Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)


9 Mahasiswa Untuk Mipa Undip Peduli Merapi

08 November 2010 13.42 By Arsyil Statistikawan


[6 November 2010]
Berrrrgetar hape dari kantong, padahal jiwa dan raga ini sudah siap menuju ke Merapi.
Barri Pratama: “Syil, ente dimana??? Buruan bisnya mau berangkat, di gsg ya...” Wah belum ada jam 7 udah mau berangkat. Oke deh siap bergegas kesana.

Dan benar, memang di depan gsg sudah bersiap sebuah bis yang isinya anak-anak kimia 07 untuk berangkat. Diriku langsung disambut penuh semangat dari atasan, Presiden BEM, Barri Pratama. Di bagian belakang bis nongol anak-anak BEM; Hanif, Dana, dan ada ketua HM Insel, Syabil. Juga ternyata ada dua orang BEMerswati; Lala Ida, dan Oci. Dan kemudian setelah bis berangkat singgah sebentar di banyumanik untuk menjemput mba Dwi, sang Ibu-nya BEM (kata mas Barri loh).

Di boyolali susana jalan agak mencekam, langit menurunkan hujan abu, yang tentunya disembur dari Merapi. Sehingga masker pada dipakai. Namun tujuan kita adalah di Klaten. Sebuah posko pengungsian evakuasi Merapi, tepatnya di GOR Kota, Klaten Utara. Alhamdulillah di sini tidak ada hujan abu, sebab memang benar-benar insyaallah masih aman.

Disana kami langsung menurunkan barang bawaan dari sumbangan para mahasiswa MIPA UNDIP. Kerdus-kerdus yang berisi bahan makanan dan sandang dikeluarkan dari bis. Dan disana disambut oleh sebuah tim seukarelawan dari Kaskus Regional Klaten. Juga ikut bergabung kawan-kawan dari KMK (keluarga mahasiswa Klaten) Undip. Baru setelah siang datang relawan lain yaitu dari OPS (Organisasi Peduli Sesama) Undip, dan Mahasiswa Univ Ahmad Dahlan.



Disana sunggung seru sekali yang dilakukan. Kami bergabung dan membantu kawan-kawan yang sudah disana untuk mengkondisikan posko pengungsian ini. Sebab ternyata posko ini merupakan pindahan yang ketiga. Intinya dari posko pengungsian yang pertama pindah ke posko yang kedua karena penambahawan jarak rawan Merapi oleh pemerintah, lalu pun di pindahkan lagi ke posko yang ketiga yaitu disini. Karena juga jarak rawan Merapi diperpanjang.


Posko ini baru ditempati sore Jumat lalu. Bahkan dapur umum baru dibangun pagi ini, Serta tempat penumpukan dan pembagian logistik juga baru dibuat. Saling bergotongroyong kami melakukannya. Apalagi ketika bantuan berdatangan, kami bahu-membahu menyusun logistik. Sedangkan yang putri dikerahkan di dapur, untuk menyiapkan makan.


Selain me-loading bantuan yang datang, juga kami bagika pakaian-pakain bekas yang telah terkumpul untuk dibagikan kepada pengungsi. Juga membagikan snack-snack kepada keluarga dan anak-anak kecil. Namun ada yang paling digemari ibu-ibu, adalah susu kaleng.

Yang mungkin hal yang tak diinginkan para relawan saat itu adalah pembagian barang yang terkadang tidak merata. Karena anak segelintir pengungsi yang mencoba dan berhasil mendapatkan bahan bakanan double. Barang terbatas namun tetap aja mereka hanya memikirkan diri sendiri. Juga beruntungnya para pengungsi yang aktif untuk mencari bantuan. Sedangkan yang tidak aktif kurang memperoleh bantuan.

Waktu dhuhur tiba, di masjid sebuah kampus STAIM kami sholat dhuhur dijama` dengan ashar. Setelah itu kembali ke posko dan delanjutkan dengan makan bareng (nasi bungkus). Alhamdulillah kenyang perut terisi, eh setelah itu tak beberapa lama muncul gagasan pulang yukkk.,..



Hahaha, lagipula karena selain ada acara di Semrang juga sepertinya disini sudah lumayan banyak relawannya. Dan sudah cukup terkondisikan. Insyaallah akan baik-baik saja untuk hari ini. Dan diputuskan siang itu juga kami kembali ke Semarang. Namun sebelum itu sempat berfoto-foto dengan anak-anak kecil yang ada disana...asyiKKKK


Dalam perjalanan pulang dukanya adalah kami terpaksa di bis yang kedua harus berdiri sejam lebih banyak. Karenma di bis susah tidak ada lagi kursi kosong. Bis kedua ini berangkat dari Kertasura ke Semrang, bis AC bertarif 20ribu. Bis yang pertama merupakan dari pengungsian klaten tadi ke Kertasura, 5ribu.

Sekitar 3jam akhirnya kami aru sampai di Semrang. Jam 5 sore lewat kami turun di Sukun. Alhamdulillah tiba dengan selamat.,...


Tulisan Lain yang berhubungan



Share
Add my Facebook here!

Reaksi: 

0 Response to "9 Mahasiswa Untuk Mipa Undip Peduli Merapi"

Posting Komentar

CARA BERKOMENTAR:
Beri komentar sebagai, pilih: Nama/URL
Isi nama anda, kosongkan "URL" jika tidak punya website/blog. Kalau ngisi alamat Web jangan lupa "http://", contoh: http://arsyil.blogspot.com

Ctt: Identitas anda sangat saya perlukan. Jgn lupa nama ya!

Daftar Isi