Taukah kamu beberapa tokoh yang tersohor di Turki, yaitu:
1. Fatih sang Penakluk (Fatih Sultan Mehmet the Conqueror)
2. Sulaiman yang Luar Biasa (Suleiman the Magnificient)
3. Maulana Jalaluddin Rumi
4. Mustafa Kemal Atatürk
Entah kenapa aku merasa di antara tiga nama pertama, di Turki ini lebih terkenal nama Maulana Jalaluddin Rumi (mevlana celaleddin rumi) dibandingkan yang lainnya. Padahal dunia paling mengenal nama sultan mehmet/Fatih selain karena kisahnya juga kepopuleran Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque) yang membuat dunia mengenalnya. Aku sendiri yang pertama kali kutahu di antara yang lain adalah Sultan Fatih, sebelumnya sudah pernah kubaca kisah tentangnya . Fatih adalah sultan khalifah utsmani (ottoman) yang menaklukkan Konstantinopel. Sedangkan Sultan Sulaiman I adalah yang paling membuat perubahan besar untuk Turki saat menjadi semasa kekhalifahan utsmani. Sedangkan nama keempat Ataturk wajib bagi orang Turki menyimpan namanya di hati mereka, karena Ia adalah yang mendirikan Republik Turki.
Kali ini aku mau sedikit bercerita mengenai Maulana Jalaluddin Rumi. Ketiga tokoh yang lain mungkin di lain waktu akan kutuliskan ceritanya masing-masing. Karena seperti yang sudah kusampaikan di awal bahwa disini Maulana Jalaluddin Rumi lumayan terkenal. Kurasa teman-teman juga mengetahuinya. Pernahkah melihat di TV mungkin, orang Turki yang memutar badannya memakai pakaian serba putih dan memakai topi panjang ke atas. Sambil melayangkan tangannya selaras dengan perputaran badan disertai kepala yang agak miring. Oke kalau bingung searching aja ya di google mengenai tarian itu.
Pekan ini di sekolah yang kuhuni yaitu Fetih Koleji telah diadakan sebuah agenda tahunan yaitu Mevlana Haftasi (Pekan Maulana). Acara diadakan di sekolah dengan mengundang orang tua siswa. Lalu di atas panggung beberapa siswa mempertunjukkan aksi mereka termasuk menari seperti gaya sang maulana. Berikut videonya:
Di sekolah ini ada salah seorang guru yang mengikuti ajaran Maulana, sering sekali aku mendengar kata Mevlana dari ia. Seperti dianjurkan makan cukup sekali aja dan makan daging cukup beberapa hari sekali aja. Lalu masjid yang sering kudatangi untuk sholat juga bernama Mevlana Cami. Jalan di dekat sekolah bernama Mevlana. Wah aku jadi sering mendengar kata Maulana. Akhirnya aku sedikit banyak tahu mengenai maulana ini.
Meaulana J. Rumi ini hidup jauh beratus tahun lalu, ia lah yang menyebarkan agama Islam di negeri Turki. Ia datang dari Afganistan, lalu ke arab dan terakhir menetap di Turki tepatnya di kota Konya. Kalau bisa kubilang ia seperti Wali Songonya Di Indonesia gitu. Yang mengajarkan Islam kepada penduduk.
Selengkapnya...
Posted in
turki
Ini adalah kisahku.. bersama teman-teman PASIAD..saat perjalanan dari Jakarta ke Istanbul via Jeddah awal desember 2012. Just my diary...gak penting.. !@#$%^&*()
Pagi-pagi sekali diriku sudah bangun, setelah sholat tahajud kulanjutkan dengan mandi. Maklum mandiku lama jadi harus lebih dulu sebelum yang lain. Di kamarku ini kami ber delapan orang sebentar lagi akan melakukan perjalanan yang tak akan terlupakan sepanjang hidup :. Bagi aku sendiri, tak pernah terpikirkan olehku bahwa tanggal 30 November 2012 ini aku akan pergi ke Istanbul via Jeddah. Apapun yang terjadi, aku hanya pasrah, berusaha terbaik, kepada Allah aku kembali.
 |
| PASIAD membernagkatkan guru Indnesia ke Turki |
Barang-barang termasuk pakaian sudah aku kemas hari sebelumnya. Alhamdulillah aku dah siap, setelah sholat Subuh kami segera bersiap-siap untuk meninggalkan asrama Sekolah Pribadi Depok ini. Pada jam 6 pagi kami sarapan, lalu dua buah taksidatang. Eh ternyata taksinya kurang, jadi perlu satu taksi lagi. Maklum pada bawa koper semua, gak cukup dua taksi.
Sebelum ke bandara kami semua sebanyak 21 orang (8 putra dan 13 putri) berkumpul di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang untuk di-briefing dulu. Pukul 8 an pak Ramadhan memberikan briefing, mengenai keberangkatan ini dan beberapa hal yang akan kami lakukan di Turki nantinya. Diakhiri dengan foto bersama. Lalu segera pukul 10 kami semua naik ke bis menuju bandara.
Alhamdulillah pukul 12 kami sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 15.30. Waktu kosong kami manfaatkan untuk makan siang dan sholat. Mau jam 2 kami kemudian chek-in. Di depan tepat penimbangan bagasi, kondisi sempat runyam. Yang pertama, petugas disitu bilang bahwa tiap orang hanya dapat membawa 1 koper ke bagasi dan 1 koper ke kabin. Haduh, padahal beberapa dari kami lebih dari itu, contohnya aku selain bawa koper, tas punggung, juga bawa tas jinjing (travel bag). Alhasil, aku pun menyulap tas jinjing itu jadi satu dengan koper (alias mengepak ulang ^^). Lalu masalah yang kedua dan utama adalah petugas itu meminta bukti bahwa kami belajar di Turki dan penjamin kami (sebenarnya aku kurang begitu ngerti maksud petugas itu). Segera kami hubungi Fakhry abi, alhamdulillah beberapa kemudian masalah ini selesai. Kami pun diperbolehkan naik ke pesawat.
 |
| Di atas Pesawat |
Sebelum ke Istanbul kami berangkat ke Jeddah, baru 12 jam kemudian melanjutkan perjalanan dari Jeddah ke Istanbul, alias Jakarta-Istanbul via Jeddah. Perjalanan yang lumayan panjang. Alhamudlillah aku dah terbiasa perjalanan seperti ini, karena rumahku kan di Kalimantan. Semarang-Pangkalan Bun naik kapal 20 jam :. Tapi yang ini perjalanan spesial. Pakai pesawat ke Jeddah lagi, dekat Mekkah, jelas saja karena Mekkah adalah kota impian setiap muslim di dunia. Selain itu, makanan di atas pesawat enak sekali. Belum pernah aku makan yang seperti itu. Ada roti, ayam/ikan/daging , nasi , keju, salad, puding, dan teh. Lumayan lah.
Saat berkesan adalah ketika pesawat berada di atas bumi mekkah. Terasa sangat dekat, masyaallah. Aku teringat betapa indahnya jika aku bisa menunaikan haji. Alhamdulillah.. aku merasa bersyukur sekali saat itu. Banyak hal nikmat Allah yang sangat banyak dan tak terhitung padaku. Aku juga berharap bisa menaikkan haji orang tua ku kelak. Amin.
 |
| Di bandara Jeddah |
Sekitar pukul 21 setempat (di Indonesia jam 1 malam), kami tiba di Jeddah. Alhamdulillah... Bandaranya luar biasa keren beda deh dengan di Indonesia. Sayang kami Cuma transit, jadi tak bisa keluar dari Bandara. Hanya bisa gigit jari dari balik kaca melihat kota Jeddah di luar sana, tentu di balik kota Jeddah ada kota Mekkah. Di tempat transit ini tak banyak hal yang bisa kulakukan. Karena tidak ada Wifi gratis, TT. So, yang pasti bisa kulakukan adalah berfoto-foto, :. Karena penerbangan ke Istanbul masih lama aku juga menyempatkan berbicara dengan orang asing disini, kebetulan saat ini banyak orang pakistan. Bahkan dia sempat meminta berfoto bersama denganku. He he berasa artis.
 |
| Berkenalan dengan orang Pakistan |
Sekitar pukul 10.00 setempat gate ke pesawat meuju Istanbul sudah dibuka, kami bergegas kesana. Alhamdulillah disini lancar, mungkin karena kami transiter. Disini sebelum naik ke pesawat kami diantar oleh bus. Di atas pesawat kami terpisah-pisah. Padahal aku pengen banget dapat tempat duduk di pojok jadi bisa menikmati pemandangan langit dari balik jendela. Aku berada di sebelah orang Turki nih. Duh saatnya memraktikkan bahasa Turki yang dua bulan kemarin kuajarin.
 |
| Menaiki pesawat Saudi Arabian airlines |
Perjalanan dengan pesawat sekitar 3,5 jam kami sampai di bandara Istanbul Attaturk Internasional Airport. Kali ini aku benar-benar bercak kagum banget dengan bandara ini. Luar biasa keren. Besar sekali bandaranya. Dan sistem disini bagus. Pengennya sih bisa berfoto-foto yang banyak disini. Tapisa sayang karena harus segera bertemu dengan abi yang jemput kami di luar sana. Jadi setelah mengambil trolly lalu mengambil koper kami keluar. Alhamdulillah sempat berfoto satu kali ^^. WELCOME TO ISTANBUL...
 |
| Narsis lagi dan lagi :P |
Selengkapnya...
Posted in
turki
 |
| Suasanan sebuah jalan di Turki |
Di Indonesia ada beberapa orang Turki, kalau mereka ditanya "Bisa mengendarai motor tidak?" Kemungkinan besar mereka bilang tidak. Akhirnya kutahu jawaban dari itu sekarang. Di Turki jarang yang mengendarai motor. Yang ada kendaraan mobil alias beroda empat atau lebih. Di tulisan ini aku bukan mau menjawab pertanyaan kenapa bisa begitu. Aku sendiri malah bertanya-tanya kenapa ya.
Sangat jarang banget kulihat motor di Istanbul ini. Aku pernah lihat beberapa tapi jarang banget. Tidak seperti di Indonesia, di jalanan seperti Semarang misalnya kendaraan motor roda dua menumpuk. Itu yang membuat kesriwutan (kekacauan di jalan) hingga macet parah. Sedangkan di Istanbul di jalanan kendaraan terlihat rapi. Walau sering juga disini terjadi macet, tapi kurasa tak se-amburadul di Jakarta.
Bukan berarti Istanbul benar-enar bagus. Tapi Istanbul ada kurangnya juga. Pengendaranya parah, banget deh. Orang Turki kalau mengendarai mobil ngebut, sekalipun waktu ada tikungan tetap aja gas dikebut. Parah, dalam hati kuberkata 'nih orang kayak baru bisa naik mobil aja'. terkadang aku agak males naik mobil disini, bikin mabuk. Mentang-mentang gak ada motor seenaknya deh mengendarai mobil.
Yang susahnya juga kalau aku menyeberang jalan. Beuuhh, mobil berjalanan dah tau ada yang nyeberang bukan malah dikurangi gasnya tapi malah terus aja bablas. Dan anpa sirine "tin tin" seenaknya aja. Ngeri deh kalau nyeberang. Berbeda kalau di Indonesia, ada yang nyeberang maka akan dipelankan gasnya. Sekalipun padat merayap kendaraan yang ada di jalan, penyeberang diutamakan. *Wah jadi kangen tanah air... sungguh aku cinta Indonesia..
Terus satu lagi, mungkin gara-gara cara mengendarai yang ngebut itu, sepertinya tingkat kecelakaan di Istanbul tinggi. Nah kalau sudah gitu tanduk keluar dari kepala mereka (baca:marah). Bahkan baru dua minggu di Istanbul aku dah punya pengalaman mobil yang kutumpangi berserempetan dengan sebuah truk. Lalu kedua sopir bersilat lidah. Ak cuma bisa menunggu aja hingga mereda beberapa menit. Ha ha. Orang Turki memang aneh, kalau marah-marah ngeri, bisa langsung hajar ditempat. Tapi meredanya pun cepat. Setelah kelahi langsung seperti biasa (aneh deh aku kalau ngeliatnya). Berbeda dengan di Indonesia sekali marah dipendem teru dalam hati.
Selengkapnya...
Posted in
turki
Perutku laper nih, setelah mendengarkan ceramah Fetullah Gullen Hoca Effendi lewat video bersama para guru Fetih Koleji, aku lalu ke Yemekhane "ruang makan". Ada seseorang disitu "Yemek var mi?". Alhamdulillah ada. Tapi saat lagi makan tiba-tiba aku disuruh stop, ku keluar gedung dan naik mobil. Ternyata mereka para guru bersama aku akan ke sebuah rumah makan. Malam yang dingin ini aku semakin lapar gak sabar sampai ke rumah makan yang dituju. Belum lagi yang nyupir mobil ngebut bawanya (orang Turki bawa mobil ngebut bangett), bikin aku agak mabuk.
Alhamdulillah akhirnya sampai jugaa... Rumah makannya unuik.. gak ada di Indonesia. Di samping meja makan kami ada tempat pembakaran. Dan makanannya juga unik. Disitu ada daging, roti, dan cabe gede. Lagi-lagi nasi yok "tidak ada". But i will keep eat. Eaahh... pertama menggigit dagingnya selera berkurang, jelas aja, dagingnnya hambar gak ada rasa. Kuberpikir seandainya aja ada sambal tomat..pasti enak nih (i miss sambal).
Tapi karena aku lapar semuanya terasa Enakk. Kalau dinikmatinya rasanya enak juga kok.. cuma aku yang gak suka yogurt..benar-benar gak ada rasa, gak kumakan. Tapi yang lain kuhabisin, enakk, kenyangggg.
selamat menikmati.............Afiyet olsunn

Setelah makan (pasti deh) minum teh....
Selengkapnya...
Posted in
turki
Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya pilih beli hapi aja daripada mendaftarkan / regristrasi HP kita (mendaftarkan di kantor polisi membawa paspor). Sebab biayanya mahal yaitu 100 Lira (hanya untuk daftar). Kurs saat ini sekitar 1 Lira = Rp 5200. Artinya 100 lira = Rp500ribu. Belum beli kartu operatornya (sim card /kartu perdana), kalau beberapa waktu lalu aku membeli sim card baru AVEA 35 lira (=sekitar Rp175ribu) dengan biaya pendaftaran 10 lira -padahal di Indonesia 5rbu perak dah dapat kartu perdana. Itu pun belum terisi pulsanya, lalu aku beli paket seharga 20 Lira (250 kali sms, 250 menit telepon, 250 MB internet). Jadi total 165 lira atau sekitar Rp 800ribu kalau dirupiahkan. Beuh, kalau di Indonesia itu dah dapat HP baru, canggih pula.
Disini memang harga HP sangat mahal. Kalau menurut pantauanku sekitar 3x lebih mahal daripada harga HP di Indonesia. Aku bersyukur banget deh di Indonesia komunikasi lumayan murah. Sekitar 20-30 ribu sudah bisa sms, telp,internet buat sebulan. Kalau disini sebulan menghabiskan sekitar 100ribu atau lebih.
Tapi disini bisa disiasati dengan beli hape second/bekas, tapi masih bagus kok. Kalau benar-benar mau mencari 150-180 lira dah dapat hape android layar sentuh.
Okelah gak apa-apa, ini sebagai pengalaman buat aku. Keep praise to ALLAH. Yang penting selalu bersyukur pada Allah. Semua yang ada di dunia ini hanyalah milik-Nya. DIa hanya menitipkan ke kita :D.
Istanbul, 21-12-12
Selengkapnya...
Posted in
turki
Alhamdulillah bisa lihat salju juga... hari kamis [20/12/12] ini adalah hari pertama turun salju di Istanbul, Turki. Langsung salju turun dengan deras dibarengi cuaca yang mendung, angin kencang, dan hawa sangat dingin. Belum pernah kubayangkan sebelumnya, seorang pemuda dari tropis ini berada di tengah-tengah salju. Gila, keren coy, subnallah, its my great experience. Ini pertama kalinya , my first time see the Snow. Alhamdulillah banget.
Hari ini aku belum ke luar ruangan karena cuacalumayan buruk. Tapi keesokan harinya aku benar-benar menikmatinya. Berfoto-foto dan lempar-lemparan salju (baca: PERANG SALJU) dengan beberapa temanku. Juga saat aku melintasi jalanan, aku ditimpuki salju..
Nih diriku sampai tiduran di Salju.. :P
 |
| [Gak Jelas] Tidur di atas Salju |
 |
| Melintasi jalanan bersalju |
 |
| Lihat anak-anak bermain salju |
Selengkapnya...
Posted in
turki
Alhamdulillah dalam jangka waktu kurang lebih 1 tahun, aku berhasil menyelesaikan skripsiku. Good bye..:) for ANFIS: Adaptive Neuro Fuzzy Inference System. Memikirkanmu benar-benar menyita tenaga dan pikiran. Luar biasa memerlukan energi ekstra. Karena masih jarang skripsi yang membahas ini. Bahkan di Universitasku baru aku yang mengangkat ANFIS. ANFIS kuambil karena dosenku S3 mengangkat ANFIS ini. Selain itu refensi bahasa Indonesia sedikit sekali. But aku tetap berusa hingga akhirnya selesai dengan baik. Oleh itu aku akan berusaha share, membantu kawan yang sedang mengalami kondisi yang pernah kualami ini. Silakan kalau ada yang ditanyakan seputar ANFIS.
Kalau mau download skripsiku dan contoh perhitungan ANFIS silakan
KLIK DISINI.
Judul : Anlisis Data Runtun Waktu dengan Metode ANFIS : Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS)
Title : Time Series Data Analysis with Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) Method
Abstrak
Salah satu metode analisis data runtun waktu yang populer adalah ARIMA. Metode ARIMA mensyaratkan beberapa asumsi antara lain residual model white noise, berdistribusi normal dan varian konstan. Model ARIMA cenderung lebih baik untuk data runtun waktu yang linier. Sedangkan untuk data runtun waktu nonlinier telah banyak dikaji dengan metode nonlinier, salah satunya adalah Adaptive Neuro Fuzzy Inference System atau ANFIS. Metode ANFIS adalah metode yang mengkombinasikan teknik Neural Network dan Fuzzy Logic. Dalam Tugas Akhir ini dibahas secara khusus mengenai metode ANFIS untuk analisis data runtun waktu yang mempunyai karakteristik antara lain stasioner, stasioner dengan outlier, nonstasioner dan nonstasioner dengan outlier, dan digunakan data harga minyak kelapa sawit Indonesia sebagai studi kasus. Hasil ANFIS yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan hasil metode ARIMA berdasarkan nilai RMSE. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh bahwa hasil metode ANFIS lebih baik daripada metode ARIMA.
Kata kunci : ANFIS, ARIMA, data runtun waktu, nonstasioner, outlier
Abstract
One popular method of time series analysis is ARIMA. The ARIMA method requires some assumptions; residual of model must be white noise, normal distribution and constant variance. The ARIMA model tends to be better for time series data which is linear. Whereas for the nonlinear time series data have been widely studied by nonlinear methods, one of that is Adaptive Neuro Fuzzy Inference System or ANFIS. The ANFIS method is a method that combines techniques Neural Network and Fuzzy Logic. In this thesis discussed the ANFIS method specifically for the analysis of time series data that have characteristics such as stationary, stationary with outlier, non stationary and non stationary with outlier, and the data of Indonesian palm oil prices is used as a case study. The ANFIS results which were obtained are compared with the results of ARIMA method by the value of RMSE. Based on the analysis and discussion, it is obtained that the results of ANFIS method are better than the results of ARIMA method.
Keywords : ANFIS, ARIMA, time series data, non stasionary, outlier
Literature
1. Abiyev, R dkk. 2005. Electricity Consumption Prediction Model using Neuro-Fuzzy System. World Academy of Science, Engineering and Technology 8. Hal 128-131.
2. Agung, IGN. 2009. Time Series Data Analysis Using Eviews. Singapura: John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd.
3. Alakhras, MNY. 2005. Neural Network-based Fuzzy Inference System for Exchange Rate Prediction. Journal of Computer Science (Special Issue). Hal 112-120. Amman, Jordan.
4. Aldrian, E dan Yudha, SD. 2008. Application of Multivariate Anfis for Daily Rainfall Prediction: Influences Of Training Data Size. Makara, Sains Volume 12 No 1. Hal 7-14.
5. Alizadeh, M., dkk. 2009. Forecasting Exchange Rates: A Neuro-Fuzzy Approach. IFSA-EUSFLAT. Hal 1745-1750.
6. Atsalakis, GS, dkk. Probability of trend prediction of exchange rate by ANFIS. Recent Advances in Stochastic Modeling and Data Analysis. Hal 414-422.
7. Azadeh, A, dkk. 2009. A hybrid simulation-adaptive network based fuzzy inference system for improvement of electricity consumption estimation. Expert Systems with Applications 36(8). Hal 11108-11117.
8. Baseri, H dan Alinejad G. 2011. ANFIS Modeling of the Surface Roughness in Grinding Process. World Academy of Science, Engineering and Technology 73. Hal 499-503.
9. Fahimifard, SM dkk. 2009. Comparison of ANFIS, ANN, GARCH and ARIMA Techniques to Exchange Rate Forecasting. Journal of Applied Science 9(20). Hal 3541-3651.
10. Fausett, L. 1994. Fundamentals of Neural Networks Architectures, Algorithms, and Applications. New Jersey: Prentice Hall.
11. Jang, JSR. 1993. ANFIS: Adaptive-Network-Based Fuzzy Inference System. IEEE Transactions on System, Man, and Cybernetics Volume 23. Hal 665-685.
12. Jang, JSR., CT Sun, dan E Mizutani. 1997. Neuro-Fuzzy and Soft Computing: A Computational Approach to Learning and Machine Intelligence. London: Prentice-Hall, Inc.
13. Kablan, A. 2009. Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System for Financial Trading using Intraday Seasonality Observation Model. World Academy of Science, Engineering and Technology 58. Hal 479-488.
14. Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence Teknik dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
15. Kusumadewi, S dan Hartati S. 2006. Neuro Fuzzy: Integrasi Sistem Fuzzy & Jaringan Syaraf. Yogyakarta: Graha Ilmu.
16. Makridakis, S dkk. 1992. Metode dan Aplikasi Peramalan Edisi Kedua Jilid 1. Terjemahan oleh Untung S Andriyanto. Jakarta: Penerbit Erlangga.
17. Matlab. 1999. Fuzzy Logic Toolbox User’s Guide. The MathWorks, Inc.
18. Mordjaoui, M and Boudjema B. 2011. Forecasting and Modelling Electricity Demand Using Anfis Predictor. Journal of Mathematics and Statistics 7 (4). Hal 275-281.
19. Nayak, PC, dkk. 2004. A Neuro-Fuzzy Computing Technique for Modeling Hydrological Time Series. Journal of Hydrology. Hal 52-56.
20. Osowski, S dan Linh, TH. 2004. Neuro-Fuzzy TSK Network for Approximation.
21. Ross, TJ. 2010. Fuzzy Logic with Engineering Applications, Third Edition. Singapore: John Wiley & Sons, Inc.
22. Soejoeti, Z. 1987. Buku Materi Pokok Analisis Runtun Waktu. Jakarta: Penerbit Karunika, Universitas Terbuka.
23. Suhartono. 2008. Analisis Data Statistik dengan R. Surabaya: Jurusan Statistika ITS.
24. Warsito, B dan Ispriyanti D. 2004. Uji Linearitas Data Time Series dengan RESET Test. Jurnal Matematika dan Komputer Volume 7 Nomor 3. Hal 36-44.
25. Warsito, B. 2009. Kapita Selekta Statistika Neural Network. Semarang: BP Undip.
26. Wei, LY. 2011. An Expanded Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) Model Based on AR and Causality of Multination Stock Market Volatility for TAIEX Forecasting. African Journal of Business Management Vol. 5(15). Hal 6377-6387.
27. Wei, WWS. 2006. Time Series Analysis Univariate and Multivariate Methods Second Edition. USA: Pearson Education, Inc.
28. Yilmaz, NAS. 2003. A Temporal Neuro-Fuzzy Approach for Time Series Analysis. The Department of Computer Engineering, The Middle East Technical University.
Selengkapnya...
Kurasa dari sekian banyak wisudawan di hari ini akulah yang membawa kendaraan beda dari yang lain, yaitu dengan Bis! Maklum it is Big Family. Ibu, bapak, 3 orang adik, nenek, pakde, sepupu, keponakan, saudaranya nenek, dsb. Sekitar 20 orang bersamaku datang ke acara wisudaku. Alhamdulillah seharian seru dan bisa membahagiakan nenek, orangtua, dan sanak saudara. Terima kasih keluargaku, kehadiran kalian mensupport diriku. Aku senang di hari wisudaku bisa berkumpul dengan kalian.
Pagi-pagi benar kami sudah disibukkan untuk persiapan sebelum naik bis. Aku sendiri, mandi pagi sebelum sholat subuh (maklum mandiku lama). Sekitar pukul 5.45 kami naik bis yang udah kami carter alias booking hari sebelumnya. Lumayan murah sewa bis kecil (muat 25 orang) disini, 450 ribu untuk seharian boleh sampai malam, Wedung-Semarang. Alhamdulillah kali ini uang sewa mobil dari kantong pribadiku. Senang sekali bisa mengeluarkan uang untuk kegiatan yang membuat senang keluarga.
Sekitar 7.30, bis tiba di Hotel Grand Candi Semarang. Tempat acara Tasyakuran Wisuda Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Aku, ibu, dan bapakku turun dari bis dan masuk ke Hotel. Karena acara ini hanya tersedia 2 kursi untuk kedua orang tua maka aku persilakan keluargaku yang lain untuk pergi ke Kebun Binatang. Daripada mereka lama menunggu kami di luar Hotel, maka sebaiknya mereka berrekreasi ke kebun binatang Mangkang saja.
Di dalam Hotel, ternyata acara belum dimulai. Sekitar pukul 8.30 – 10.00 acara berlangsung setelah itu kami makan. Aku sebenarnya sedikit kecewa dengan kemasan acara disini. Kukira bagi yang cumlaude akan duduk di depan seperti saat acara Yudisium, ternyata Tidak. Banyak spekulasi yang bermunculan dari teman-teman, alasannya yaitu karena panitia (hampir semuanya) adalah anak matematik. Perlu diketahui bahwa wisuda kali ini hanya satu orang wisudawan dari matematik yang dapat Cumlade, berbeda dengan jurusan lain yang lumayan banyak cumlaudernya. Yah i dont know, ambil positifnya deh, alhamdulillah pemilihan tempat baik yaitu di Hotel, dan makanan disini enak sekali.
Kami bertiga menunggu lama sekali di Hotel, padahal acara wisuda universitas pukul 12.30. Sabar deh, alhmdulillah jam 12 kurang bis kembali ke Hotel. Kemudian kami langsung berangkat ke Undip, menghadiri acara wisuda sebenarnya (diwisuda oleh Rektor) di Gd Prof Soedarto. Hampir saja loh aku gak ikut wisuda, ternyata aku tiba disana pintu hampir saja ditutup. Alhamdulillah...
Kali ini aku senang tempat dudukku di depan. Dan yang cumlade sebutkan namanya lalu berdiri. Wah benar-benar bangga, alhamdulillah menuntut ilmu di Statistika Undip berbuah hasil yang lumayan memuaskan. Pada intinya acaranya hanya maju ke depan lalu diberi selamat oleh rektor. Karena jumlah mahasiswa banyak, maka acara ini terkesan lama. Jam setengah 4 an acara akhirnya selesai.
Kalau wisuda di Undip ini keluargaku yang lain menunggu aku di luar gedung. Lumayan lama jadi pas acara selesai mereka pengin buru-buru pulang. Wah padahal aku ingin sekali banyak berfoto-foto dengan mereka. Tapi alhamdulillah kami sempat foto satu kali lengkap yang datang hari ini. Lalu kami bergegas pulang karena semua sudah pada kecapekan. Tapi aku tetap kekeuh supaya mengunjungi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Inilah tempat yang menurutku cukup pas membawa keluargaku. Cuma, awalnya renca mau ke Gerebek Besar Demak, itu kubatalkan, tired.
Selengkapnya...
Posted in
Diari di Kampus,
Kuliahku
Pernah dengar film “My name is Khan”? Judul tulisan ini terinspirasi dari film itu, mengisahkan tentang seorang muslim India yang tinggal di Amerika, ia dengan lantang meneriakkan bahwa ia bukanlah teroris. Yeah, sekarang ini bagi dunia barat, muslim dianggap teroris. Ironis sekali, negara-negara muslim mengangguk, tidak berbuat apa-apa. Nah terus, nih aku beberapa waktu lalu sempat mengobrol dengan seorang muslim Turki. Subhanallah, ia jadi guru ke luar negeri salah satu misinya adalah kayak Khan tadi.

Dia bernama Syamil. Aku memanggilnya Syamil abi (abi=brother). Ia adalah orang Turki tinggal di Sragen, mengajar matematika di SBBS (Sragen Bilingual Boarding School). Kami bertemu di sekolah Kharisma Bangsa, sempat tidur di ruangan yang sama pula. Suatu ketika kami mengobrol beberapa hal mengenai Turki. Kemudian ia menayampaikan bahwa sekolah Turki terdapat banyak, di 140 negara. Waw, menakjubkan, artinya hampir di seluruh dunia ada sekolah Turki.
Di Indonesia, sekolah turki di bawah manajemen yayasan PASIAD. Terdapat beberapa sekolah Turki di penjuru nusantara; Aceh (Fatih), Depok (Pribadi), Tangerang (Kharisma Bangsa), Bandung (Pribadi), Semarang (Semesta), Sragen (SBBS), Jogja (Kesatuan Bangsa), dan yang terbaru di Banjarmasin (Banoa). Di sekolah Turki, sebagian guru adalah orang Turki. Jadi tak heran, bagi orang Indonesia yang mengajar di situ, bisa bahasa Turki.
Kembali lagi ke kisah Syamil abi. Ia bercerita bahwa saat sekarang ini orang-orang muslim suka disebut teroris. Muncul banyak provokasi dari negara-negara barat namun yang utama adalah dari Israel. Lihat saja, di Timur Tengah, perang bergejolak, situasi keamanan tak terkendali. Tapi tidak dengan orang Turki, mereka bebas kemana saja.
Perkataan penting yang kucatat dari Syamil abi adalah seorang Muslim itu tidak mungkin sengaja membunuh nyawa orang lain, bahkan dengan seekor semut pun seorang muslim tidak diperbolehkan membunuh. Subhanallah, sebagai orang Muslim, aku menjadi terhenyak dengar kata-kata itu. Kemudian ia juga bilang bahwa ia dan guru sekolah Turki lain ke berbagai penjuru dunia, ingin menyampaikan ia kesana dengan damai. Bahwa muslim itu bukan teroris, tetapi Muslim ini pembawa kedamaian.
Selengkapnya...
Posted in
turki
Seringkali ada benarnya, “Apa yang terjadi esok adalah yang kita pikirkan sekarang.” Dan alhamdulillah sekarang beberapa hal yang dulu kupikirkan terjadi salah satunya adalah membuat paspor. Paspor sudah kuinginkan lama. Berawal dari mimpiku bisa ke negeri idamanku “Jerman” dan termotivasi dari tulisan Renald Gazali, guru besar UI tentang membuat paspor. Yang kulakukan pertama adalah menuliskan PASPOR di dinding kamarku. Kemudian tak lupa kutulis d facebook dan blog (baca:
Sebelum Wisuda Aku Harus Sudah Punya PASPOR). Hingga kusiapkan uang, kusisihkan untuk membuat paspor sebelum wisuda.
Sekali lagi, kalimat, “Apa yang terjadi esok adalah apa yang kita pikirkan sekarang” dan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin” benar-benar memotivasi aku. Kata orang-orang di sekitarku, “Buat apa bikin paspor, kalau gak jadi keluar negeri gimana?” ada juga yang berkata “Kerja aja belum dah pengen ke luar negeri.” Sungguh, aku tak mendengarkan bisikan-bisikan yang menjatuhkan itu. Aku tetap bersemangat untuk menjadi diri yang baik di hari esok. Tetap memiliki mimpi-mimpi dan berusaha keras untuk menggapainya. Amin.
Banyak orang mengira membuat paspor susah. Oke aku maklum, mungkin karena kurangnya pengetahuan pada mereka tentang paspor. Paspor beda sama Visa. Kalau paspor ibaratnya KTP ke luar negeri sedangkan Visa adalah tiket untuk ke sebuah negara. Artinya paspor digunakan ke semua negara hanya 1 paspor sedangkan Visa tiap negara 1 visa. Kalau Paspor masa berlaku 5 tahun, kalau Visa berlaku sesuai kebutuhan. Untuk visa aku belum pernah buat karena belum ke luar negeri. Oke aku mau menyampaikan cara membuat paspor.
Di Semarang, membuat paspor di kantor Imigrasi kelas 1 Krapyak. Tapi sebelumnya lebih baik mendaftar online terlebih dahulu. Karena kalau belum daftar online prosesnya akan lebih lama. Daftar online di situs www.imigrasi.go.id dengan memilih 48Hal. Upload dokumen KTP, KK, dan AKTE yang telah di scan. Sesuai hari yang dijadwalkan datang ke Kanim I Semarang Jl Siliwangi No. 514 Krapyak membawa dokumen tadi fotokopi dan asli. Disana ikuti prosedur tanyakan saja pada pegawai disana kalau bingung. Gampang kok gak usah pakai calo, biaya Cuma 255ribu pengambilan paspor setelah 1 minggu.
by ARSYIL HENDRA SAPUTRA
Selengkapnya...
Posted in
my dream,
semangat
Mungkin, tulisanku ini tak begitu berpengaruh bagi para bapak-bapak dan ibu-ibu orang tua di desa untuk sadar akan pentingkan ajaran yang baik untuk anak mereka. Ajaran baik yang kumaksud dalam tulisanku ini adalah mengenai acara dangdutan yang digelar saat ada kondangan. Sungguh, menurut saya penyanyi dangdut yang berpakaian mini alias seksi sangat tidak baik ditonton utuk anak kecil. Just one word for described that, MIRIS. Aku miris melihat fenomena ini.

Beberapa waktu yang lalu aku menghadiri acara walimatul sunnat atau resepsi sunnatan salah seorang keluarga istrinya Pakde aku, berada di daerah yang bisa dibilang pelosok. Di sana aku lumayan kurang betah, yaitu menumpuknya asap rokok dimana-mana. Okeh, yang ini aku maklum, kebiasaan merokok saat mengobrol sesama teman bagi bapak-bapak dah biasa (eitss ada anak seumuran ekolah juga denk yang merokok). Nah sewaktu dimulai nyanyian dangdut ini aku tercengang.
Sang penyanyi, dua orang cewek dengan pakaian yang masyallah mini banget, seksi, dan bisa disebut (maaf) setengah telanjang kali ya. Dan saat mereka naik ke atas panggung disorak gempita oleh orang-orang disitu, bapak-bapak, ibu-ibu, baik tua atau muda. Yang menjadi menakjubkan lagi hampir banyak banget anak-anak kecil disitu sampai-sampai ada beberaa anak yang duduk di atas panggung bagian pinggir. Miris, anak-anak dijejali tontonan seperti itu!
Aku hanya tergeleng-geleng kepalaku bahkan saat lantunan lagu dangdut dinyanyikan aku lebih banyak menunjuk. Bukan aku sok alim atau gimana, tapi di samping aku takut sama Allah aku juga sangat menolak fenomena seperti ini.
Perlu dipahami! Mnurutku, akibat dari fenomena ini adalah nak-anak akan belajar dari apa yang ditontonnya. Secara bertahap meeka belajar untuk memakai pakaian yang seperti itu, yaitu seksi. Belum lagi lirik lagu yang dibawakan sering kali berbau porno. Waktu itu ada salah satu lagu yang dibawakan berjudul “Perawan Kalimantan”. Hadeuhhh hadeuuhhh.
by ARSYIL
Selengkapnya...
Posted in
Ceritaku