Apa Arti Angka Taraf/Tingkat Signifikansi 1%, 5%, atau 10% dalam Statistika

23 Februari 2013 22.55 By Arsyil Statistikawan 11 Komentar

Ilustrasi
Saya buka lagi mahasiswa nih sekarang. Tapi alhamdulillah masih ada paling tidak ilmu kuliah yang dasar di kepala saya. Nah salah satunya angka taraf signifikansi. Dalam statistika, wajib deh ada angka taraf/tingkat signifikansi untuk pengujian. Angka ini biasanya berupa 1%, 5%, atau 10%. Kalau arsyil biasanya pakai 5%. Nah karena ada teman yang bertanya tentang ini, kali ini saya mau menjelaskan.

Dulu waktu kuliah ada sih pengertian angka ini, pengertian dengan bahasa statistika. Tapi sekarang aku lupa pengertian persisnya gimana. Kira-kira begini pengertiannya. Angka taraf signifikansi ini adalah angka yang menunjukkan seberapa besar tingkat kepercayaan penelitian kita alias angka batas hasil nilai uji kita diperbolehkan seberapa besar. Dalam pengujian, angka ini menentukan apakah pengujian kita diterima atau tidak.

Gimana ngerti gak? Kalau begitu saya mau menganalogikan sebuah kelas aja deh semoga ngerti:
Ada seorang guru dan murid-murid di kelas. Lalu guru mengadakan ujian dengan ketentuan yang memperoleh nilai sama dengan atau di atas 6 lulus dan yang dibawah 6 tidak lulus. Kemudian guru ini berkata kepa murid-murid, "Jika sebanyak 5% atau kurang di antara kalian yang tidak lulus maka kita akan jalan-jalan ke Kalimantan, tetapi kalau yang tidak lulus lebih dari 5% maka kita tidak jalan-jalan ke Kalimantan." Begitulah analoginya menurut saya. Artinya misalnya di kelas tersebut yang tidak lulus hanya 3% maka mereka akan ke Kalimantan (karena kurang dari 5%. Tetapi jika misalnya yang tidak lulus sebanyak 8% (lebih dari 5%) maka mereka tidak jadi ke Kalimantan. Berbeda halnya jika guru tersebut menggunakan angka 10% artinya walau sebanyak 8% yang tidak lulus maka mereka akan tetap ke Kalimantan. Dengan kata lain semakin besar angka tersebut maka semakin besar peluang untuk pergi ke Kalimantan. Namun perlu dipahami bahwa semakin banyak yang tidak lulus maka semakin tidak baik kelas tersebut, makin sedikit yang tidak lulus semakin baik kelas tersebut.

Begitu juga angka taraf signifikasi, semakin kecil angka taraf signifikansi maka semakin baik untuk penelitian, tetapi semakin kecil peluang untuk menerima pengujian. Yang jelas besar angka signifikansi ini ditentukan oleh peneliti. Biasanya digunakan angka 5%. Namun untuk bidang kesehatan (karena menyangkut nyawa manusia) digunakan angka 1%. Tidak pula menutup kemungkinan angka lain misalnya 10%. Tetapi semakin besar angka ini semakin kecil tingkat kepercayaannya. Jika digunakan 1% maka tingkat kepercayaan 99%. Jika 5% tingkat kepercayaan 95%. Jika digunakan 10% maka tingkat kepercayaan 90%.

Begitulah penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti. Penjelasan saya memang agak panjang, itulah dengan harapan bisa dimengerti. Kalau tetap tidak mengerti silakan tanyakan hubungi saya, atau lewat komentar ini.
Selengkapnya...

Cerita Pengalaman Pertamaku Bermain Ski di Turki

10 Februari 2013 19.19 By Arsyil Statistikawan 6 Komentar


Hampir semua orang Indonesia penasaran dengan salju. Tentu saja, di Indonesia tidak pernah turun salju kecuali di puncak gunung Jayawijaya Papua. Pastinya hampir setiap orang Indonesia pengin bisa melihat salju, atau malah bermain ski. Aku pun dulu hanya bisa bermimpi dan mengetahui ski dari layar televisi, alias belum pernah terbayang suatu hari bisa bermain ski. Alhamdulillah di Turki ini, aku berkesempatan untuk bermain ski. Jujur, pengalaman pertama yang luar biasa seru. Aku mau cerita, jangan pada ngiri ya... :)

Sebelumnya aku mau berterima kasih sama Allah, alhamdulillah aku punya kesempatan untuk ke Turki dan bermain ski. Kalau mau kubilang, biarpun di Turki setiap tahun turun salju, tapi orang-orang Turki berlum tentu semuanya sudah pernah bermain ski. Beberapa menjawab karena alasan biaya. Makanya aku sekali lagi bersyukur atas ini.

Hari itu bersama guru-guru Fetih Koleji aku berangkat ke Kartepe naik sebuah bis. Kartepe adalah sebuah daerah resort untuk bermain ski, bayangkan saja sebuah gunung yang di atasnya salju. Untuk kesana dari Istanbul tidak terlalu jauh, dibanding ke Uludag (tempat main ski termashur di Turki) harus ke Bursa dulu. Kartepe tak jauh mungkin sekitar 2 jam saja dari Istanbul.


Sebelum ke resort bermain ski, kami mampir ke sebuah toko yang menjual dan menyewakan alat-alat bermain ski. Disini bagi yang mau bermain ski menyewa alat ski, termasuk aku, biayanya adalah 20 Lira (sekitar Rp100.000).


Kemudian kami menuju ke sebuah rumah makan, untuk sarapan. Aku sarapan banyak nih, karena sampai sore nanti enggak makan. Dimana-mana orang Turki sarapannya sama, makan roti pakai keju, cokelat, tomat, timun, telur, ada madu juga dan pastinya tak lupa minum teh. Kali ini lumayan nih sarapannya, enak.


Oke menuju ke lokasi. Di sana setelah turun bis kami langsung pada memakai peralatan ski. Waduh, super sulit banget memakainya. Tapi tetap semangat. Beuh, berat banget yakin sepatu skinya. Bikin keram kaki..


Permainan skinya seru banget. Pertama aku bingung nih alat-alatnya gimana pakainya. Gak ada yang ngajarin aku. Jadinya aku belajar sendiri melihat dulu orang main ski. Alhamdulillah dalam beberapa menit aku dah mulai ngerti saatnya mempraktekkan langsung. Awalnya berkali-kali jatuh, sulit banget. Bahkan sampai nabrak orang di depan. Untungnya orang Turki baik, kalau ku nabrak katanya “onemli degil”, artinya: gak apa-apa.


Yang paling berkesan waktu aku menaiki puncak tertinggi gunung dengan semacam kereta gantung. Di atas sana aku memberanikan diri untuk berselancar. Mengguling-guling, mengguling-guling, begitulah aku belajar. Karena menurut aku kalau aku bisa melakukan hal sulit berarti aku bisa melakukan hal yang mudah. Dalam pikiranku kutanam, “I CAN DO IT”. Sip benar setelah sejam lebih aku menaklukkan puncak itu, di bawah sudah terasa mudah bermain skinya. Sebenarnya aku kesel tuh sama puncak itu ngeriii. Eh tapi malah aku ketagihan, jadi aku ke puncka itu sebanyak dua kali. Menyusurinya yang kedua kali ini alhamdulillah dah terasa agak mudah.


Itulah pengalamanku bermain ski pertama kali. Ohya biasa memasuki area resort ski adalah 40 TL (sekitar Rp200.000). Menurutku gak mahal untuk pengalaman luar biasa ini. Bagi kalian kalau ke luar ngeri ke negara yang ada saljunya benar deh kusarankan buat jangan lupa main ski. Karena dengan bermain ski selain gak ada di Indonesia, juga melatih mental kita untuk menghadapi hal yang sulit.


Selengkapnya...

Cara Mengetahui Bagaimana Jalur / Nomor Bis (Otobus) Transportasi Istanbul

19.16 By Arsyil Statistikawan 3 Komentar


Salah satu transportasi yang penting di Istanbul adalah dengan bis yaitu Otobus. Otobus Istanbul sepertinya menjangkau hampir semua daerah di Istanbul. Jadi mau ke sebuah tempat di Istanbul kalau ada durak (halte/perberhentian otobus) pasti bisa dijangkau. Yang penting kita tahu nomor otobus yang melewati durak ituh. Sebab kalau tidak, misal kita naik otobus dengan nomor yang salah bisa-bisa kita nyasar tak tahu kemana. Nah gimana tuh cara tahu nomor otobusnya, tanya saja sama orang lokal. Tapi kan kita belum lancar bahasa Turki.. Oke deh kukasih tahu caranya, bisa dilihat di situs IETT.

Aku salut deh sama trasnportasi Istanbul, rapi banget dan sistem informasi melalui websitenya juga bagus. Jalur yang dilalui otobus-otobus sesuai informasi yang ada di websitenya. IETT, kepanjangannya aku lupa, intinya ini yang punya otobus-otobus bertuliskan IETT, katakanlah ini yang punya pemerintah daerah Istanbul. Di situsnya iett.gov.tr lengkap informasi jalur-jalur otobus. Oke begini caranya:

Misal saya mau pergi dari sekolah tempatku (Fetih Koleji Gaziosmanpasa) ke Eminonu. Di dekat sini nama duraknya (halte otobus) adalah Spor Tesisi.
1. Buka situs http://iett.gov.tr (bahasa turki) atau http://iett.gov.tr/en/ (bahasa inggris) sebaiknya yang berbahasa inggris saja supaya kita paham.
2. Di sisi kiri halaman, klik “Oraya nasıl giderim” atau “How do i get there” akan muncul peta dari Istanbul.
3. Dari kotak isian “Search Bus Stop” isikan nama durak kita. Untuk contoh saya ini adalah “spor tesisi”. Akan muncul durak-durak yang memiliki nama spor tesisi. Karena durak saya ini berada di Gaziosmanpasa maka saya pilih “SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa)”


4. Klik ikon kaca pembesar yang artinya “lines passing this bus stop”
5. Oke maka keluar daftar otobus-otobus yang melewati durak SPOR TESİSİ(Gaziosmanpaşa). Karena saya mau ke eminonu maka otobus yang saya naiki bernomor 399C.


Itulah cara dari satu durak ke durak lainnya. Nah kalau mau ke daerah yang lumayan jauh dari tempat kita, misal bisa 2 atau 3 kali naik otobus karena saking jauhnya. Maka perlu dipelajari baik-baik situs ini. Artinya menggunakan situs ini kita harus tahu dengan otobus pertama kita akan turun di durak mana supaya otobus kedua turun di durak itu, dengan otobus kedua ini kita akan turun di durak mana yang otobus ketiga melewati durak itu, dan seterusnya, hingga kita berhenti di durak yang menjadi tujuan kita. Bingung ya? Ha ha aku juga bingung jelasinnya gimana. Pokoknya jalur otobus semua ada di situs itu. Selamat mencoba.


Selengkapnya...

10 Kota dengan Biaya Hidup Termurah dan Termahal di Dunia (Survey 2013)

06 Februari 2013 15.23 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Bagi yang suka travel, atau yang mau studi, menurut saya perlu diperhatikan juga bagaimana biaya hidup negara yang akan kita tuju. Buan lantas menyudutkan negara yang berbiaya hidup mahal, tapi sebagai saran saja. Karena kalau kita berkunjung ke negara berbiaya hidup mahal akalan kempes deh kantong. Berbeda kalau ke negara yang berbiaya hidup murah, dengan jumlah uang yang sama bisa dapat membeli banyak barang. Simpelnya gini, misal punya duit Rp 5000-10000 di Semarang bisa makan kenyang, kalau di Jakarta mah susah, paling gak 10.000-20000. Itu di Indonesia... kalau data yang dirilis ini adalah 10 negara di Dunia dengan biaya hidup termurah dan termahal.

Economist Intelligence Unit (EIU) kembali melansir daftar kota-kota termahal di dunia pada awal 2013. Dalam laporan Worldwide Cost of Living 2013, sebagai berikut:

10 kota termurah di dunia:
=1. Karachi, Pakistan
=1. Mumbai, India
3. New Delhi, India
4. Kathmandu, Nepal
=5. Algiers, Algeria
=5. Bucharest, Romania
7. Colombo, Sri Lanka
8. Panama City, Panama
9. Jeddah, Saudi Arabia
10. Teheran, Iran

Berikut 10 kota termahal di dunia:
1. Tokyo, Jepang (naik 1 peringkat)
2. Osaka, Jepang (+1)
3. Sydney, Australia (+4)
=4. Oslo, Norwegia (+1)
=4. Melbourne, Australia (+4)
6. Singapura (+3)
7. Zurich, Switzerland (-6)
8. Paris, Prancis (-2)
9. Caracas, Venezuela (+25)
10. Geneva, Switzerland (-7)

Sumber: http://us.bisnis.news.viva.co.id/news/read/387949-10-kota-berbiaya-hidup-termahal-di-dunia
Selengkapnya...

Kelebihan Pangkalan Bun, Kota Cocok Menjadi Ibukota Indonesia

03.08 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Diriku memang tidak sedang berada di Pangkalan Bun, malah sedang jauh dari Indonesia, tapi tak pula membuatku lupa dengan Indonesia tak membuatku lupa dengan kotaku tercinta, Pangkalan Bun. Kota kecil di Kalimantan Tengah ini tak banyak yang tau memang. Tapi ini adalah kota dimana keluargaku berada. Kota tempat aku dibesarkan. Jelas aja aku kangen, karena ibu, bapak, adik-adik aku di sana. Namun, selain itu aku juga mengangeni kecantikan koat Pangkalan Bun. Beberapa tahun belakangan ini aku hidup di kota-kota besar. Kangen juga dengan suasana kota kecil seperti Pangkalan Bun yang damai, tenteram, tak semrawut, tak ada macet, jauh dari keramaian, nyaman lah.


Oke langsung masuk ke tujuanku menulis judul tulisanku bahwa Pangkalan Bun cocok menjadi Ibukota Indonesia. Aku serius menurut pandanganku Pangkalan Bun cocok. Akhir-akhir ini sering muncul berita mengenai perpindahan ibukota. Malah muncul cerita lama bahwa Palangkaraya pernah Pak Soekarno ingin jadikan Ibukota negara Indonesia. Betul Palangka Raya berada di Kalimantan Tengah begitu pula Pangkalan Bun. Nah menurutku Pangkalan Bun lebih cocok daripada Palangkaraya.

Pertama, Pangkalan Bun berada dekat dengan laut. Sedangkan Palangka Raya berada di Tengah daratan (tengah Kalimantan). Sehingga dari dan ke Pangkalan Bun mudah sekali dilakukan menggunakan laut. Juga menggunakan udara mudah, karena telah memiliki Bandara Udara. Pangkalan Bun dekat dengan laut tetapi tidak benar-benar di samping laut. Ada kota pelabuhannya yang berada di samping laut yaitu Kumai sekitar setengah jam dari Pangkalan Bun. Artinya bahaya air laut tak sampai ke Pangkalan Bun.

Kedua, Pangkalan Bun posisinya strategis berada di tengah negara Indonesia. Silakan lihat gambar peta yang sudah saya upload di tulisan ini. Pangkalan Bun mudah sekali untuk menjangkau empat pulau besar secara langsung yaitu Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, juga Bali. Untuk ke pulau lainnya misal Maluku dan Papua, saya rasa Pangkalan Bun lebih menjangkaunya daripada letak Jakarta.

Ketiga, Pangkalan Bun belum menjadi kota besar. Pangkalan Bun adalah kota bukan desa. Memang Pangkalan Bun bukan kota besar tapi itulah yang menjadi nilai plus jika menjadi Ibukota Indonesia. Artinya Pangkalan Bun mudah untuk direncanakan dan dibangun. Sebab kalau kta besar sudah memiliki kondisi yang semrawut maka akan susah untuk membentuknya menjadi Ibukota.

Keempat, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya memiliki berbagai macam tujuan wisata alam, mulai dari Taman Nasional, banyak pantai, pulau, dan lainnya. Sehingga biasanya yang menjadi daya tarik orang luar untuk datang adalah wisata, Pangkalan Bun dengan Kabupaten Kotawaringin Baratnya sudah memiliki itu.

Oleh : Arsyil Hendra Saputra

Selengkapnya...

Sejarah Istana Kuning Kerajaan Kutaringin Pangkalan Bun

02.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar


Berada di kota kecil Pangkalan Bun belum lengkap rasanya bila tidak mengunjungi Istana Kuning, sebuah situs peninggalan bersejarah di Kalimantan Tengah.

Adalah Pangeran Adipatih Anta Kusuma yang mendirikan satu-satunya Kerajaan di Kalteng ini, dan sekaligus menjadi Raja Pertama di Kesultanan Kutaringin. Pangeran Adipatih merupakan anak ke empat dari Raja Banjar. Pendirian kerajaan ini berdasarkan perundingan dengan ayahnya untuk menghindari perebutan tahta dari kakak tertua beliau yang menjadi ahli waris Kesultanan Banjar.

Sang pangeran pun memutuskan pergi untuk mendirikan kerajaan baru di daerah tengah Kalimantan. Ketika berkelana di hutan bersama dengan prajuritnya, sang Pangeran terkejut saat melihat puluhan pohon beringin besar yang tertata sangat rapih di pedalaman hutan, dan akhirnya menjadi inspirasi nama kesultanannya, yang berasal dari dua kata yaitu kuta (pagar) dan ringin (beringin).

Kesultanan Kutaringin merupakan Kerajaan Islam PERTAMA dan SATU-SATUnya di Kalimantan Tengah. Pada saat kekuasaan Pangeran Ratu Imannudin, raja ke sembilan kesultanan saat itu memutuskan memindahkan kerajaan ke daerah baru, dikarenakan daerah baru tersebut memiliki letak yang jauh strategis dan aman bagi sebuah kerajaan.

Istana Kerajaan baru Kesultanan Kutaringin diberi nama dengan Istana Kuning. Istana Kuning terdiri dari empat bangunan yaitu: Bangsal (tempat penerimaan tamu kerajaan), Rumbang (tempat raja bersemedi), Dalem Kuning (pusat pemerintahan, dan tempat tinggal raja), dan Pedahiran (ruang makan kerajaan).

Namun naas, pada tahun 1986 istana yang terkenal dengan pintu kerajaan berwarna kuning itu di bakar oleh seorang wanita gila bernama Draya dan tidak meninggalkan satu barang pun. Hingga saat ini, replika istana yang telah selesai di bangun kembali pada tahun 2000 masih setia menunggu kembali di isi oleh Ditjen Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di setiap ruangannya.

Notes:
Bila anda hendak mengunjungi Istana Kuning anda diharuskan menggunakan jasa guide Istana yang merupakan kerabat Istana.

Sumber: http://travel.detik.com/aci/read/2011/11/23/221219/1774191/1274/kesultanan-islam-pertama-di-kalimantan-tengah/1
Selengkapnya...

Kumelihat Langsung Jenggot Nabi Muhammad, Antara Percaya Gak Percaya

24 Januari 2013 02.08 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Hari ini 23 Januari 2013 awalnya kuterkejut bahwa di sekolah Fetih Koleji Gaziosmanpasa, Istanbul-Turki, tempat kuberada sekarang siang ini akan dibuka peti yang berisi jenggot ASLI Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam.

Melihat Langsung Jenggot Nabi Muhammad
Jelas terkejut, jenggot ini punya Nabi Muhammad, seorang manusia luar biasa yang senantiasa kusebut di tiap hariku, kucintai lebih dari diriku sendiri. Pokoknya speechless banget saat kudiberitahui hal ini. Antara percaya gak percaya deh, akan kulihat langsung yang Nabi agungku ini. Entahlah, itu asli atau tidak tak masalah, yang jelas ini membangkitkan diriku untuk senantiasa mencintai Allah dan Rasulnya.

Lalu tibalah waktunya sebuah peti bermotif cantik ala timur tengah yang berukuran lumayan dibawa dihadapan para guru, murid, dan karyawan lain di sekolah ini, kami sangat penasaran.
Sebuah Kotak Berisi Jenggot Nabi Muhammad

Lalu peti dibuka, berisi berlapis-lapis kain, yang butuh lama untuk membukanya, hingga sebuah kapsul kecil terlihat. Di dalam kapsul itulah jenggot Rasulullah yang dimaksud.
Kapsul Kecil Berisi Jenggot Nabi Muhammad
Lalu semua satu demi satu menciumnya..sambil menyuarakan sholawat..
Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....
Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....Allahumma sholli ‘ala sayyidin muhammadinin nabi ummi waala alihi wasallim....
Semua Orang Menciuminya

Penasaran isinya seperti apa? Aku juga...
Inilah Jenggot Nabi Muhammad

Setelah kulihat-lihat ternyata ada sesuatu berbentuk kuning. Gak begitu jelas sih kulihatnya. Kukita jenggot yang dimaksud ini berupa rambut yang berwarna hitam gitu. Eh sepertinya bukan, intinya yang didalam kapsul itulah yang diyakini jenggot nabi Muhammad. Subhanallah.
Selengkapnya...

Di Turki Waktu Sholat Jumat Pelajaran Sekolah Tetap Berlangsung

22 Januari 2013 04.43 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Hal ini membuka mataku akan betapa nikmatnya Tuhan melahirkan aku di bumi Indonesia. Alhamdulillah aku bisa beribadah dengan bebas di Indonesia, tak ada ketakutan dan orang terdekatku juga mengingatkan saat waktu ibadah tiba.

Sebuah Majid di Istanbul - Turki
Jangan berharap itu di bumi Turki, di sini tak ada orang yang mengingatkan untuk beribadah harus dari keinginan dalam diri sendiri. Selain itu tak sebebas di Indonesia, berbagai bentuk aturan menghalangi kebebasan itu. Seperti halnya sholat jumat, di Turki saat waktu sholat jumat tiba, pelajaran sekolah masih berlangsung. Lantas bagaimana? Alhasil mereka tak pergi ke masjid.

Kini berada di sebuah sekolah di Turki, pukul 12 hari jumat seperti biasa di Indonesia, aku pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat. Tapi tidak untuk murid-murid dan beberapa guru disini. Pelajaran masih berlangsung, mereka tak bisa sholat jumat ke masjid. Tapi sekolah ini memiliki guru-guru yang mengetahui agama alias melakukan sholat lima waktu di setiap harinya. Kutak tahu kalau di sekolah lain seperti sekolah negeri, kurasa sikap sekuler negara membuat sebagian mereka lupa akan agama.

Guru-guru yang masih mengajar waktu sholat jumat ini, melakukan sholat jumat bersama di sebuah ruangan di lantai atas gedung bersama beberapa murid-murid. Karena ini negara sekuler, bisa dianggap hal ini sembunyi-sembunyi. Hanya orang tertentu yang mengetahui hal ini. Orang tua murid tak tau hal ini. Murid yang menjalankan sholat lima waktulah yang dengan kesadarannya bersama sholat jumat dengan guru-guru.

Sekali lagi ini negara sekuler. Aku sempat terharu saat mendengarkan cerita salah seorang guru mengenai guru perempuan muslim disini. Kulihat memang sebagian besar guru perempuan di sekolah ini tak mengenakan jilbab hanya dua atau tiga orang yang mengenakan jilbab di sekolah. Namun ternyata mereka di luar hampir sebagian besar mengenakan jilbab. Oke kuulangi, intinya di luar secara normal mereka memakai jilbab tetapi saat di sekolah mereka melepas jilbabnya. Yah begitulah yang terjadi akibat “aturan” di Turki.


Selengkapnya...

Perjalanan Hidupku Bisa Sampai ke Turki (Bagian 1)

04.34 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Sebelumnya mau berterima kasih dulu sama Tuhan yang telah memberikan nikmat ini yaitu aku bisa sampai ke negeri Konstantinopel, Turki. Alhamdulillah thanks to You, Allah.

Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque), Istanbul - Turki
Di tulisan ini aku mau memflash back tahun lalu khususnya perjalananku hingga ku bisa berada di Turki sekarang. Sungguh tak sedikitpun terlintas dahulu bahwa aku akan ada di Turki. Memang dulu ada sebuah negara yang menjadi impianku saat kuliah. Tapi yah, yang menjadi titik temu adalah doaku saat kusholat bahwa aku ingin bisa ke luar negeri tahun 2012, dan itu kutulis di dinding kamarku. Sukur luar biasa, impian itu telah terwujud. Meski dengan jalan cerita yang tak kuduga, inilah ceritaku..

Di awal tahun 2012 merupakan saat-saat dimana aku menjadi mahasiswa yang sibuk dengan skripsiku. Selain mengerjakan skripsi aku juga memiliki pekerjaan di laboratorium jurusan dan mengajar privat (tentor) untuk pelajaran matematika ke rumah murid. Di suatu hari pada bulan februari tiba-tiba ada informasi mengenai sebuah lowongan dari seorang temanku yaitu lowongan menjadi guru di SMP-SMA SEMESTA. Lalu beberapa pertanyaan kutanyakan kepada temanku itu dan intinya jika aku menjadi guru disitu aku akan bisa ke luar negeri yaitu Turki atau negara lain. Eww..dipikiranku langsung terlintas salah sau impianku bisa ke luar negeri. Dalam hati juga terbisik apakah ini jawaban atas doaku yang kupanjatkan di akhir sholat-sholatku.

Sempat aku berfikir, pantaskah aku setelah lulus menjadi guru, yaitu guru Matematika. Sejujurnya jati diri jurusanku adalah Statistik, walau sama-sama berhubungan dengan angka kini statistik tidaklah sama dengan matematik. Setelah kupertimbangkan dan konsultasi dengan beberapa temanku tak ada salahnya mencoba. Mereka bilang aku punya kemampuan mengajar. Lagipula dalam hal matematika aku punya kemampuan karena dulu aku sempat punya pengalaman kompetisi olimpiade matematika tingkat provinsi. Kupertimbangkan ini tak hanya sekali, benar-benar kupikirkan. Akhirnya di hari pengumpulan berkas kuputuskan untuk datang ke Semesta.

Sebelumnya aku mau cerita apa itu sekolah semesta? Jujur dulu kala aku jarang mendengar nama sekolah ini. Pernah sekali, salah satu temanku dulu waktu aku kecil melanjutkan sekolahnya ke Semarang yaitu disini. Selain itu, hanya nama harum Semesta yang terdengar dari beberapa temanku. Karena Semesta adalah sekolah bagus dalam arti di dalamnya anak-anak orang berada banyak duit dan punya jabatan. Juga dalam beberapa kesempatan Semesta menjuarai olimpiade, bisa dibilang sekolah olimpiade. Itulah hasil pencarian informasiku mengenai Semesta. Di waktu itu kutahu juga bahwa ini adalah Sekolah Indonesia-Turki. Di kemudian akhirnya kutahu bahwa sekolah semacam ini ada beberapa di Indonesia.

Memang tak bisa kusanggah bahwa aku mengambil keputusan ini salah satu alasannya adalah agar bisa meraih impianku bisa ke luar negeri. Aku bukanlah dari keluarga yang berada. Keluargaku adalah keluarga yang sederhana, bisa dibilang dulu kalau orangtuaku tak kuyakinkan aku hampir tidak kuliah. Dan alhamdulillah beberapa belakangan aku tak membebani mereka. Dari salah satu kota kecil di Kalimantan, benar-benar tak bisa terbayang cara supaya bisa ke luar negeri. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa.

Aku tahu kunci utama untuk ke luar negeri adalah bahasa inggris. Saat itu bahasa inggrisku benarbenar payah. Sejak sekolah sampai kuliahpun bahasa inggris menjadi sesuatu yang sulit bagiku. Awalnya aku tak tahu bahwa tahun ini juga aku akan dikirim ke luar negeri. Jadi pikirku aku akan bekerja di sekolah ini yang kudengar bahwa mengajarnya menggunakan bahasa inggris. Artinya jika aku menjadi guru disini secara otomatis maka kemampuan bahasa inggrisku akan bertambah. Ini pula salah satu alasanku mengambil keputusan ini.

Duh kok malah banyak curhatnya... ^^
Okay kulanjutkan cerita selanjutnya nanti..

Selengkapnya...

Menikmati Kebab di Negara Asalnya Turki

16 Januari 2013 01.42 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Makan KEBAB ASLI bersama teman-teman PPL PASIAD

Di Indonesia bisa jadi kita sering mendengar atau melihat outlet Kebab Turki di jalan. Betul kebab memang berasal dari Turki. Jadi kalau teman-teman pergi ke Turki jangan sampai lupa untuk mencicipi kebab dan rasakan bedanya. Paling tidak untuk mengetahui bagamana rasa kebab di negara asalnya ini. Kali ini saya sedang berada di kota terbesar di Turki dan salah satu yang tersohor di dunia yaitu Istanbul. Saya ingin berbagi cerita pengalamanku mencicipi kebab “asli” ini.
 
Sebelumnya saya mau memberikan sedikit info yang teman-teman mungkin belum tahu yaitu mengenai cara baca kata kebab. Coba deh kawan ucapkan kata “kebab” kemungkinan besar teman-teman mengucapkannya dengan huruf e yang dibaca seperti bunyi e dalam kata “besar”. Oke tak masalah karena mayoritas orang Indonesia lebih mudah mengucapkannya seperti itu. Tapi tahukah anda aslinya bunyi kata kebab tidak seperti itu, yaitu diucapkan dengan huruf e seperti bunyi e dalam kata “beda”. Kalau bagi orang batak saya rasa mudah untuk mengucapkannya.

Di Istanbul mudah sekali menemukan rumah makan yang di dalamnya menjual kebab. Tapi sayang tidak ada kata Kebab ditulis di depan rumah makan. Yang ada hanya nama makanan berbahan dasar roti lainnya seperti Doner. Doner adalah roti besar yang diiris di tengahnya diisi dengan salat dan daging. Sedangkan kebab menggunakan jenis roti lain. Kebab disini adalah nama dari daging yang diasap di perapian. Daging kebab ini dimasukkan ke dalam roti gulung bersama dengan beberapa sayuran salat.

Yang menjadi titik perbedaan di Turki dan Indonesia adalah sausnya. Di Indonesia mudah ditemui saus pedas sedangkan disini tidak ada saus pedas yang ada hanya kecap saus manis dan mayones. Kalau bagi saya yang sebenarnya bukan pecinta pedas saya belum puas akan rasa kebab ini. Sungguh tak ada rasa karena tak ada bumbu-bumbu yang diramu di dalam kebab ini. Maklum karena makanan orang-orang Turki minim sekali bumbunya tidak seperti di Indonesia yang sangat kaya akan jenis bumbu-bumbuan rempah-rempah. Selain itu orang Turki juga tak menyukai pedas. Jadi hampir tak bisa kita temui makanan pedas di Turki. Jikapun ada makanan yang dianggap orang Turki itu pedas, bagi kita sama sekali itu tak ada rasa pedas. :D

Selengkapnya...

Kalau Masuk Masjid di Turki Jangan Lupa Memakai Kaos Kaki, Kenapa?

10 Januari 2013 02.19 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Suasana Sholat Jumat di Sebuah Masjid

Di Indonesia, kalau masuk masjid pakai kaos kaki terasa aneh gitu, karena tidak biasa lagipula terasa kurang sopan karena bisa jadi kaos kaki bau :P Nah beda dengan di Indonesia, di Turki malah sebaliknya. Kalau masuk masjid kudu pakai kaos kaki. Kalau masuk tidak pakai kaos kaki malah dipandang buruk alias jorok. Sejauh yang kulihat memang semua orang disini kalau masuk masjid kaos kakinya masih dipakai.

Sebenarnya secara umum orang-orang Turki setiap harinya memakai kaos kaki. Meski berada di dalam rumah atau ruangan kaos kaki tetap dipasang. Kecuali jika kaos kaki bau, maka dilepas tuh kaos kaki sadar sendiri. Di Turki rumah, gedung, yang berupa ruangan biasanya di atas lantai berupa karpet. Jadi memang cocok menggunakan kaos kaki.

Untungnya aku mempunyai persediaan banyak kaos kaki dari Indonesia, : D

Selengkapnya...

Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)