Seringkali ada benarnya, “Apa yang terjadi esok adalah yang kita pikirkan sekarang.” Dan alhamdulillah sekarang beberapa hal yang dulu kupikirkan terjadi salah satunya adalah membuat paspor. Paspor sudah kuinginkan lama. Berawal dari mimpiku bisa ke negeri idamanku “Jerman” dan termotivasi dari tulisan Renald Gazali, guru besar UI tentang membuat paspor. Yang kulakukan pertama adalah menuliskan PASPOR di dinding kamarku. Kemudian tak lupa kutulis d facebook dan blog (baca:
Sebelum Wisuda Aku Harus Sudah Punya PASPOR). Hingga kusiapkan uang, kusisihkan untuk membuat paspor sebelum wisuda.
Sekali lagi, kalimat, “Apa yang terjadi esok adalah apa yang kita pikirkan sekarang” dan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” benar-benar memotivasi aku. Kata orang-orang di sekitarku, “Buat apa bikin paspor, kalau gak jadi keluar negeri gimana?” ada juga yang berkata “Kerja aja belum dah pengen ke luar negeri.” Sungguh, aku tak mendengarkan bisikan-bisikan yang menjatuhkan itu. Aku tetap bersemangat untuk menjadi diri yang baik di hari esok. Tetap memiliki mimpi-mimpi dan berusaha keras untuk menggapainya. Amin.
Banyak orang mengira membuat paspor susah. Oke aku maklum, mungkin karena kurangnya pengetahuan pada mereka tentang paspor. Paspor beda sama Visa. Kalau paspor ibaratnya KTP ke luar negeri sedangkan Visa adalah tiket untuk ke sebuah negara. Artinya paspor digunakan ke semua negara hanya 1 paspor sedangkan Visa tiap negara 1 visa. Kalau Paspor masa berlaku 5 tahun, kalau Visa berlaku sesuai kebutuhan. Untuk visa aku belum pernah buat karena belum ke luar negeri. Oke aku mau menyampaikan cara membuat paspor.
Di Semarang, membuat paspor di kantor Imigrasi kelas 1 Krapyak. Tapi sebelumnya lebih baik mendaftar online terlebih dahulu. Karena kalau belum daftar online prosesnya akan lebih lama. Daftar online di situs www.imigrasi.go.id dengan memilih 48Hal. Upload dokumen KTP, KK, dan AKTE yang telah di scan. Sesuai hari yang dijadwalkan datang ke Kanim I Semarang Jl Siliwangi No. 514 Krapyak membawa dokumen tadi fotokopi dan asli. Disana ikuti prosedur tanyakan saja pada pegawai disana kalau bingung. Gampang kok gak usah pakai calo, biaya Cuma 255ribu pengambilan paspor setelah 1 minggu.
by ARSYIL HENDRA SAPUTRA
Selengkapnya...
Posted in
my dream,
semangat
IPK = 3,72
Tabungan Pribadi = 4juta lebih
Mandiri Sehari-hari = Ya, tak dikirimi orangtua lagi
Wajah = lumayan lah, ^^
Kurang apa lagi buat bersyukur?
Akhir-akhir ini aku sering stres di kepalaku, atau bahasa simpelnya GALAU. Iya pastinya galau karena skripsiku. Sampai sekarang belum selesai. Padahal sudah banyak teman-teman aku yang akan sidang (lulus). Sedangkan aku masih jauh. Wah betul-betul membuat aku galau. Pernah suatu hari dan berhari-hari aku teriak-teriak sendiri di kamar mandi, kamar, kos, bahkan di jalan. Teriak "semangaaaaat". Emang bersemangat tapi kusadari, ternyata itu aku lagi stres. Ditambah lagi beberapa kegagalan yang sempat terjadi padaku.
Lalu aku sekarang alhamdulillah sudah tenang sejenak. Akhirnya aku menyadari bahwa selain rumus : MAN JADDA WA JADDA (siapa yang berusaha pasti akan berhasil) juga ada rumus kedua. Yaitu : MAN SHOBARO ZAFIRO (Siapa yang bersabar pasti akan beruntung). Betul, selain berusaha dengan sungguh-sungguh juga diperlukan kesabaran. Aku sebagai hamba Allah yang lemah cuma bisa berusaha tapi hasilnya ditentukan oleh-Nya.
Juga setelah kirenungkan kahir-akhir ini aku merasa jarang bersyukur. Ya Tuhan, maafkan aku yang kadang lupa bersyukur. Padahal dalam Alquran "Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan?". Menyentik manusia yang lupa akan bersyukur.
Alhamdulillah aku bisa bersyukur saat ini. Seperti yang ada di paling depan kutulis bahwa ada beberapa hal yang sudah diberikan Allah pada aku. Mungkinkah aku masih lupa bersyukur? TIDAK. Aku harus bersyukurrrr... bersyukurrrr... bersykurrrr...
Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando’s First Giveaway
Selengkapnya...
Posted in
Islam,
semangat
Terkadang aku malu terhadap diri sendiri. Masa kalah sama seorang tua mbah-mbah. Setiap pagi saat aku selesai sholat subuh dari masjid, di perjalanan aku selalu berpapasan dengan mbah-mbah tua yang menggendong jamu. Subhanallah luar biasa. Sudah tua banget masih tetap semangat bekerja. Umur beliau mungkin kira-kira 60-70 tahun, atau lebih. Kurang tahu juga tapi memang tua banget. Aku sampai kasihan kalau melihatnya.
Sejenak aku merenung. Aku masih muda begini, masa kadang-kadang malas-malasan. Aku harus selalu bersemangat dan bekerja keras. Mbah-mbah aja masih semangat!
AYOOOOO ARSYILLL JANGAN BERHENTI BEKERJA KERASSSSSSSSSSSSSSSS
Selengkapnya...
Posted in
Fenomena,
semangat
Alhamdulillah, setahun yang lalu aku pernah buat RESOLUSI 2011 : tidak dikirimi uang dari orangtua lagi. Ternyata sukses, aku hampir sebagian besar sehari-hari dari uang yang kudapat sendiri, yaitu bekerja.
Lusa kemarin aku membeli sebuah netbook seken hp mini 110-11000 tord, pakai uang sendiri. Meskipun seken tak apalah yang penting bisa bermanfaat banyak buat aku. Karena memang budget yang kupunya hanya dapat untuk membeli yang seken. Tapi tak apa yang penting tujuanku membeli netbook bisa terlaksana.
Semakin bertambah hari aku tak bisa membentuk rasa prihatinku pada nasib skripsiku. Sebulan ini aku dilanda musibah bertubi-tubi. 2 sekaligus flashdiskku hilang dan laptop rusak membuat file skripsiku kini telah tiada. (Bisa baca curhatanku di: Jangan Sekali-Sekali Tidak Mem-Back Up File SKRIPSI)
Teman-teman doakan aku yah tetap bisa semangat... ^^
Selengkapnya...
Posted in
semangat,
skripsiku
Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun ,,
Yah, itu lah kalimat yang sangat tepat untuk mencairkan hatiku. Musibah datang secara berturut-turut. Sebagian karena kesalahan diriku. Tapi apapun itu yang sudah terjadi ya sudahlah. Segalanya berasal dari Allah dan pasti akan kembali kepada Allah jua. Yang ada pada diri kita bukanlah milik kita, tapi miliknya Allah, kita hanya dititipkan. Jadi apapun yang terjadi kembalilah ke Allah, bertawakal, berserah diri senantiasa. Bahwa tiada hal yang terjadi di dunia ini tanpa seijin-Nya..
Dalam satu bulan diriku kehilangan beberapa benda yang penting bagi aku. Mulai dari Handphone, lalu 2 (dua) buah flashdisk. Kemudian laptopku yang berisi data-data yang sangat banyak, rusak.
Data skripsiku ada di harddisk laptop, tapi rusak. Salinannya ada di flashdisk. Ku backup di 2 flashdisk sekaligus, eh malah kedua-duanya hilang. Masyallah.. jadi tinggal harddisk laptop yang kuharapkan.
Laptopku ku servicekan, kata masnya ada kerusakan, lalu diperbaiki. Mayallah mahal sekali biayanya. Lalu kuurungkan dan bilang ke mas teknisi di tempat service itu untuk mengambil harddisknya.
Ketidaktahuanku, membuatku mendapat musibah tambah besar. HD laptop ku itu kucobakan di PC. Alhasil, rusak langsung, alias gak ke deteksi di laptop lagi. Aku pasrah. Lalu laptopku itu pun ku pasrahkan ke mas teknisi tadi, dan dibeli 300ribu. TT
Selengkapnya...
Posted in
semangat,
skripsiku
Tadi baca postingan salah seorang teman di Grup fb. Nah langsung aja gue copas. Sangat memotivasi. SIngkat aja ini. Tapi semoga bisa membantu kawan-kawan yang lagi galau. just share
Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)
... ... ... Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
Ayo sebarkan ke tman2 kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita pdahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186)
Selengkapnya...
Posted in
Islam,
nasehat,
semangat
 |
| Tatik Widiharih (Dosen Waliku) |
Ini adalah pertama kalinya aku membuat transkrip nilai ke dosen wali, Bu Tatik Widiharih (Lihat gambar). Sebenarnya biasa aja sih, tapi gak tau ya, pengen aja share ke blog. Membuat transkrip nilai sebenarnya sudah pernah kuinginkan sejak dulu yaitu untuk keperluan mengurus beasiswa. Tapi entah kenapa gak jadi, dan baru kali ini yang pertama. Yaitu untuk mengurus persyaratan lowongan kerja menjadi webmaster Mipa. Dan salah satunya mensyaratkan transkrip nilai.
Format transkrip kuperoleh filenya di laptopku, entah dulu itu dari siapa. Tapi kucontoh aja. Eh ternyata pas sampai ke dosen wali, Bu Tatik, beliau bilang salah. yaitu di Nilai akhir, disitu kutulis dalam angka, beliau bilang harusnya dalam huruf. Oke akan kurevisi. Dan setelah kurevisi akhirnya ditandatangani. Silakan kalau mau lihat: download transkrip nilai
Selengkapnya...
Posted in
semangat
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
- Syair Imam Syafi’i -
Di kala jiwa ini menurun semangat. Di kala stres pikiran di saat ada sms dari seberang sana, “Syil, kapan buletin launching??” DI kala belajar lebih membawa nikmat ketimbang organisasi yang sekarang sedang membuatku jenuh. Yang membuatku kembali ke titik terendah semangat seperti beberapa waktu lalu. Yang membuatku kembali ke aktivitas menyukai menulis di blog. Maka muncullah inisiatif untuk memunculkan semangat itu kembali. Yah, luar biasa, buku kedua dari trilogi “Negeri 5 Menara’-nya Ahmad Fuadi yaitu berjudul “Ranah 3 Warna” memberikan secercah semangat baru di pagi ini.
Apalagi salah seorang teman dari Alif (tokoh utama novel tersebut), yaitu Baso’ sungguh menggetarkan jiwa saya. Dalam novel itu si Baso memiliki cita-cita besar dan cara luar biasa untuk mewujudkan cita cita itu. bahkan saya sampai ikut membayangkan, dan langsung darah di kakiku mengalir ke otak. Aku ingin seperti itu! Kata batinku.
Baso bercita-cita ingin ke Mekkah, Arab Saudi! Meskipun dengan cara apapun, katanya. Jadi dia kemudian membeli peta dunia. Lalu di peta tersebut ia gambarkan jalur dari Sulawesi ke Mekkah. “Alif, aku sangat inin ke Mekkah! Meskipun dengan berjalan kaki. Oleh itu aku sudah membuat jalur jalan kaki dari Sulawesi ke Mekkah,” kira-kira begitu yang disampaikan Baso ke Alif mengenai cita-citanya ke Mekkah itu. Wew, membuatku merinding membaca semangat luar biasa Baso di novel itu.
Lantas di kepalaku muncul gagasan yang serupa dengan baso itu. Kalau si Baso sangat ingin ke Mekkah, diriku jujur sejak akhir-akhir ini sangat ingin sekali bisa ke sebuah negara kaya ilmu pengetahuan di Eropa, yaitu Jerman! Arrrggggg.... Tiap pikiran ini membayangkan kata “Jerman” hasrat besar langsung memuncak. Bahkan tak segan-segan nafsu Arsyil sepintas berkata, “Pokoknya sebelum sampai ke liang lahat, setidaknya aku pernah ke Jerman.”
“Man jadda wajadda,” itulah salah satu mantra Alif dalam novel terbut, yang kemudian membuatku semakin bergairah dan bersemangat. Artinya siapa yang berusaha/ bersungguh-sungguh ia akan mendapatkannya! Oke, kesimpulannya aku pokoknya harus berusaha dulu kalau emang benar-benar ingin meraih cita-citaku.
Laptop kuhidpkan, printer kunyalakan, kertas kupasangkan di printer itu. Lalu sebuah peta dunia kugambar di photoshop laptop, dan di atasnya tertulis “Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Jerman.” Peta itu melukiskan garis dari Pangkalan Bun – Semarang – Jerman.Yups, Jerman adalah tujuanku menuntut ilmu selanjutnya. Amin Ya Allah. Aku mohon petunjukmu..
Semangat! Semangat! Semangat!
Selengkapnya...
Posted in
celotehku,
semangat