu telah terwujud. Meski dengan jalan cerita yang tak kuduga, inilah ceritaku..

Di awal tahun 2012 merupakan saat-saat dimana aku menjadi mahasiswa yang sibuk dengan skripsiku. Selain mengerjakan skripsi aku juga memiliki pekerjaan di laboratorium jurusan dan mengajar privat (tentor) untuk pelajaran matematika ke rumah murid. Di suatu hari pada bulan februari tiba-tiba ada informasi mengenai sebuah lowongan dari seorang temanku yaitu lowongan menjadi guru di SMP-SMA SEMESTA. Lalu beberapa pertanyaan kutanyakan kepada temanku itu dan intinya jika aku menjadi guru disitu aku akan bisa ke luar negeri yaitu Turki atau negara lain. Eww..dipikiranku langsung terlintas salah sau impianku bisa ke luar negeri. Dalam hati juga terbisik apakah ini jawaban atas doaku yang kupanjatkan di akhir sholat-sholatku.

Sempat aku berfikir, pantaskah aku setelah lulus menjadi guru, yaitu guru Matematika. Sejujurnya jati diri jurusanku adalah Statistik, walau sama-sama berhubungan dengan angka kini statistik tidaklah sama dengan matematik. Setelah kupertimbangkan dan konsultasi dengan beberapa temanku tak ada salahnya mencoba. Mereka bilang aku punya kemampuan mengajar. Lagipula dalam hal matematika aku punya kemampuan karena dulu aku sempat punya pengalaman kompetisi olimpiade matematika tingkat provinsi. Kupertimbangkan ini tak hanya sekali, benar-benar kupikirkan. Akhirnya di hari pengumpulan berkas kuputuskan untuk datang ke Semesta.

Sebelumnya aku mau cerita apa itu sekolah semesta? Jujur dulu kala aku jarang mendengar nama sekolah ini. Pernah sekali, salah satu temanku dulu waktu aku kecil melanjutkan sekolahnya ke Semarang yaitu disini. Selain itu, hanya nama harum Semesta yang terdengar dari beberapa temanku. Karena Semesta adalah sekolah bagus dalam arti di dalamnya anak-anak orang berada banyak duit dan punya jabatan. Juga dalam beberapa kesempatan Semesta menjuarai olimpiade, bisa dibilang sekolah olimpiade. Itulah hasil pencarian informasiku mengenai Semesta. Di waktu itu kutahu juga bahwa ini adalah Sekolah Indonesia-Turki. Di kemudian akhirnya kutahu bahwa sekolah semacam ini ada beberapa di Indonesia.

Memang tak bisa kusanggah bahwa aku mengambil keputusan ini salah satu alasannya adalah agar bisa meraih impianku bisa ke luar negeri. Aku bukanlah dari keluarga yang berada. Keluargaku adalah keluarga yang sederhana, bisa dibilang dulu kalau orangtuaku tak kuyakinkan aku hampir tidak kuliah. Dan alhamdulillah beberapa belakangan aku tak membebani mereka. Dari salah satu kota kecil di Kalimantan, benar-benar tak bisa terbayang cara supaya bisa ke luar negeri. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa.

Aku tahu kunci utama untuk ke luar negeri adalah bahasa inggris. Saat itu bahasa inggrisku benarbenar payah. Sejak sekolah sampai kuliahpun bahasa inggris menjadi sesuatu yang sulit bagiku. Awalnya aku tak tahu bahwa tahun ini juga aku akan dikirim ke luar negeri. Jadi pikirku aku akan bekerja di sekolah ini yang kudengar bahwa mengajarnya menggunakan bahasa inggris. Artinya jika aku menjadi guru disini secara otomatis maka kemampuan bahasa inggrisku akan bertambah. Ini pula salah satu alasanku mengambil keputusan ini.

Duh kok malah banyak curhatnya... ^^
Okay kulanjutkan cerita selanjutnya nanti..

Tulisan Lain yang berhubungan



Share
Add my Facebook here!

Reaksi: 

0 Response to "Perjalanan Hidupku Bisa Sampai ke Turki (Bagian 1)"

Posting Komentar

CARA BERKOMENTAR:
Beri komentar sebagai, pilih: Nama/URL
Isi nama anda, kosongkan "URL" jika tidak punya website/blog. Kalau ngisi alamat Web jangan lupa "http://", contoh: http://arsyil.blogspot.com

Ctt: Identitas anda sangat saya perlukan. Jgn lupa nama ya!

Daftar Isi