Tadi baca postingan salah seorang teman di Grup fb. Nah langsung aja gue copas. Sangat memotivasi. SIngkat aja ini. Tapi semoga bisa membantu kawan-kawan yang lagi galau. just share
Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin.....”
Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata “Jadi”, maka jadilah (QS. Yasin ; 82)
... ... ... Ketika kita mengeluh : “Capek banget gw....”
Allah menjawab : “...dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS.An-Naba :9)
Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya...”
Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan.” (QS. Al-Baqarah : 286)
Ketika kita mengeluh : “Stressss nih...Panik...”
Allah menjawab : “Hanya dengan mengingatku hati akan menjadi tenang”. (QS. Ar-Ro’d :28)
Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh... ini mah semua bakal sia-sia..”
Allah menjawab :”Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya”. (QS. Al-Zalzalah :7)
Ketika kita mengeluh : “Gile aje..gw sendirian..gak ada seorangpun yang mau bantuin...”
Allah menjawab : “Berdoalah (mintalah) kepadaKU, niscaya Aku kabulkan untukmu”. (QS. Al-Mukmin :60
Ketika kita mengeluh : “ Duh..sedih banget deh gw...”
Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita:. (QS. At-Taubah :40)
Ayo sebarkan ke tman2 kita smua yg mulai galau atas perhatian Allah yg serasa jauh dari kita pdahal sebaliknya Allah dekat selalu (QS. Al-Baqarah 186)
Selengkapnya...
Posted in
Islam,
nasehat,
semangat
Jadi inget sebuah hadis,
"Orang yang kuat bukanlah orang yang hebat dalam bertengkar, sesungguhnya orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika harus marah". Kata bijak itu dulu ketika jaman PMB (a.k.a ospek) juga pernah kulontarkan ke teman-temanku seangkatan. Aku masih ingat itu. Sebab itu dulu kugunakan sebagai penyejuk ketika teman-teman angkatanku mulai emosi terhadap senior. Dan alhamdulillah bisa terkontrol. Tapi itu dulu. Dulu yang sudah lama sekali terjadi. 2 tahun yang lalu coy. DUh malah jadi ingat masa-masa itu.
Ohya, ini bukan tulisan untuk seseorang ataupun sebuah kelompok ini merupakan tulisan untuk semua orang. Bukan maksud menggurui. Aku tahu bahwa kawan-kawan semua sudah gede. Mungkin hanya untuk mengingatkan atau saling bernasehat saja. Karena bisa jadi kawan-kawan masih masih seperti itu (marah-marah dan bentak-bentak). Maka diini kuingatkan, tolong, katakan tidak untuk marah-marah dan bentak bentak!
Ketika lihat orang marah-marah dan bentak-bentak aku jadi ingat waktu sekolah dulu. Sesuatu yang alhamdulillah sekarang bisa dewasa merenunginya (amin). Kalau mengenai marah-marah tidak usah kemana-mana, sebab di rumahku sendiri sudah ada pengalaman kena marah-marah itu. Hampir setiap hari aku mendapat marah orangtua aku, yaitu ibu tersayangku. Benar banget, bahwa marah itu karena ada kesalahan yang telah kita perbuat. Ibuku marah tentu karena ada kesalahan yang telah kuperbuat. Namun apakah jika seseorang salah harus selalu dengan marah-marah? Insyaallah tidak! Marah jangan sebagai alternatif satu. Sebab kalau bisa dengan secara halus kenapa tidak. Tapi kalau kurang berfek memang perlu sedikit tegas. Namun belum sampai marah-marah sekali. Marah baru terjadi kalau alternatif paling akhir. Alias kesabaran sudah habis. Tapi itupun harus dikontrol emosinya. Gimana ya jelasinnya, intinya sebaiknya marah-marah tidak diupayakan terjadi.
Kemudian pengalaman bentak-bentak, itu bahkan terjadi pada diriku sendiri. Aku sebagai pelaku bentak bentak. Yaitu dulu ketika di SMA, di dalam organisasi, OSIS dan Drum Band. Ketika masa penerimaan siswa baru (MOS). Aku sebagai orang yang cukup punya posisi di kedua organisasi itu. Ketika MOS, kerjaanku adalah melakukan bentak-bentak kepada siswa baru (baca:junior). Lalu, ada yang masih kuingat sampai sekarang, nasehat kecil dari seorang teman, yang mana dulu masuk telinga kananku tapi keluar lagi dari telinga kiriku, eh sekarang nasehat itu malah mengena di aku. Terima kasih Haris, salah satu temanku.
Di sela-sela kegiatan MOS, dia sempat berbisik ke aku "Syil, gak usah marah-marah". Sangat singkat dan lirih suaranya. Karena dia juga berhati-hati bernasehat seperti itu. Karena tidak mau nasehat itu malah menyakiti hatiku. Yah, menasehatinya secara kawan dan sahabat. Si Haris sekarang adalah ketua UKMI (rohis sebuah perguruan tinggi di jogjakarta).
Dulu tujuanku saat MOS marah-marah itu adalah adalah untuk tegas dan melatih mental mereka. Untuk mengenai mental ketika SMA itu aku sudah dapat solusinya. Ada suatu cara dimana tanpa bentak-bentak, mental mereka terlatih. Namun untuk yang adalah tegas, sekarang kuyakini bahwa untuk tegas tidak harus dengan marah-marah atau bentak-bentak. Selama tegas itu bisa didengar, maka tak perlu mengeraskan suara lisan berlebihan (bentak). Intinya TETAP TEGAS TAPI TIDAK BENTAK.
Inilah tulisan yang berisi nasehat dan pengalaman pribadiku. Semoga bisa bermanfaat bagi kawan-kawan semua. Mohon maaf jika tidak ada yang berkenan dengan tulisan ini. Tapi aku mohon tidak perlu ditanggapi, keluarkan aja lewat telinga kiri kalau anda tidak menyukai tulisan ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Oleh: Arsyil Hendra Saputra
Selengkapnya...
Posted in
nasehat
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demonstrasi adalah pernyataan protes yg dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Dan menurut wikipedia, demonstrasi atau unjuk rasa adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Sedangkan arti dari Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Jadi berdasarkan arti kata, demonstrasi mahasiswa adalah sebuah pernyataan atau gerakan protes yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa atau orang yang belajar di perguruan tinggi.
Kemudian jika kita jabarkan lagi subkata dari kata mahasiswa, yaitu kata maha dan siswa. Maha berarti besar/tinggi dan siswa adalah pelajar/ orang yang mempelajari sesuatu. Maka artinya bahwa mahasiswa adalah orang terpelajar yang derajatnya lebih tinggi dari lainnya. Yang mana idealnya merupakan seseorang yang telah matang akal dan pikirannya, dan tau benar baik dan buruk. Sehingga jika kita kembali kepada arti demonstrasi mahasiswa, berarti merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang mana tentu apa yang dilakukannya adalah untuk sesuatu yang baik.
Namun selama ini, justru sebaliknya. Demonstrasi mahasiswa terdengar sesuatu yang negatif, lekat sekali dengan anarkis, brutal, merugikan, bikin macet jalan, dan lain sebagainya. Yang pasti di mata orang tua demonstrasi mahasiswa membuat jantungnya berdegub deg-degan keras apabila tau anaknya adalah salah seorang diantaranya. Takut hal buruk terjadi pada anaknya yang sedang belajar di bangku perguruan tinggi itu. Bagi pemakai kendaraan, demonstrasi menjadi momok yang mengesalkan, karena sering kali membuat lalu lintas terganggu dan atau macet. Dan tentu pula bagi masyarakat sekitar tempat dilakukannya demo, khawatir aksi yang dilakukan ricuh dan berakhir dengan rusaknya beberapa fasilitas umum bahkan mungkin fasilitas milik pribadi masyarakat. Dan mungkin masih banyak lagi pihak yang menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai momok yang tak ingin terjadi.
Selengkapnya...
Posted in
essay aku,
nasehat