Menikmati Kebab di Negara Asalnya Turki

16 Januari 2013 01.42 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Makan KEBAB ASLI bersama teman-teman PPL PASIAD

Di Indonesia bisa jadi kita sering mendengar atau melihat outlet Kebab Turki di jalan. Betul kebab memang berasal dari Turki. Jadi kalau teman-teman pergi ke Turki jangan sampai lupa untuk mencicipi kebab dan rasakan bedanya. Paling tidak untuk mengetahui bagamana rasa kebab di negara asalnya ini. Kali ini saya sedang berada di kota terbesar di Turki dan salah satu yang tersohor di dunia yaitu Istanbul. Saya ingin berbagi cerita pengalamanku mencicipi kebab “asli” ini.
 
Sebelumnya saya mau memberikan sedikit info yang teman-teman mungkin belum tahu yaitu mengenai cara baca kata kebab. Coba deh kawan ucapkan kata “kebab” kemungkinan besar teman-teman mengucapkannya dengan huruf e yang dibaca seperti bunyi e dalam kata “besar”. Oke tak masalah karena mayoritas orang Indonesia lebih mudah mengucapkannya seperti itu. Tapi tahukah anda aslinya bunyi kata kebab tidak seperti itu, yaitu diucapkan dengan huruf e seperti bunyi e dalam kata “beda”. Kalau bagi orang batak saya rasa mudah untuk mengucapkannya.

Di Istanbul mudah sekali menemukan rumah makan yang di dalamnya menjual kebab. Tapi sayang tidak ada kata Kebab ditulis di depan rumah makan. Yang ada hanya nama makanan berbahan dasar roti lainnya seperti Doner. Doner adalah roti besar yang diiris di tengahnya diisi dengan salat dan daging. Sedangkan kebab menggunakan jenis roti lain. Kebab disini adalah nama dari daging yang diasap di perapian. Daging kebab ini dimasukkan ke dalam roti gulung bersama dengan beberapa sayuran salat.

Yang menjadi titik perbedaan di Turki dan Indonesia adalah sausnya. Di Indonesia mudah ditemui saus pedas sedangkan disini tidak ada saus pedas yang ada hanya kecap saus manis dan mayones. Kalau bagi saya yang sebenarnya bukan pecinta pedas saya belum puas akan rasa kebab ini. Sungguh tak ada rasa karena tak ada bumbu-bumbu yang diramu di dalam kebab ini. Maklum karena makanan orang-orang Turki minim sekali bumbunya tidak seperti di Indonesia yang sangat kaya akan jenis bumbu-bumbuan rempah-rempah. Selain itu orang Turki juga tak menyukai pedas. Jadi hampir tak bisa kita temui makanan pedas di Turki. Jikapun ada makanan yang dianggap orang Turki itu pedas, bagi kita sama sekali itu tak ada rasa pedas. :D

Selengkapnya...

Kalau Masuk Masjid di Turki Jangan Lupa Memakai Kaos Kaki, Kenapa?

10 Januari 2013 02.19 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Suasana Sholat Jumat di Sebuah Masjid

Di Indonesia, kalau masuk masjid pakai kaos kaki terasa aneh gitu, karena tidak biasa lagipula terasa kurang sopan karena bisa jadi kaos kaki bau :P Nah beda dengan di Indonesia, di Turki malah sebaliknya. Kalau masuk masjid kudu pakai kaos kaki. Kalau masuk tidak pakai kaos kaki malah dipandang buruk alias jorok. Sejauh yang kulihat memang semua orang disini kalau masuk masjid kaos kakinya masih dipakai.

Sebenarnya secara umum orang-orang Turki setiap harinya memakai kaos kaki. Meski berada di dalam rumah atau ruangan kaos kaki tetap dipasang. Kecuali jika kaos kaki bau, maka dilepas tuh kaos kaki sadar sendiri. Di Turki rumah, gedung, yang berupa ruangan biasanya di atas lantai berupa karpet. Jadi memang cocok menggunakan kaos kaki.

Untungnya aku mempunyai persediaan banyak kaos kaki dari Indonesia, : D

Selengkapnya...

Belajar Kata-Kata Sederhana Bahasa Turki : Huruf, Subjek, Salam, Angka, dan Kata Tanya

02.17 By Arsyil Statistikawan 4 Komentar

Bahasa Turki itu gampang-gampang susah dibandingkan bahasa asing lain misal Inggris. Gampang karena dalam bahasa Turki setiap kata dibaca dengan konsisten seperti dalam bahasa Indonesia misal A selalu dibaca A tidak seperti bahasa Inggris misal huruf A terkadang dibaca bisa A atau E dan sebagainya. Susah karena bahasa Turki bahasa yang jarang kita dengar tidak seperti bahasa Inggris sering sekali kita mendengarnya.

Oke langsung saja, saya mau berbagi sedikit ilmu mengenai bahasa Turki yang beberapa bulan ini sedang saya pelajari. Pertama yuk kita mengenal Huruf-huruf dalam bahasa Turki. Terdapat sebanyak 29 huruf terdiri atas 8 huruf vokal dan 21 huruf konsonan yaitu:
A = nama huruf: Aa dalam kata dibaca A seperti dalam bahasa Indonesia
B = nama huruf: Be dalam kata dibaca B seperti dalam bahasa Indonesia
C = nama huruf: Je dalam kata dibaca bukan C tapi J dalam bahasa Indonesia (misal Jeruk)
Ç = nama huruf: Ce dalam kata dibaca C dalam bahasa Indonesia (misal Cinta)
D = nama huruf: De dalam kata dibaca D seperti dalam bahasa Indonesia
E = nama huruf: Ee (bunyi e dalam Era) dalam kata dibaca E seperti dalam kata: Era, Bebek, Desa
F = nama huruf: Fe dalam kata dibaca F seperti dalam bahasa Indonesia
G = nama huruf: Ge dalam kata dibaca G seperti dalam bahasa Indonesia
Ğ = nama huruf: “Yumuşak Ge” dalam kata tidak dibaca alias tidak ada suara
H = nama huruf: He dalam kata dibaca H seperti dalam bahasa Indonesia
I = nama huruf: Ee (bunyi e dalam Elang) dalam kata dibaca E seperti dalam kata: Elang, Besar, Kera
İ = nama huruf: İi dalam kata dibaca İ seperti dalam bahasa Indonesia
J = nama huruf: Je (dibaca: she) dalam kata dibaca seperti S dalam kata: setan, sedan
K = nama huruf: Ke dalam kata dibaca K seperti dalam bahasa Indonesia
L = nama huruf: Le dalam kata dibaca L seperti dalam bahasa Indonesia
M = nama huruf: Me dalam kata dibaca M seperti dalam bahasa Indonesia
N = nama huruf: Ne dalam kata dibaca N seperti dalam bahasa Indonesia
O = nama huruf: Oo dalam kata dibaca O seperti dalam bahasa Indonesia
Ö = nama huruf: Öö dalam kata dibaca seperti O tipis dengan menggunakan mulut bagian depan
P = nama huruf: Pe dalam kata dibaca P seperti dalam bahasa Indonesia
R = nama huruf: Re dalam kata dibaca R seperti dalam bahasa Indonesia
S = nama huruf: Se dalam kata dibaca S seperti dalam bahasa Indonesia
Ş = nama huruf: Şe dalam kata dibaca S tebal seperti kata: Syair, Syaitan
T = nama huruf: Te dalam kata dibaca T seperti dalam bahasa Indonesia
U = nama huruf: Uu dalam kata dibaca U seperti dalam bahasa Indonesia
Ü = nama huruf: Üü dalam kata dibaca seperti U tipis dengan menggunakan mulut bagian depan
V = nama huruf: Ve (dibaca: we) dalam kata dibaca W dalam bahasa Indonesia
Y = nama huruf: Ye dalam kata dibaca Y seperti dalam bahasa Indonesia
Z = nama huruf: Ze dalam kata dibaca Z seperti dalam bahasa Indonesia tapi agak terdengar S

Itulah dia huruf-huruf dalam bahasa Turki. Gimana, paham kagak ? Ya kuanggap paham ya biar ke pelajaran selanjutnya. Kalau masih belum paham silakan cari referensi berupa video di Youtube. Jadi kalau lihat dan dengar kan bisa langsung tahu cara baca tiap-tiap huruf itu. Sekarang saya mau mengenalkan subjek dalam bahasa Turki. Ada sebanyak 6 subjek utama yaitu:
BEN = artinya SAYA; kalau ini jelas pasti sering dipakai subjek pertama tunggal tak ada masalah.
SEN = artinya KAMU; ini adalah subjek kedua tunggal tapi gunakan hanya kepada yang lebih muda dan orang yang lebih tua tapi sudah kenal dengan kita
O = artinya DIA; ini adalah subjek ketiga tunggal tapi tidak sering dipakai, karena sering diganti dengan kata pengganti misal Adam (Pria itu), Cocuk (anak itu), Bayan (perempuan itu), dsb.
BİZ = artinya KITA atau KAMI; ini juga jelas tak ada masalah penunjuk orang pertama jamak.
SİZ = artinya KALIAN/ANDA; selain bermakna orang kedua jamak juga gunakan kata ini untuk orang yang baru dikenal dan orang yang memiliki kedudukan terhormat sebagai bentuk penghormatan.
ONLAR = artinya MEREKA; ini adalah subjek ketiga jamak tidak begitu sering dipakai seperti halnya O biasanya sudah ditambahkan imbuhan –Lar/-Ler misal Adamlar (Pria-pria itu), Cocuklar (anak-anak itu), Bayanlar (perempuan-perempuan itu), dsb.

Sudah mengenal subjek sekarang mengenal salam sederhana dalam bahasa Turki:
Apa Kabar = NASILSIN atau NASILSINIZ (baru dikenal atau kepada orang yg dihormati) ini nih yang paling sering dipakai.
Selamat Pagi = GUNAYDIN [ingat “ı” (i tanpa titik) dibaca E seperti dalam kata Elang], gunakan salam ini saat pagi hari sampai menjelang siang tak ada masalah.
Selamat Siang = (tidak ada), biasa waktu siang digunakan İYİ GÜNLER (iyi= selamat, gün=hari, -ler=jamak) tapi tidak sering, atau sapaan lain.
Selamat Sore/Malam = İYİ AKŞAMLAR, digunakan saat matahari mulai lengser (setelah ashar) sampai malam sebelum tengah malam dalam arti di waktu masih melakukan aktifitas.
Selamat “Tengah Malam” = İYİ GECELER, digunakan saat sudah larut malam tak ada seperti mau tidur atau tengah malam, kalau yag ini jarang dipakai.

Intinya salam yang sering dipakai adalah NASILSIN, GUNAYDIN dan İYİ AKŞAMLAR. Untuk menanyakan kabar NASILSIN itu sangat sering, meskipun dalam sehari berkali-kali ketemu, pokoknya menanyakan kabar terus. Nah kalau GUNAYDIN biasanya pagi hari saat di awal bertemu di pagi itu. Sedangkan İYİ AKŞAMLAR biasanya waktu mau berpisah/pergi.

Duh capek juga nih bikin tulisan ini....dah hampir sejam lebih menulis ini.. okelah gpp tetap semangat kulanjutkan! Tapi buat pelajaran selanjutnya angka gak pakai kukasih keterangan ya...:D menurutku gak ada masalah.
1 = BİR
2 = İKİ
3 = ÜÇ
4 = DÖRT
5 = BEŞ
6 = ALTI
7 = YEDİ
8 = SEKİZ
9 = DOKUZ
10 = ON
11 = ON BİR
12 = ON İKİ
...
19 = ON DOKUZ
20 = YİRMİ
21 = YİRMİ BİR
22 = YİRMİ İKİ
...
29 = YİRMİ DOKUZ
30 = OTUZ
35 = OTUZ BEŞ
40 = KIRK
50 = ELLİ
60 = ALTMIŞ
70 = YETMİŞ
80 = SEKSEN
90 = DOKSAN
100 = YÜZ
148 = YÜZ KIRK SEKİZ
900 = DOKUZ YÜZ
1.000 = BİN
2.674 = İKİ BİN ALTI YÜZ YETMİŞ DÖRT
10.000 = ON BİN
530.850 = BEŞ YÜZ OTUZ BİN SEKİZ YÜZ ELLİ
1 Juta = BİR MİLLİON
1 Milliar = BİR MİLLİAR

Oke yang terakhir adalah kata tanya sebagai berikut:
Apa = Ne?
Dimana = Nerede?
Kemana = Nereye?
Kapan = Ne Zaman?
Siapa = Kim
Kenapa = Niye?
Mengapa = Neden / Niçin ?
Bagaimana = Nasıl?
Yang Mana = Hangi?


Selengkapnya...

Di Turki Apa Saja Permainan Salju Yang Biasa Dimainkan?

09 Januari 2013 03.08 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Hoooreee!!!
Itulah kata yang aku sorakkan kalau salju turun dari langit Istanbul. Selain itu dalam bahasa Turki "Kar Cok Güzel! Cok Seviyorum" artinya salju itu cantik sekali! Aku sangat suka. Iya lah di Indonesia kan kagak ada salju gitu, i love it!. Disini adalah pertama kali kumelihat salju. Lagipula kalau salju dah turun tuh maka "tatil" alias libur. Anak-anak sekolah pada suka deh kalau udah denger libur. Nah kalau dah libur karena turun salju mereka di depan rumah biasanya suka main-main salju gitu dengan teman atau keluarganya. Apakah permainan salju yang sering dilakukan di waktu salju turun? Secara garis besar menurut aku ada tiga cara memainkan salju disini yaitu Kartopu, Kardan Adam, dan Meluncur (gak tau namanya).

Anak-Anak di Turki lagi bermain seluncuran di atas salju
Perang Bola Salju (Kartopu)


1. Kartopu
Secara bahasa Kartopu adalah Bola Salju / Snowball (Kar=salju, Top=bola). Betul ini permainan paling gampang dilakukan. Tinggal ambil tuh salju dari jalan lalu bentuk menjadi sebuah bola dengan menggunakan tangan. Lalu tinggal lemparkan deh ke orag lain. Maka jadilah perang bola salju..... he he. Ini sangat seru banget. Aku pernah dibantai sama anak-anak belasan orang. Badanku dilempari sama Kartopu ini. Hadeuhhh..kalah gua 1 lawan belasan anak.

2. Kardan Adam
Secara bahasa Kardan Adam adalah boneka salju / snowman (Kar=salju, dan=dari, Adam=laki2). Kalau yang ini belum kulakuakan. Tapi mungkin nanti mau kubuat deh.. Tapi di alan-jalan sering aku melihat anak-anak atau malah orang dewasa saat salju turun mereka membuat boneka salju.

3. Meluncur di Atas salju
Ini nih permainan yang paling unik tapi beresiko lho. Permainannya begini cari jalan berupa turunan tanjakan. Nah bersiap-siap dari atas lalu dengan menggunakan kantong plastik duduk di atas plastik itu meluncurdeh kita ke bawah.. hoooooo...kalau yang belum kucoba, perlu keberanian! (heh anak2 aja kagak takut syil!) : D

Selengkapnya...

Siapakah Mustafa Kemal Ataturk, Bapak Republik Turki?

03 Januari 2013 02.51 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar


Hmm.. bapak republik turki itu panggilan kehormatan buat mustafa karena ialah yang telah mendirikan Republik Turki. Wah pertama kali dengar cerita ini aku agak gimana gitu. Terkesan berlebihan sebab bagimanapun semua terjadi karena Allah. Dan juga dalam pandanganku ia lebih tepatnya disebut bapak sekularisme Turki. Jujur aku agak kurang menyukainya dari cerita yang kudengar. Ialah yang mengubah Turki dari Islamis menajdi sekularis, contohnya melarang jilbab digunakan di Turki. Sungguh luar biasa ironis. TT



Suatu sore pada hari Jumat aku sengaja ikut upacara yang dilakukan oleh siswa dan guru (seperti upacara senin di sekolah Indonesia). Selain ada bendera Turki, disitu juga ada patung Ataturk. Melantunkan lagu kebangsaan saat bendera dikibarkan sambil menghadap patung ataturk itu. Kurasa semua sekolah di Turki sama seperti ini. Sebelumnya saat ku berkunjung ke beberapa sekolah lain, juga disana ada patung Ataturk.

Pokoknya Ataturk ini ada dimana-mana deh. Di sekolah2, baik di luar atau di dalam kelas ada patung atau setidaknya gambar wajah Ataturk. Juga di beberapa pusat wilayah (tengah kota/distrik) terdapat patung Ataturk.

Aku bukannya mau memprovokasi. Tapi kurasa secara Islam Turki perlu dibenahkan. Dengan warga 99 persen muslim tetapi lumayan banyak juga yang gak menjalankan sholat. Serta ada juga yang secara terang men de-islamisasi Islam padahal ia beragama Islam. Semoga semua kembali baik sesuai perintah Tuhan.
Selengkapnya...

Siapa itu Maulana Jalaluddin Rumi dari Turki?

28 Desember 2012 01.22 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar


Taukah kamu beberapa tokoh yang tersohor di Turki, yaitu:
1. Fatih sang Penakluk (Fatih Sultan Mehmet the Conqueror)
2. Sulaiman yang Luar Biasa (Suleiman the Magnificient)
3. Maulana Jalaluddin Rumi
4. Mustafa Kemal Atatürk

Entah kenapa aku merasa di antara tiga nama pertama, di Turki ini lebih terkenal nama Maulana Jalaluddin Rumi (mevlana celaleddin rumi) dibandingkan yang lainnya. Padahal dunia paling mengenal nama sultan mehmet/Fatih selain karena kisahnya juga kepopuleran Masjid Sultan Ahmet (Blue Mosque) yang membuat dunia mengenalnya. Aku sendiri yang pertama kali kutahu di antara yang lain adalah Sultan Fatih, sebelumnya sudah pernah kubaca kisah tentangnya . Fatih adalah sultan khalifah utsmani (ottoman) yang menaklukkan Konstantinopel. Sedangkan Sultan Sulaiman I adalah yang paling membuat perubahan besar untuk Turki saat menjadi semasa kekhalifahan utsmani. Sedangkan nama keempat Ataturk wajib bagi orang Turki menyimpan namanya di hati mereka, karena Ia adalah yang mendirikan Republik Turki.



Kali ini aku mau sedikit bercerita mengenai Maulana Jalaluddin Rumi. Ketiga tokoh yang lain mungkin di lain waktu akan kutuliskan ceritanya masing-masing. Karena seperti yang sudah kusampaikan di awal bahwa disini Maulana Jalaluddin Rumi lumayan terkenal. Kurasa teman-teman juga mengetahuinya. Pernahkah melihat di TV mungkin, orang Turki yang memutar badannya memakai pakaian serba putih dan memakai topi panjang ke atas. Sambil melayangkan tangannya selaras dengan perputaran badan disertai kepala yang agak miring. Oke kalau bingung searching aja ya di google mengenai tarian itu.

Pekan ini di sekolah yang kuhuni yaitu Fetih Koleji telah diadakan sebuah agenda tahunan yaitu Mevlana Haftasi (Pekan Maulana). Acara diadakan di sekolah dengan mengundang orang tua siswa. Lalu di atas panggung beberapa siswa mempertunjukkan aksi mereka termasuk menari seperti gaya sang maulana. Berikut videonya:



Di sekolah ini ada salah seorang guru yang mengikuti ajaran Maulana, sering sekali aku mendengar kata Mevlana dari ia. Seperti dianjurkan makan cukup sekali aja dan makan daging cukup beberapa hari sekali aja. Lalu masjid yang sering kudatangi untuk sholat juga bernama Mevlana Cami. Jalan di dekat sekolah bernama Mevlana. Wah aku jadi sering mendengar kata Maulana. Akhirnya aku sedikit banyak tahu mengenai maulana ini.

Meaulana J. Rumi ini hidup jauh beratus tahun lalu, ia lah yang menyebarkan agama Islam di negeri Turki. Ia datang dari Afganistan, lalu ke arab dan terakhir menetap di Turki tepatnya di kota Konya. Kalau bisa kubilang ia seperti Wali Songonya Di Indonesia gitu. Yang mengajarkan Islam kepada penduduk.
Selengkapnya...

[My Diary] Dari Jakarta ke Istanbul (Turki) via Jeddah

23 Desember 2012 19.46 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Ini adalah kisahku.. bersama teman-teman PASIAD..saat perjalanan dari Jakarta ke Istanbul  via Jeddah awal desember 2012. Just my diary...gak penting.. !@#$%^&*()

Pagi-pagi sekali diriku sudah bangun, setelah sholat tahajud kulanjutkan dengan mandi. Maklum mandiku lama jadi harus lebih dulu sebelum yang lain. Di kamarku ini kami ber delapan orang sebentar lagi akan melakukan perjalanan yang tak akan terlupakan sepanjang hidup :. Bagi aku sendiri, tak pernah terpikirkan olehku bahwa tanggal 30 November 2012 ini aku akan pergi ke Istanbul via Jeddah. Apapun yang terjadi, aku hanya pasrah, berusaha terbaik, kepada Allah aku kembali.

PASIAD membernagkatkan guru Indnesia ke Turki

Barang-barang termasuk pakaian sudah aku kemas hari sebelumnya. Alhamdulillah aku dah siap, setelah sholat Subuh kami segera bersiap-siap untuk meninggalkan asrama Sekolah Pribadi Depok ini. Pada jam 6 pagi kami sarapan, lalu dua buah taksidatang. Eh ternyata taksinya kurang, jadi perlu satu taksi lagi. Maklum pada bawa koper semua, gak cukup dua taksi.

Sebelum ke bandara kami semua sebanyak 21 orang (8 putra dan 13 putri) berkumpul di Sekolah Kharisma Bangsa Tangerang untuk di-briefing dulu. Pukul 8 an pak Ramadhan memberikan briefing, mengenai keberangkatan ini dan beberapa hal yang akan kami lakukan di Turki nantinya. Diakhiri dengan foto bersama. Lalu segera pukul 10 kami semua naik ke bis menuju bandara.

Alhamdulillah pukul 12 kami sampai di Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta. Pesawat dijadwalkan berangkat pukul 15.30. Waktu kosong kami manfaatkan untuk makan siang dan sholat. Mau jam 2 kami kemudian chek-in. Di depan tepat penimbangan bagasi, kondisi sempat runyam. Yang pertama, petugas disitu bilang bahwa tiap orang hanya dapat membawa 1 koper ke bagasi dan 1 koper ke kabin. Haduh, padahal beberapa dari kami lebih dari itu, contohnya aku selain bawa koper, tas punggung, juga bawa tas jinjing (travel bag). Alhasil, aku pun menyulap tas jinjing itu jadi satu dengan koper (alias mengepak ulang ^^). Lalu masalah yang kedua dan utama adalah petugas itu meminta bukti bahwa kami belajar di Turki dan penjamin kami (sebenarnya aku kurang begitu ngerti maksud petugas itu). Segera kami hubungi Fakhry abi, alhamdulillah beberapa kemudian masalah ini selesai. Kami pun diperbolehkan naik ke pesawat.

Di atas Pesawat

Sebelum ke Istanbul kami berangkat ke Jeddah, baru 12 jam kemudian melanjutkan perjalanan dari Jeddah ke Istanbul, alias Jakarta-Istanbul via Jeddah. Perjalanan yang lumayan panjang. Alhamudlillah aku dah terbiasa perjalanan seperti ini, karena rumahku kan di Kalimantan. Semarang-Pangkalan Bun naik kapal 20 jam :. Tapi yang ini perjalanan spesial. Pakai pesawat ke Jeddah lagi, dekat Mekkah, jelas saja karena Mekkah adalah kota impian setiap muslim di dunia. Selain itu, makanan di atas pesawat enak sekali. Belum pernah aku makan yang seperti itu. Ada roti, ayam/ikan/daging , nasi , keju, salad, puding, dan teh. Lumayan lah.

Saat berkesan adalah ketika pesawat berada di atas bumi mekkah. Terasa sangat dekat, masyaallah. Aku teringat betapa indahnya jika aku bisa menunaikan haji. Alhamdulillah.. aku merasa bersyukur sekali saat itu. Banyak hal nikmat Allah yang sangat banyak dan tak terhitung padaku. Aku juga berharap bisa menaikkan haji orang tua ku kelak. Amin.

Di bandara Jeddah

Sekitar pukul 21 setempat (di Indonesia jam 1 malam), kami tiba di Jeddah. Alhamdulillah... Bandaranya luar biasa keren beda deh dengan di Indonesia. Sayang kami Cuma transit, jadi tak bisa keluar dari Bandara. Hanya bisa gigit jari dari balik kaca melihat kota Jeddah di luar sana, tentu di balik kota Jeddah ada kota Mekkah. Di tempat transit ini tak banyak hal yang bisa kulakukan. Karena tidak ada Wifi gratis, TT. So, yang pasti bisa kulakukan adalah berfoto-foto, :. Karena penerbangan ke Istanbul masih lama aku juga menyempatkan berbicara dengan orang asing disini, kebetulan saat ini banyak orang pakistan. Bahkan dia sempat meminta berfoto bersama denganku. He he berasa artis.

Berkenalan dengan orang Pakistan

Sekitar pukul 10.00 setempat gate ke pesawat meuju Istanbul sudah dibuka, kami bergegas kesana. Alhamdulillah disini lancar, mungkin karena kami transiter. Disini sebelum naik ke pesawat kami diantar oleh bus. Di atas pesawat kami terpisah-pisah. Padahal aku pengen banget dapat tempat duduk di pojok jadi bisa menikmati pemandangan langit dari balik jendela. Aku berada di sebelah orang Turki nih. Duh saatnya memraktikkan bahasa Turki yang dua bulan kemarin kuajarin.

Menaiki pesawat Saudi Arabian airlines

Perjalanan dengan pesawat sekitar 3,5 jam kami sampai di bandara Istanbul Attaturk Internasional Airport. Kali ini aku benar-benar bercak kagum banget dengan bandara ini. Luar biasa keren. Besar sekali bandaranya. Dan sistem disini bagus. Pengennya sih bisa berfoto-foto yang banyak disini. Tapisa sayang karena harus segera bertemu dengan abi yang jemput kami di luar sana. Jadi setelah mengambil trolly lalu mengambil koper kami keluar. Alhamdulillah sempat berfoto satu kali ^^. WELCOME TO ISTANBUL...

Narsis lagi dan lagi :P


Selengkapnya...

Kenapa Jalanan Istanbul (Turki) Tak Ada Motor?

19.04 By Arsyil Statistikawan 2 Komentar

Suasanan sebuah jalan di Turki

Di Indonesia ada beberapa orang Turki, kalau mereka ditanya "Bisa mengendarai motor tidak?" Kemungkinan besar mereka bilang tidak. Akhirnya kutahu jawaban dari itu sekarang. Di Turki jarang yang mengendarai motor. Yang ada kendaraan mobil alias beroda empat atau lebih. Di tulisan ini aku bukan mau menjawab pertanyaan kenapa bisa begitu. Aku sendiri malah bertanya-tanya kenapa ya.

Sangat jarang banget kulihat motor di Istanbul ini. Aku pernah lihat beberapa tapi jarang banget. Tidak seperti di Indonesia, di jalanan seperti Semarang misalnya kendaraan motor roda dua menumpuk. Itu yang membuat kesriwutan (kekacauan di jalan) hingga macet parah. Sedangkan di Istanbul di jalanan kendaraan terlihat rapi. Walau sering juga disini terjadi macet, tapi kurasa tak se-amburadul di Jakarta.

Bukan berarti Istanbul benar-enar bagus. Tapi Istanbul ada kurangnya juga. Pengendaranya parah, banget deh. Orang Turki kalau mengendarai mobil ngebut, sekalipun waktu ada tikungan tetap aja gas dikebut. Parah, dalam hati kuberkata 'nih orang kayak baru bisa naik mobil aja'. terkadang aku agak males naik mobil disini, bikin mabuk. Mentang-mentang gak ada motor seenaknya deh mengendarai mobil.

Yang susahnya juga kalau aku menyeberang jalan. Beuuhh, mobil berjalanan dah tau ada yang nyeberang bukan malah dikurangi gasnya tapi malah terus aja bablas. Dan anpa sirine "tin tin" seenaknya aja. Ngeri deh kalau nyeberang. Berbeda kalau di Indonesia, ada yang nyeberang maka akan dipelankan gasnya. Sekalipun padat merayap kendaraan yang ada di jalan, penyeberang diutamakan. *Wah jadi kangen tanah air... sungguh aku cinta Indonesia..

Terus satu lagi, mungkin gara-gara cara mengendarai yang ngebut itu, sepertinya tingkat kecelakaan di Istanbul tinggi. Nah kalau sudah gitu tanduk keluar dari kepala mereka (baca:marah). Bahkan baru dua minggu di Istanbul aku dah punya pengalaman mobil yang kutumpangi berserempetan dengan sebuah truk. Lalu kedua sopir bersilat lidah. Ak cuma bisa menunggu aja hingga mereda beberapa menit. Ha ha. Orang Turki memang aneh, kalau marah-marah ngeri, bisa langsung hajar ditempat. Tapi meredanya pun cepat. Setelah kelahi langsung seperti biasa (aneh deh aku kalau ngeliatnya). Berbeda dengan di Indonesia sekali marah dipendem teru dalam hati.
Selengkapnya...

Pengalaman Pertama Ke Rumah Makan di Turki Bersama Para Guru Fetih Koleji

21 Desember 2012 23.58 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Perutku laper nih, setelah mendengarkan ceramah Fetullah Gullen Hoca Effendi lewat video bersama para guru Fetih Koleji, aku lalu ke Yemekhane "ruang makan". Ada seseorang disitu "Yemek var mi?". Alhamdulillah ada. Tapi saat lagi makan tiba-tiba aku disuruh stop, ku keluar gedung dan naik mobil. Ternyata mereka para guru bersama aku akan ke sebuah rumah makan. Malam yang dingin ini aku semakin lapar gak sabar sampai ke rumah makan yang dituju. Belum lagi yang nyupir mobil ngebut bawanya (orang Turki bawa mobil ngebut bangett), bikin aku agak mabuk.

Alhamdulillah akhirnya sampai jugaa... Rumah makannya unuik.. gak ada di Indonesia. Di samping meja makan kami ada tempat pembakaran. Dan makanannya juga unik. Disitu ada daging, roti, dan cabe gede. Lagi-lagi nasi yok "tidak ada". But i will keep eat. Eaahh... pertama menggigit dagingnya selera berkurang, jelas aja, dagingnnya hambar gak ada rasa. Kuberpikir seandainya aja ada sambal tomat..pasti enak nih (i miss sambal).

Tapi karena aku lapar semuanya terasa Enakk. Kalau dinikmatinya rasanya enak juga kok.. cuma aku yang gak suka yogurt..benar-benar gak ada rasa, gak kumakan. Tapi yang lain kuhabisin, enakk, kenyangggg.

selamat menikmati.............Afiyet olsunn

Setelah makan (pasti deh) minum teh....


Selengkapnya...

Mahalnya Mengurus Registrasi / Daftar HP di Turki

23.39 By Arsyil Statistikawan 0 Komentar

Kalau dipikir-pikir memang ada benarnya pilih beli hapi aja daripada mendaftarkan / regristrasi HP kita (mendaftarkan di kantor polisi membawa paspor). Sebab biayanya mahal yaitu 100 Lira (hanya untuk daftar). Kurs saat ini sekitar 1 Lira = Rp 5200. Artinya 100 lira = Rp500ribu. Belum beli kartu operatornya (sim card /kartu perdana), kalau beberapa waktu lalu aku membeli sim card baru AVEA 35 lira (=sekitar Rp175ribu) dengan biaya pendaftaran 10 lira -padahal di Indonesia 5rbu perak dah dapat kartu perdana. Itu pun belum terisi pulsanya, lalu aku beli paket seharga 20 Lira (250 kali sms, 250 menit telepon, 250 MB internet). Jadi total 165 lira atau sekitar Rp 800ribu kalau dirupiahkan. Beuh, kalau di Indonesia itu dah dapat HP baru, canggih pula.

Disini memang harga HP sangat mahal. Kalau menurut pantauanku sekitar 3x lebih mahal daripada harga HP di Indonesia. Aku bersyukur banget deh di Indonesia komunikasi lumayan murah. Sekitar 20-30 ribu sudah bisa sms, telp,internet buat sebulan. Kalau disini sebulan menghabiskan sekitar 100ribu atau lebih.

Tapi disini bisa disiasati dengan beli hape second/bekas, tapi masih bagus kok. Kalau benar-benar mau mencari 150-180 lira dah dapat hape android layar sentuh.

Okelah gak apa-apa, ini sebagai pengalaman buat aku. Keep praise to ALLAH. Yang penting selalu bersyukur pada Allah. Semua yang ada di dunia ini hanyalah milik-Nya. DIa hanya menitipkan ke kita :D.

Istanbul, 21-12-12

Selengkapnya...

Snow Day in Istanbul, It's My First Time See The Snow

23.19 By Arsyil Statistikawan 1 Komentar

Alhamdulillah bisa lihat salju juga... hari kamis [20/12/12] ini adalah hari pertama turun salju di Istanbul, Turki. Langsung salju turun dengan deras dibarengi cuaca yang mendung, angin kencang, dan hawa sangat dingin. Belum pernah kubayangkan sebelumnya, seorang pemuda dari tropis ini berada di tengah-tengah salju. Gila, keren coy, subnallah, its my great experience. Ini pertama kalinya , my first time see the Snow. Alhamdulillah banget.

Hari ini aku belum ke luar ruangan karena cuacalumayan buruk. Tapi keesokan harinya aku benar-benar menikmatinya. Berfoto-foto dan lempar-lemparan salju (baca: PERANG SALJU) dengan beberapa temanku. Juga saat aku melintasi jalanan, aku ditimpuki salju..

Nih diriku sampai tiduran di Salju.. :P

[Gak Jelas] Tidur di atas Salju

Melintasi jalanan bersalju

Lihat anak-anak bermain salju


Selengkapnya...

Kata Bijak Hari Ini

3 RUMUS SUKSES

Rumus 1 :
Man Jadda Wajada
(Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil)
Rumus 2 :
Man Shobaro Zhafira
(Siapa yang bersabar akan beruntung)
Rumus 3 :
Man Saro 'Aladdarbi Washola
(Siapa yang berjalan di jalur-Nya akan sampai)