Tampilkan postingan dengan label kso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kso. Tampilkan semua postingan

VPTI KSO Sucofindo-Surveyor Indonesia, Apa Itu? Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor

27 Desember 2014 21.07 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar

Kerja kamu ngapain? Perusahaan kamu perusahaan apa? Nah lo, kalau sebelumnya gampang banget jawab pertanyaan itu; jadi guru atau perusahaan produknya telur (sebelum di KSO SCISI aku kerja di perusahaan telur, sebelumnya lagi aku kerja guru matematika). Lalu setelah itu jelasin panjang lebar pun orang awam bisa paham, alias bisa terbayangkan. Nah kalau kerjaan sekarang agak sulit menjelaskan nih, karena produknya gak biasa. Tapi kalau aku bisa menjelaskan kepada orang lain dengan baik malah mereka langsung bilang “wow” your work is fantastic.

Nama tempatku bekerja adalah KSO Scufocindo – Surveyor Indonesia (KSO SCISI). Loh kok depannya KSO? Biasanya kalau perusahaan embel depannya PT? Iya betul banget, KSO itu kepanjangan dari Kerja Sama Operasi. KSO SCISI ini adalah semacam anak bisnis dari dua buah perusahaan, yaitu PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia, keduanya adalah BUMN. Mereka berdua memiliki bisnis yang dikerjakan bersama (so sweet yah :p). Nama bisnisnya adalah VPTI (Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor). Eits penasaran kan sabar dulu ya..

Jadi tuh PT Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia adalah milik negara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang yang sejenis/ mirip yaitu bidang survey, verifikasi, inspeksi, dan sertifikasi. Aku sih gak begitu tau betul tentang mereka berdua karena belum pernah kerja di kantor mereka. PT Sucofindo gedungnya di jalan pasar minggu sedangkan PT Surveyor Indonesia gedungnya di jalan gatot subroto, keduanya relatif gak jauh dari kantor KSO SCISI, terletak di gedung Bidakara.

Sejarahnya dulu mereka berdua masing-masing melakukan kegiatan VPTI secara sendiri-sendiri, karena satu dan dua hal akhirnya mereka membentuk kesepakatan perdata dan terbentuklah KSO Sucofindo Surveyor Indonesia pada bulan November tahun 2002. Satu per satu kelompok produk impor mereka lakukan verifikasi. Aku baru masuk 6 bulan yang lalu jadi cuma bisa jelaskan garis besarnya. Sekarang sudah 12 tahun nih sebanyak sekitar 28 kelompok produk yang tercatat dilakukan verifikasi (VPTI).

Lalu apa itu VPTI? VPTI adalah kegiatan verifikasi di negara asal muat barang impor. Oke aku jelaskan dengan bahasa yang simpel deh. Jadi, ada barang-barang tertentu yang dibatasi impornya yang wajib diinspeksi oleh KSO SCISI di luar negeri, di tempat asal barangnya sebelum diangkut ke wilayah Indonesia.

Ilustrasi begini:
Misal A= Importir. A mau impor ponsel dari China sebanyak 5 kontainer. A sudah melakukan perijinan segala macam yang disyaratkan oleh pemerintah di dalam aturan impor ponsel, alias tinggal diangkut ke Indonesia. Nah karena ponsel adalah produk yang wajib di VPTI oleh surveyor yaitu KSO SCISI maka si A harus mengajukan permohonan inspeksi kepada KSO SCISI. Setelah persyaratan pengajuan untuk VPTI selesai, selanjutnya KSO SCISI melalui cabang atau afiliasi di China melakukan inpeksi pada 5 kontainer ponsel tadi. Inspeksi berupa dicek, dihitung, dsb, termasuk memastikan bahwa barang yang mau diimpor sesuai dengan dokumen impornya. Termausk antara lain misal di dokumen impor dia mau impor ponsel merek Oppo, nah si inspektor harus memastikan memang itu Oppo jangan sampai ketemu merek Apple. He he. Lalu contoh kedua misal ponsel yang diimpor tersebut berjumlah 2000 ponsel, si inspektor memastikan itu memang 2000 bukan lebih ataupun kurang. Setelah selesai proses inspeksi di negara asalnya China tersebut selanjutnya KSO SCISI akan mengeluaran LS atau Laporan Surveyor yang berisi informasi hasil inpeksi tadi. LS ini selanjutnya digunakan si A importir sebagai salah satu persyaratan untuk mengambil barangnya di bea cukai ketika telah tiba di pelabuhan Indonesia.



Selengkapnya...

Dalam Satu Hari Mengunjungi Tiga Kota, Semarang-Salatiga-Demak, Bersama KSO

28 Agustus 2014 08.09 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


“Kerjaan belum selesai, ke Semarangnya batal”, kira-kira begitulah ucapan setengah serius dan bercanda dari Pak Andri, Kabag Analisis Data dan Pelaporan (ADP) di ruang ADP sore itu, Jumat 22 Agustus 2014. Setengah serius karena benar juga bahwa kerjaan adalah menjadi prioritas yang perlu diselesaikan sehingga ketika di perjalanan hati menjadi tenang tidak ada beban. Setengah bercanda karena bisa dibilang acara tersebut sudah fixed dilaksanakan, semua telah siap, masa sih harus batal. Yang jelas menurutku itu sebagai motivasi kalau bisa dibilang, agar bisa fokus menyelesaikan pekerjaan selesai cepat.


Di ruangan yang lain yaitu Pengembangan Usaha (PU), Pak Meison, manajerku, Kasubag PU, dan aku telah siap. Yes, we are readyyy! Sekitar jam 5 sore kami sudah keluar ruangan dan dengan mengendarai mobil Pak Meison, kami ke kosku. Di kosku, kami mandi biar segar dan nyaman di perjalanan. Lalu ke Indomaret untuk beli jajanan dan minuman buat makanan cemilan di perjalanan. Kemudian kami kembali ke arah kantor, Gedung Bidakara, tetapi menunggu di lantai B2. Aku mengambil jatah makan malam kantor dari lantai 5 lalu kami makan di belakang mobil Pak Meison.

Sekitar jam setengah delapanan, kami ke lantai DS. Di sana para ADP-ers sudah standby di dalam mobil. Sayangnnya personelnya berkurang satu yaitu Catra, dia gak ikut berangkat. Pak Ndin adalah sopirnya. Oke genaplah sudah orang-orang yang ADP dan PU, sudah berada di mobil.

Ada sebanyak 6 orang di mobil termasuk sopir. Selain Pak Meison, aku, Pak Andri, ada Pak Asril yaitu Koordinator ADP dan Aika yaitu officer ADP. Jadi dari ADP ada 3 orang dan PU ada 2 orang. Sehingga bisa dibilang walapun tujuan utamanya adalah Kondangan ke pernikahan Mas Alif, kita namakan acara kita ini dengan Acara Keakraban ADP dan PU. 

Jam 7 pagi atau sekitar 10 jam an perjalanan kita telah sampai di Hotel Metro Semarang. Kita pesan 3 executive room, lagi ada diskon per kamarnya harganya 375ribu. Sebelum menuju ke kamar, kita sarapan dulu di Hotel tersebut. Sampai siang kita istirahat di hotel itu. Aku sekamar dengan Pak Meison, sedangkan Pak Andri dengan Pak Asril, serta Aika sama Mang Ndin.

Sekitar jam 1 siang kami sudah berkumpul di lobi hotel dan ke Simpang Lima untuk mencari makan sebelum menuju ke Salatiga. Kami makan di Rumah Makan Soto Bangkong sekitar 1-2 km dari Simpang 5. Kami makan soto ayam di sana. Satu jam kemudian Mank Ndin menancapkan gas melalui tol-tol Semarang yang murah tarifnya dibandingkan Jakarta itu, menuju ke Salatiga, ke kediaman mempelai, bertemu dengan istri mas Alif dan mas Alif.

Sekitar 1 jam perjalanan kita lalui dari semarang ke desa Suruh, kab Semarang, beberapa kilometer dari Salatiga. Satu hal yang kuingat, Pak Meison menjadi juru tanya tuh waktu sampai di Suruh, bertanya ke orang di pinggir jalan, mengenai jalan ploso sesuai dengan peta di undangan. Orang yang ditanya ngomong tuh pakai bahasa Jawa, eh Pak Meisonnya malah tetengok ke kita karena enggak ngerti artinya. Ha ha.

Ternyata di rumah mas alif telah ramai dengan kunjungan warga sekitar. Bahkan kata mas alif sendiri, dari sejak kemarin orang-orang dah pada berkunjung, meskipun resepsinya di undangan adalah hari Minggu tanggal 24. Mas alif dengan kemeja yang tampan dan istrinya yang juga cantik, dengan baik menyambut kami. Sayangnya disana kami tidak menyuguhi makan yang telah disiapkan, kami hanya sebentar saja disana. Oke deh, back to Semarang lagi.

Di Semarang kami menyempatkan mencari buah tangan di Jalan Pandanaran, tepatnya di Toko Bandeng Juwana. Setelah oleh-oleh terbeli, kami makan malam di Kota Tua. Kami makan di rumah akan Sate 29. Mantap lah disini, perutku langsung gendut habis dari rumah makan ini. Kami makan sate kambing, gulai sapi dan sum-sum tulang. Lalu kami ke Hotel untuk istirahat, tapi hanya sebentar. Ya, kita mau langsung ke Demak dan balik ke Jakarta malam ini juga.


Kami check out dari hotel sekitar jam 9an dan sampai di Demak jam 10 malam. Kami mengunjungi Masjid Agung Demak. Setelah berfoto-foto dan salat sunah 2 rakaat di masjid, jam 11 malam itu kami bergegas ke Jakarta. Singkat cerita jam 7 pagi atau sekitar 8 jam perjalanan kami sampai di Jakarta. Kalau aku mah tidur terus di mobil, jadi gak terasa, ha ha. Di dekat gedung Bidakara, kami menyempatkan untuk makan sarapan bubur ayam sebelum akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing. Alhamdulillah....





Selengkapnya...

Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)