Mungkin, tulisanku ini tak begitu berpengaruh bagi para bapak-bapak dan ibu-ibu orang tua di desa untuk sadar akan pentingkan ajaran yang baik untuk anak mereka. Ajaran baik yang kumaksud dalam tulisanku ini adalah mengenai acara dangdutan yang digelar saat ada kondangan. Sungguh, menurut saya penyanyi dangdut yang berpakaian mini alias seksi sangat tidak baik ditonton utuk anak kecil. Just one word for described that, MIRIS. Aku miris melihat fenomena ini.

Beberapa waktu yang lalu aku menghadiri acara walimatul sunnat atau resepsi sunnatan salah seorang keluarga istrinya Pakde aku, berada di daerah yang bisa dibilang pelosok. Di sana aku lumayan kurang betah, yaitu menumpuknya asap rokok dimana-mana. Okeh, yang ini aku maklum, kebiasaan merokok saat mengobrol sesama teman bagi bapak-bapak dah biasa (eitss ada anak seumuran ekolah juga denk yang merokok). Nah sewaktu dimulai nyanyian dangdut ini aku tercengang.
Sang penyanyi, dua orang cewek dengan pakaian yang masyallah mini banget, seksi, dan bisa disebut (maaf) setengah telanjang kali ya. Dan saat mereka naik ke atas panggung disorak gempita oleh orang-orang disitu, bapak-bapak, ibu-ibu, baik tua atau muda. Yang menjadi menakjubkan lagi hampir banyak banget anak-anak kecil disitu sampai-sampai ada beberaa anak yang duduk di atas panggung bagian pinggir. Miris, anak-anak dijejali tontonan seperti itu!
Aku hanya tergeleng-geleng kepalaku bahkan saat lantunan lagu dangdut dinyanyikan aku lebih banyak menunjuk. Bukan aku sok alim atau gimana, tapi di samping aku takut sama Allah aku juga sangat menolak fenomena seperti ini.
Perlu dipahami! Mnurutku, akibat dari fenomena ini adalah nak-anak akan belajar dari apa yang ditontonnya. Secara bertahap meeka belajar untuk memakai pakaian yang seperti itu, yaitu seksi. Belum lagi lirik lagu yang dibawakan sering kali berbau porno. Waktu itu ada salah satu lagu yang dibawakan berjudul “Perawan Kalimantan”. Hadeuhhh hadeuuhhh.
by ARSYIL
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Did you know Pekalongan? Yeah, it is Batik city! The best of Batik city in the world, i think. But, aku gak ngomongin soal batik. Aku mau cerita mengenai perjalananku ke kota tersebut. Just one word i said for the journey, Great! Seru abizzz..baik perjalanan, sampai di kondangannya mba sufroh, trus ke rumah diba, pulangnya makan durian di perjalanan, dan hujannya bikin asyik.
 |
| Aku dan Hanif |
Sebenarnya tujuan utama ke Pekalongan adalah datang ke walimahan (resepsi pernikahan) dari mba Sufratuts Tsaniah atau mbak sufra. Minggu 9 September 2012, akhirnya yang berangkat ada 6 orang yaitu aku, hanif (mat08), diba (mat08), lala (kim08), allyn (IF08), dan ayu (Bio09) mengendarai sepeda motor. Kami berangkat mewakili keluarga harmonis Bem Fmipa Undip 2010. Sayang, sang presiden Bem, pak Barri gak bisa ikut. Awalnya kami berencana sewa mobil tapi gak dapat, jadi dia gak bs ikut kalau naik motor.
 |
| ADALAH Goes to Pekalongan |
Sekitar pukul setetengah 9 kami berangkat. Ada gunanya juga kamera digital yang kubawa. Berawal dari singgah di pom bensin mangkang, muali deh narsis kami. Ha ha.. gak papaa. Targetnya dua jam setengah sampai pekalongan tapi karena macet dsb.. sekitar pukul 11 kami sampai di kondangan mbak sufra. Nah ini nih yang kami bingung, di depan tertulis “Sufroh & A Yani” apakah sufroh=sufra? Kami takutnya dah sampai ke dalam ternyata bukan walimahannya mba sufra, ho ho. Tapi gak kok, emang dah bener, ini pernikahan ma sufra. Sebab, disini dia dipanggil sufroh, ha ha lucu2..
Sampai di dalam, kami terutama aku sangat pangling bener gak sih yang di pelaminan ini mba sufra? Yakin deh, beda banget! Mungkin gara2 dandanannya itu kali.. hanya suaranya yang bikin aku kenal kalau itu memang dia. : ) Setelah puas berfoto-foto dan menikmati makanan disitu kami undur diri sekitar pukul 1 siang.
Go to Pekalongan of course, planning yang kedua adalah ke rumah Farroh Dibaj. Lumayan walaupun sudah kenyang tapi disuguhi buah-buah dan lainnya. Namun sayang, cepet banget, segera selesai shoat dhuhur dijama ashar kami pun melanjutkan perjalanan pulang. Eiitss, tak lupa berfoto, wk wk, bareng keluarga seisi rumah dibaj..adeknya lucu, malu2 gitu, setelah kuajak mau deh foto bareng.
 |
| Foto bareng Diba Family |
Si hanif ternyata kepincut pengen beli baju batik yang ada di toko di dekat situ. Aku dan hanif akhirnya membeli batik, sedangkan yang lain enggak. Ha ha maklum bapak-bapak masa kini, (rempong deh). :P
 |
| Bapak2 Shopping |
Di perjalanan pulang pada ngerengek-ngerengek “ayo yang dah lulus traktir duren”. Ya deh, kutraktir duren akhirnya. Beli di pinggiran jalan waktu di Batang, dasar yah, beli 1 gak cukup! Ya Allah nih bener-bener manusia, gak pernah puas, tadi minta beli dan dibeliin eh minta banyak. Hadeuuhh... Tapi gpp, seru deh bsa makan duren bareng.
 |
| Makan Duren di Batang |
Ada yang mau ikut acara Halal bi Halal, ada yg mau “xxxx”, sehingga minta lekas pulang ke Semarang. Tapi permintaan mereka tertolak mentah-mentah sebab turun Hujan! Kami cukup terhambat gara-gara hujan ini, tapi gpp alhamdulillah, bersyukur sama Allah, menambah keseruan kami. Rumusnya begini,
hujan turun = berteduh di pinggr jalan = berfoto-foto.
Waka waka waka.
 |
| ADALAH berteduh dari Hujan |
Di sebuah tempat teduhan, akhirnya tercetuslah ADALAH. Hmm pasti terinspirasi boyband-girlband yang lagi menjamur Sekarang. :) ADALAH memiliki terdiri atas huruf-furuf yang mewakili nama kami berenam yaitu Arsyil, Diba, Allyn, Lala, Ayu, dan Hanif. Ha hahaa..lucu gokil SERUUU.
Perjalanan kami diakhiri dengan makan bareng di Tembalang, see u guys.. : ) ADALAH great, BEM FMIPA UNDIP 2010, miss u all.
Selengkapnya...
Posted in
bem fmipa undip,
Ceritaku,
pengalaman
Aku tahu bahwa sekarang ada yang lagi jalan-jalan ke Dieng, yaitu sebagian anak-anak statistik 2008. Tapi tak masalah, kami yang masih di Semarang bikin acara sendiri. Yaitu Renang di Kolam Renang Kodam Banyumanik. Seru... malah mau dirutinkan tiap minggu. Tapi kalau pikir-pikir, soalnya abis renang jadi hitem.. he he. Tapi seruu abis tadi.
Alhamdulillah skill renang temen-temen tambah. Si diar yang katanya gak bisa renang, eh ternyata kalau diberanikan ke tempat yang lebih dalam bisa juga. Trus ali, denug, n fandi, masih belajar mengayuh kaki.. tapi tadi peningkatan.. gak tahu ya kalau fandi, gemuk gitu perutnya.. hihi.. trus begitu juga kelik n faliq, diem-diem langsung bisa tuh mereka. Trus kalau aku alhamdulillah tadi dah mulai belajar gaya dada. Biasanya gaya bebas,,,he he.
Trus abis selesai renang di tempat tersebut ternyata ada kolam ikan kecil-kecil. Ternyata itu buat terapi kaki. Asikkkk , ikannya unyu-unyu.. kaki dicemplungkan ke kolam tersebut langsung dikerubungi ikan banyak banget. Geli-geli gitu. Pas baru pertama pasti deh terasa aneh..geli banget, tapi lama-kelamaan enak kok. Yups terapi dengan ikan. Nih fotonya:

Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Pengalamanku
Aku tak tahu Kimmy Bun itu berasal dari kata apa, artinya apa? Yang kutahu Kimmy Bun adalah roti bundar rasa kopi. Hari-hariku disuguhi oleh aroma kopi toko Kimmy Bun ini. Karena kos aku dekat sama toko Kimmy Bun. Lokasinya di pojok jalan masuk gang aku. Biarpun begitu jarang banget aku membelinya. Malah baru sekali aja itu pun karena rasa penasaran. Nah tadi aku kembali beli, gak tanggung-tanggung beli langsung 6! Eiitss, pastinya sebanyak itu bukan buat aku, ini untuk orang lain.
30 – 4 – 2012
Entah kenapa alhamdulillah hari ini aku bersemangat banget. Kurasa alasan kubersemangat karena abis dapat materi luar biasa kemarin dari pak Heppy Trenggono, tentang “jadi orang kaya”. Aku bersemangat banget hari ini. Sebelum tidur bahkan sudah kuniatkan untuk bangun malam “qiyamul lail” dan sahur puasa “senin”, eh malah gak bangun, pas adzan subuh baru bangun. Tapi gak lantas menyurutkan semangatku. Baru bangun aku langsung mandi dan ke masjid, walaupun ternyata jamaah sholat sudah selesai.
Sebelum berangkat ke kampus aku pastikan tak lupa sholat dhuha. Dan sangat kuniatkan untuk datang tepat waktu “ontime 08.00” (sesuai jam kerjaku). Kutanamkan pada diri bahwa aku harus disiplin, semangat! Nahlo aku baru inget, kemarin sore ban motorku bocor, jadinya aku ke kampus dengan berjalan kaki, pokokkknya semangat!
Alhamdulillah semangat masih mengalir sampai malam. Sorenya aku mendapat ide yang gak biasanya. Seperti kata pak Heppy, bahwa kalau mau kaya maka harus banyak MEMBERI. Betul, aku juga sangat yakin bahwa semakin banyak memberi maka Tuhan akan semakin banyak pula memberikan rezeki ke kita. Amin.
Selama ini, sejak pertama mengelesi muridku, aku selalu disuguhi makan oleh ibu muridku. Selalu kuteringat kebaikan ibu itu. Beliau tak lupa menawari makan dan seringnya langsung dikasih makan atau paling tidak jajanan.
Kali ini aku mau memberi sesuatu gitu, gantian maksudku. Aku tahu aku tak punya apa-apa yang berkelas seperti keluarga mereka. Mereka adalah keluarga yang kaya, sangat mudah deh, kalau membeli sendiri barang yang aku mau berikan ke mereka.
Tapi aku tak urung. Aku teringat bahwa memberi itu karena Allah, bukan karena manusia. Pokoknya niatnya baik insyallah hasil baik. Dengan tegas kuputusnya untuk membeli KIMMY BUN!
Selesai sholat magrib, aku beli Kimmy Bun sebanyak 6. Yang 5 untuk mereka, dan yang satu lagi aku simpan dalam tas. 1 buah ini aku rencanakan untuk memberikan ke seseorang, yang kemarin2 sempat bilang pengin Kimmy Bun, alias kalau mau main ke kosnya bawa Kimmy Bun.
Dengan dagdigdug, di perjalanan hingga sampai ke rumah muridku. Eh ini pertama kalinya pas banget lagi ada Tamu. Jiaah, aku kan jadi gak enak. Dan tak ada tanda-tanda ada Ibunya di rumah. Beliau kayaknya lagi keluar, padahal aku dekatnya dengan beliau. Jadi Kimmy Bun ini penginnya kuserahkan ke tangan beliau, malah lagi gak ada.
Akhirnya Kimmy Bun, ku tinggal di motor. Di dalam aku ketemu muridku. Betul, ibunya lagi gak ada. Tapi beberapa saat kemudian beliau tiba di rumah. Tamunya tetap disitu, belum pulang. Aku juga masih mengajar. Jadi Kimmy Bun tetap di motor.
Satu jam kemudian tamu pulang. Tapi aku tetap aja melanjutkan mengajar. Alias Kimmy Bun tetap di motor. Nah ini dia kejadian yang tak bisa kulupakan..
Ibu Adek muridku : “Mas Arsyil, di motor bawa makanan ya? Tadi gigiti tikus atau kucing gitu mas”.
Jleeeppp
Aku bingung..
Kukasih tau yang sebenarnya tidak ya…
Lalu aku turun ke lantai 1 dan langsung ke luar rumah melihat kondisi Kimmy Bun. Betul banget… plastik kereseknya robek robek. Dan ada 1 Kimmy Bun yang sudah dimakan sama tikus/kucing itu.
Ya Allah… sungguh niat tulus memberi diuji seperti ini. Masih layakkah barang ini untuk kuberikan… Aku galau sejenak.
Oke, lalu kujelaskan aja kepada ibu, bahwa ini untuk ibu tapi tadi ada tamu jadi gak enak untuk bawa ke dalam.
Alhamdulillah beliau mau, ada beberapa yang masih utuh bisa dimakan. Lalu beliau mencicipi. Di akhir les, bahkan beliau tanya itu beli dimana, mungkin bisa nitip aku lagi.
Niat aku memberi memang lagi diuji. Sepulang les, aku mau memberi Kimmi Bun yang satu lagi buat seseorang sekalian ngambil flashdisk. Di jalan udah kuyakinkan, syukur kalau ia ada di kos, kalau memang gak ada di kos ya udah tak apa-apa, biar kumakan aja di kos bareng teman-teman. Eh alhamdulillah, memang dia tidak lagi di kos. Oke dengan hati tegar aku pulang dan berbagi satu buah Kimmi Bun sama teman-teman kos. :)
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
 |
| Diah Safitri (Dosen Pembimbing PKLku) |
Seperi halnya ketika aku mendapat info diterima beasiswa, merupakan hari terindah dalam beberapa bulan ini. Dan baru saja aku bahagia sejadi-jadinya. Sungguh aku sangat bahagia hingga tak hentinya mengucap syukur kepada sang pemberi nikmat, Allah yang maha pemurah.
Pagi itu aku memberanikan diri membuat janjian dengan dosen pembimbing PKL aku yaitu Bu Fifi. Jam 8, begitulah sms dari beliau memberitahukan bahwa aku bisa menemuinya jam segitu. Yaitu tinggal beberapa jam lagi ternyata. Padahal sungguh sekarang aku belum 100% siap!
Tak ada yang tidak bisa, sebelum kita berusaha begitulah, mantra yang kupakai. Aku adalah orang yang sudah biasa bekerja mepet, dadakan, dan darurat apapun lah namanya. Biasanya aku bisa menyelesaikan pekerjaan yang hanya tinggal beberapa waktu lagi. Dan juga seperti saat ini aku yakin aku bisa!
Oke sekarang pukul 06.00, masih 2 jam lagi. Aku harus menyelesaikan Bab III dan Bab IV aku. Bab I dan Bab II untung dah selesai. Harus kuselesaikan pada jam 7, pikirku. Dan jam 8 langsung ketemu.
Entah dari mana datangnya, beberapa isi di laporan PKL ku itu kuisi dengan dadakan. Referensi yang kuambil tiba-tiba saja ada di depanku dan di kepalaku. Oke, aku bisa nih menyelesaikannya. Meskipun ternyata jam 07.30 baru selesai. Dan aku segera menge-print-nya.
Segera aku memepersiapkan diriku. Ya sudahlah jam 8 lewat juga gak apa-apa. Dan ternyata jam 08.30 an aku sampai di kampus, Bu Fifi belum datang. Syukur duh batinku.
Wah ternyata ada yang jugamenunggu Bu Fifi. Setelah bu Fifi tiba, aku harus menunggu mas yang mau ketemu bu Fifi itu. Dan jam 10 aku baru memulai bimbingan PKL dengan bu Fifi.
Alhamdulillah sekali, begitu mulusnya bimbinganku waktu itu. “Ini mau ujian kapan mas?”, tanyanya kepadaku. Wah ini kumanfaatkan dengan meyakinkan beliau bahwa semester ini aku harus selesai! “Semester ini bu..”, pintaku.
“Senin minggu depan ya ujiannya,” kalimat terindah yang pernah kudengar dari bu Fifi adalah kalimat ini. “Oh boleh bu..” ucapku kalem padahal dalam hari berbunga-bunga semekar-mekarnya. Wah senang sekali lah aku.
Hingga di ujung kalimat, “Hari selasa aja ya mas? saya kosong. Jam 8. Jadi hari senin ketemu saya trus selasa ujian.”. “Oke bu!” Yupx haha, aku senangggggggggg.
Beberapa koreksi dilakukan beliau terhadap laporan yang kuajukan itu. Tak apalah, yang penting sudah di-ACC. Cihuiiiii. Ya Allah semoga lancarrr.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Sungguh suatu kebahagiaan yang teramat luar biasa. Yang teramat membuatku syukur, sesyukur-syukurnya. Subhanallah. Ketika mendapat kabar bahwa beasiswa cair. Bisa jadi hari itu adalah hari terindah dalam beberapa bulan ini. Sebab akhir-akhir ini aku memang sangat membutuhkan uang.
Sejak Januari tahun 2011 ini aku sudah mencanangkan pada diriku. Mengenai resolusi 2011 yaitu tidak dikirimi uang bulanan dari orang tua lagi. Aku yakin bisa! Begitulah kekuatan tekadku waktu itu. Siapa sangka sampai hari ini aku masih dapat bertahan. Meskipun aku harus membiayai hari-hariku dengan segala cara.
Eitts, segala cara tersebut bukan yang macam-macam lho! Yang halal dan insyallah barokah tentunya. Kucari uang dengan jerih payahku sendiri. Berpeluh kerngat, membanting setir. Pokoknya “gimana caranya bulan depan aku harus punya uang”. Begitulah pola pikirku dalam menghasilkan uang.
Salah satu pekerjaan yang utama kulakukan saat ini adalah menjadi tentor les private. Yupx, mengangkat motor terus beberapa sore dan malam dalam seminggu. Dengan gaji Rp 20 ribu per pertemuan, kumanfatkan gajiku sebulan untuk membiayai hari-hariku.
Alhamdulillah pula, beberapa teman memasrahkan untuk memperbaiki laptopnya yang kadang hang. Dan kupatok tarif Rp 30 ribu untuk instal ulang laptop. SYukurnya lagi pada saat ada yang mau instal ulang laptop pada waktu itu aku sangat butuh uang alias dompetku dah kosong. Sungguh luar biasa, rezeki Allah datangnya tak terduga.
Yang kubisa lakukan hanya pasrah kepada Allah. Mohon petunjuknya dan melakukan usaha yang sebisanya kulakukan. Pernah pula ada yang lewat online melakukan konsultasi statistika. Dan aku mendapat bayaran 200ribu dan 150 ribu. Wah syukur deh.
Hingga pada waktu kuliah kucoba untuk mengajukan beasiswa. Dan bertemulah aku dengan info beasiswa kementerian BUMN. Kebetulan banget salah satu syaratnya adalah mempunya rekening BRI. Dan aku memang memiliki rekeningnya BRI. Selain itu sykur juga berbagai persyaratannya tidak susah. Ditemani seorang teman, yaitu Fendha, aku dan ia berjibaku dengan waktu yang mepet mengumpulkan berkas-berkasnya.
Hingga beberapa hari kemudian segera muncullah pengumuman. Paginya mendapat kabar dari ibu-ibu di ruang kemahasiswaan dekanat, sore dan malamnya aku menangis sejadi-jadinya. Menangis karena terharu luar biasa, aku diterima! Oh Tuhanku Allah, Engkau sangat maha pemurah. Hanya karena Engkau semua ini terjadi. Hanya kepadamulah aku bersyukur ya Allah.
Aku menangis teringat ibuku. Sungguh betapa bahagianya beliau mengetahui kabar bahwa anaknya ini yang tak lagi dikirimi uang bulanan, mendapat beasiswa Rp 4,5 juta per semester, sampai lulus! Dan benar dugaanku, ketika kukabari beliau lewat telepon terharunya beliau dan langsung menangis bahagia. Alhamdulillah ya ALLAH,,,,,,,,,,,
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Baca sebelumnya:
Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian I : Pak Satpam Itu Punya Pacar)
Memang jujur, ketika melihat di sekelilingku banyak muda-mudi berpadu kasih dalam bingkai “pacaran”. Juga banyak cewek-cewek cantik yang aduhai di setiap tempat, dan menggairahkan setiap pria yang memandang. Tapi satu hal yang jelas, aku akan mencoba memalingkan pandanganku, dan menundukkan hatiku. Bahwasannya “Syil, itu hanya kebahagiaan sesaat...”, ucapku untuk diriku sendiri.
Sesungguhnya benar sekali, bahwa pacaran hanya nikmat sebenar, memang sih nikmat terasa, bahkan ibaratnya dunia milik berdua. Tapi banyak juga sengsaranya. Sakit hati, adalah hal terbesar yang sering terjadi. Lebih dari itu, mereka yang menikmati pacaran sangat tidak sadar bahwa waktu senantiasa berjalan. Waktu terbuang untuk pacaran. Padahal masa tua menanti di depan. Bahkan siapa yang tau ajal kapan datang, ibadah adalah yang utama.
Kembali ke kisah pak satpam. Beliau bilang, “Kamu itu masih muda, nimati to.” Sayangnya itu tidak sempat kujawab. Namun dalam hati, aku sangat menyangkal pernyataan itu. Nikmat itu datangnya dari Tuhan. Hanya ia yang bisa memberi kenikmatan. Nyatanya ketika pacaran malah sering tidak nikmat. Juga masa muda itu dinikmati bukan melakukan hal-hal yang tidak berguna. PRESTASI dan PENGABDIAN adalah kunci dari keberhasilan masa muda (pak)!
Sungguh aku akan merasa sangat menyesaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaal sekali! Jika aku tak bisa mengukir prestasi, tidak mempersembahkan kepada orang-orang sekitar sebuah keberhasilan yang bisa kucapai. Dan aku juga sungguh merasa sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat tidak berguna, jika aku tidak bisa mengabdi dan tidak bermanfaat bagi Agama, Negara, Keluarga, dan sekitarku.
Aku, Arsyil Hendra Saputra. Dengan ini menyatakan bahwa sejak DETIK INI dan seterusnya aku harus senantiasa berusaha mengukir PRESTASI dan senatiasa MENGABDI, MENGABDI, dan MENGABDI, bagi Agama, Negara, Keluarga, dan sekitar aku!
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Cinta
Sore tadi aku sempat ngobrol-ngobrol santai dengan salah satu bapak satpam di kampusku. Beliau belum terlalu tua, masih cukup muda. Bahkan secara tidak sengaja pacar beliau lewat, dan kemudian mereka berdua mengobrol. Nah, di sela-sela ngobrol, dia menyuruh kenalan sama pacarnya. Hmm, lemayan sih pacarnya, serasi aja sama si pak satpam ini. Tapi yang jadi pertanyaan aku ya, kenapa belum kawin-kawin ya (nikah-red). Padahal secara fisik sangat lebih dari cukup untuk membangun rumah tangga. Lagipula, sudah punya penghasilan menjadi petugas keamanan di kampus ternama seperti Undip ini.
Aku hanya nyengar-nyengir aja ketika itu. dan langsung ditanya oleh bapak satpam itu, “Kamu sudah punya pacar blom?”. He he, nih pertanyaan sering banget sih ditanya sama orang. Enggak teman lama, teman baru, bahkan dari keluarga jauh, kadang nanyain gitu. Eitss, jangan salah, arsyil sudah nyiapin jawabannya gitu.
“Be,lom`,” jawabku. Membuat pak satpam itu nanya alasannya, dan bla bla bla. Dengan tegas kujawab, “Mau fokus kuliah! belajar...” Maka kulanjutkan dengan santainya aku, bahkan di depan pacarnya, lanjutku, “Pacaran itu ngabisin duit.. Buang waktu..” Haha ngeles ni. Tapi dengan jelas kujawab lagi, “Sibuk organisasi pak.. “ Jawaban itu cukup logis sekali, karena selama ini yang beliau tahu tentang aku memang aku aktivis Bem.
Itu adalah beberapa jawaban yang memang menjadi alasan aku kenapa mengatakan TIDAK untuk pacaran. Masih ada alasan lain yang seabrik yang kupunya. Tapi tergantung situasi dan kondisi jawaban akan dikeluarkan.
Bahkan larangan pacaran juga muncul dari ibuku. Di salah satu kesempatan saat menelepon beliau, ibu memberiku saran, (lebih tepatnya sih wanti-wanti). Singkat padat dan jelas: “Ora usah pacar-pacaran!!” Arti ora (jawa) = tidak.
Baca lanjutannya: Pacaran, Kebahagiaan Dunia Yang Hanya “Tipuan” (Bagian II: PRESTASI dan PENGABDIAN)
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Cinta
Mawapres, merupakan agenda yang paling membuatku stres kemarin. Berawal dari pertemuan ku dengan Pak Seno yang sudah direncanakan oleh Allah, aku akhirnya memutuskan untuk mengikuti serangkaian pembinaan untuk Pemilihan Mahasiswa Berprestasi alias Mawapres. Atas rekomendasi itu aku dari tanggal 9-23 Maret disibukkan dengan pembinaan dari Pak Seno hampir tiap sore dan pembuatan karya tulis untuk Mawapres tersebut.
Suatu kebanggaan bisa bergabung dalam pembinaan itu. Sebelumnya dari 3 orang mahasiswa Statistika yang didaftarkan acara tersebut, aku tidaklah masuk dalam daftar. Alias aku tak mendapat rekomendasi dari Program Studiku. Tapi itu tak lantas membuatku minder, aku putuskan tetap mencobanya.
Tapi sungguh tak kusangka betapa beratnya diriku waktu itu melaksanakan kewajiban membuat karya tulis. Aku mencapai titik klimaks stresku pada saat batas akhir pengumpulan berkas-berkas itu yaitu tanggal 17 Maret. Hari itu aku belum selesai menyelesaikan karya tulisku. Aku sudah mencoba semampuku, namun pada jam 16 sore aku patah arang. karya tulis sudah selesai ku print. Tapi... aku belum membuat abstraknya. Padahal sore itu juga ada jadwal pembinaan dari Pak Seno buat mahasiswa-mahasiswa calon mawapres yang jumlahnya sebanyak 15 orang. Akhirnya dengan pasrah dan keyakinan bahwa “Semua yang telah terjadi karena Allah,” aku mengikhlaskan diriku menyerah waktu itu.
Judul awalnya karya tulis yang kubuat adalah, “Peramalan Jumlah Pengangguran di Jawa Tengah Tahun 2011-2013 Sebagai Pijakan Penetapan Target Pengurangan Kemiskinan.” Kemudian pada hari minggunya (19 Maret) aku membuat karya tulis tentang pendidikan berjudul, “Program Kita Berbagi Ilmu Bersama Bagi Anak Sekolah Dasar (SD) di Daerah Gombel Lama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.”
Sungguh menjadi kuasa-Nya apa yang terjadi hari ini ataupun besok. Pada Senin (20 Maret), tak sengaja aku berpapasan dengan ibu-ibu staff Kemahasiswaan Mipa. Aku lantas ditanya “Loh Syil, kamu jadi ikut mawapres ndak? Kok saya lihat gak ada berkas-berkas kamu,” kira-kira begitu bunyi pertanyaan beliau. Lalu kulanjutkan dengan alasan kenapa aku belum mengumpulkan berkas. Dan akhirnya wallahualam, ketika ditanya, “Kamu jadi mau ikut gak.” Dengan nada agak ragu lalu kujawab, “Iya bu...”
Begitulah awal alasan aku tak jadi mengundurkan diri. Konsekuensi dari perkataan tadi berarti aku harus mengumpulkan berkas saat itu juga. Sungguh sangat sibuk waktu itu. Hingga baru kukumpul setelah mengikuti acara pembinaan yang terakhir kali dari Pak Seno sore itu. Sekaligus pada saat itu aku menampilkan presentasiku di hadapan Pak Seno dan teman-teman calon mawapres lain.
Namun satu hal yang membuatku lega di sore itu. Luar biasa ternyata aku bisa melewati tahap ini padahal sebelumnya aku telah menyerah. Aku mampu membuatku bisa dengan rekan lainnya, mempresentasikan karyanya, meski buatanku itu sangat seadanya. Dan akupun mengumpulkan karya tulis dengan judul “Program Kita Berbagi Ilmu Bersama Bagi Anak Sekolah Dasar (SD) di Daerah Gombel Lama Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.”
Bagiku melewati Senin sore tanggal 20 Maret itu membuatku teramat lega. Aku tak memikirkan bagaimana hasilku tanggal 23 Maret lusa, yaitu waktu seleksinya. terima kasih ya Allah.
Rabu, tanggal 23 Maret, pemilihan Mawapres melalui 4 bidang seleksi, yaitu Co-Kurikuler, Bahasa Inggris, Kepribadian, dan Karya Tulis, mengukirkan namaku pada urutan ke-11 pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi untuk S1.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Mipa Undip,
Pengalamanku
Nah lo, pada bingung ya, apa tu hubungannya? Kalau arsyil mah ada... hubungannya sangat sering sekali terjadi. Bahkan gak cuma flashdisk, bisa dompet, kunci motor, atau yang lain-lain. Ujungnya eh malah bersih kamar. Secara, kalau hari biasanya sangat berantakan kamarku... kayak kapal pecah lagi. Apesnya, rasa semangat untuk merapikan kamar susah datang. Sangat males banget tergerak badan untuk membersikan kamar yang carut marut tersebut. Hingga akhirnya ketika ada sebuah bentak yang cukup urgen hilang dari pandangan mata. Yah misalnya domper atau kunci motor, dan yang barusan tadi terjadi adalah pencarian sebuah flashdisk!
Masalahnya tu flashdisk punya orang bro. Masa ngilangin punya orang, bisa-bisa suruh ganti. Mangkanya kudu cepet ditemukan. Tapi yang jadi urgen adalah karena di flashdisk itu ada urusan yang mau kuselesaikan. Yaitu membantu membuatkan slide power point yang rapi untuk seorang mbak yang mau seminar TA besok selasa. Padahal targetnya minggu pagi ini dah rampung. Eh malah ngilang tu flashdisk.
Ada dua kemungkinan memang yang kuduga tu flashdisk ngumpet. Yang pertama adalah nyelip sembunyi di kamar atau ketinggalan di kos temen. Soalnya kemarin sebelum pulang aku singgah ke kos temen dulu. Jadinya kusms temenku itu (Ali), untuk menanyakan apakah ada flashdisk yang ketinggalan saat aku kesitu kemarin. Eh lama banget lagi dia balesnya.
Sehingga sambil nunggu balesan kulakukan dugaan yang kedua. Yaitu mencari di kamar tidur. Nah, masalahnya kamarku lagi carut marut. Sangat memungkinkan memang sebuah benda kecil flashdisk sembunyi di sudut kamar. Jadinya aku putuskan untuk sekalian membersihkan dan merapikan kamar. Semua buku kurapikan, kasur juga, meja dan rak baju kukeluarkan dari kamar. Intinya isi kamar kurapikan seluruhnya. Eh taunya setelah selesai merapikan tu kamar sampai kinclong karena kusapu berkali-kali, tetep aja belum muncul tu flashdisk.
Sampai ketika balesan sms dari Ali tadi. Sekitar pukul 6 sore. Sms itu berkata "Iya ada". Jiahhh, ternyata di kos Ali. Alhamdulillah ketemu. Siap untuk berkarya!
Eitsss... ternyata aku dapat musibah ketika sudah di kampus. Baterai laptopku ilang! Sebenarnya dari tadi malam batereku kagak ada. Tapi ya kukira masih ada di bem. Aku yakin bahwa kemarin siang baterai laptopku ketinggalan. Eh taunya tadi kucari-cari di bem kagak ada............................. TT
[Minggu, 22 Jan 2010]
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Ini sih bukan sederhana, tapi sangat sangat sederhana banget! Mau tau? Yang jelas bahan utamanya adalah tempe. Nah kalau pilih tempe sebaiknya yang dibungkus daun pisang aja... rasanya lebih enak...terasa tempenya! Kalau mau pilih yang bungkus plastik sih gak apa-apa. Yang penting bisa ngisi perut gitu....
Bumbu yang kedua adalah tepung bumbu instan merek xxx(disensor -gak boleh nyebut merek cuy!). Pokoknya kamu cari aja tuh di minimarket/swalayan atau indomaret/alfamart. Tepung bumbu bungkus kecil yang ada gambar tempe crispy-nya.
Sesampai di kos, tuang bumbu secukupnya ke mangkuk lalu ditambahkan air sedikit demi sedikit. Jangan sampai kebanyakan air loh nanti tepungnya gak bisa melekat ke tempe. Kalau airnya kebanyakan tambahkan aja lagi tepungnya sedikit-demi sedikit.
Aduk campuran tepung instan dan air tadi. Kalu udah celupkan tempe tadi yang sudah diiris menurut selera. Kemudian masukkan ke dalam wajan yang udah ada minyak goreng dan udah panas.
Jadi deh!
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku

Hari ini aku pertama masuk kuliah setelah libur panjangku semester 4 kemarin. Wah asyiknya bersama dan bercanda tawa dengan teman kuliah lagi. Pagi hingga siang aku ada kuliah. Sedangkan sorenya kuluangkan waktu untuk menghadiri pertemuan temen-temen di BEM. Duh cerianya aku hari ini sudah berbeda menurutku dari beberapa hari sebelumnya yang kurang semangat sekali.
Cuman satu kesanku di hari ini. Aku kenapa ya merasa seperti dah lamaaaaaaaaaa banget gak ketemu mereka. Terasa libur kemarin lama sekali. Bahkan ketika baru menghirup udara Semarang 2 dan 3 hari lalu aku seperti kembali baru lagi. Jadi kayak istilah seperti bayi yang baru dilahirakan donk. Padahal sama panjang kayak liburan-liburan sebelumnya yaitu minimal satu bulan. Tetapi sekali lagi liburan kemarin terasa beda. Tak tahu kenapa.
Aku merasa liburan kemarin berbagai hal sudah kulakukan. Bahkan aku menyebut liburan kemarin sebagai liburan yang memuaskan. Karena alhamdulillah di Pangkalanbun aku bahagia. Bahkan kusebutkan bahwa bisa jadi 2 tahun ke depan rasanya tidak perlu pulang ke Pangkalanbun.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
TERANG saja dengan beraninya pria itu melewati sebuah rumah keramik dinding berwarna merah dan pintu dan jendela warna biru di salah satu gang sempit yang ada di Mendawai itu. Sebab sangat yakin bahwa tiada orang yang bakal melihat dan mengenalinya. Berbeda dengan 2 tahun silam, hampir benar-benar tidak berani sebab was-was bisa-bisa melihat seseorang disana.
Sebelumnya dia baru saja singgah di sebuah masjid di dekat situ sholat magrib. Di depannya tertulis Masjid Alkautsar. Baginya, masjid itu merupakan salah satu yang paling berpengaruh bagi dirinya. Kurang tau apakah itu. Namun dari itu membuat berbagai cerita masa lalu terputar kembali di otaknya. Bahkan membuatnya tak sadar bahwa dia sedang melintasi sebuah gang yang paling diingatnya lalu melewati rumah tadi.
Ooo.. dia baru sadar biarpun keberaniannya sudah seratus persen, tapi masih sedikit gelombang degdegan di dadanya. Ntah kenapa, bahkan dia sendiri kepada dirinya. Apa yang sudah kulakukan ini?
Tidakk..bukan, dia menyadari sesungguhnya yang sudah terjadi di masa lalu, apapun, sudah takdir, sudah diatur oleh Allah, yang maha kuasa.
PangkalanBun, 7 Agustus 2010.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku

Sudah semingguan ini charger laptop q mengalami kerusakan. Dan puncaknya adalah lusa lalu yaitu keluar percikan api dari kotak adaptor charger itu. Bau hangus dimana-mana. Akhirnya sama sekali dah gak bisa digunakan lagi.
Sebenarnya ada teman yang saranin di service. Tapi aku orang yang gak suka barang q di service. Takut tambah parah ei.
Mending beli baru kalau harga kurang lebih.
Sementara ini aku baru berniat survei harga charger acer -cari yang murah.- Soalnya dari teman ada yang bilang 500rb an. Wah gila! mahal banget. Kukira cuma 50-100ribuan. Hehe.
Ya udah lah, bagi kalian yang punya charger acer bekas tapi masih baik, silakan hubungi aku = 083806248237. Atau lewat blog ini. Ingat aku berada di Semarang.
Terima kasih.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku

Kali ini di blogku aku mau menilik singkat sebuah desa kecil di Demak, Jawa Tengah. Yaitu desa Bandengan, Kelurahan Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Tulisan ini kubuat bukan tanpa alasan, sebab diriku saat ini detik ini sedang berada disana, yah lagi menulis postingan ini tentunya.
Di desa inilah dulu aku melewati masa bayiku, sebelum akhirnya umur 4,5 tahun aku dibawa ibuku merantau ke Kalimantan Tengah. Desa yang berjarak sekitar 20menit dengan mengendarai motor dari kota Demak ini adalah kampungnya nenek-kakekku (baca: mbah). Sedangkan rumah orangtuaku saat kecil dulu itu adalah di desa Buko.
Oh 14 tahun tahun tlah berlalu sejak saat itu dan aku sekarang ada disana lagi. Mungkin beberapa hal sudah lupa, tapi kalau untuk kondisi fisik desa, seperti rumah, jalan, sungai, dan pasar, aku masih agak ingat. Sebelumnya maaf nih kepada masyarakat sana, kalau boleh menilai, desa Wedung itu tidak ada perubahan yang signifikan alias belum ada kemajuan yang berarti. Bahkan malah ada beberapa yang memprihatinkan, contoh nyatanya adalah kali alias sungai disana. Seingatku dulu kali disitu banyak orang menggunakan untuk mandi, eh sekarang maaf sangat kumuh dan menjijikkan, bukan dipenuhi oleh air tapi malah oleh sampah.
Ohya, ada satu hal yang menurutku aneh, di tempat yang tak bisa kusangkal kalau benar-benar desa ini pun ternyata ada pengamen juga loh. Terus terang di kota tempat tinggalku di Kalimantan, pengamen belum ada, baru gak tabu setelah melihat di Semarang. Kalau kota mah bisa dimaklumi karena mungkin susahnya memperoleh pekerjaan dan tinggi tingkat pengangguran. Sedangkan di Wedung kalau ada pengamen, apakah berarti di wedung yang notabene desa juga sulit dapat pekerjaan? Menurutku pejabat setempat harus memikirkan hal ini.
Mungkin tak banyak yang bisa kuceritakan, karena aku juga baru melihat sekilas. Tapi kulihat ada juga yang sudah berubah, beberapa waktu lalu pasar wedung telah berubah wajah yakni sudah dan sedang direhab. Yah kudoakan semoga ke depan Wedung, tempat kelahiranku ini menjadi maju. (setidaknya ada warnet..hehe).
Ohya, jangan lupa bagi sampean orang Wedung yang gak sengaja baca tulisanku ini untuk main-main ya ke rumah nenekku, di Bandengan RT 05 RW 03, tanya aja rumah mbah Kayaton dan Rokoyah, tepatnya aku anaknya Muhim. Terkenal lho disana. bye.
by ARSYIL
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Ini yang kedua kalinya aku ikut berselancar ria di Pasar Rakyat Grebek Besar Demak. Sebelumnya adalah tahun 2008 lalu. Pasar Rakyat Grebek Besar kali ini kurang lebih sama dengan kali sebelumnya. Cuma yang membedakan adalah aku kali ini “Besaran” bersama-sama dengan satu keluarga dari Pakde (baca: paman) aku, yaitu dengan istri, tiga anak, dan satu menantu beliau juga dengan sepasang suami istri tetangga beliau beserta satu anaknya. Wah wah dah kayak satu RT aja nich.
Yup, “Besaran”. Orang Demak biasa bilang seperti itu untuk kegiatan mengunjungi Pasar Rakyat Gerebek Besar itu. Sebutan yang aneh memang. Tapi dah gak masalah buat yang biasa dengar istilah itu. Sebenarnya waktu kecil dulu ibuku pernah ngomong mengenai satu istilah itu. Waktu itu di pikiranku Besaran ya adalah Idul Adha, dan diiringi kebiasaan untuk berbelanja di pasar.
Aku akhirnya baru tau arti sebenarnya setelah sekarang di Demak. Pasar Rakyat Grebek Besar adalah sebuah Pasar yang hanya dilaksanakan waktu bulan idul adha. Dengar-dengar sih buka sampai 24 jam. Semua masyarakat Demak dan bisa jadi luar Demak pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi di malam idhul adha, hampir semua orang tumpah ruah di pasar tersebut. Kayak lautan manusia waktu perayaan tahun baru.
Tadi malam yang merupakan malam lebaran idhul adha, benar-benar banyak banget. Yang aku tahu ada dua titik yang menjadi pusat “Besaran” orang-orang, yaitu pasar rakyatnya sendiri dan alun-alun kota Demak.
Pertama aku dan rombongan (baca: keluarga pakdeku) berkunjung ke Pasar Rakyat. Tau gak, titik yang paling pertama mereka datangi? Yaitu tontonan dangdut. Walah.. oh my God! Cz i am not like dangdut. Jadinya, diriku menunggu di luar aja, untungnya pamanku gak ikut nonton alias temani aku di luar. Lama banget kami menunggu di luar.
Waktu itu, aku lagi gak bawa hp, jadinya sambil menunggu itu tak ada apapun yang kulakukan. Ada sih, yaitu mempelajari kondisi lingkungan sekitar. Baru kali ini aku merasa beda dari orang-orang lainnya di sekitarku. Di saat semua orang di situ bersenang-senang, joget-joget, bermesraan dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Aku malah pikiranku di saat itu menganalisis mereka, mempelajari, dan merenungi kondisi dan keadaan sekitarku. Duh bahasaku muter-muter ya.
Begini, intinya aku merasa bersyukur dengan diriku saat ini. Aku bersyukur tidak seperti mereka-mereka yang joget-joget, merokok, hura-hura deh, menurutku kurang bermanfaat gitu yang dilakukannya. Gak ada rasa malu sedikitpun.
Waktu itu aku hanya berdiri diam sambil melihat di sekitarku. Yah itu para remaja joget-joget, dan juga ada yang merokok bareng-bareng dengan teman-temannya. Bahkan aku juga liat anak kecil sekitar baru 6 tahun lah dah joget2 dan merokok. Huft ngeri pokoknya aku melihat. Belum lagi orang yang berpacaran, mungkin hampir semuanya. Bahkan aku juga kayaknya ada liat yang berpacaran dengan sesama cowok (baca: bencong). Hiiiii. Huweekk! Wakaka.
Apa karena satu tahun ini aku anak wisma yach n gak lagi mengenal cewek, aku jadi seorang pemikir intelek gini. (ow ow) Selama ini kerjaanku adalah kuliah dan organisasi. Oh atau karena aku dah gede. Hehe. Beneran loh, di kaca kulihat badanku dah semakin gede. Yuk deh syil.
Lanjut ah, sampai dimana tadi? Sampai mereka nonton dangdut yach. Iya lama banget aku dan Pakdeku nunggu, sekitar satu jam. Setelah mereka keluar, kami pun melanjutkan berselancar ria di pasar itu.
Memang gak seru kalau jalan bareng para orang tua. Gak bebas. Padahal aku di pasar itu mau nyempatin beli kaos kaki dan celana dalam. Tapi di akhir perjalanan gak ada barang apapun yang ku beli. Huft, kecewa nich. Yah gpp lah besok-besok aja kalau ke pasar Demak. Di Demak, barang-barang murah-murah banget.
Satu lagi hal yang bikin greget aku (kritis nih aku ceritanya), yaitu lalu lintas yang sangat tidak teratur dan kacau sekali ditambah lagi para pengendara motor yang mayoritas anak muda yang naik motor ugal-ugalan. Kulihat emang pengatur lalu lintasnya dikit bannget.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Tadi malam (21/10/09) aku diajak temanku, Ali, ke S`mesco. Dia akan mau membeli mie instan. Maklum kanker stadium 4 (kanker= kantong kering). Yang seru disitu, gara-gara kuberitahui sebuah trik jitu yang kupunya, dia malah jadinya lama banget memilah-milih mie instan. Sampai-sampai adzan sholat isya terlewat dan kami jadinya ketinggalan jamaah.
Triknya adalah menghitung jumlah harga semua barang yang kita beli sedemikian hingga jumlahnya itu dalam ribuan. Trik ini berguna untuk mengoptimalkan budget kita yang keluar ketika membeli barang di toko swalayan kecil tapi omset setiap harinya miliaran rupiah itu. Yah biasalah aku kan anak kos.
Jadi misalnya saja tadi malam itu. Aku awalnya membeli sabun, waktu itu sabun Active Rp1700, sabun Sinzui Rp3000, sehingga jumlahnya Rp3000+Rp1700= Rp4700. Kemudian aku mengupayakan membeli barang lain yang bisa menutupi Rp300 agar menjadi pas ribuan. Akupun membeli mie instan, Supermie Gobang Rp1200 dan Sarimie Rp1100. Jadi jumlahnya pas deh Rp4700+Rp1200+Rp1100= Rp7000. Duh ketahuan pelitnya nih. He..he.
Nah kalau si Ali, awalnya membeli dua buah mie Sedaap Rp1275. Berari jumlahnya Rp1275x2= Rp2550. Coba pikir seharusnya kalau dibayar Rp3000, kembalinya adalah Rp450, emang ada uang pecahan ini? Kemudian kusarankan ke ali agar menggenapkannya 5ribu, sesuai dengan trikku itu. Lama banget dia pikir-pikir. Pertama dia mau beli mie sedaap 4 buah, waduh Rp1275x4= Rp5100, sebaiknya ganti mie lainnya. Akhirnya dia membeli 2 buah mie Sedaap dan 2 buah Supermie gobang, Rp1275x2+Rp1200x2= Rp4975.
Kata si Ali, “wah ini statistik ya syil..?!”. “Bukan statistik li, tapi pelit.. he..heh”, jawabku.
Aku berikir misalnya saja para pengunjung swalayan itu masih membeli barang dengan jumlah harga yang menyisakan Rp75 (gak mungkin kan ada kembalinya). Dan setiap harinya ada 1juta orang saja yang membeli di Alfamart. Jadi lebih dari Rp75juta perhari atau Rp3M perbulan pemasukan tak terduga ke perusahaan milik perancis itu. Tentunya lebih. Soalnya sangat jarang pembeli membeli dengan jumlah haga genap ribuan, kecali orang kayak aku aja. Istilah dari ibuku tuh aku orang yang “perhitungan”. ^^
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Tipsku

Kalau aku ngelaundrikan pakaianku. Dulu waktu awal-awal kuliah aku mencuci sendiri. Tapi kemudian aku gak tahan nyuci sendiri. Soalnya kalau aku nyuci bisa satu atau dua jam, menurutku sangat rugi waktu sekali. Jadi akupun berpikir ulang untuk mengatasi problem itu.
Di sebuah tempat laundri ternyata membolehkan untuk mencuci sendiri. Aku menyebutnya rental mesin cuci, perjamnya Rp4000. Dari satu rental mesin cuci aku pindah ke rental mesin cuci lain. Eh beberapa minggu kemudian mesin cucinya pada rusak.
Beberapa hari kemudian kubaca tulisan di depan ruko itu, “cuci kering+setrika Rp3000/kg, cuci kering Rp1500/kg, cuci basah Rp6500/5kg”. Akupun jadi berpikir untuk ngelaundri. Sebab kuhitung-hitung sebelumnya kalau aku merental mesin cuci, butuh waktu 1,5jam untuk menyelesaikan semua cucianku jadi mengeluarkan duit Rp6000/nyuci. Belum lagi sabun cuci yang kugunakan. Wah pikirku mending ngelaundri kering aja. Mungkin pakaianku sekitar 5-8 kg. Jadi uang yang kukeluarkan beda dikit aja.
Hingga sekarang aku melaundri pakaianku cuci kering. Karena minimal untuk cuci kering adalah 5kg maka aku kalau melaundri tunggu pakaian kotrku numpuk dulu. Biasanya sih aku melaundri seminggu sekali.
Karena aku memilih cuci kering karena harganya aja setengah dari cuci plus seterika. Mengirit uang kiriman gitu. Lagipula kalau mau seterika di kosan kan bisa. Apa gunanya aku bawa seterika jauh-jauh dari Kalimantan. Tapi selama ini aku jarang nyeterika bajuku loh.. (Duh ketauan deh aibku).
Dari laundri ada satu hal penting yang kupetik. Ternyata beda hasil cucian pria dan wanita. Meskipun gak diseterika hasil laundrian di tempat laundri rapi banget, harum lagi. Pokoknya mendamaikan hati banget. Kalau nyuci sendiri mah masih kusut dan apek lagi. /He..he.. (Apa cara nyuciku yang salah yak.? Gimana toh cara nyuci yang bener dan hasil bagus?). Tapi aku mah gak terlalu ngeribetin itu, cowok mah ujung-ujungnya yang nyuciin baju sang isteri. (Iye kalau si isteri mau nyuci baju lu, kalau gak gimana syil? harus donk… gakgakgak… peace..!)
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku,
Kos
Penyesalan emang sering terjadi dalam kehidupan. Penyesalan adalah disaat ketika kita merasa bahwa ada sesuatu yang seharusnya bisa kita lakukan di waktu yang lalu tetapi kita tidak melakukannya. Terkadang sesal tiadalah berguna. Tetapi pagi tadi aku rasakan sekali hal itu. Diriku kacau mengapa saat ada uatu kesempatan tidak kucoba untuk melakukannya.
Berawal dari sebuah sms yang masuk pada kemarin malam tapi baru kubaca pagi tadi teat ketika bangun tidur. Yang isinya adalah bahwa dia mau pamit berangkat ke Jawa besok pagi dan minta doa. Yang au coba berpikir adalah kenap dia memberitahunya malam tadi bukan pagi ini saja. Aku berfirasat bahwa sepertinya jadwal kapal adalah pada pagi benar. Segera kubalas sms itu. Kutanya jam berapa dia ke pelabuhannya.
Kutunggu-tunggu belum juga dibalas. Sambil menunggu au membaca smsnya sekali lagi. Mataku tertuju pada dua kata di baris kedua dari akhir pesan sms itu, yaitu “sampai jumpa..”. Waggg, sedih sekaligus terharu menyelimuti hatiku. Mungkin gak ya aku dan ia ketemu lagi. Pun timbulah sebuah kalimat sesal. Kenapa gak kemarin-kemarin ini saat aku di Pangkalan Bun mencoba ketemu dia. Bodoh, bdoh, bodoh sekali diriku..
Jam setengah 7 pagi kucoba telepon dia. Eh taunya dia reject, nada sibuk. Wah jangan-jangan benar nih firasatku tadi bahwa kapal berangkatnya pagi sekali. Untungnya aku punya nomor telepon KAHA Travel and Tour. Merupakan penyedia tiket kapal. Kutelepon dan alhamdulillah diangkat. Langsung kutanyakan mengenai kapal yang berangkat hari ini. Kapal hari ini dalah kapal Dharma ternyata berangkat jam 7 pagi. Beh, sekarang?? Wah ternyata tepat firasatku. Tambah menjadi rasa sesalku. Payah!!!
Aku hanya bisa mengsms dia. Mencoba mengetahui keadaannya sekarang. Pengen rasanya aku ke pelabuhan sekarang cuma sekedar ketemu dia sekejap saja. Tapi sepertinya gak sempat sekali. Pikiranku kacau. Tapi sedikit terobati ketika hapeku kemasukan sebuah sms, balesan dari dia.
Dengan jujur waktu itu juga lewat sms kuutarakan penyesalanku gak sempat ketemu dia. Aku telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat aku di Pangkalan Bun. Sebuah keempatan yang sangat jarang terjadi dan mungkin tak kutahu kapan lagi terjadi.
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku
Kulihat jadwal kapal PELNI dari situs resminya yang ke Pangkalan Bun hari ini (22/07/09) adalah kapal KM Binaiya pada pukul 12.00 dan sampai di Pelabuhan Kumai besoknya pukul 09.00. Mudah-mudahan aja jadwal ini benar alias memang benar-benar ada kapal yang ke Kumai hari ini. Sehinga pada pagi aku menecek langung di kantor PELNI sekaligus membeli tiket.
Di Semarang, kantor PT PELNI terletak di dekat stasiun Tawang. Sayangnya sampai disana aku langsung dicegat beberpa orang laki-laki di depan pintu masuk kantor PELNI tersebut. Awalnya mereka memberitahukan mengenai jadwal kapal hari ini. Dan memang hari ini ada kapal ke Pelabuhan Kumai, bahkan ada dua kapal yang ke sana yaitu kapal Binaiya dan kapal Dharma.
Tak kusangka ternyata mereka semua merupakan calo. Lumayan memaksa cara yang mereka lakukan sehingga terpaksa aku membeli tiket kapal ke mereka. Harga normalnya adalah Rp155.000, tetapi bapak itu juga meminta uang rokok sebesar 5ribu. Mending, awalnya malah ada salah satu dari mereka yang minta harganya sebesar 180ribu, alasannya “untuk uang jasa”. Wah pemerasan nih, dalam hatiku. Tetapi aku menolak dan mengancam tidak mau membelinya dan akhirnya sesuai harga normal + uang rokok 5ribu.
Di tiket tersebut ternyata tertulis kapal berangkat pukul 13.00. Dari pengalamanku sering sekali kapal berangkat tidak sesuai dengan jadwal di tiket bahkan beberapa jam. Jadi aku tiba di pelabuhan siang harinya tepat sekitar jam 1 siang pula. Sesampai disana aku tanya petugas dan ternyata kapal berangkat pukul 15.00. Selesai aku sholat dhuhur jama ashar rupanya para penumpah sudah pada naik.
Wah ternyata hari ini penumpangnya banyak sekali. Sehingga karena aku agak telat naik, kabin-kabin telah penuh ditempati. Sehingga akhirnya aku terpaksa ke dek paling bawah yaitu dek 2. Yah masih mending daripada tidur di lantai seperti kebanyakan penumpang yang tidak mendapat tempat. Tetapi alhamdulillah saat melihat ke atas yaitu di dek 4 aku ketemu dengan anak-anak Pangkalan Bun, juga alumni SMA N 1 Pangakaln Bun. Karena disitu masih ada satu tempat kosong akupun diajak gabung.
Bersamaan dengan kapal mulai berangkat aku malah terlelap tidur. Dan gak terasa malam sudah tiba. Di kapal sholat dilakukan dengan di jama’ sehingga sholat magrib di jama’ dengan isya. Alhamdulillah kali ini aku tidaklah mabuk (minum antimo gitu). Meskipun begitu kebanykan aku juga tetap tidur-tiduran. Bahkan setelah bangun tidur lalu sholat subuh tidur lagi.
Kata orang hal yang paling malas dilakukan saat di atas kapal adalah mandi. Terang saja, WC nya saja masyaallah baunya. Belum lagi kondisi bilik wc/mandi yang kurang bener kunci pintunya. Wah males banget, kencing aja pikir-pikir apalagi mandi. Tetapi pagi itu diriku mandi loh. Eiittss tetapi bukan mandi di WC – WC bau itu. Aku mandi di kamar mandi di area ABK di dek 2. Yah menyelinap gitu deh. Hoho.
Perjalanan pagi tidak terasa karena pukul 10.00 pulau Kalimantan sudah terlihat di depan. Alhamdulillah dah mau sampai nih. Dan pada pukul 12.00 kapal sudah bersandar di dermaga pelabuhan Kumai.
Jarak Kumai dan Pangkalan bun adalah kurang dari setengah jam perjalanan. Pukul 13.30 aku baru dijemput dan langsung menuju rumah di Pangkalan Bun. Pangkalan Bun, I am come back. How are u today?
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku