Aku ingat dulu sewaktu kuliah aku rajin sekali ke masjid. Hampir tiap sholat lima waktu jika berkesempatan senantiasa kuusahan untuk berjamaah di masjid. Meskipun keadaanku sedang sakit sekalipun. Ya sebenarnya semangat berjamaah di masjid ini terbangun oleh semangat teman-teman ikhwan lain ketika di wisma tarbiyah. Tapi aku sangat menikmatinya. Bahkan sering sekali ketika aku sedang stres, galau, banyak pikiran, atau penyakit hati semacam itu, kusegera menuju masjid dan menenteramkan hatiku. Dengan ke masjid, hati menjadi terasa teduh.
Semangat ke masjid sebenarnya pertama kali tumbuh ketika aku kelas 3 SMA. Dengan hidayah Allah, mulai saat itu aku senantiasa menjaga sholat lima waktuku. Bahkan untuk sholat subuh aku memaksa mataku terbuka dan menggerakkan tubuhku untuk berjalan ke arah masjid di saat adzan subuh terdengar. Saat itu aku sangat percaya bahwa Tuhan akan memberikan surga kepada pemuda yang rajin ke masjid. Saking cintanya dengan masjid bahkan ketika Ramadhan aku berusaha untuk sholat tarawih di masjid-masjid yang berbeda (di Pangkalan Bun). Aku menargetkan waktu itu untuk bisa sholat di sebanyak mungkin masjid di Pangkalan Bun.
Ah, iman manusia sangatlah lemah, terutama aku banyak sekali kekuranganku. Semangat berjamaah di masjid pun sering juga mengalami penurunan. Kualami semenjak lulus kuliah. Tapi kutetap berusaha agar bisa terus ke masjid. Sewaktu di Turki aku pun tetap berusaha untuk jamaah di masjid. Kemudian beberapa waktu setelah itu hingga sekarang aku sering melalaikan untuk jamah di masjid. Mungkin satu atau dua fator yang menyebabkannya. Aku juga tak bisa menyamakan kondisi saatdi dunia kerja dengan kondisi saat kuliah dulu. Kalau saat kuliah, kapanpun bebas untuk kemana ingin pergi. Namun saat bekerja sebagai karyawan perusahaan, waktu yang kumiliki seperti berkata “aku telah dibeli dengan gaji.” Yah apapun itu kondisinya masjid selalu menjadi tempat paling favoritku. Wassalam.
Selengkapnya...

















