Terkadang aku malu terhadap diri sendiri. Masa kalah sama seorang tua mbah-mbah. Setiap pagi saat aku selesai sholat subuh dari masjid, di perjalanan aku selalu berpapasan dengan mbah-mbah tua yang menggendong jamu. Subhanallah luar biasa. Sudah tua banget masih tetap semangat bekerja. Umur beliau mungkin kira-kira 60-70 tahun, atau lebih. Kurang tahu juga tapi memang tua banget. Aku sampai kasihan kalau melihatnya.
Sejenak aku merenung. Aku masih muda begini, masa kadang-kadang malas-malasan. Aku harus selalu bersemangat dan bekerja keras. Mbah-mbah aja masih semangat!
AYOOOOO ARSYILLL JANGAN BERHENTI BEKERJA KERASSSSSSSSSSSSSSSS
Selengkapnya...
Posted in
Fenomena,
semangat
Kosku merupakan rumah kontrakan bernama Wisma Khalid Bin Walid. Terdiri atas 7 Kamar, sekarang berpenghuni 10 orang (dulunya 13 orang), termasuk aku. Tapi disini aku mau menyoroti dua orang dari penghuninya. Mereka berdua memiliki kamar yang bersebelahan. Sebut saja S dan N. S dan N adalah sama-sama angkatan 2010 dan satu jurusan di fakultas Mipa Undip. Karena satu rumah dengan mereka, pastinya aku mengerti apa yang mereka kerjakan sehari-hari. Sungguh ironis, mereka berdua memiliki kebiasaan yang berkebalikan.
S adalah seorang pekerja keras. Di semester 3 ini ia sudah memikirkan untuk mencari nafkah sendiri. Bahkan berusaha sendiri mencari uang untuk keperluan biaya kuliah. Luar biasa, semangat S sangatlah besar dalam bekerja. Bahkan siap kalau ia diberi pekerjaan. Alhamdulillah aku juga sempat memberi ia kerjaan dan mendapatkan imbalan. Kurasa, semangat bekerja S lebih besar dari yang kupunya. Semoga ku bias mencontoh itu darinya. Syukur, S sejak semester kemarin mendapat beasiswa BUMN, sama seperti aku. Sehingga lumayan teerbantu atas beasiswa itu.
Selain bekerja, S juga sangat semangat untuk mengikuti kompetisi ilmiah. Budaya ilmiah sudah sangat melekat pada diri S. Alhamdulillah, 2 buah proposal PKM dari S, lolos didanai oleh Dikti. Dan sekarang, tak berhenti disitu, ia tetap bersemangat mengejar PKM lagi. Wah luar biasa.
Lalu, kamar yang satunya ada si N. Duh duh, jangan ditanya dia dikirimi uang bulanan berapa, wong makan seharinya aja rata-rata 50 ribu sehari. :( Sangar kan? Tuh bias dihitung sendiri, sebulan dia habis berapa. Belum lagi buat main-main bareng teman-temannya. Bisa karaoke, ke resto, atau jalan-jalan. Tapi Alhamdulillah, N sangat baik, ia tak pernah segan berbagi. Kalau ia punya sesuatu, pasti dibagi dengan yang lain. Namun saying, kebiasaan “hedon” itu tak bias lepas darinya. buat
Kini N sudah pindah ke kos lain, tak disini lagi. Padahal bayaran kontrakan kami sudah ia lunasi. Aku sempat bilang ke dia, cobalah prihatin dengan orangtua yang sudah mencari uang untuk dia, oleh itu jangan bikin uang mubazir. Padahal sungguh ironis, di saat jatah kasur yang buat N kosong, masih banyak orang yang butuh itu. Pastinya kalian pernah lihat saudara kita yang hanya mampu tinggal di masjid menjadi takmir.
Selengkapnya...
Posted in
Fenomena,
Kos
Bukan fenomena ini yang membuatku sangat aneh. Aku menjadi bingung sendiri karena, kok baru hari ini aku menyadari fenomena ini? Padahal sudah 2,5 tahun tahun aku di Tembalang. Malam tadi, yaitu Sabtu malam alias malam Minggu, aku mau memfotokopi buku tapi ternyata toko yang biasanya tempat aku melanggan, tutup. Bukan hanya satu, di berbagai titik di Tembalang, kumenemukan toko fotokopi pada tutup.
Memang ada yang buka, yaitu warung fotokopi kecil. Ah, aku agak malas kalau di warung fotokopi kecil. Biasanya harga fotokopi disitu tidak murah. Kalau di toko fotokopi yang besar alias ramai kan harganya murah.
Tembalang adalah salah satu kecamatan di Semarang. Di kelurahan Tembalang merupakan pusat dari kehidupan anak kos, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dan perguruan tinggi sekitarnya. Cukup ramai disini, malahan jalannya setiap sore selalu macet. Perkembangan toko dan bangunan di pinggir jalan sangat pesat. Namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan. Jalan disini masih sempit padahal jumlah mahasiswa di Tembalang semakin bertambah semenjak pusat Undip dipindahkan ke sini.
Untuk toko fotokopi yang masih buka, kulihat banyak sekali yang sedang memfotokopi. Mungkin menurutku banyak toko fotokopi yang tutup sehingga menjadi penyebab tersebut. Dan salah satunya diriku yang akhirnya menemukan sebuah toko fotokopi yang masih buka. Namun sayang, ketika aku mau memfotokopi, “Mas, mau memfotokopi..” Dijawab oleh mas yang disitu, “Ditinggal aja ya mas, mau tutup.”
Sedikit kecewa memang aku waktu itu. Tapi ya mau gimana, lalu kutanyakan alasannya kenapa pada tutup. “Iya mas kalau malam minggu memang tutup,” jawab mas itu.
Kemudian terpaksa kumencari toko fotokopi yang lain. Dan aku menemukan, alhamdulillah. Iseng-iseng kutanyakan mas yang disitu tentang fenomena toko fotokopi yang pada tutup ini. Dan kusimpulkan bahwa setiap malam minggu toko fotokopi di Tembalang memang biasanya sudah pada tutup jam 6 sore. Kata mas yang di toko fotokopi itu.
Dan salah satu pengunjung yang disitu juga berkata demikian saat iseng kutanyakan fenomena ini. Ia sudah mencoba mencari toko fotokopi kemana-mana, dan sama seperti aku, toko-toko pada tutup.
Selengkapnya...
Posted in
Fenomena