Hampir semua orang Indonesia bilang “Aku Cinta Indonesia”. Tapi buktinya apa? Memang, hanya Tuhan dan diri sendiri yang paling tahu seberapa besar cinta itu. Tapi seperti halnya hdalam beragama ketika bilang “Aku Cinta Allah” maka harus dibuktikan dengan melakukan ibadah sholat, puasa, zakat, dan sebagainya. Jika tidak melakukan hal-hal baik itu maka perlu dipertanyakan apakah benar mencintai-Nya? Begitu pula jika memang benar mencintai Indonesia maka perlu dibuktikan dengan hal-hal baik buat Indonesia.
1. Gunakanlah Produk Buatan Indonesia
Bingung cara tahu made in Indonesia atau bukan? Gampang lihat bungkusnya di bar code kala tulisan angka diawali dengan angka 899 maka itu buatan dalam negeri. Kenapa perlu beli buatan dalam negeri? Sebenarnya tak ada salahnya membeli produk luar negeri tapi yang saya dimaksud disini adalah memprioritaskan produk Indonesia. Begini, kalau produk Indonesia laku, maka pabrik-pabrik akan berjalan, karyawan-karyawannya kan orang Indonesia artinya mereka masih bisa bekerja. Nah kalau produk mereka tidak laku maka mereka akan kehilangan pekerjaan berdampak pada perekonomian negara juga ujungnya.
2. Belajar dan Bekerja
Sebenarnya aku mau bilang ayo kita perbaiki diri. Tapi biar lebih jelas langsung kutulis belajar dan bekerja. Banyak hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki diri tapi yang utama dua itu. Kenapa perlu belajar dan bekerja? Indonesia terdiri atas pemerintah dan masyarakat. Pemerintah kan asalnya juga dari masyarakat. Masyarakat siapa? Ya kita! Maka dari itu mulai dari individu masing-masing untuk memperbaiki diri, konkritnya adalah belajar dan bekerja!
Tidak mudah belajar bahasa dengan cara belajar sendiri.. untungnya ada beberapa "teman" yang membantuku, termasuk kamera. Dengan membuat video terhadap cara bicaraku dalam bahasa Turki maka aku akan tahu bagian mana yang salah. Inilah video mengenai belajar bahasa Turki yang kubuat. Artinya ada di bawah ini:
Merhaba. Benim adım Arsyil. Ben Endonezyalıyım. Ben 22 (yirmi iki) yaşındayım. Endonezya’da, benim evim Kalimantan adasında olan Pangkalan Bun şehrindedir. Evimde annem, babam ve kardeşlerim oturuyor. Biz 5 (beş) kardeşiz. Kardeşlerim içerisinde en büyük olan benim. Kardeşlerimin hepsi kızdır. Ondan dolayı, ben onlara iyi bir örnek olmalıyım.
Ben 2012 (iki bin on iki) üniversiteyi bitirdim. Semarang şehrinde olan Diponegoro Üniversitesinden mezun oldum. Şu anda Türkiye’deyim. Hem Türk okulunda stajer yapmak hem de Türkçe öğrenmek için buraya geldim. Endonezya’da matematik öğretmeni olacağım. İnşaallah.
Türkiye’nin en büyük şehri olan İstanbul’da kalıyorum. İstanbul çok güzel bir şehir. İstanbul’u seviyorum. İstanbul, Asya ve Avrupa kıtaları üzerinde bulunmaktadır. Asya ve Avrupa kıtasının kesiştiği yerde İstanbul boğazıdır. İki kıta arasında iki tane köprü; Boğaziçi Köprüsü ve Fati Sultan Mehmet Köprüsü ile bağlanıyor.
Osmanlı’dan kalan tarihi yerleri ziyaret etmeyi çok seviyorum. Bu tarihi yerlerden Ayasofya, Fatih Sultan Mehmet Camii falan filan doğrudan görmekle eskiden İslam diniyi Avrupa’ya getiren Osmanlı’nın ne kadar büyür olduğunu anladım.
Birkaç ay sonra İstanbuldan ayrılacağım. Yani, benim ülkem Endonezya’ya döneceğim. Eminim, Endonezya’ya gittiğim zaman İstanbul’u özleyeceğim. Ümit ediyorum ki daha sonra Endonezya ve Türkiye ilişkileri daha yakın olacak. Endonezya Türkiye’nin kardeş ülkesidir. Türkiye Endonezya’nın kardeş ülkesidir.
Endonezalı olarak ben siz Türkiyelilerin Endonezya’ya ziyaret etmenizi istiyorum. Siz kardeşlerimizsiniz. Bizim başımızda yeriniz var. Benden anca bu kadar. Görüşürüz. Allah’a emanet olun.
Hai. Nama aku Arsyil. Aku orang Indonesia. Umurku 22 tahun. Di Indonesia rumahku di kota Pangkalan Bun terletak di pulau Kalimantan. Di rumahku tinggal ibu bapak dan saudara-saudaraku. Kami lima bersaudara. Di antara kami yang paling tua adalah aku. Semua saudara aku adalah perempuan. Oleh itu, aku harus menjadi contoh yang baik bagi mereka.
Aku menyelesaikan studi S1 tahun 2012. Aku lulusan Universitas Diponegoro, terletak di kota Semarang. Sekarang aku sedang di Turki. Aku kesini dalam rangka magang di sekolah Turki dan belajar bahasa Turki. Di Indonesia, aku akan menjadi guru matematik. Insyallah.
Aku tinggal di Istanbul, kota terbesar di Turki. Istanbul adalah kota yang sangat cantik. Aku menyukai Istanbul. Istanbul, terletak di antara benua Asia dan benua Eropa. Tempat perpotongan benua asia dan Eropa adalah selat (Bosporus) Istanbul. Antara kedua benua itu dihubungkan dengan dua buah jembatan; Jembatan Bosporus dan Jembatan Fatih Sultan Mehmet.
Aku sungguh suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah bekas kekaisaran Usmaniah (Ottoman Empire). Dengan melihat langsung tempat-tempat bersejarah ini; Ayasofia, Masjid Fatih Sultan Mehmet, dll, aku jadi paham betapa besar kekaisaran Usmaiah yang waktu dulu membawa agama Islam ke Eropa.
Beberapa bulan lagi aku akan berpisah dengan Istanbul. Yakni, aku akan pulang ke negaraku Indonesia. Aku yakin, setelah aku pergi ke Indonesia aku akan merindukan Istanbul. Aku berharap, hubungan-hubungan Indonesia dan Turki semakin dekat ke depannya. Indonesia adalah negara saudaranya Turki. Turki adalah negara saudaranya Indonesia.
Sebagai orang Indonesia aku ingin kalian orang-orang Turki mengunjungi Indonesia. Kalian adalah saudara kami. Silakan datang. Sampai sekian dari saya. Sampai jumpa.
Kemarin sempat iseng menanyakan seseorang tentang Indonesia sekaligus bikin video. Dia adalah orang yang kerja di sekolah tempat aku tinggal di Istanbul, Turki.
Salam alaikum
Alaikum salam
Apa kabar anda?
Saya baik. Kalian apa kabar?
Saya juga baik
Semoga Allah memberi kebaikan
Nama anda siapa?
Mehmet
Pak Mehmet..
Disini apa pekerjaan yang Anda lakukan?
Disini apa pekerjaan yang kulakukan, apa yang kulakukan tidak begitu jelas, campur kerjaan.
Oke deh. Bisakah aku bicara sedikit dengan Anda?
Tentu. Silakan.
Tentang Indonesia.
Oke. Silakan.
Apa saja yang Anda ketahui tentang Indonesia?
Aku tau Indonesia bagus. Negara sahabat kami.
Indonesia seperti apa di pikiran situ?
Sebuah negara yang panas.
Negara panas. Lalu?
Sebuah negara yang berkembang.
Sebuah negara yang terbuka kepada hal-hal yang baru.
Indonesia negara sahabat Turki ya, ada kah, hmm, apa saja yang anda harapkan?
Sesuatu yang sangat Indah. Sesuatu hal yang Indah di masa depan. Itu yang kami harapkan. Insyallah.
Terima kasih.
Aku juga terima kasih.
--------------------------------------------------------------------------------
Salam alaikum
Alaikum salam
How are you?
I am fine. And you how are you?
I am fine too.
May God give a goodness.
What is your name?
Mehmet
Mr Mehmet..
Here what work you do?
Here what work I do, what I do is not so clear, mix work.
Okay. Can I talk a little with you?
Sure. Please.
About Indonesia.
Okay. Please.
What do you know about Indonesia?
I know Indonesia good. Our friendly countries.
Indonesia is like what? in your mind..
A hot country.
A hot country. Then?
A developing country.
A country that is open to new things.
Indonesia is Turkey’s friendly country, isn’t it?
What do you expect?
Something very beautiful. Something very beautiful in the future. That's what we expected. Insyallah.
Thank you.
Thank you too.
--------------------------------------------------------------------------------
Selam aleykum
Aleykum selam
Merhaba
Merhaba
Nasılsınız?
İyiyim. Sizler nasılsınız?
Ben de iyiyim.
Allah iyilik versin
Sizin adınız ne?
Mehmet
Mehmet bey..
Burada ne iş yapıyorsunuz?
Burada ne iş yapıyorum, ne iş yaptığım belli değil, karışık işler.
Tamam. Sizle biraz konuşabilir miyim?
Tabii ki. Buyurun efendim.
Endonezya hakkında.
Evet. Buyurun.
Endonezya, neler bilirsiniz?
Endonezya’yı iyi bilirim. Kardeş ülkemiz.
Endonezya nasıl bir ülke? aklında..
Endonezya, sıcak bir ülke.
Sıcak bir ülke. Ondan sonra?
Kendini geliştirmiş bir ülke.
Yenilikleri açık bir ülke.
Endoneya, Türkiye’nin kardeş ülkesi, değil mi?
Evet
Var mı hmmm,,, Neler ümit ediyorsunuz?
Çok güzel şeyler. Gelecekte çok güzel şeyler. Ümit ediyoruz.
İnşaallah.
Teşekkür ederim.
Ben teşekkür ederim.
Suatu Hari Minggu, aku pergi ke masjid buat sholat, tepatnya sholat ashar. Bulan ini di Turki sudah cuaca sudah mulai panas, dah mau mirip kayak Indonesia. Aku keluar memang sengaja pakai kaos dan sweater. Sudah masuk ke masjid, aku kok rada krik-krik gitu ya. Yaitu aku merasa cuma aku yang pakai kaos. Serius, pada pakai kemeja, hem, atau paling gak pakai kaos berkerah. Terutama yang usianya sudah tua-tua pakaiannya rapi banget. Bayangin aja, pakaian yang biasa dipakai ke kantor oleh mereka tuh dipakai sehari-hari walaupun gak lagi kerja. Yaitu pakainya kemeja, celana dan jas satu stel, yah pakaian kantorlah.
Tak cuma orang dewasa, sampai anak-anak juga pada pakai hem. Wah, rapi deh pokoknya. Kagum aku. Wajarlah waktu pertama aku ke Turki musim dingin pada pakai pakaian berlapis. Tapi ini gak dingin sama sekali aja pakaiannya sama. Coba deh kalau di Indonesia, pakai rapi dikit pasti dibilang "wah rapi banget sih? cuma mau makan aja rapi banget". Kalau di Turki sepanjang waktu rapi.
Hal yang rapi lainnya yang membuatku kagum adalah sepatu dan kaos kaki. Tulisanku sebelumnya ada yang membahas tentang kaos kaki, bahwa setiap waktu kecuali di kamar mereka pakai kaos kaki, juga di Turki masuk masjid TIDAK BOLEH TIDAK PAKAI kaos kaki. Sekarang mengenai sepatu. Kalau di Indonesia, berjalan-jalan pakainya sandal. Sepatu biasanya kondisi tertentu, seperti untuk acara formal atau untuk perjalanan jauh. Kalau di Turki, setiap waktu! Mau cuma beli makan di warung dekat rumah kek, atau cuma ke masjid, apalagi buat ke mall, pakainya sepatu! bukan sandal. Di Turki, sandal digunakan untuk di dalam rumah/gedung, terutama untuk masuk toilet. he. Aku belum pernah menemukan toko yang menjual sandal untuk dipakai di jalanan. Beda banget kan sama di Indonesia.
Yang bikin takjub juga dalam semua sektor pekerjaan, pakaian mereka rapi. Kalau orang kantor rata-rata pakai pakaian kantor dan berdasi, termasuk guru selain pakai dasi juga pakai jas warna putih kayak dokter! Dan tahu gak kalian, bahkan petugas kebersihan, pelayan minuman, sampai tukang bangunan pun RAPI! Kalau gak pakai dasi, minimal bajunya berkerah dan gak ada pakaian yang kucel gitu. Beda sama Indonesia tukang bangunan sudah berkaos, kucel, kadang bolong juga.
Itu dulu mengenai rapinya masyarakat Turki. Yang perlu dicatat bahwa, rapi-nya pakaian mereka berefek ke rapinya pekerjaan, sikap, dan segi kehidupan mereka. Oleh itu jangan sepelekan hal yang kecil walau hanya pakaian! Mari biasakan hidup kita rapi mulai dari hal yang kecil mulai dari sekarang! Ingat! Disiplin adalah satu satu kunci kesuksesan!
Suatu ketika pernah ada seorang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Turki bilang ke aku begini, “ngapain kuliah sampai ke Turki mending kuliah di Indonesia aja, lebih bagus”. Saat dia berkata begitu aku tak berkata apa-apa, karena memang aku tak tahu bagaimana kondisi pendidikan universitas di Turki. Aku tidak kuliah di Turki dan sampai di Turki baru berapa minggu. Okay, tanpa memikirkan perkataan tadi dalam hati aku tetap berkata bahwa tak ada salahnya kuliah di sini. Tak banyak orang yang memiliki kesempatan ke luar negeri. Di luar ilmu yang dicari, pengalaman global dan wawasan internasional juga diperlukan. Apalagi dengan beasiswa, secara langsung mendorong untuk menguasai bahasa internasional. Juga memberitakukan kepada dunia, beginilah Indonesia, ujungnya ada manfaat pula untuk Indonesia.
Nah tadi katanya universitas Indonesia lebih bagus, loh yang boneng? Kok bisa, Indonesia yang kata orang Indonesianya sendiri buruk itu kok bisa ternyata bagus? Eiitss, bukan berarti sombong, cuma sekedar sedikit berbangga, kita juga gak kalah banget kali dengan negara-negara lain. Nah kali ini perbandingan dengan negara Turki. Ternyata eh ternyata, berdasarkan data dari lembaga Internasional pemeringkat universitas se-dunia yaitu Webometrics, inilah daftar peringkat se-dunia untuk 10 universitas terbaik di Turki dan 10 Universitas terbaik di Indonesia. Cekidot!
Peringkat di Dunia 10 Universitas terbaik Turki:
Ranking
World Rank
University
1
396
(1) Middle East Technical University
2
620
Ankara University
3
628
Istanbul University
4
647
(1) Sabanci University
5
664
Istanbul Technical University / Istanbul Teknik Üniversitesi
6
714
(1) Hacettepe University
7
730
Bilkent University
8
761
University of Anatolia / Anadolu Üniversitesi
9
768
Bogaziçi University
10
810
Ege University
Peringkat di Dunia 10 Universitas terbaik Indonesia:
Ranking
World Rank
University
1
440
Universitas Gadjah Mada
2
497
Institute of Technology Bandung
3
581
University of Indonesia
4
634
Gunadarma University
5
722
Brawijaya University
6
781
Diponegoro University
7
839
Bogor Agricultural University
8
848
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9
885
Universitas Padjadjaran
10
929
(3) Airlangga University
Sumber: http://www.webometrics.info/en/Asia/Turkey dan http://www.webometrics.info/en/Asia/Indonesia
Analisis saya begini. Dari data di atas ternyata peringkat universitas di Turki dan di Indonesia tidak berbeda jauh. Malah UGM, ITB, dan UI, bedasarkan peringkat itu di atas hampir semua universitas di Turki kecuali Middle East Univ. Tapi, sekali lagi walau saya sekarang lagi di Turki tpi saya belum pernah kuliah di Turki. Jadi hanya menganalisis dari peringat universitas ini.
Sedangkan menurut saya, tak ada salahnya kuliah di Turki. Karena turki sekarang semakin maju. Orang-orang di Turki juga relatif baik. Dan biaya hidup di Turki sangat terjangkau (serius) beda dengan negara lain di asia (misal Jepang, biaya hidup 1 bulan sama dengan 1 tahun di Indonesia) dan eropa juga. Tapi kalau ada yang tetap memilih kuliah di Indonesia juga tak mengapa. Indonesia juga sekarang semakin berkembang. Intinya harus MENGEJAR PENDIDIKAN... karena saya percaya kemiskinan, kebodohan, dan penyakit negara lainnya, hanya bisa diatasi dengan pendidikan. Terima kasih.
Saya buka lagi mahasiswa nih sekarang. Tapi alhamdulillah masih ada paling tidak ilmu kuliah yang dasar di kepala saya. Nah salah satunya angka taraf signifikansi. Dalam statistika, wajib deh ada angka taraf/tingkat signifikansi untuk pengujian. Angka ini biasanya berupa 1%, 5%, atau 10%. Kalau arsyil biasanya pakai 5%. Nah karena ada teman yang bertanya tentang ini, kali ini saya mau menjelaskan.
Dulu waktu kuliah ada sih pengertian angka ini, pengertian dengan bahasa statistika. Tapi sekarang aku lupa pengertian persisnya gimana. Kira-kira begini pengertiannya. Angka taraf signifikansi ini adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tingkat kepercayaan penelitian kita alias angka batas hasil nilai uji kita diperbolehkan seberapa besar. Dalam pengujian, angka ini menentukan apakah pengujian kita diterima atau tidak.
Gimana ngerti gak? Kalau begitu saya mau menganalogikan sebuah kelas aja deh semoga ngerti:
Ada seorang guru dan murid-murid di kelas. Lalu guru mengadakan ujian dengan ketentuan yang memperoleh nilai sama dengan atau di atas 6 lulus dan yang dibawah 6 tidak lulus. Kemudian guru ini berkata kepa murid-murid, "Jika sebanyak 5% atau kurang di antara kalian yang tidak lulus maka kita akan jalan-jalan ke Kalimantan, tetapi kalau yang tidak lulus lebih dari 5% maka kita tidak jalan-jalan ke Kalimantan." Begitulah analoginya menurut saya. Artinya misalnya di kelas tersebut yang tidak lulus hanya 3% maka mereka akan ke Kalimantan (karena kurang dari 5%. Tetapi jika misalnya yang tidak lulus sebanyak 8% (lebih dari 5%) maka mereka tidak jadi ke Kalimantan. Berbeda halnya jika guru tersebut menggunakan angka 10% artinya walau sebanyak 8% yang tidak lulus maka mereka akan tetap ke Kalimantan. Dengan kata lain semakin besar angka tersebut maka semakin besar peluang untuk pergi ke Kalimantan. Namun perlu dipahami bahwa semakin banyak yang tidak lulus maka semakin tidak baik kelas tersebut, makin sedikit yang tidak lulus semakin baik kelas tersebut.
Begitu juga angka taraf signifikasi, semakin kecil angka taraf signifikansi maka semakin baik untuk penelitian, tetapi semakin kecil peluang untuk menerima pengujian. Yang jelas besar angka signifikansi ini ditentukan oleh peneliti. Biasanya digunakan angka 5%. Namun untuk bidang kesehatan (karena menyangkut nyawa manusia) digunakan angka 1%. Tidak pula menutup kemungkinan angka lain misalnya 10%. Tetapi semakin besar angka ini semakin kecil tingkat kepercayaannya. Jika digunakan 1% maka tingkat kepercayaan 99%. Jika 5% tingkat kepercayaan 95%. Jika digunakan 10% maka tingkat kepercayaan 90%.
Begitulah penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti. Penjelasan saya memang agak panjang, itulah dengan harapan bisa dimengerti. Kalau tetap tidak mengerti silakan tanyakan hubungi saya, atau lewat komentar ini. Selengkapnya...
Hampir semua orang Indonesia penasaran dengan salju. Tentu saja, di Indonesia tidak pernah turun salju kecuali di puncak gunung Jayawijaya Papua. Pastinya hampir setiap orang Indonesia pengin bisa melihat salju, atau malah bermain ski. Aku pun dulu hanya bisa bermimpi dan mengetahui ski dari layar televisi, alias belum pernah terbayang suatu hari bisa bermain ski. Alhamdulillah di Turki ini, aku berkesempatan untuk bermain ski. Jujur, pengalaman pertama yang luar biasa seru. Aku mau cerita, jangan pada ngiri ya... :)
Sebelumnya aku mau berterima kasih sama Allah, alhamdulillah aku punya kesempatan untuk ke Turki dan bermain ski. Kalau mau kubilang, biarpun di Turki setiap tahun turun salju, tapi orang-orang Turki berlum tentu semuanya sudah pernah bermain ski. Beberapa menjawab karena alasan biaya. Makanya aku sekali lagi bersyukur atas ini.
Hari itu bersama guru-guru Fetih Koleji aku berangkat ke Kartepe naik sebuah bis. Kartepe adalah sebuah daerah resort untuk bermain ski, bayangkan saja sebuah gunung yang di atasnya salju. Untuk kesana dari Istanbul tidak terlalu jauh, dibanding ke Uludag (tempat main ski termashur di Turki) harus ke Bursa dulu. Kartepe tak jauh mungkin sekitar 2 jam saja dari Istanbul.
Sebelum ke resort bermain ski, kami mampir ke sebuah toko yang menjual dan menyewakan alat-alat bermain ski. Disini bagi yang mau bermain ski menyewa alat ski, termasuk aku, biayanya adalah 20 Lira (sekitar Rp100.000).
Kemudian kami menuju ke sebuah rumah makan, untuk sarapan. Aku sarapan banyak nih, karena sampai sore nanti enggak makan. Dimana-mana orang Turki sarapannya sama, makan roti pakai keju, cokelat, tomat, timun, telur, ada madu juga dan pastinya tak lupa minum teh. Kali ini lumayan nih sarapannya, enak.
Oke menuju ke lokasi. Di sana setelah turun bis kami langsung pada memakai peralatan ski. Waduh, super sulit banget memakainya. Tapi tetap semangat. Beuh, berat banget yakin sepatu skinya. Bikin keram kaki..
Permainan skinya seru banget. Pertama aku bingung nih alat-alatnya gimana pakainya. Gak ada yang ngajarin aku. Jadinya aku belajar sendiri melihat dulu orang main ski. Alhamdulillah dalam beberapa menit aku dah mulai ngerti saatnya mempraktekkan langsung. Awalnya berkali-kali jatuh, sulit banget. Bahkan sampai nabrak orang di depan. Untungnya orang Turki baik, kalau ku nabrak katanya “onemli degil”, artinya: gak apa-apa.
Yang paling berkesan waktu aku menaiki puncak tertinggi gunung dengan semacam kereta gantung. Di atas sana aku memberanikan diri untuk berselancar. Mengguling-guling, mengguling-guling, begitulah aku belajar. Karena menurut aku kalau aku bisa melakukan hal sulit berarti aku bisa melakukan hal yang mudah. Dalam pikiranku kutanam, “I CAN DO IT”. Sip benar setelah sejam lebih aku menaklukkan puncak itu, di bawah sudah terasa mudah bermain skinya. Sebenarnya aku kesel tuh sama puncak itu ngeriii. Eh tapi malah aku ketagihan, jadi aku ke puncka itu sebanyak dua kali. Menyusurinya yang kedua kali ini alhamdulillah dah terasa agak mudah.
Itulah pengalamanku bermain ski pertama kali. Ohya biasa memasuki area resort ski adalah 40 TL (sekitar Rp200.000). Menurutku gak mahal untuk pengalaman luar biasa ini. Bagi kalian kalau ke luar ngeri ke negara yang ada saljunya benar deh kusarankan buat jangan lupa main ski. Karena dengan bermain ski selain gak ada di Indonesia, juga melatih mental kita untuk menghadapi hal yang sulit.
Salah satu transportasi yang penting di Istanbul adalah dengan bis yaitu Otobus. Otobus Istanbul sepertinya menjangkau hampir semua daerah di Istanbul. Jadi mau ke sebuah tempat di Istanbul kalau ada durak (halte/perberhentian otobus) pasti bisa dijangkau. Yang penting kita tahu nomor otobus yang melewati durak ituh. Sebab kalau tidak, misal kita naik otobus dengan nomor yang salah bisa-bisa kita nyasar tak tahu kemana. Nah gimana tuh cara tahu nomor otobusnya, tanya saja sama orang lokal. Tapi kan kita belum lancar bahasa Turki.. Oke deh kukasih tahu caranya, bisa dilihat di situs IETT.
Aku salut deh sama trasnportasi Istanbul, rapi banget dan sistem informasi melalui websitenya juga bagus. Jalur yang dilalui otobus-otobus sesuai informasi yang ada di websitenya. IETT, kepanjangannya aku lupa, intinya ini yang punya otobus-otobus bertuliskan IETT, katakanlah ini yang punya pemerintah daerah Istanbul. Di situsnya iett.gov.tr lengkap informasi jalur-jalur otobus. Oke begini caranya:
Misal saya mau pergi dari sekolah tempatku (Fetih Koleji Gaziosmanpasa) ke Eminonu. Di dekat sini nama duraknya (halte otobus) adalah Spor Tesisi.
1. Buka situs http://iett.gov.tr (bahasa turki) atau http://iett.gov.tr/en/ (bahasa inggris) sebaiknya yang berbahasa inggris saja supaya kita paham.
2. Di sisi kiri halaman, klik “Oraya nasıl giderim” atau “How do i get there” akan muncul peta dari Istanbul.
3. Dari kotak isian “Search Bus Stop” isikan nama durak kita. Untuk contoh saya ini adalah “spor tesisi”. Akan muncul durak-durak yang memiliki nama spor tesisi. Karena durak saya ini berada di Gaziosmanpasa maka saya pilih “SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa)”
4. Klik ikon kaca pembesar yang artinya “lines passing this bus stop”
5. Oke maka keluar daftar otobus-otobus yang melewati durak SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa). Karena saya mau ke eminonu maka otobus yang saya naiki bernomor 399C.
Itulah cara dari satu durak ke durak lainnya. Nah kalau mau ke daerah yang lumayan jauh dari tempat kita, misal bisa 2 atau 3 kali naik otobus karena saking jauhnya. Maka perlu dipelajari baik-baik situs ini. Artinya menggunakan situs ini kita harus tahu dengan otobus pertama kita akan turun di durak mana supaya otobus kedua turun di durak itu, dengan otobus kedua ini kita akan turun di durak mana yang otobus ketiga melewati durak itu, dan seterusnya, hingga kita berhenti di durak yang menjadi tujuan kita. Bingung ya? Ha ha aku juga bingung jelasinnya gimana. Pokoknya jalur otobus semua ada di situs itu. Selamat mencoba.
Bagi yang suka travel, atau yang mau studi, menurut saya perlu diperhatikan juga bagaimana biaya hidup negara yang akan kita tuju. Buan lantas menyudutkan negara yang berbiaya hidup mahal, tapi sebagai saran saja. Karena kalau kita berkunjung ke negara berbiaya hidup mahal akalan kempes deh kantong. Berbeda kalau ke negara yang berbiaya hidup murah, dengan jumlah uang yang sama bisa dapat membeli banyak barang. Simpelnya gini, misal punya duit Rp 5000-10000 di Semarang bisa makan kenyang, kalau di Jakarta mah susah, paling gak 10.000-20000. Itu di Indonesia... kalau data yang dirilis ini adalah 10 negara di Dunia dengan biaya hidup termurah dan termahal.
Economist Intelligence Unit (EIU) kembali melansir daftar kota-kota termahal di dunia pada awal 2013. Dalam laporan Worldwide Cost of Living 2013, sebagai berikut:
10 kota termurah di dunia:
=1. Karachi, Pakistan
=1. Mumbai, India
3. New Delhi, India
4. Kathmandu, Nepal
=5. Algiers, Algeria
=5. Bucharest, Romania
7. Colombo, Sri Lanka
8. Panama City, Panama
9. Jeddah, Saudi Arabia
10. Teheran, Iran
Berikut 10 kota termahal di dunia:
1. Tokyo, Jepang (naik 1 peringkat)
2. Osaka, Jepang (+1)
3. Sydney, Australia (+4)
=4. Oslo, Norwegia (+1)
=4. Melbourne, Australia (+4)
6. Singapura (+3)
7. Zurich, Switzerland (-6)
8. Paris, Prancis (-2)
9. Caracas, Venezuela (+25)
10. Geneva, Switzerland (-7)
Diriku memang tidak sedang berada di Pangkalan Bun, malah sedang jauh dari Indonesia, tapi tak pula membuatku lupa dengan Indonesia tak membuatku lupa dengan kotaku tercinta, Pangkalan Bun. Kota kecil di Kalimantan Tengah ini tak banyak yang tau memang. Tapi ini adalah kota dimana keluargaku berada. Kota tempat aku dibesarkan. Jelas aja aku kangen, karena ibu, bapak, adik-adik aku di sana. Namun, selain itu aku juga mengangeni kecantikan koat Pangkalan Bun. Beberapa tahun belakangan ini aku hidup di kota-kota besar. Kangen juga dengan suasana kota kecil seperti Pangkalan Bun yang damai, tenteram, tak semrawut, tak ada macet, jauh dari keramaian, nyaman lah.
Oke langsung masuk ke tujuanku menulis judul tulisanku bahwa Pangkalan Bun cocok menjadi Ibukota Indonesia. Aku serius menurut pandanganku Pangkalan Bun cocok. Akhir-akhir ini sering muncul berita mengenai perpindahan ibukota. Malah muncul cerita lama bahwa Palangkaraya pernah Pak Soekarno ingin jadikan Ibukota negara Indonesia. Betul Palangka Raya berada di Kalimantan Tengah begitu pula Pangkalan Bun. Nah menurutku Pangkalan Bun lebih cocok daripada Palangkaraya.
Pertama, Pangkalan Bun berada dekat dengan laut. Sedangkan Palangka Raya berada di Tengah daratan (tengah Kalimantan). Sehingga dari dan ke Pangkalan Bun mudah sekali dilakukan menggunakan laut. Juga menggunakan udara mudah, karena telah memiliki Bandara Udara. Pangkalan Bun dekat dengan laut tetapi tidak benar-benar di samping laut. Ada kota pelabuhannya yang berada di samping laut yaitu Kumai sekitar setengah jam dari Pangkalan Bun. Artinya bahaya air laut tak sampai ke Pangkalan Bun.
Kedua, Pangkalan Bun posisinya strategis berada di tengah negara Indonesia. Silakan lihat gambar peta yang sudah saya upload di tulisan ini. Pangkalan Bun mudah sekali untuk menjangkau empat pulau besar secara langsung yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, juga Bali. Untuk ke pulau lainnya misal Maluku dan Papua, saya rasa Pangkalan Bun lebih menjangkaunya daripada letak Jakarta.
Ketiga, Pangkalan Bun belum menjadi kota besar. Pangkalan Bun adalah kota bukan desa. Memang Pangkalan Bun bukan kota besar tapi itulah yang menjadi nilai plus jika menjadi Ibukota Indonesia. Artinya Pangkalan Bun mudah untuk direncanakan dan dibangun. Sebab kalau kta besar sudah memiliki kondisi yang semrawut maka akan susah untuk membentuknya menjadi Ibukota.
Keempat, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya memiliki berbagai macam tujuan wisata alam, mulai dari Taman Nasional, banyak pantai, pulau, dan lainnya. Sehingga biasanya yang menjadi daya tarik orang luar untuk datang adalah wisata, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya sudah memiliki itu.
Berada di kota kecil Pangkalan Bun belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Istana Kuning, sebuah situs peninggalan bersejarah di Kalimantan Tengah.
Adalah Pangeran Adipatih Anta Kusuma yang mendirikan satu-satunya Kerajaan di Kalteng ini, dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pangeran Adipatih merupakan anak ke empat dari Raja Banjar. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.
Sang pangeran pun memutuskan pergi untuk mendirikan kerajaan baru di daerah tengah Kalimantan. Ketika berkelana di hutan bersama dengan prajuritnya, sang Pangeran terkejut saat melihat puluhan pohon beringin besar yang tertata sangat rapih di pedalaman hutan, dan akhirnya menjadi inspirasi nama kesultanannya, yang berasal dari dua kata yaitu kuta (pagar) dan ringin (beringin).
Kesultanan Kutaringin merupakan Kerajaan Islam PERTAMA dan SATU-SATUnya di Kalimantan Tengah. Pada saat kekuasaan Pangeran Ratu Imannudin, raja ke sembilan kesultanan saat itu memutuskan memindahkan kerajaan ke daerah baru, dikarenakan daerah baru tersebut memiliki letak yang jauh strategis dan aman bagi sebuah kerajaan.
Istana Kerajaan baru Kesultanan Kutaringin diberi nama dengan Istana Kuning. Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), dan Pedahiran (ruang makan kerajaan).
Namun naas, pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 masih setia menunggu kembali di isi oleh Ditjen Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di setiap ruangannya.
Notes:
Bila anda hendak mengunjungi Istana Kuning anda diharuskan menggunakan jasa guide Istana yang merupakan kerabat Istana.
Rumus 1 : Man Jadda Wajada (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) Rumus 2 : Man Shobaro Zhafira (Siapa yang bersabar akan beruntung) Rumus 3 : Man Saro 'Aladdarbi Washola (Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)