Tampilkan postingan dengan label Kos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kos. Tampilkan semua postingan

Dua Kamar Bersebelahan : Yang Satu Bekerja Keras Memenuhi Kebutuhan Hidup dan Yang Satunya Suka Berfoya-Foya

16 Februari 2012 17.39 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Kosku merupakan rumah kontrakan bernama Wisma Khalid Bin Walid. Terdiri atas 7 Kamar, sekarang berpenghuni 10 orang (dulunya 13 orang), termasuk aku. Tapi disini aku mau menyoroti dua orang dari penghuninya. Mereka berdua memiliki kamar yang bersebelahan. Sebut saja S dan N. S dan N adalah sama-sama angkatan 2010 dan satu jurusan di fakultas Mipa Undip. Karena satu rumah dengan mereka, pastinya aku mengerti apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Sungguh ironis, mereka berdua memiliki kebiasaan yang berkebalikan.

S adalah seorang pekerja keras. Di semester 3 ini ia sudah memikirkan untuk mencari nafkah sendiri. Bahkan berusaha sendiri mencari uang untuk keperluan biaya kuliah. Luar biasa, semangat S sangatlah besar dalam bekerja. Bahkan siap kalau ia diberi pekerjaan. Alhamdulillah aku juga sempat memberi ia kerjaan dan mendapatkan imbalan. Kurasa, semangat bekerja S lebih besar dari yang kupunya. Semoga ku bias mencontoh itu darinya. Syukur, S sejak semester kemarin mendapat beasiswa BUMN, sama seperti aku. Sehingga lumayan teerbantu atas beasiswa itu.

Selain bekerja, S juga sangat semangat untuk mengikuti kompetisi ilmiah. Budaya ilmiah sudah sangat melekat pada diri S. Alhamdulillah, 2 buah proposal PKM dari S, lolos didanai oleh Dikti. Dan sekarang, tak berhenti disitu, ia tetap bersemangat mengejar PKM lagi. Wah luar biasa.

Lalu, kamar yang satunya ada si N. Duh duh, jangan ditanya dia dikirimi uang bulanan berapa, wong makan seharinya aja rata-rata 50 ribu sehari. :( Sangar kan? Tuh bias dihitung sendiri, sebulan dia habis berapa. Belum lagi buat main-main bareng teman-temannya. Bisa karaoke, ke resto, atau jalan-jalan. Tapi Alhamdulillah, N sangat baik, ia tak pernah segan berbagi. Kalau ia punya sesuatu, pasti dibagi dengan yang lain. Namun saying, kebiasaan “hedon” itu tak bias lepas darinya. buat

Kini N sudah pindah ke kos lain, tak disini lagi. Padahal bayaran kontrakan kami sudah ia lunasi. Aku sempat bilang ke dia, cobalah prihatin dengan orangtua yang sudah mencari uang untuk dia, oleh itu jangan bikin uang mubazir. Padahal sungguh ironis, di saat jatah kasur yang buat N kosong, masih banyak orang yang butuh itu. Pastinya kalian pernah lihat saudara kita yang hanya mampu tinggal di masjid menjadi takmir.


Selengkapnya...

Mesin Pompa Air Rusak – Sebuah Kisah Sedih Anak Kos?

20 Oktober 2009 19.51 By Tembalang Online 4 Komentar

Mesin Pompa Air Rusak

Alhamdulillah siang tadi sudah bener mesin pompa air di kosanku. Jadinya sore ini aku dapat mandi sepuasnya di kosan (lagi). Sebelumnya dua hari yang lalu (Minggu 18/10/9) entah kenapa tiba-tiba tuh mesin pompa air gak bisa ngeluarin airnya ke tanki gede di belakang rumah alhasil air pun tak keluar dari keran di kamar mandi.

Selama dua hari itu aku dan yang lainnya berpetualang ke tempat lain buat numpang mandi. Kalau aku numpang mandi di kamar mandi masjid dan kos temen. Asyik juga sih sekali-kali mandi di tempat umum. Airnya dingin cuy, seger banget, kapan-kapan pengen ah mandi disitu lagi. Dan makasih untk didin yang mempersilakan aku mandi di kosnya.

Akibat dari kejadian ini sampai-sampai ada salah satu temanku yang kuliah gak mandi. Wah wah wah, jadi inget kayak aku dulu. Dulu aku pernah juga berangkat kuliah gak mandi. Sengaja sih, abisnya kesiangan. Inilah akibatnya jika tidur setelah sholat subuh. Sampai di kampus diejekin deh sama teman-teman. So what, biarpun gak mandi kan yang penting badan gak bau.

Ternyata mesin pompa air di kosanku bukan rusak. Air tidak keluar karena pipanya bocor. Kata bapak yang memperbaikinya kemarin. Kemudian kami menelepon bapak yang mpunya rumah kosku. Langsng bapak pemilik kosku itu meridoi untuk mengganti pipa baru. Esok harinya yaitu tadi pagi bapak ahli pompa air itu melanjutkan perbaikan. Dan alhamdulillah sudah baik kembali. Kami pun bisa melakukan mandi sepuasnya di kos.

By Arsyil

Selengkapnya...

Pilih Nge Laundri atau Nyuci Sendiri? - Catatan Anak Kos

10 Oktober 2009 20.10 By Tembalang Online 4 Komentar

Foto Rak Pakaianku

Kalau aku ngelaundrikan pakaianku. Dulu waktu awal-awal kuliah aku mencuci sendiri. Tapi kemudian aku gak tahan nyuci sendiri. Soalnya kalau aku nyuci bisa satu atau dua jam, menurutku sangat rugi waktu sekali. Jadi akupun berpikir ulang untuk mengatasi problem itu.

Di sebuah tempat laundri ternyata membolehkan untuk mencuci sendiri. Aku menyebutnya rental mesin cuci, perjamnya Rp4000. Dari satu rental mesin cuci aku pindah ke rental mesin cuci lain. Eh beberapa minggu kemudian mesin cucinya pada rusak.

Beberapa hari kemudian kubaca tulisan di depan ruko itu, “cuci kering+setrika Rp3000/kg, cuci kering Rp1500/kg, cuci basah Rp6500/5kg”. Akupun jadi berpikir untuk ngelaundri. Sebab kuhitung-hitung sebelumnya kalau aku merental mesin cuci, butuh waktu 1,5jam untuk menyelesaikan semua cucianku jadi mengeluarkan duit Rp6000/nyuci. Belum lagi sabun cuci yang kugunakan. Wah pikirku mending ngelaundri kering aja. Mungkin pakaianku sekitar 5-8 kg. Jadi uang yang kukeluarkan beda dikit aja.

Hingga sekarang aku melaundri pakaianku cuci kering. Karena minimal untuk cuci kering adalah 5kg maka aku kalau melaundri tunggu pakaian kotrku numpuk dulu. Biasanya sih aku melaundri seminggu sekali.

Karena aku memilih cuci kering karena harganya aja setengah dari cuci plus seterika. Mengirit uang kiriman gitu. Lagipula kalau mau seterika di kosan kan bisa. Apa gunanya aku bawa seterika jauh-jauh dari Kalimantan. Tapi selama ini aku jarang nyeterika bajuku loh.. (Duh ketauan deh aibku).

Dari laundri ada satu hal penting yang kupetik. Ternyata beda hasil cucian pria dan wanita. Meskipun gak diseterika hasil laundrian di tempat laundri rapi banget, harum lagi. Pokoknya mendamaikan hati banget. Kalau nyuci sendiri mah masih kusut dan apek lagi. /He..he.. (Apa cara nyuciku yang salah yak.? Gimana toh cara nyuci yang bener dan hasil bagus?). Tapi aku mah gak terlalu ngeribetin itu, cowok mah ujung-ujungnya yang nyuciin baju sang isteri. (Iye kalau si isteri mau nyuci baju lu, kalau gak gimana syil? harus donk… gakgakgak… peace..!)

Selengkapnya...

Anak kos Wisma Al-anfal

28 Februari 2009 06.02 By Tembalang Online 12 Komentar

Arsyil mau cerita apa yah sekarang. Sebenarnya banyak sih yang mau arsyil tulis diblog ini. Tapi yang bingung tuh pantas ga ya kutulis. Trus juga arsyil kan belum terlalu lihai nulis blog.

Arsyil cerita tentang kehidupan di kos aja deh. Sebenarnya sebelumnya sudah kutulis tentang keadaan kamar kosku. Berarti sekarang lanjutannya deh.

Aku tinggal di sebuah rumah. Dinamakan Wisma Al-anfal. Wismaku ini adalah satu dari 5 wisma ikhwan (laki-laki) yang merupakan wisma anak FMIPA yang tergabung dalam suatu komunitas yaitu Wisma islam Salam Adz-dzikro. Untuk wisma tempatku ini lumayan berjauhan dengan wisma lainnya. Tapi 5 ini katanya wismaku ini adalah yang paling elit. Hehe.

Yah, kalau dibilang wismaku ini adalah kosan sederhana adalah benar. Dalam arti biayanya murah. Rumah ini dikontrak sebesar Rp 7,8 juta/tahun. Karena kami yang tinggal disini 10 orang, jadi tiap orang Rp 800ribu, 20ribu tambahannya tu untuk kas wisma. Bagi aja 800rb / 12 bulan. Sekitar 66ribuan kan! Terlalu murah yah. Tapi itu kan untuk rumah. Sedangkan untuk pembayaran listrik, telepon, dan air galon, kami iuran perbulannya 25 ribu, tapi bagi yang bawa komputer dan rice cooker ada iuran tambahan. Kalau aku sih 25 ribu. Paling banter kan kosan tuh 150-400ribu. Tapi kalau aku berarti ga nyampe 100ribu! Wew!

Eiittss jangan salah, emang murah banget. Tapi ga jelek loh kosanku ini. Rumahnya lumayan gede, beton berlantai dua, punya pelataran rumah lagi. Enak deh disini. Apalagi orang-orang yang tinggal disini orang baik.

Awalnya kami berjumlah 10 orang. 5 angkatan 08 yaitu aku, aribat, faqih, galih, dan alfin. 1 angkatan 07 yaitu akh khamdan. 1 angkatan 06 yaitu akh itmam, 2 angkatan 05 yaitu akh zaenal, 1 angkatan 04 yaitu akh feri. Yup untuk yang lebih tua dari aku kupanggil dengan "akh". Dalam bahasa arab meaningnya adalah "saudara". Disini emang atmosfirnya emang islam banget. Itulah yang sangat kusyukuri, Allah telah membawaku kesini. Rumus mudahnya kan kalau kita ingin jadi orang baik maka berkumpullah dengan orang baik. Nah, alhamdulillah aku masih jadi orang bener! Hehe.

Disini jarang deh lupa sholat. Kalau subuh yang sudah bangun akan bangunin yang masih tidur. Kalau aku sih kadang masih dibangunin..Hehe. Trus kami juga sholatnya kuduk di masjid. Lagian ga terlalu jauh jarak masjidnya. Trus kalau selesai sholat tuh pada tilawah quran.

Tidak cuma itu kelebihan orang yang tinggal disini. Sebagian besar dari orang yang tinggal di Wisma Al-anfal adalah orang yang punya posisi di organisasi. Akh khamdan, teman satu kamar dengan aku adalah ketua HMM (Himpunan Mahasiswa Matematika). Jadi aku sering sharing tentang organisasi ke dia. Sedang aku adalah komting statistika 08 trus juga aktif di BEM.

Tidak hanya aktif di organisasi, mereka juga lumayan ko dalam hal akademik. Kalau aku kutip dari motto akh khamdan tuh gini "Organisasi penting, kuliah harus, ibadah wajib".

Pokoknya kekeluargaan disini sip deh! Pokoknya bersyukur banget aku bisa tinggal disini. Yah bisa kubilang ni awal yang baik untuk 4 tahun ke depan. Eh salah, targetku kan cuma 4 tahun ga lebih kuliah disini, berarti 3,5 tahun lagi! SEMANGAT!


=Arsyil=
Selengkapnya...

Kamarku

04 November 2008 15.28 By Tembalang Online 4 Komentar

Kamarku terletak di lantai atas. Jika dari pintu wisma,masuk langsung saja terus dan naik tangga. Di atas ada tiga kamar, sebenarnya cuma dua, satu lagi tuh gak berpintu alias merupakan "kamar jadian". Kamarku bukan yang jadian. Kamarku tu yang sebelah kiri kamar mandi. Biasanya dalam keadaan terbuka.

Ukuran kamarku standar sekitar 3x3 meter. Pintu di sebelah utara dan jendela di sebelah selatan. Lantainya adalah berupa keramik. Sedang warna dasar kamar dominan putih baik dinding maupun lantainya. Kecuali warna pintu dan jendela. Fentilasi di sini sengaja kututup dengan koran. Kemudian di bagian atas ada sebuah bolam lampu.

Dalam satu kamar ini, ada 2 orang. Salah satunya kan aku, dan satunya lagi bernama Khamdan. Dia matematika ekstensi angkatan 2007. Jadi,aku memanggilnya akh khamdan. Untuk letak kasur, aku di sebelah barat dan dia di sebelah timur.

Pertama, kuceritakan bagian utara kamarku dulu. Jika kita masuk pintu dari luar maka di sebelah kiri ada sebuah rak baju dan sebuah lemari. Rak baju adalah milikku. Terbuat dari kayu. Ukurannya 80x40cm,terdiri 3 kolom. Yang paling atas kuisi baju kaos dan kaos dalam, yang kedua kuisi baju hem/kemeja dan celana dalam, dan yang paling bawah kuisi celana. Di atas rak ada jam sebagai pengingat waktu, dan peralatan pribadi; sabun, pasta dan sikat gigi,sampo, dan minyak rambut. Selanjutnya, lemari yang berada di sebelah rak bajuku adalah milik akh khamdan. Di dalamnya ia isi baju, sabun, dlsb. Di atas lemari kujadikan tempat untuk meletakkan helm.

Di sebelah timur adalah wilayah akh kamdan. Ada kasur, dan di dinding di pasang usari organizer board miliknya. Agak ke selatan ada rak buku dan di dinding dipasang steroform.

Di bagian selatan ada jendela yang berdiri tegak. Gordennya berwarna merah. Di bawah jendela ada meja setinggi 40cm. Di atasnya area akh khamdan ada komputer miliknya. Sedang di areaku kuisi dengan file shelf,sebagai tempat buku dan dokumen2. Di dindingnya ada kalender berlogo himasta.

Sebelah barat kamar adalah tempatku. Jelas ada kasur, trus di dindingnya ada usari organizer board. Di arah selatannya ada steroform, ada tulisan "arsyil" yang kutempel. Kasurku warnanya biru. Sepreinya berwarna merah. Juga ada sebuah bantal.

Oh iya lupa, di balik pintu sendiri,kujadikan tempat gantungan pakaian. Trus kalau di lantainya ada tempat buat pakaian kotor.

Demikian deskripsi dari kamarku. Doakan aku bisa kerapian dan kebersihan. Terima kasih.

By arsyil.
Semangat!! Selengkapnya...

Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)